Tuesday, April 22, 2014


Tepat satu tahun yang lalu, 22 April 2013 Manchester United memastikan gelar Premier League ke 20-nya setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-0, Robin van Persie mencetak Hattrick yang salah satu golnya sangat spektakuler dengan kaki kiri, yakni tendangan volly, melanjutkan umpan indah dari Rooney. Setahun kemudian, tepatnya hari ini, 22 April 2014 Manchester United resmi “memecat” David Moyes, sang penerus Sir Alex Ferguson. Dua buah momen yang bertolak belakang. Ironis memang.

Di situs resminya, MU secara halus memecat Moyes, walau tidak ada kata-kata “sack” atau pemecatan. Hanya kalimat “leaves” atau meninggalkan. Ini merupakan kado terburuk untuk David Moyes yang akan berulang tahun ke 51. Moyes sendiri lahir pada tanggal 25 April 1963.

Pertandingan melawan mantan anak asuhnya, Everton, pekan kemarin menjadi pertandingan terakhir baginya. MU takluk di Goodison Park, markas Everton dengan skor 2-0. Dipertandingan tersebut MU seperti tidak tahu caranya mencetak gol. Bola hanya dioper dari kaki ke kaki, dari belakang ke tengah, dari kiri ke kanan, dan tidak ada tembakan ke ke gawang Everton. Owh, mantan memang selalu menyakitkan ya.

Moyes menjadi sasaran tembak paling mudah untuk disalahkan. Entahlah, yang gw lihat MU kehilangan karakter yang telah dibangun SAF selama bertahun-tahun. Tidak ada semangat juang hingga pertandingan usai. Para pemain terlihat tidak ingin membantu Moyes. Mungkin karena kharisma Moyes kalah jauh dibanding dengan SAF. Ah, entahlah apa yang sebenarnya terjadi di intern mereka. Yang jelas pihak MU tahu apa yang terbaik menurut mereka.

Selama 10 bulan melatih MU (Juli 2013 s.d. April 2014), Moyes telah melakoni 51 pertandingan disemua ajang. Moyes berhasil menang sebanyak 27 kali, imbang 9 kali dan 15 kali menelan kekalahan. Kemenangan terbesar adalah saat bertemu Leverkusen di Liga Champion dengan skor telak 5-0. Kekalahan terbesar saat bertemu Manchester City dengan skor 4-1.

Musim ini segera berakhir, tidak ada juara, tidak ada tropi (hanya community shield) dan tidak ada tiket ke eropa untuk musim depan. Siapapun pengganti Moyes nantinya, jika MU tidak mengalami perubahan baik yang signifikan maka siap-siap saja akan ada hastag OUT seperti pada #MoyesOut.

Sejujurnya gw tidak menyangka Moyes akan dipecat secepat ini. Padahal MU sudah mengontraknya selama 6 tahun. Enam tahun. Angka yang tidak sebentar. Namun apa yang terjadi sekarang? Hanya dalam waktu 10 bulan Moyes sudah dipecat. Memang, selama 10 bulan ini Moyes seperti kebingungan dan selalu menelan kekalahan. Tapi gw yakin MU akan tetap mempertahankannya, ya minimal hingga musim depan. Oowh ternyata oh ternyata. Tapi lumayanlah buat Moyes dapet pesangon sekitar 10jt pounds, hehe.

Goodbye Pakde Moyes, thanks for bought Fellaini & Mata. Thanks for the community shield #ByeMoyes


sumber gambar: www.supersoccer.co.id

Posted on Tuesday, April 22, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, April 15, 2014


Ada berbagai cara untuk kita mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa, salah satunya adalah dengan melihat betapa agungnya ciptaan Sang Kholik.

Weekend kemarin, Sabtu 12 April 2014 gw diberi kesempatan untuk bisa berkunjung ke daerah Cianjur. Tepatnya di Gunung Padang, yang mana disana terdapat peninggalan Situs Megalitikum. Lokasi Gunung Padang berada pada ketinggian 885 meter dpl, berlokasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jalur cianjur-Sukabumi).

Jarak dari kantor ke sana kurang lebih mencapai 137 km. Gw berangkat bareng dengan rekan-rekan sekantor, menggunakan 4 bus BlueBird dengan masing-masing berkapasitas 25 orang. Semua berkumpul jam 06.30 di kantor, dan bus jalan pukul 07.10. Seperti dugaan awal, kita terkena macet ketika masuk Ciawi, dan macet juga di daerah Sukabumi. Kondisi jalan masih dalam kondisi bagus, namun akses menuju ke kawasan Gunung Padang masih tergolong belum bagus. Jalan masih berbatu, belum di aspal, dan harus melewati rumah-rumah warga. Jalur hanya cukup untuk satu bus saja, jika ada mobil dari arah sebaliknya maka salah satu harus mengalah dengan mengarahkan stir ke pinggir, yang mana di pinggir berbatasan langsung dengan rumah warga dan jurang. Jika tidak hati-hati bisa jatuh. Dan jalannya melingkar untuk bisa mencapai puncak pintu gerbang Gunung Padang.


Alhamdulillah perjalanan cukup lama dan kita semua sampai pas azan Zuhur berkumandang. Bus hanya sampai gerbangnya saja, selebihnya kita semua harus jalan kaki sejauh 2 km dan menanjak. Sehabis solat Zuhur yang langsung di jamak dengan solat Asar, kita semua langsung naik. Jalannya sudah beraspal, tapi cukup curam, jadi perlu tenaga lebih untuk melangkahkan kaki. Lumayan untuk sekedar membakar lemak dalam tubuh. Ternyata tidak berhenti sampai disini, diatas ternyata masih ada loket untuk masuk ke Situs Megalitikumnya. Dan dari loket ini perjalanan mendaki yang sesungguhnya baru saja mulai.

Benar saja, kita semua harus mendaki ke atas dengan bantuan 385 anak tangga untuk bisa mencapai teras pertama. Anak tangga yang sudah ada sejak situs megalitum tersebut, tapi masih kokoh dan kuat, walaupun memang tidak rata. Kondisinya juga cukup curam, sehingga tak sedikit yang mengeluh ketika mendakinya.

Semua terbayarkan ketika sudah sampai di atas, kita disambut oleh tumpukan batu-batuan yang tersebar tak beraturan. Situs megalitikum ini di kelilingi oleh gunung-gunung. Pemandangan yang cukup indah jika dilihat dari atas. Subhanallah, sangat indah pemandangan yang terhampar di bawah. Banyak sekali cara Allah untuk mengingatkan, bahwa gw ini amatlah kecil, tak ada apa-apanya jika dibandingakan dengan kekuasaan-Nya.

Beberapa informasi gw dapatkan dari guide yang memandu kita melihat-lihat situs megalitikum disana. Gunung Padang itu suatu monumen yang besar. Punden berundak, tinggi lapisan pertamanya sampai 100 meteran. Luasnya 150 hektare atau 10 kali lebih besar dari bangunan Candi Borobudur. Nah buat yang ini gw masih belum percaya, kalau yang gw lihat itu tak sebesar Candi Borobudur. Lalu sang guide nya menjelaskan, itu jika semuanya telah selesai digali, karena batu-batuan tersebut masih ada dan ditemukan hingga sungai yang mengapit Gunung Padang ini. Dan gw hanya berguman, oooowh. Situs ini dibilang umurnya lebih dari 13.000 tahun (sebelum masehi), sudah ada sekitar 3 atau 4 carbon dating (pengukuran umur lapisan berdasarkan kandungan unsur karbon di lapisan tersebut), dan ini dilakukan oleh Guru Besar Geologi dari ITB yang merupakan Koordinator Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang.
sketsa, sumber: google
Penelitian terakhir berdasarkan hasil uji carbon dating di sebuah laboraturium terkemuka di AS menunjukkan angka sekitar 21.500 Sebelum Masehi. Dan  bila pengukuran ini dapat dipertanggungjawabkan keakurasiannya, ini menjadi bukti bahwa kebudayaan di Jawa merupakan yang tertua di dunia. Lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Piramida Giza di Mesir. Subhanallah.

