Beberapa bulan yang lalu, gw memposting tentang Pasar Modal. Gw mempelajarinya dalam satu hari, hanya tentang pengertiannya saja sih. Karena beberapa hari kemudiannya gw ada test interview di Perusahaan Media "Bisnis Indonesia". Walau hanya sehari gw mempelajarinya, gw mulai tertarik dengan ekonomi dan bisnis. Alhamdulillah sekarang gw kerja di Bisnis Indonesia sebagai staf Statistician di Layanan Data dan Tabel setelah melewati berbagai test yang ada. Ini kesempatan gw untuk belajar lebih banyak lagi tentang Bisnis dan Ekonomi. Nah, gw ingin menshare apa yang gw pelajari disini secara otodidak dan banyak bertanya. Karena memang gw masih buta tentang Ekonomi dan Bisnis. Mulai sekarang gw coba untuk menulis apa yang gw baca dan gw rangkum, sumbernya dari buku ekonominya Prof. Eduardus Tandelilin, Ph.D. CWM, dosen UGM. Yuk kita mulai belajarnya dari BAB 1, bab tentang apa itu investasi.

BAB I
PENGERTIAN INVESTASI

Pasti pada punya tabungan kan di Bank, terlepas di Bank mana kita menabungnya. Mungkin banyak di antara kita yang beranggapan bahwa dengan menabung maka uang kita akan aman dan bertambah jika rutin menabungnya. Tapi selain menabung ternyata ada bentuk lain loh biar uang kita bertambah. Lewat apa? Lewat Investasi. Buat kita yang awam, investasi diartikan sebagai cadangan keuangan kita dalam jangka panjang. Sebenarnya apa sih yang melatarbelakangi seseorang untuk berinvestasi. Nah ini loh sebenarnya Latar Belakang harusnya kita berinvestasi :
1.  Setiap individu bekerja untuk memperoleh penghasilan.
2.  Penghasilan yang dimiliki oleh seseorang merupakan sumber daya yang dapat dikonsumsi pada saat ini atau di masa datang.
3.  Seseorang yang ingin berinvestasi, semestinya mau mengorbankan konsumsi saat ini (sacrifice current consumption).
4. Kesejahteraan moneter ditunjukkan oleh penjumlahan pendapatan yang dimiliki saat ini dan nilai saat ini (present value) pendapatan di masa datang.
5. Orang seharusnya membuat keputusan seperti berapa banyak penghasilan saat ini yang seharusnya dihabiskan atau dikonsumsi dan berapa banyak seharusnya diinvestasikan menurut preferensinya.

Pengertian investasi itu sendiri adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.
Contohnya seperti ini:
·      Investasi pada saham mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham atau pembagian dividen.  
·      Waktu yang kita korbankan untuk belajar.
Kegiatan investasi dapat dilakukan pada sejumlah aset seperti:
·      Aset real (tanah, emas, mesin, atau bangunan).
·      Aset finansial (deposito, saham, obligasi, options, warrants, atau futures). Aset finansial adalah  klaim berbentuk surat berharga atas sejumlah aset-aset pihak penerbit surat berharga tersebut.

Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Investor individual (individual/retail investors)  
    Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi.
2.Investor institusional (institutional investors)
    Investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana (bank dan lembaga simpan pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi.
Ket: Trade-off dalam konsumsi (k0) dan investasi (k1)

Banyak orang berinvestasi dengan bertujuan seperti ini (termasuk yang manakah kita?) :
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
  2. Meningkatkan kesejahteraan investor
  3. Mengurangi tekanan inflasi.
  4. Dorongan untuk menghemat pajak
Penjabaran tentang investasi, jangan dianggap soal matematika ya :) :
Sdr. Budi mulai menabung Rp 3 juta per tahun pada usia 25 tahun. Budi pensiun 40 tahun kemudian pada usia 65 tahun. Besarnya nilai mendatang investasi Sdr. Budi dapat dihitung sebagai berikut:
Pada tingkat bunga 8 persen per tahun, nilai mendatang
 40 = Rp3.000.000  x FVIFA8%
 40 = Rp3.000.000 x 259,06 = Rp777.180.000
Pada tingkat bunga 12 persen per tahun, nilai mendatang
40 = Rp3.000.000 x FVIFA12%
40 = Rp3.000.000 x 767,09 = Rp2.301.270.000
Pada tingkat bunga 20 persen per tahun, nilai mendatang
40 = Rp3.000.000 x FVIFA20%
       40    Rp3.000.000x7.343,9 = Rp22.031.700.000

Untuk melihat apakah kesejahteraan Sdr. Budi meningkat di masa datang, dengan menabung Rp 3 juta per tahun pada usia 25 tahun, dapat dianalisis dengan menghitung FVIFA (future value interest factor annuity).  Konsep FVIFA ini berlaku untuk menghitung nilai mendatang dari suatu seri aliran kas yang sama secara periodik.
FVIFA dapat dihitung dengan rumus:
FVIFA = [(1+i)n-1]/i
 
Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return yang diharapkan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linear. Artinya semakin besar return yang diharapkan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus dipertimbangkan. Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return yang diharapkan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko.

Return
Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. Dalam konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return yang diharapkan (expected return) dan return yang terjadi (realized return). Return yang diharapkan (expected return) merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi (realized return) atau return aktual merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.

Risiko
Risiko bisa diartikan sebagai kemungkinan return aktual yang berbeda dengan return yang diharapkan. Secara spesifik, mengacu pada kemungkinan realisasi return aktual lebih rendah dari return minimum yang diharapkan. Return minimum yang diharapkan seringkali juga disebut sebagai return yang disyaratkan (required rate of return).
Ket: Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan

 
Ket: Proses Keputusan Investasi

Sementara sampai sini dulu ya kita membahas tentang investasi, tertarik lebih dalam lagi mempelajarinya? atau tertarik langsung berinvestasi? Sabar, yang belum punya cukup ilmu tentang investasi dan pasar modal, kita harus sabar dan banyak belajar dulu. Belajar juga bentuk dari investasi loh. So, belajarlah terus.