Dua orang yang dulu gw kenal di kampus sebatas
kakak kelas, senior. Begitupun dengan detik ini, gw tidak tahu banyak tentang
mereka. Ketika itu gw tingkat satu dan mereka tingkat empat. Selisih tiga tahun
antara gw dan mereka. Pertama kenal sama yang perempuan, beliau namanya mba
Ratna, lengkapnya Ratna Sogian Siwang. Gw tidak tahu banyak tentang beliau,
tapi gw kenal, saat itu beliau berada dalam organisasi BEM Universitas, dan gw
ikut kepanitiaan di dalamnya. Wajahnya gw ingat.
Orang kedua bernama Nazrul Anwar, gw pun
tak begitu mengenalnya. Hanya sebatas tahu bahwa beliau sangat aktif di kampus.
Terakhir bertemu beliau ketika gw memintanya untuk mengisi acara yang gw adakan
di pertengahan tahun 2012 lalu dan beliau menyanggupinya.
Jodoh akhirnya mempertemukan mereka
dalam sebuah ikatan pernikahan. Mereka berdua menikah. Gw pun tidak tahu. Gw
tidak tahu banyak tentang mereka. Hingga dipertengahan Oktober ini, sebuah
berita duka tersebar luas di media sosial. Mba Ratna meninggal dunia setelah
melahirkan anak laki-laki pertamanya.
![]() |
| sumber: facebook.com |
Bayi tersebut diberi nama Karel Sulthan
Adnara. Karel dari Bahasa Prancis, artinya kuat. Kalau Sulthan dari Arabic,
artinya pemimpin, wasiat dari uminya. Dulu uminya seneng banget kalau ketemu
kata Sulthan waktu baca Qur'an. Kalau Adnara akronim dari Adn-Nazrul-Ratna
maksudnya; Surga-nya Abi Nazrul dan Umi Ratna. Kalau digabung arti namanya
kira-kira: pemimpin yang kuat, Syurga bagi Abi Nazrul dan Umi Ratna.
![]() |
| sumber: facebook.com |
Letters to Karel. Begitulah Bang Nazrul memposting
tulisannya di Fbnya. Surat yang ditujukan untuk anaknya, yang menceritakan
tentang isterinya, agar kelak si anak mengetahui seperti apa uminya. Siapapun
yang membacanya sedikit demi sedikit akan mengetahui seperti apa sosok Nazrul
Anwar dan almarhum isteri tercintanya, mba Ratna. Dan yang paling penting adalah kita bisa belajar banyak dari tulisan-tulisan tersebut dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.


0 komentar:
Post a Comment