Saat masih anak-anak, gw sangat senang menyambut bulan ramadhan. Dulu, yang membuat gw senang adalah pulang sekolah jadi cepet, bisa main bareng teman-teman sebaya setelah solat teraweh serta subuh, dan bakal dibelikan pakaian baru menjelang lebaran. Tapi puasanya? Setengah hari, hahaha. Ya walaupun setiap tahun ada peningkatan bisa puasa pool [full]. Nah tapi dulu bisa puasa pool itu karena ada motivasinya. Bukan motivasi dari Mario Teguh. Motivasinya adalah jika gw berhasil puasa pool sebulan penuh maka gw akan diberikan uang yang banyak di hari lebaran. Hanya demi uang loh hahaha.
Sekarang sudah kepala dua, usia yang pastinya memiliki motivasi tersendiri dan pasti berbeda dengan saat masih anak-anak untuk bisa berpuasa di bulan Ramadhan. Tidak hanya berpuasa saja, tapi beribadah secara utuh. Lalu apa? Berharap akan pahala yang banyak karena di bulan ini Allah memberikan banyak bonus? Atau karena ingin masuk syurga? Kalau yang seperti itu dijadikan motivasi berarti sama saja dengan gw saat menjadi anak-anak. Motivasinya hanya karena uang. Artinya kita beribadah kepada Allah tidaklah ikhlas, hanya karena kita mengharapkan sesuatu.
Loh? Apakah itu salah? Oh tentu tidak. Kita memang diperintahkan untuk selalu berdoa, meminta sesuatu hanya kepada Allah. Tapi, jika motivasinya tetap seperti itu, gw bisa menjamin bahwa itu tidaklah bertahan lama. Ada loh yang lebih penting dari itu. Namanya ridho. Bukan ridho anaknya pak lurah loh ya. Ridhonya Allah. Wah susah nih yang kayak begini. Kalau sudah ridho itu urusan Allah. Kita hanya bisa ikhtiar saja. Caranya bagaimana? Kuncinya adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah.
Setiap solat kan kita selalu berdoa di takbiratul ikhram. Inna solati wanu suki wama yahya wama mati lillahirobbil alamin. Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Taala. Dan Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah. Kuncinya ikhlas. Mempraktekkan ikhlas itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Syusah. Keseringan kita akan khusuk solat, puasa dan sedekah kalau kita ada maunya. Misalnya lagi ujian semesteran atau lagi tes masuk kerja. Tapi kalau kita lagi tidak ada yang diinginkan maka solatnya yang penting solat, bahkan mungkin ada yang meninggalkannya.
Gw juga masih proses belajar ikhlas. Sulit tapi jika pelan-pelan dan terus menerus dicoba pasti bisa. Nah, hari ini tepat 1 Ramadhan 1435H. Jadikan ini sebagai momentum untuk kita belajar lebih ikhlas lagi. Indikator keberhasilannya adalah setelah bulan ini selesai maka ada perbaikan diri dan perilaku kita, dan lebih ikhlas lagi kepada Allah. Dan jika tidak ada perbaikan, sama saja, bahkan lebih buruk, maka kita gagal dan termasuk dalam orang-orang yang rugi.
De Budi Sudarsono