Sang guide juga memaparkan tentang cerita-cerita peradaban Sunda. Katanya Sunda itu bukanlah suku, melainkan peradaban pertama di Jawa, dan mungkin di dunia. Situs ini dulunya juga ditempati oleh maung, yang dalam bahasa sunda artinya harimau. Tapi bukan harimau yang dimaksud, melainkan maung (manusia unggul), yang diyakini warga sekitar seperti para nabi atau para wali. Ada banyak jejak-jejak atau relief yang terukir di beberapa batu-batuan tersebut. Ada yang mirip keris kujang, ada yang bulat, ada yang seperti tapak kaki harimau dll.

Itu semua adalah kebudayaan. Dan kebudayaan di Indonesia masih banyak lagi. Alhamdulillah gw diterima di Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan sekarang gw mulai tertarik dengan yang namanya kebudayaan. Bismillah.







Posted on Tuesday, April 15, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, April 08, 2014


Diantara teman-teman, gw termasuk dalam kategori kurus jangkung, postur badan yang tinggi tetapi berat badan kurang. Ini bertahan hingga gw lulus kuliah dan di wisuda. Tapi semuanya berubah, setelah negara api menyerang. Hehe. Semua berubah pasca kuliah, semenjak kerja, berat badan gw mulai tak terkontrol. Secara visual banyak yang bilang gw sekarang gemuk, lebih berisi, mukanya bulat dan yang lebih ga enaknya lagi banyak yang bilang gw buncit, haha. Sampai akhirnya gw beli timbangan badan, berat badan gw berkisar 75-79 kg. Wooow, angka yang fantastis. Naik 10 kg sejak gw lulus. Panik tralalatrilili. Nyokap marah-marah. Yang gw khawatirkan adalah gw takut banyak penyakit di dalam tubuh orang yang kegemukan, seperti diabetes, kolesterol atau yang sejenisnya.

Jika gw menilik ke belakang, tak ada yang berubah dari pola makan gw. Mungkin asupannya saja yang lebih bergizi daripada saat masih kuliah, yang mesti berhemat di kosan hehe. Olahraga masih aman, seminggu sekali pasti lari ke senayan, kadang-kadang di tambah main futsal. Lalu apa yang menyebabkan berat badan ini melesat?..Oh sepertinya [dugaan gw] ini karena aktifitas gw yang lebih sedikit dibandingkan saat gw masih sekolah. Lebih santai, tidak terlalu tertekan, dan tidak stres. Jadi energi yang masuk tidak semuanya dikeluarkan. Alhasil masih tersimpan dalam bentuk lemak. Ya, karena perut sudah mulai ada lipatan, lipatan lemak.

Gw harus bisa mengontrol berat badan gw, minimal perut ga buncit dan tidak ada penyakit di dalam tubuh. Tapi apa daya?. Niat mau olahraga 3x dalam seminggu pun hanya menjadi wacana. Puasa senin-kamis pun masih bolong-bolong. Ngemil di kantor tak bisa di tahan. Kerja hanya didepan komputer. Yaudahlah yang penting gw sehat, haha.

Siang tadi ketika gw lagi serius kerja didepan komputer, ada info kalau di lantai atas ada presentasi dari Tropicana Slim, dan bisa cek kadar gula darah dan berat badan juga, gratis. Nah yang gratis ini yang gw cari, haha. Gw antusias, karena gw belum tau kadar gula darah gw berapa semenjak gw jadi gemuk. Dari sini bisa dilihat apakah kita terkena diabetes atau tidak.

Mereka ke sini pasti sebagai ajang promosi produk mereka. Presentasinya tidak lama, tapi cukup menarik. Jenis-jenis makanan yang dikonversi dengan beberapa sendok teh gula pasir. Misalnya, sepotong martabak itu setara dengan 3 sendok teh gula pasir, minuman bersoda mencapai 10 bahkan lebih sendok teh gula pasir. Intinya sih kita harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, apalagi yang junk food dan minuman bersoda harus dikurangi bahkan kalau bisa dihindari.

Setelah presentasi barulah dimulai tuh cek gula darahnya. Sambil ngantri gw deg-degan, apakah kadar gula darah dalam tubuh gw ini normal atau malah berlebih dan jadi diabetes?. Giliran gw pun tiba. Pas di cek hasilnya 78 mg/dl. Ha? Nilai yang cukup rendah, karena ragu petugasnya ngecek lagi, sekarang pake jari tangan kanan gw. Dan hasilnya tetep sama 78 mg/dl. Ini masuk kategori normal, tetapi normal yang cenderung rendah. Kalau mencapai 140-199 itu waspada diabetes, dan jika diatas 200 mg/dl termasuk diabetes. Tapi gw bersyukur masih jauh dari yang namanya diabetes.


Lanjut ke cek berat badan. Petugasnya memakai alat khusus dengan memasukkan umur gw (24 tahun) dan tinggi badan (178 cm). Gw naik ke atas timbangan. Hasilnya sangat mengejutkan, haha. Berat badan gw 77,5 kg. Sedih pas ngeliat, ya Allah saya berat dimana ya? Berat di daging? Otot? Tulang? Lemak? Atau berat di dosa?

Kemudian bisa dilihat persentase lemak dalam tubuh, nah lemah di tubuh gw mencapai 32%, angka yang cukup besar dengan angka normalnya itu untuk pria 10-20% saja, dan gw masuk kategori + atau di atas normal, dari tiga kategori yaitu 0 (normal), + (di atas normal), dan ++ (sangat melebihi normal). Dan ternyata gw berat di lemak. Tambah sedih. Indeks Masa Tubuh (IMT) gw sebesar 24,5. Lagi-lagi di atas normal. Normalnya itu 18-23. IMT ini bisa dihitung sendiri dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan kuadrat (m2).

Dari hasil diatas bisa disimpulkan sementara bahwa gw alhamdulillah tidak terkena diabetes, tetapi gw kelebihan berat badan, ya walaupun sedikit di atas normal. Nah kelebihan berat badan ini yang bisa memicu timbulnya penyakit kolesterol tinggi. Dan gw ga mau terkena penyakit itu.

Oke, mulai sekarang gw harus jaga makanan yang akan masuk ke mulut gw ini. Jangan yang berlemak dan jangan pula yang berminyak. Olahraga mesti ditingkatkan. Jangan tidur sehabis makan.
Menjaga kesehatan merupakan salah satu wujud tanda syukur kita kepada Allah yang telah menciptakan tubuh ini dengan sangat kompleks, lengkap dan sempurna. Bisalah ya..

Posted on Tuesday, April 08, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, March 24, 2014


Merdunya suara azan subuh kala itu membuat janin yang sudah sembilan bulan bersemayam di perut ibunya tak sabar untuk segera melihat indahnya dunia. Segala usaha telah ia lakukan, tapi memang belum waktunya. Kesabaran dia pun mulai tergerus, ia tak mau lagi bergantung dengan plasenta ibunya, ia ingin segera bisa hidup mandiri. Usahanya semakin keras untuk minta keluar. Sehingga sang ibunya pun mengeluh kesakitan. Dokter mengatakan kepada pria paruh baya yang mendampingi ibunya, yang tak lain adalah ayah dari anak yang akan lahir tersebut, bahwa sudah waktunya anak ini lahir.

Keringat menetes di pelipis dan membanjiri seluruh tubuh ibu hamil tersebut. Janin ini terus berusaha untuk keluar, tanpa tahu bagaimana sakit yang sedang di rasakan oleh ibunya, ia juga belum tahu bahwa ibunya sedang mempertaruhkan nyawa hanya untuk melihat dan mendengar tangisan anak yang akan ia lahirkan itu.

Sekitar pukul sepuluh WIB terdengar suara tangisan bayi. Laki-laki paruh baya tersebut langsung diberi kabar oleh dokter bahwa anaknya berjenis kelamin laki-laki, seorang jagoan ayahnya. Dia segera mengazankan di telinga kanan dan mengiqomatkan di telinga sebelah kiri bayi merah itu, dan terlihat perasaan lega dan senyuman disertai tangisan terlihat dari wajah ibunya.


Suasana yang terjadi duapuluhempat tahun yang lalu, seorang anak laki-laki dilahirkan dan diberi kesempatan untuk bisa mencicipi yang namanya kehidupan di dunia.

Alhamdulillah, puji syukur selalu gw panjatkan kepada Yang Maha Pencipta, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah SWT. Sabtu kemarin, 22 Maret tepat usia gw menginjak angka 24 tahun. Angka yang tidak sedikit, angka yang pastinya sudah dipercaya untuk bisa mempertanggungjawabkan segala yang telah gw lakukan.

Sesungguhnya dalam setiap detik yang berlalu, semakin berkurangnya waktu kita hidup di dunia ini. Tak ada yang tahu berapa lama lagi gw diberi kesempatan. Apakah tahun depan gw masih bisa merayakannya bersama orang-orang terdekat?. Aah gw tidak bisa menjamin. Masih banyak yang harus gw capai. Masih banyak yang belum gw lakukan. Masih banyak kebaikan-kebaikan yang harus gw amalkan, untuk menambah berat timbangan, agar tidak kalah beratnya dengan dosa-dosa gw yang telah berceceran.

Media sosial seperti Facebook telah menemani gw dari tahun 2009, dan dari tahun itu hingga 2013 tahun lalu, teman-teman gw selalu diingatkan bahwa tanggal 22 Maret adalah hari kelahiran gw. Banyak yang memberikan ucapan. Siapa yang tak senang jika orang lain tahu dan mengucapkan selamat kepada kita. Tapi tidak untuk tahun ini, akhir tahun 2013 gw sengaja menutup tanggal lahir gw di FB. Dan seperti dugaan gw, tidak ada yang ingat kalau gw ulang tahun. Hanya keluarga besar dan segelintir sahabat yang ingat dan memberikan ucapan via sms. Sedih? Pastinya sedih, tapi hanya tersenyum sendiri, dan sadar bahwa tak banyak orang yang mengenal sosok De Budi Sudarsono. 

Oh, ini membuat gw menjadi berfikir. Ketika nanti gw mati, apa yang orang lain ingat tentang gw? Gw bukannya mau menjadi orang terkenal yang memiliki ribuan penggemar. Gw hanya mau bahwa keberadaan gw saat di dunia ini meninggalkan jejak. Bukan sembarang jejak, tapi jejak yang mampu memberikan kebermanfaatan untuk banyak orang dan berefek domino, terus menerus walau jasad gw sudah tak berada di atas muka bumi.
Tapi? Ah masih banyak yang harus gw lakukan untuk bisa merealistiskan keinginan gw itu. Semoga disisa umur gw ini, gw bisa mewujudkannya. Aamiin.

Puji Syukur selalu ku panjatkan kehadirat Allah SWT. Terima kasih buat mama, bapak, dewi dan keluarga. Terima kasih buat sahabat dan teman-teman yang telah ingat tanggal kelahiran gw. Terima kasih atas doa dan ucapannya. Terima kasih.



Posted on Monday, March 24, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Friday, March 14, 2014


Bukan hanya masa depan saja yang menyimpan misteri, seperti yang pernah gw bahas di postingan “Akhirat tidak Kekal”, tetapi masa lalu (sejarah/pra-sejarah) juga menjadi sebuah misteri.

Cerita tentang manusia [yang katanya] pertama hidup di Bumi ini adalah Nabi Adam sudah sering kita dengar. Sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), hingga ceramah-ceramah dari Ustadz/Ustadzah. Nabi Adam itu adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dari tanah. Kemudian Allah memerintah Malaikat, Jin dan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam. Namun hanya Iblis yang durhaka dan membangkang terhadap perintah Allah tersebut. Oleh karena itu Iblis di usir dari [yang katanya] Syurga.

Nabi Adam kesepian tinggal sendirian di Syurga. Lalu Allah menciptakan Hawa sebagai pendampingnya yang diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Mereka hidup bahagia, tapi segalanya berubah ketika Iblis menyerang. Iblis membisikkan kepada keduanya untuk memakan buah [khuldi] yang dilarang oleh Allah. Namun karena bisikan Iblis tersebut mereka berdua memakannya. Alhasil pakaian yang melekat pada tubuh merekapun tiba-tiba hilang. Allah marah akibat perbuatan mereka, lalu mengirim mereka turun ke Bumi dan dipisahkan keduanya di tempat yang berbeda. Butuh waktu yang lama sehingga akhirnya mereka berdua bertemu kembali dan berkembang biak melahirkan keturunan-keturunan Nabi Adam dan lahirlah kita.

Kurang lebih seperti itulah cerita yang kita ketahui selama ini dengan versi yang berbeda-beda, tetapi intinya tetap sama. Cerita itupun gw terima mentah-mentah dan percaya karena bersumber langsung dari guru ngaji dan guru agama. Entah itu memang sebuah kenyataan, legenda atau mitos, tetap saja cerita tersebut yang selama ini kita terima.

Semakin dewasanya umur, diiringi dengan semakin ingin tahunya tentang segala sesuatu. Tak terkecuali tentang Nabi Adam. Pertanyaan gw sederhana, sebenarnya lebih dulu mana Nabi Adam, Manusia Purba atau Dinosaurus? Banyak film yang gw tonton memperlihatkan bahwa manusia purba dan Dinosaurus itu hidup berdampingan. Kalau manusia purba itu yang pertama berarti Nabi Adam juga manusia purba donk?

Pernah juga mendengar bahwa manusia purba itu adalah manusia yang dikutuk karena melanggar perintah Allah. Dan manusia pada masa itu poster tingginya pun juga besar setara dengan tinggi Dinosaurus. Kalau dibandingan dengan sekarang itu sama halnya seperti kita manusia dengan kuda atau zebra. Sebanding. Tetapi Dinosaurus punah karena tidak mau ikut naik ke dalam kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh.

Ada lagi yang mengatakan bahwa dulu sebelum manusia tercipta ada makhluk lain seperti setengah dewa yang sering berbuat kerusakan dengan selalu berperang dan saling membunuh di muka Bumi. Sehingga makhluk tersebut dimusnahkan oleh Allah dan digantikan oleh spesies bernama manusia yang ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi.

Masih banyak lagi versi-versi cerita yang pernah kita ketahui. Coba saja tanya di Mbah Google, pasti banyak sekali versi yang muncul. Gw tidak terlalu memusingkan mana yang benar dan mana yang paling benar. Seharusnya bisa gw cari tahu. Darimana? Dari yang telah tertulis dalam ayat-ayat cinta-Nya dan dari alam semesta ini, ilmu Qauliyah dan ilmu Kauniyah.


Hingga pada akhirnya gw dipertemukan oleh sebuah buku yang kontrovesial dengan penulis yang sama seperti buku Akhirat Tidak Kekal. Buku yang kali ini gw baca berjudul Ternyata Adam Dilahirkan. Nah loh!!! Berbanding terbalik dengan segala versi yang selama ini kita terima mentah-mentah.

Di dalam buku ini diceritakan tentang penciptaan Allah yang sebegitu rumit dan terencana. Dari mulai diciptakannya alam semesta, bumi hingga manusia. Penulis memiliki pemikiran yang unik, yang berbeda dengan kebanyakan orang termasuk gw. Penulis memadukan tafsir Al-Qur’an dengan ilmu-ilmu modern, seperti ilmu kedokteran, paleontologi dan astronomi. Penulis menuturkan cerita tentang sejarah bumi, penciptaan manusia dalam Al-Qur’an, kemudian penulis juga menceritakan tentang tabir genetika dan kemudian di bab terakhir menyatakan bahwa Nabi Adam itu ternyata dilahirkan.

Pemikiran penulis tak hanya memaparkan tentang makrokosmos seperti penciptaan alam semesta ini, tetapi juga ke mikrokosmos seperti bagian paling kecil dari sel-sel yang membentuk jaringan lalu organ dan akhirnya berbentuk makhluk hidup. Ah, dari pemaparan beliau ini mengingatkan gw ketika belajar biologi dan fisika. Biologi karena dulu pernah belajar tentang sel, jaringan, organ, genetik, asam amino dan blablablabla. Kemudian fisika tentang planet-planet, teori Big Bang dan lain sebagainya. Ini semua mengingatkan bahwa kita itu hanyalah makluk lemah yang tak berdaya, pandai-pandailah bersyukur pada yang Maha Kuasa, Maha Berencana, Maha Pencipta, Allah SWT.

Oke, intinya apa?
Gw mencoba menyimpulkan hasil dari pemikiran beliau. Penulis mengatakan dengan disertai ayat-ayat Al-Quran bahwa manusia pertama yang diciptakan bukanlah Nabi Adam, tetapi manusia sebelumnya, makhluk yang kita kenal sebagai manusia purba. Penulis menyebut manusia purba ini sebagai al-basyar yang artinya diciptakan dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan manusia (Nabi Adam) beserta keturunannya itu diciptakan dari tanah yang sudah gembur (saripati tanah atau pertemuan antara sperma dan ovum) lalu meniupkan ruh-Nya dan disebut al-insaan. Jadi Nabi Adam itu adalah al-insaan yang dilahirkan oleh al-basyar generasi awal. Penulis tidak menjelaskan siapa al-basyar yang pertama, namun penulis menjelaskan bahwa al-basyar diciptakan berbarengan atau langsung banyak.

Masa tersebut tak ada yang tahu, yang mengetahui hanya yang menciptakan, yakni Allah SWT. Namun kita diberi akal untuk berpikir. Sering kali di dalam ayat-ayat-Nya dibilang “....bagi kaum yang berfikir.”. Dan Allah juga akan mengangkat derajat untuk orang-orang yang berilmu. Mari sama-sama untuk terus belajar dan mencari tahu hal-hal yang baik dengan selalu dilandasakan oleh Al-Qur’an.

Yang mau baca bukunya bisa di cari di toko buku terdekat, Judulnya Ternyata Adam Dilahirkan, penulisnya Agus Mustofa. Atau jika ada yang mau minjam bisa hubungi gw.

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ruh-Nya dan Dia menjadikan kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tapi) sedikit sekali kamu bersyukur” [QS. As Sajdah (32): 9]

Wallahu a’alam bishshawab.

Posted on Friday, March 14, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, March 11, 2014


Masih ingat artikel gw sebelumnya yang berjudul Kalah Sebelum Berperang?. Karena momen itu gw jadi lebih mempersiapkan diri untuk ikut tes di Kementerian ESDM. Hasilnya? Gagal lagi, gagal di TKDnya lagi. Perasaannya? Sakit, karena gw sudah belajar tentang undang-undang, pasal-pasal, dan ketika gagal itu rasanya tidak mengenakkan, kesel. Beda saat gw gagal di Kemenkeu, itu malah bisa cenge-ngesan, karena memang gw tidak ada persiapan apa-apa.

Kesempatan terakhir gw jatuh di Kemendikbud. Alhamdulillah gw lulus pada tahap TKD, gw peringkat pertamanya. Dan yang datang di tahap TKB ada sekitar 18 orang termasuk gw untuk memperebutkan 2 tempat. Ternyata TKB itu soalnya statistika banget, sesuai dengan kebidangan ilmu masing-masing. Disini gw merasakan manfaat pernah menjadi asisten dosen mata kuliah Metode Statistika dan Analis Data Kategorik. Lancar jaya saat mengerjakannya, padahal sudah setahun tidak bersentuhan dengan teori-teori statistika semenjak lulus. Alhamdulillah.

Butuh waktu dua bulan untuk menunggu hasil dari TKB tersebut. Setiap hari pasti buka web-nya untuk melihat, setiap hari bisa 2-3 kali, hasilnya selalu belum ada pengumuman. Waktu yang sangat lama, karena kementerian lainnya sudah ada pengumuman finalnya, bahkan sudah ada yang mulai masa Pra-Jabatannya.

Februari tanggal 26 tahun 2014 menjadi waktu yang besejarah buat para penanti hasil final kemendikbud di belahan bumi Indonesia, termasuk gw. Tepat pukul 20.45 WIB pengumuman tersebut muncul di situs resminya Kemendikbud. Alhamdulillah nama gw termasuk dalam daftar nama yang lulus CPNS Kemendikbud, tepatnya di Direktorat Jenderal Kebudayaan, sebagai Analis Data Kekayaan Budaya.

Alhamdulillah pemberkasan sudah selesai dan sekarang menanti turunnya SK dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tidak bisa ditentukan kapannya, bisa sekitar 2-3 bulan. Berarti status gw sekarang masih CCPNS, Calon CPNS. Setelah menjadi CPNS nanti masih harus ikut Pra-Jabatan. Menjadi PNS pun harus lulus masa Pra-Jabatan saat CPNS. Semoga semua dilancarkan, aamiin. Mohon bantuan doa dari semuanya.

Ada beberapa yang nanya, mengapa gw mau jadi PNS? Pertanyaan dasar yang membuat gw memerlukan waktu yang cukup lama untuk menemukan jawabannya. Hal yang membuat gw lama berpikir adalah tentang teman-teman gw. Loh ko? Apa hubungannya sama teman-teman?. Gw bertanya-tanya, teman-teman gw yang cerdas, pintar, genius, yang IPK-nya di atas rata-rata tidak ada yang jadi PNS. Mereka berkarir di perusahaan BUMN dan Swasta. Gw memang tidak sepintar mereka, tapi mengapa mereka tidak ingin jadi PNS ya? Gw mencoba menghilangkan image buruk tentang PNS. Andaikan mereka ikut tes CPNS, sudah pasti mereka akan lulus, gw yakin. 

Kemudian, teman-teman gw yang semasa kuliahnya sangat aktif berorganisasipun tidak ada yang jadi PNS. Mereka kebanyakan terjun di dunia wirausaha, mereka mengembangkan usaha dari nol dan membuka lapangan pekerjaan untuk warga sekitar. Gw memang aktif berorganisasi semasa kuliah dari tingkat satu hingga tingkat akhir. Namun di tingkat akhir, gw tidak total dalam menjalaninya, bisa dibilang “cacat”, gw menyesal tidak total, padahal itu tahun terakhir gw di kampus.

Posisi gw tidak terlalu pintar dan tidak terlalu aktif berorganisasi. Pas-pasan, middle class, kelas medioker.  Justru harusnya lebih banyak teman-teman gw yang cerdas dan aktif berorganisasi berada di lingkungan pemerintahan. Karena di sana keputusan yang menyangkut publik dibuat. Bila kita semua ingin jadi warga negara yang baik hanya dengan jadi pembayar pajak yang baik, lalu siapa yang mengelola APBN dari uang pajak kita? Urusan pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, infrastruktur, siapa yang memutuskan? Yang memutuskan adalah mereka-mereka yang berada di wilayah pemerintahan.

Semua kembali pada niat masing-masing. Bismillah, gw sudah menetapkan hati untuk lanjut dan berkarir menjadi PNS di Kemendikbud. Semoga gw bisa menjaga idealis gw di sana. Aamiin.

Posted on Tuesday, March 11, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments