Friday, October 11, 2013


Masa SMA adalah masa-masanya alay. #eh maksudnya masa-masa terindah, Haha. Habis bersih-bersih lemari tadi menemukan kepingan DVD, dan ternyata isinya adalah BackUp-an foto dari komputer jadul gw yang dulu. Buat yang belum pernah merasakan sekolah di SMA jangan diteruskan bacanya ya. :D

Warna-warni menghiasi setiap dari kita ketika berada di jenjang pendidikan yang bernama SMA. Kejahilan, iseng, membuat guru nangis, cinta, persahabatan, organisasi, belajar, perjuangan, sok alim, berantem dan campur-campurlah pokoknya.

Abis liat foto-foto di kepingan itu, gw langsung mau muntah. Gila, jadi gw dulu tuh alay. Haha. Alay menurut gw itu adalah sebuah proses pendewasaan loh. Setiap dari kita pasti pernah berada dalam proses tersebut. Ga percaya? Coba liat-liat lagi foto zaman dulunya. Dijamin langsung muntah-muntah,hehe.

Dari banyaknya foto-foto zaman gw SMA, beberapa ingin gw share disini. Yang tidak kuat jangan di lihat, yang tetap maksa silahkan siapkan kantong kresek buat muntah. Haha. Tapi tenang aja, foto-foto yang gw pilih ini kadar ke4L4Yannya sangat amat rendah. :D

[1] Rohani Islam (Rohis)
Tengil-tengil begini gw anak Rohis loh, -.-. 

Rohis SMAN 65

Rohis Angkatan Gw

[2] Bimbingan Dai Remaja (BDR)
Karena ikut BDR ini gw jadi anak Rohis. Haha. Tapi karena ikut inilah gw jadi punya banyak sahabat. Kelas X jadi peserta, kelas XI jadi panitia dan kelas XII jadi pemberi materi.  BDR ini dilaksanakan selama 5 hari di kawasan Puncak, Bogor.

BDR (saat materi) - Peserta
BDR (saat tafakur alam) - Peserta

BDR - Panitia
BDR - Panitia
BDR - Pemateri
BDR - Pemateri


[3] Bimbingan Latihan Khotib (BLK)
Tahap setelah BDR adalah BLK. Ini buat para laki-laki, yang akan menjadi khotib Solat Jumat di Mushola SMA gw. BLK ini dilaksanakan selama 2 hari, sehari di SMA dan hari berikutnya di Masjid Banten. Pesertanya adalah yang terbaik saat BDR.
BLK

BLK - dipantai

[4] OSIS
Gw juga ikut OSIS ketika kelas XI di seksi bidang pendidikan. Gw pernah jadi Ketua Pelaksana Seminar ESQ. #pamer.

OSIS SMAN 65 2007

OSIS - SekBid Pendidikan

[5] Sahabat di Kelas
Kelas X kelas gw menamakan dirinya dengan sebutan Stibers (X-3 bersaudara). Bukan sekedar nama, tapi memang kita begitu erat, sangat erat, erat dalam hal ‘bandel’. Haha. Selanjutnya lebih kalem saat di kelas XI-IPA-1 dan XII-IPA-2.

Kelas X-3

Kelas X-3 - Tim Inti Futsal

Kelas XI IPA 1 - Pria Terbaik
Kelas XII IPA 2 - Doa Kelulusan Bersama

[6] Kutumapel
Kunjungan mata pelajaran eranya angkatan gw ke Yogyakarta, gw lupa kemana aja turnya, yang gw inget ke Pemakaman Imogori, UGM, tempat ngebatik dan tempat bikin keramik dari tanah liat, selebihnya gw lupa.

Kutumapel - UGM
Kutumapel - Pemakaman Imogiri
Kutumapel - Batik

[7] Futsal
Tiga tahun berturut-turut gw selalu dipanggil timnas SMA gw untuk ikut memperkuat tim di ajang futsal antar SMA. #pamerlagi. Saat kelas XII gw membentuk tim sendiri yang isinya adalah sahabat-sahabat OSIS dan Rohis gw. Gw menamakan tim ini dengan Kloning Team. Karena dengan PeDenya kita semua menganggap diri kita masing-masing sebagai kloningan pemain-pemain bola top Eropa. :D

Futsal - Timnas SMAN 65

Futsal - Kloning Team
Futsal - Kloning Team

[8] PPC
Para Pencari Cinta, terinspirasi dari sinetron PPT (Para Pencari Tuhan 1) ketika Ramadhan yang terdiri dari 3 orang termasuk gw. Wah ini masih galau-galaunya dengan yang namanya Cinta. Kita bertiga pernah tarohan. Tarohan cepet-cepetan punya pacar. Yang kalah ada hukumannya. Dan ini tertulis diselembar kertas perjanjian yang di tanda tangani kita bertiga. #kampret.

