Bukan hanya masa depan saja yang menyimpan misteri, seperti
yang pernah gw bahas di postingan “Akhirat tidak Kekal”, tetapi masa lalu
(sejarah/pra-sejarah) juga menjadi sebuah misteri.
Cerita tentang manusia [yang katanya] pertama hidup di Bumi ini adalah Nabi Adam sudah sering kita dengar. Sejak masih duduk di
Sekolah Dasar (SD), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), hingga ceramah-ceramah
dari Ustadz/Ustadzah. Nabi Adam itu adalah manusia pertama yang diciptakan oleh
Allah dari tanah. Kemudian Allah memerintah Malaikat, Jin dan Iblis untuk
bersujud kepada Nabi Adam. Namun hanya Iblis yang durhaka dan membangkang terhadap
perintah Allah tersebut. Oleh karena itu Iblis di usir dari [yang katanya]
Syurga.
Nabi Adam kesepian tinggal sendirian di Syurga. Lalu Allah
menciptakan Hawa sebagai pendampingnya yang diciptakan dari tulang rusuk Nabi
Adam. Mereka hidup bahagia, tapi segalanya berubah ketika Iblis menyerang.
Iblis membisikkan kepada keduanya untuk memakan buah [khuldi] yang dilarang
oleh Allah. Namun karena bisikan Iblis tersebut mereka berdua memakannya.
Alhasil pakaian yang melekat pada tubuh merekapun tiba-tiba hilang. Allah marah
akibat perbuatan mereka, lalu mengirim mereka turun ke Bumi dan dipisahkan
keduanya di tempat yang berbeda. Butuh waktu yang lama sehingga akhirnya mereka
berdua bertemu kembali dan berkembang biak melahirkan keturunan-keturunan Nabi
Adam dan lahirlah kita.
Kurang lebih seperti itulah cerita yang kita ketahui selama
ini dengan versi yang berbeda-beda, tetapi intinya tetap sama. Cerita itupun gw
terima mentah-mentah dan percaya karena bersumber langsung dari guru ngaji dan
guru agama. Entah itu memang sebuah kenyataan, legenda atau mitos, tetap saja
cerita tersebut yang selama ini kita terima.
Semakin dewasanya umur, diiringi dengan semakin ingin
tahunya tentang segala sesuatu. Tak terkecuali tentang Nabi Adam. Pertanyaan gw
sederhana, sebenarnya lebih dulu mana Nabi Adam, Manusia Purba atau Dinosaurus?
Banyak film yang gw tonton memperlihatkan bahwa manusia purba dan Dinosaurus
itu hidup berdampingan. Kalau manusia purba itu yang pertama berarti Nabi Adam
juga manusia purba donk?
Pernah juga mendengar bahwa manusia purba itu adalah manusia
yang dikutuk karena melanggar perintah Allah. Dan manusia pada masa itu poster
tingginya pun juga besar setara dengan tinggi Dinosaurus. Kalau dibandingan
dengan sekarang itu sama halnya seperti kita manusia dengan kuda atau zebra. Sebanding.
Tetapi Dinosaurus punah karena tidak mau ikut naik ke dalam kapal yang dibuat
oleh Nabi Nuh.
Ada lagi yang mengatakan bahwa dulu sebelum manusia tercipta
ada makhluk lain seperti setengah dewa yang sering berbuat kerusakan dengan
selalu berperang dan saling membunuh di muka Bumi. Sehingga makhluk tersebut
dimusnahkan oleh Allah dan digantikan oleh spesies bernama manusia yang
ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi.
Masih banyak lagi versi-versi cerita yang pernah kita
ketahui. Coba saja tanya di Mbah Google, pasti banyak sekali versi yang muncul.
Gw tidak terlalu memusingkan mana yang benar dan mana yang paling benar. Seharusnya
bisa gw cari tahu. Darimana? Dari yang telah tertulis dalam ayat-ayat cinta-Nya
dan dari alam semesta ini, ilmu Qauliyah dan ilmu Kauniyah.
Hingga pada akhirnya gw dipertemukan oleh sebuah buku yang
kontrovesial dengan penulis yang sama seperti buku Akhirat Tidak Kekal. Buku
yang kali ini gw baca berjudul Ternyata Adam Dilahirkan. Nah loh!!! Berbanding terbalik
dengan segala versi yang selama ini kita terima mentah-mentah.
Di dalam buku ini diceritakan tentang penciptaan Allah yang
sebegitu rumit dan terencana. Dari mulai diciptakannya alam semesta, bumi
hingga manusia. Penulis memiliki pemikiran yang unik, yang berbeda dengan kebanyakan
orang termasuk gw. Penulis memadukan tafsir Al-Qur’an dengan ilmu-ilmu modern,
seperti ilmu kedokteran, paleontologi dan astronomi. Penulis menuturkan cerita tentang sejarah bumi, penciptaan
manusia dalam Al-Qur’an, kemudian penulis juga menceritakan tentang tabir
genetika dan kemudian di bab terakhir menyatakan bahwa Nabi Adam itu ternyata dilahirkan.
Pemikiran penulis tak hanya memaparkan tentang makrokosmos
seperti penciptaan alam semesta ini, tetapi juga ke mikrokosmos seperti bagian
paling kecil dari sel-sel yang membentuk jaringan lalu organ dan akhirnya
berbentuk makhluk hidup. Ah, dari pemaparan beliau ini mengingatkan gw ketika
belajar biologi dan fisika. Biologi karena dulu pernah belajar tentang sel,
jaringan, organ, genetik, asam amino dan blablablabla. Kemudian fisika tentang
planet-planet, teori Big Bang dan lain sebagainya. Ini semua mengingatkan bahwa
kita itu hanyalah makluk lemah yang tak berdaya, pandai-pandailah bersyukur
pada yang Maha Kuasa, Maha Berencana, Maha Pencipta, Allah SWT.
Oke, intinya apa?
Gw mencoba menyimpulkan hasil dari pemikiran beliau. Penulis
mengatakan dengan disertai ayat-ayat Al-Quran bahwa manusia pertama yang
diciptakan bukanlah Nabi Adam, tetapi manusia sebelumnya, makhluk yang kita
kenal sebagai manusia purba. Penulis menyebut manusia purba ini sebagai
al-basyar yang artinya diciptakan dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan manusia
(Nabi Adam) beserta keturunannya itu diciptakan dari tanah yang sudah gembur
(saripati tanah atau pertemuan antara sperma dan ovum) lalu meniupkan ruh-Nya
dan disebut al-insaan. Jadi Nabi Adam itu adalah al-insaan yang dilahirkan oleh
al-basyar generasi awal. Penulis tidak menjelaskan siapa al-basyar yang
pertama, namun penulis menjelaskan bahwa al-basyar diciptakan berbarengan atau
langsung banyak.
Masa tersebut tak ada yang tahu, yang mengetahui hanya yang
menciptakan, yakni Allah SWT. Namun kita diberi akal untuk berpikir. Sering kali
di dalam ayat-ayat-Nya dibilang “....bagi kaum yang berfikir.”. Dan Allah juga
akan mengangkat derajat untuk orang-orang yang berilmu. Mari sama-sama untuk
terus belajar dan mencari tahu hal-hal yang baik dengan selalu dilandasakan
oleh Al-Qur’an.
Yang mau baca bukunya bisa di cari di toko buku terdekat,
Judulnya Ternyata Adam Dilahirkan, penulisnya Agus Mustofa. Atau jika ada yang
mau minjam bisa hubungi gw.
“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ruh-Nya
dan Dia menjadikan kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tapi) sedikit
sekali kamu bersyukur” [QS. As Sajdah (32): 9]
Wallahu a’alam bishshawab.

0 komentar:
Post a Comment