PPC - Nonton Asia Idol
PPC - Buronan

PPC - Menatap Bidadari
PPC - Katanya Sahabat

Capek nyekrol kebawah terus ya, haha. Lumayan buat mengingat masa-masa sekolah dulu. Haha




Posted on Friday, October 11, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments

Tuesday, October 08, 2013


Musibah itu datangnya selalu dadakan. Tanpa permisi apalagi mengucapkan salam. Tiba-tiba datang dan membuat hidup kita sedikit terguncang. Apalagi jika musibah itu datangnya berurutan.

Kamis kemarin [3 Oktober 2013], musibah datang menimpa mama. Mama menjadi korban “tabrak” lari oleh mobil tak di kenal. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sekitar pukul 05.30 WIB. Mama tidak sendiri, mama berdua sama mba, dan mama yang mengendarai motornya. Bapak yang berada tepat dibelakang motor mama pun segera bergerak cepat langsung membawa mama dan mba ke klinik komdak [Polda].  Kondisi mama luka di kaki dan dengkulnya, serta mendapat luka lebam di bawah matanya. Begitupun dengan mba, dia luka dibagian kakinya.

Mama punya kantin di belakang komdak, dekat Gedung Pacific Place. Mama selalu bangun jam 02.30 WIB untuk ke pasar, dilanjutkan dengan masak di rumah. Setelah subuh langsung berangkat menuju kantin. Ya, mama kecelakaan saat ingin menuju ke kantin.

Sekitar seminggu sebelum musibah ini datang, ,mama sudah dikejutkan dengan datangnya surat dari pengelola kantin tempat mama jualan. Isinya tentang penggusuran wilayah kantin, karena ingin dibangun gedung. Sontak mama dan teman-temannya yang memiliki tempat di kantin itupun kaget. Mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Mama jualan di kantin itu sejak gw berusia 10 tahun. Berarti sudah 13 tahun mama bekerja disana. Di sana lah mama mencari rezeki. Dan dari rezeki itulah gw bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana. Satu hal yang membuat mama tidak terlalu stres adalah karena gw sudah lulus dan adek gw sedang menjalani pendidikan Polwan. Tapi mama masih punya satu [1] lagi kantin di komdak, walaupun tidak sebesar yang di belakang komdak. Tidak apa-apa, yang terpenting mama masih punya aktifitas lagi.

Tidak hanya itu, bulan Agustus yang lalu pas banget bapak pensiun di usia 56 tahun. Dan ini dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Bertepatan dengan hari raya Iedul Fitri.

Oiya, satu lagi. Mba yang jatuh bersama mama itu namanya mba Yanti. Dan kalian tahu? Mba Yanti lagi hamil, usia kandungannya jalan tiga [3] bulan. Hari Sabtu setelah kejadian, mama dikabarin bahwa mba Yanti keguguran. Mama langsung shock dan lemas mendengar berita ini. Mama dan bapak langsung ke rumah mba Yanti saat itu juga. Mba Yanti sudah setahun belum punya anak, ketika musibah ini datang, keluarga besarnya sangat sedih.

Gw bisa merasakan apa yang mama rasakan. Dimulai dari pensiunnya bapak, digusurnya kantin, kecelakaan, hingga mendengar mba Yanti keguguran.

“Mama, yang sabar ya. Allah sayang sama mama. Sekarang mama istirahat aja, jangan terlalu capek lagi. Dan semoga mba Yanti beserta keluarga diberi kesabaran. Semoga Allah cepat memberikan mba Yanti kehamilan lagi ma”. Hanya kalimat itu yang mampu gw ucapkan.

Kau memberikan ku hidup.
Kau memberikanku kasih sayang.
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu tak akan pernah terbalaskan.
Hangat malam dekapanmu, memberikan aku kedamaian. Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu tak kan pernah terlupakan.
Ooooh ibu terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai.
Tulus cintamu tak kan mampu untuk terbalaskan.
Ooooh ibu semoga Tuhan, memberikan kedamaian dalam hidupmu.
Putih kasihmu, kan abadi dalam hidupku.
[Doa untuk Ibu-Ungu]

Posted on Tuesday, October 08, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Sunday, October 06, 2013


Ibarat air yang dibendung, ketika bendungan itu dibuka maka akan ada aliran mendadak yang begitu besar. begitupun dengan kebutuhan PNS tahun ini [2013]. Adanya penghentian sementara [moratorium] penerimaan CPNS membuat hampir di semua instansi pemerintah menjadi kekurangan tenaga PNS. Mereka menahan diri untuk tidak melakukan perekrutan pegawai selama masa moratorium. Alhasil, ketika bendungan yang bernama moratorium ini dibuka, “jebreeeeet” maka semua instansi mengajukan permohonan untuk perekrutan CPNS dalam jumlah yang lumayan banyak.

Tahun ini pas sekali gw lulus kuliah. Terakhir ada perekrutan CPNS besar-besaran adalah tahun 2010. Ini pun baru gw ketahui dari senior gw ketika bertemu di STAN untuk mengambil nomor ujian. Bodohnya gw adalah gw sama sekali belum mempersiapkan untuk ikut tes CPNS.

Jumlah yang akan diterima sebagai CPNS memang bertambah, namun bukan berarti peluang gw atau kita menjadi lebih besar. Karena selain gw ada ratusan ribu orang yang juga menginginkan menjadi PNS (walaupun gw baru kepengennya baru-baru ini saja). Dan bila dipersentase, sepertinya peluang untuk diterima bukannya menjadi semakin besar, namun justru menjadi lebih kecil karena saking banyaknya pendaftar yang ikut seleksi.

Setiap instansi pemerintah tahun ini [2013] yang membuka perekrutan CPNS membuka formasi yang berbeda-beda, dari mulai kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan hingga jumlah formasinya. Jurusan statistika hampir disetiap instansi ada, tapi formasinya hanya satu [1] hingga tiga [3]. Kecuali Kementerian Keuangan, instansi ini membuka untuk lulusan sarjana statistika sebanyak 69 orang. Jumlah yang cukup banyak bila dibandingakan dengan instansi lain untuk jurusan statistika. Wah, ini kesempatan bagus, peluangnya semakin besar. Owowowowow, justru ini membuat peluang gw semakin kecil. Seperti yang gw bilang diatas tadi, yang ikut akan semakin banyak. Hitung-hitungannya seperti ini, syarat umur yang diperbolehkan maksimal 28 tahun. Umur gw 23 tahun, berarti ada 5 angkatan diatas gw yang masih bisa ikut. Misalkan 1 angkatan jumlahnya 60 orang dan yang ikut CPNS sekitar setengahnya [30] orang. Berarti sudah ada 150 orang. Ditambah seangkatan sama gw misalkan 30 juga, dan junior gw yang baru lulus sekitar 20 orang. Total dari statistika IPB estimasi 200 orang. Satu universitas untuk lulusan statistika ada 200 orang. Sedangkan jurusan statistika di Indonesia masih ada lagi, walaupun memang tidak banyak, seperti di UNPAD, ITS, UII dan lain sebagainya. Jika ada 10 universitas, maka yang mendaftar total ada 2000 orang. Dua ribu memperebutkan 69 kursi. Berarti perbandinganya adalah 1:29, setiap orang memiliki peluang yang sama yaitu 0.035. Peluang itu akan semakin meningkat jika gw mempersiapkan untuk ikut test [belajar], sebaliknya gw sama-sekali ga belajar, peluang semakin kecil lagi. Untuk jurusan lain silahkan dihitung sendiri ya, hehe.

Kemarin [Sabtu, 5 Oktober 2013] gw ikut TKD [Tes Kemampuan Dasar] di Pusdiklat Keuangan Umum, di daerah Pancoran Timur. Setibanya disana hanya gw yang berpenampilan sangat sederhana, memakai batik dan sepatu cats biasa. Sedangkan yang lainnya berkemeja rapi, dimasukkan dan bercelana bahan hitam, sepatunya pun pantopel. Gw hanya senyum-senyum sendiri dalam hati. Bahkan ada yang masih sibuk untuk membaca, ada yang bikin catetan pasal-pasal disebuah kertas, orang ini duduk disebelah kiri gw. Sama halnya dengan yang duduk disebelah kanan gw, dia sedang membuka kisi-kisi soal sejarah di ponsel pintarnya. Gw yang ada ditengah-tengah lagi-lagi hanya bisa senyum-senyum sendiri doank, hehehe.

Mental gw jatuh? Engga sama sekali. Kenapa? Karena gw dari awal memang belum mempersiakannya. Satu hal yang gw pikirkan adalah “Gw sudah kalah sebelum berperang”. Karena biasanya sebelum ujian apapun, pasti gw akan mempersiapkannya dengan baik. Tapi beda untuk yang kali ini.

Test nya menggunakan komputer, ada 100 soal dan terdiri dari tiga jenis soal. Wawasan kebangsaan, intelegensi dan kepribadian. Maksimal nilai yang dapat diperoleh adalah 500 point, sedangkan minimalnya 35 point. Durasi waktunya 90 menit. Passing Gradenya adalah 80%, berarti minimal mendapat nilai 400 point baru bisa lolos [nah yang ini gw ngasal, hehe].

Jujur gw sangat menikmati saat mengerjakannya, seperti tidak ada beban (yaiyalah orang ga belajar, haha). Sebagian besar gw masih bisa mengerjakannya. Yang cukup sulit adalah ketika bermain logika dengan bahasa verbal. Contoh soalnya kira-kira yang seperti ini. “Kucing adalah makhluk hidup. Semua makhluk hidup akan mati. Tidak semua makhluk hidup yang memiliki ekor bisa memanjat pohon. Kesimpulannya?”  ahahaha gw bingung.

Secara keseluruhan gw yakin bisa menembus nilai 400 point. Tapi, eng ing eeeeeeng. Ketika selesai mengerjakan, hasilnya langsung keluar, karena langsung memakai komputer. Dan nilai gw kecil banget, hanya 309 point. Gw ngakak ngeliat nilai gw sambil geleng-geleng kepala. Pas keluar ditanya sama beberapa temen berapa nilainya. Gw jawab saja dengan PD nya, 550. Hahaha, sambil ketawa gw jawabnya.
-___-.

Sebenarnya dari awal gw memang sudah kalah dalam test ini. Ibarat ada peperangan besar, gw tetap ikut perang padahal pedang gw masih tumpul dan belum di asah, tapeng gw sudah tipis dan kuda gw tidak terurus. Pas perang, “jebreeet” langsung gugur di medan perang.

Dalam hati berdoa semoga ada keajaiban dan mukjizat sehingga gw bisa lolos. Tapi hati ini juga berbisik, rasanya tidak adil jika gw benar-benar lolos, sedangkan yang sudah belajar mati-matian malah ga lolos.

Buat yang pada mau ikutan CPNS, alangkah baiknya dipersiapkan dengan maksimal, jangan seperti gw. Hehe.


Posted on Sunday, October 06, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments

Friday, September 27, 2013


1.GW NGGAK BISA
Penghambat utama dan paling sering terdengar adalah kalimat "Gw ga bisa."
Sungguh aneh sebenarnya mengatakan kalimat ini. Memangnya dulu waktu masih kecil kita bisa baca seperti saat membaca artikel ini? Tidak bukan? Tapi sekarang kita bisa membaca. Artinya yang sekarang kita tidak bisa, nanti akan bisa jika kita mau belajar. Tidak ada bayi lahir sebagai pebisnis hebat. Misalnya ada berita: Telah lahir seorang pebisnis hebat. Telah lahir seorang penjual ulung. Telah lahir seorang pembicara hebat. Tidak ada broo!. Yang lahir itu di mana-mana juga seorang bayi, anak laki-laki atau perempuan. Bagaimana pun hebatnya seorang Ibnu Sina, Muhammad Al Fatih, dan siapa pun itu, tetap saja saat lahir tidak bisa apa-apa kecuali yang bisa dilakukan bayi pada umumnya. Saat kita mengatakan tidak bisa, percayalah semua orang juga pernah tidak bisa. kita tidak bisa, karena memang belum belajar dan berlatih. Jadi intinya kita mau atau tidak? Itu saja!


2. GW LAKUKAN BESOK/NANTI SAJA
Jika Bisa Sekarang, kenapa Besok?
Memang benar kok, gw tidak bisa melakukannya sekarang. Hari ini gw sibuk, jadi gw lakukan besok.
Baiklah, tidak masalah, jika memang benar-benar kita sibuk hari ini sehingga tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Namun yang akan menjadi penghambat adalah saat kita sebenarnya bisa melakukan sekarang, kemudian kita mengatakan akan melakukan besok. Siapa yang menjamin kita bisa melakukan besok?

Bisa jadi besok pun kita akan mengatakan gw akan lakukan besok. Lusa, kita akan mengatakan yang sama. Dan seterusnya, sampai kita tidak melakukan sama sekali. Serius, jika kita mau maju, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan itu sekarang.
SEKARANG! Kenapa? Jika kita melakukan sekarang apa yang seharusnya kita lakukan, kita akan menciptakan momentum dan sangat berharga untuk keberhasilan kita. Jika Itu Benar-benar Penting, Kenapa Nunggu Besok? Jika ada sebuah tindakan sangat penting yang akan mengubah hidup kita menjadi lebih baik. Maka lakukan sekarang, jangan ditunda-tunda.
Akan tetapi bener kok, gw tidak bisa melakukannya sekarang. Gw banyak kesibukan yang lain. Itu artinya, kita menganggap pekerjaan ini tidak penting sehingga harus dilakukan besok. Itu adalah keputusan kita. Serius, kita menganggap tidak penting. Jika menurut kita bisa dilakukan besok, artinya itu tidak penting. Itu saja!

3. GW BELUM NYAMAN
Orang-orang yang sukses adalah karena mereka mau melakukan sesuatu yang tidak nyaman. Jika tidak, mereka akan terus berada di zona nyaman. Saat kita mengatakan belum nyaman, tidak sreg, belum terbuka hati, dan kata-kata sejenisnya, artinya kita masih betah di zona nyaman.
Saat kita hanya betah melakukan pekerjaan yang bisa dan biasa saja, kita tidak mengalami kemajuan yang berarti. Sekali kita mengubah, bahkan tidak nyaman sama sekali, maka kemajuan kita dapatkan. Cobalah berpikir untuk melakukan hal baru, selama itu untuk kemajuan kita, meski pun itu tidak nyaman.
Sesuatu yang baru atau pertama kali dilakukan adalah tidak nyaman. Pada awalnya, berbicara di depan umum itu tidak nyaman. Gemetaran dan dag dig dug. Namun kita harus melakukan untuk kemajuan kita. Kita harus paksakan meski pun tidak nyaman. Rasa tidak nyaman hanya ada di awal, selanjutnya akan biasa.
Menjual juga sama, sangat tidak nyaman. Namun jika sudah biasa, menjadi nyaman-nyaman saja. Jadi jangan menunggu nyaman, Kita akan nyaman jika MAU melalui ketidaknyamanan itu.


4. GW MASIH BINGUNG
Ini juga yang sering kita dengar dan baca: Pak, sebenarnya saya mau bisnis tapi masih bingung apa yang harus saya lakukan. Saat memasuki dunia yang baru, bisnis yang baru, termasuk pekerjaan yang baru, pada awalnya semua orang pasti bingung.
Begitu juga saat bekerja, pada awalnya bingung. Saat kita datang ke kantor pertama kali, kita tidak tahu apa yang akan dilakukan nanti di kantor. Kemudian atasan atau penyelia kita akan membimbing kita, dan kita akhirnya mengetahui apa yang akan kita ketahui. Bagaimana dengan bisnis? Sama saja.
Mungkin akan bingung di awal, namun mulailah berjalan, Kita pun akan menemukan jalan. Ilustrasi yang bagus adalah lampu mobil yang hanya bisa menerangi jalan beberapa meter saja, namun setelah berjalan bisa menerangi seluruh jalan, sampai ratusan kilometer sekali pun.

5. GW TAKUT KECEWA
Jika kita takut kecewa kemudian kita tidak melakukan apa-apa, sebenarnya kita sedang menanti kekecewaan yang lebih besar lagi dimasa mendatang. Saat kita bertindak, mungkin berhasil, mungkin juga tidak. Namun jika kita tidak bertindak, kita pasti gagal.
Saat kita tidak bertindak, sebenarnya kita SUDAH gagal. Lalu kenapa tidak kecewa? Karena kita tidak menyikapinya sebagai kegagalan. Padahal, jelas-jelas kegagalan. Artinya, kecewa atau tidak kecewa itu bukan karena gagal atau tidak gagal, tetapi bagaimana kita menyikapinya. Padahal, jika kita kaji lebih jauh, justru kegagalan sebenarnya saat kita menyerah, tidak bertindak. Saat kita mencoba, kita sebenarnya tidak akan pernah gagal.

6. SUDAH TERLAMBAT
Tidak ada kata terlambat. Allah masih memberikan umur kepada kita. Allah masih memberikan kesempatan kepada kita. Kenapa kita berani-beraninya mengatakan sudah terlambat? Terlambat itu saat ajal menjemput namun kita belum bertaubat. Untuk bisnis, untuk karir, dan untuk pengembangan diri, tidak ada kata terlambat. Jika kita mengatakan sudah terlambat, karena kita berpikir sempit. Bukalah mata, harapan itu masih ada.

7. GW SUDAH MELAKUKAN YANG TERBAIK
Kata siapa sudah terbaik? Kata kita sendiri? Belum, kalau kita mau belajar lagi metode-metode yang lebih baik. Kalau kita mau berlatih sehingga keterampilan kita meningkat. Maka kita bisa melakukan yang lebih baik lagi.
Kita harus memberikan peluang pada diri kita, bahwa kita masih bisa melakukan yang lebih baik. Tahukah, para juara dunia itu, apa pun bidangnya, mereka selalu berlatih untuk meningkatkan kemampuan? Sungguh aneh, kita juara dunia saja bukan tetapi mengatakan sudah melakukan yang terbaik. Kita bisa mencapai penghasilan revolusioner jika kita mau membuka diri, yaitu membuang anggapan bahwa kita sudah melakukan yang terbaik.

KESIMPULAN: Buang semua kalimat yang menghambat kemajuan diri kita, SEKARANG!

Sumber: [edit] dari SDM Bisnis Indonesia yang disadur dari motivasi-islami.com



Posted on Friday, September 27, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, September 23, 2013


Akhirnya setelah 22 tahun puasa gelar, Indonesia berhasil menjadi juara di ajang internasional [ASEAN], dan ini diraih oleh para Garuda Muda. Selamat atas kemenangan dan gelarnya.

Jebbreeet.....
Ow ow ow ow ow....
Hahaha, yang mengikuti jalannya pertandingan saat timnas muda kita bertanding mungkin tak asing lagi dengan bunyi suara itu. Puncaknya ketika timnas muda kita bermain di final melawan Vietnam. Hingga detik ini di media sosial [FB & Twitter] banyak yang membuat status dengan embel-embel Jebreeeet, jegeeeeer. Kata-kata komentator ini berhasil membuat sensasi hingga banyak orang yang tak asing lagi dengan kata jebbreet.

Mengapa ya kalimat ‘Jebret’ itu yang paling diingat sama masyarakat?. Padahal jika diingat-ingat si komentator ini juga punya kalimat-kalimat yang menurut gw sangat bagus. Dia mengutip pesan Jenderal Sudirman, kira-kira begini kutipannya “Robek-robek badanku, potong-potonglah jasad ini, tapi jiwaku akan tetap hidup”. Kalimat ini terlontar ketika melihat garuda muda yang terus berjuang hingga detik terakhir. Tak hanya itu, di akhir ketika garuda muda dinobatkan sebagai juara dia juga mengutip pesan Presiden Soekarno “Beri aku satu pemuda, maka akan aku goncangkan dunia”. Karena yang berhasil merebut juara ya para pemuda, bukan senior.

Tapi tetap “Jebbreetlah” yang paling banyak dibicarakan orang. Masih ingat “Statusisasi” nya Vicky? Kalau “Cetar Membahana” nya Sahrini? Oiya sebelumnya juga ada “Demi Tuhan” nya Arya Eyang Subur.

Semua itu terjadi karena bantuan media, baik itu media TV ataupun media sosial. Sekarang ada Facebook, Twitter, YouTube, dll. Mereka [media] menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Kita kebanyakan mengakses itu, dan yang tidak tahu menjadi tahu. Gemparlah kata-kata yang menurut telinga kita itu sesuatu yang menarik. Mulailah update status di media sosial dengan kata-kata tersebut. Latah, ya orang Indonesia itu latahan.

Sepertinya sangat mudah menjadi terkenal, mencari perhatian dan membuat sensasi. Buat saja kata-kata yang dianggap tabu. Beeeeeh pasti jadi trending topik tuh di twitter, hehe.

Apa yang kita katakan itulah cerminan dari diri kita. Teko dengan air putih segar pasti mengeluarkan air putih segar, dan teko yang isinya air selokan pasti mengeluarkan air selokan. Nah, jadi hati-hati dengan apa yang kita katakan. Peran media ini alangkah baiknya kita manfaatkan untuk saling mengingatkan tentang kebaikan dan bukan bermaksud untuk menggurui.

Selamat untuk garuda muda atas gelar juaranya. Kalian memang juara. Kalian mampu menginspirasi kita lewat perjuangan kalian. Teruslah mengepakkan sayap, melesat tinggi dan menerkam setiap lawan yang menghadang.



Posted on Monday, September 23, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Wednesday, September 18, 2013


Apa yang terlintas ketika membaca atau mendengar kata Apollo? Saat gw masih SD, di buku pelajaran IPS (kalau ga salah) Apollo itu programnya NASA yang meroket hingga ke bulan. Nah kalau sekarang? wah sudah banyak banget ya produk-produk yang memakai label Apollo. Yang terbaru produk parfum AXE Apollo. Produknya Blackberry juga ada yang pakai label Apollo.

Habis nanya sama mbah google, ternyata masih banyak lagi nama-nama Apollo yang lainnya. Contoh, jadi nama rumah sakit di India [Apollo Hospital Chennai] sampai nama teater di USA [Apollo Theater]. Ada lagi produk industri makanan [Apollo Food Industries], masih banyak lagi yang lainnya. Kalau disini yang lagi anget-angetnya ya produk parfum, di iklannya memakai embel-embel astronot. Karena menurut gw, kebanyakan dari kita ketika dengar kata Apollo itu ya astronot yang pergi ke bulan. Sudah banyak yang mengatakan bahwa Astronot yang pergi ke bulan itu hanyalah konspirasi pendaratan bulan atau teori hoax bulan. Gw salah satu yang mendukung teori ini, hehe.

Balik lagi ke Apollo, gw bukannya mau membahas konspirasi tersebut, dan tidak juga membahas produk-produk yang ada embel-embel Apollonya. Hanya ingin mendefinisikan arti dibalik kata Apollo itu sendiri. Ternyata Apollo itu berasal dari bahasa Yunani yang artinya Kecantikan (lagi-lagi nanya mbah google). Kalau gw mendefinisikan arti Apollo itu sebagai sebuah visi, sebuah lesatan dan sebuah doa.

Gw punya temen, namanya Apollo. Pas banget kan, ahaha. Bersyukur diberi kesempatan selama kurang lebih enam [6] bulan untuk dekat dengan dia, padahal tiga [3] tahun sekelas. Apollo ini adalah pejantan tangguh yang sikapnya itu tengil, berisik nan iseng, tapi pinter dan kritis (mungkin IQ nya diatas 125). Dibalik ketengilan dan keisengannya ternyata dia sangat bersahabat dan hangat. Dia pencinta sepakbola dan memiliki kisah cinta yang unik. Saat masih dekat dengan dia, ada perasaan nyaman (tenang, gw bukan Homo -_-). Sekarang gw sudah tak bisa [jarang] bertatap muka lagi dengan dia. Dia sekarang sudah merantau, melesat lebih tinggi sesuai dengan namanya [Apollo]. Itulah alasan kenapa gw mendefinisikan Apollo itu sebagai sebuah lesatan, karena gw berharap dia bisa melesat mencapai semua impian dan cita-citanya.

Setelah gw tanya, ternyata Apollo itu artinya apologize [pemaaf], karena dia merasa bahwa dia sangatlah pemaaf (hweeeek , ahahaha).  Dan Apollo itu ternyata Apo11o, yang terdiri dari gabungan sebelas [11] orang. Ya, dia yang gw sebut disini adalah sebutan untuk mereka.

Apollo. Sebuah visi, sebuah lesatan dan sebuah doa. Selamat berjuang teman-teman, melesatlah setinggi-tingginya.












Posted on Wednesday, September 18, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments