Showing posts with label Football. Show all posts
Showing posts with label Football. Show all posts

Wednesday, April 23, 2014


Pasca pemecatan Moyes sejujurnya gw tidak terlalu sedih, tapi entah mengapa gw kasian sama dia. Aaah, lemah dan terlalu sensi banget. Headline surat kabar olahraga di Inggris dan negara-negara Eropa isinya tentang pemecatan dengan foto Moyes terpajang memenuhi halaman cover.

Jika boleh menilai, ada beberapa hal yang bisa gw lihat dari Moyes. Pertama, Moyes tidak memilki musuh dengan sesama manager, dalam artian dia jarang melontarkan kalimat-kalimat yang mengundang kontrovesial apalagi sampai psywar, padahal sekali-kali ini perlu dilakukan. Kedua, punggawa MU seperti tidak percaya dan enggan dilatih sama Moyes. Ketiga, Moyes begitu kuat mental (jika dilihat dari luar) padahal banyak sekali yang tidak percaya, mencibir hingga menghinanya.

Nah, Ini Pernyataan Moyes Usai Di Pecat United :
Melalui League Managers Association (LMA), pelatih asal Skotlandia itu pun mengeluarkan pernyataan soal kenangan manis dan pahitnya selama menukangi Wayne Rooney cs, seperti dilansir Daily Star, Rabu (23/4/2014).

“Ditunjuk menjadi pelatih Manchester United, salah satu klub sepakbola terbesar di dunia jelas merupakan suatu kebanggaan untuk saya. Mengambil alih setelah periode panjang dari stabilitas (permainan) dan kesuksesan menjadi tantangan besar, tetapi itu salah satu yang saya nikmati dan tidak pernah berpikir panjang untuk mengambil kesempatan ini.”

“Skala pekerjaan pelatih di United sangat besar, tetapi saya tidak pernah menjauh dari kerja keras dan hal itu juga berlaku untuk para staf pelatih. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas mereka sepanjang musim lalu.”

“Kami sepenuhnya fokus dan berkomitmen untuk proses pembangunan mendasar yang diperlukan skuad senior. Target ini harus dicapai demi memberi hasil positif di Premier League dan Liga Champions.”

“Namun selama masa transisi ini, penampilan dan hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan Manchester United dan penggemarnya. Saya mengerti rasa frustrasi mereka.”

“Dalam waktu yang singkat di United, saya telah belajar akan tempat-tempat khusus di Old Trafford. Saya ingin berterima kasih kepada staf United karena sambutan hangat mereka dan menganggap saya bagian dari keluarga mereka sejak awal saya tiba.”

“Dan tentu saja, saya juga berterima kasih kepada para fans yang telah mendukung saya sepanjang musim ini. Saya berharap yang terbaik untuk para fans dan klub di masa depan.”

“Saya percaya bahwa seorang pelatih tidak akan pernah berhenti belajar selama kariernya dan saya tahu saya akan mengambil pengalaman berharga dari waktu saya selama menjabat pelatih United.”

“Saya tetap bangga karena membawa United melaju hingga ke perempatfinal Liga Champions musim ini dan saya tetap berterima kasih kepada Sir Alex Ferguson karena mempercayai kemampuan saya dan memberi kesempatan untuk mengelola Manchester United.”

Jika diperhatikan, Moyes tidak berbicara tentang punggawa MU. Baik itu ucapan terimakasih atau menyindir. Apa yang sebenarnya terjadi antara mereka? Owh begitu kuat hati Moyes. Lagi-lagi gw merasa kasian.

Kubu Glazer sepertinya tidak mau terlalu jauh mengambil gambling. Selama kepemimpinan Moyes, harga saham MU cenderung menurun. Dan hari ini, sehari setelah Moyes dipecat, saham MU kembali melonjak naik sekitar 6,00%. Pemilik adalah pedagang, jadi kubu Glazer tidak mau terus-terusan merugi.



Terima kasih karena telah bersama MU selama 10 bulan. Gw mendukungmu, karena dirimu dipilih langsung oleh SAF. Tapi apa daya, pemilik klub lah yang memutuskan segalanya. Good Luck Pakde Moyes, semoga kesuksesan menyertaimu di masa yang akan datang.

Posted on Wednesday, April 23, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, April 22, 2014


Tepat satu tahun yang lalu, 22 April 2013 Manchester United memastikan gelar Premier League ke 20-nya setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-0, Robin van Persie mencetak Hattrick yang salah satu golnya sangat spektakuler dengan kaki kiri, yakni tendangan volly, melanjutkan umpan indah dari Rooney. Setahun kemudian, tepatnya hari ini, 22 April 2014 Manchester United resmi “memecat” David Moyes, sang penerus Sir Alex Ferguson. Dua buah momen yang bertolak belakang. Ironis memang.

Di situs resminya, MU secara halus memecat Moyes, walau tidak ada kata-kata “sack” atau pemecatan. Hanya kalimat “leaves” atau meninggalkan. Ini merupakan kado terburuk untuk David Moyes yang akan berulang tahun ke 51. Moyes sendiri lahir pada tanggal 25 April 1963.

Pertandingan melawan mantan anak asuhnya, Everton, pekan kemarin menjadi pertandingan terakhir baginya. MU takluk di Goodison Park, markas Everton dengan skor 2-0. Dipertandingan tersebut MU seperti tidak tahu caranya mencetak gol. Bola hanya dioper dari kaki ke kaki, dari belakang ke tengah, dari kiri ke kanan, dan tidak ada tembakan ke ke gawang Everton. Owh, mantan memang selalu menyakitkan ya.

Moyes menjadi sasaran tembak paling mudah untuk disalahkan. Entahlah, yang gw lihat MU kehilangan karakter yang telah dibangun SAF selama bertahun-tahun. Tidak ada semangat juang hingga pertandingan usai. Para pemain terlihat tidak ingin membantu Moyes. Mungkin karena kharisma Moyes kalah jauh dibanding dengan SAF. Ah, entahlah apa yang sebenarnya terjadi di intern mereka. Yang jelas pihak MU tahu apa yang terbaik menurut mereka.

Selama 10 bulan melatih MU (Juli 2013 s.d. April 2014), Moyes telah melakoni 51 pertandingan disemua ajang. Moyes berhasil menang sebanyak 27 kali, imbang 9 kali dan 15 kali menelan kekalahan. Kemenangan terbesar adalah saat bertemu Leverkusen di Liga Champion dengan skor telak 5-0. Kekalahan terbesar saat bertemu Manchester City dengan skor 4-1.

Musim ini segera berakhir, tidak ada juara, tidak ada tropi (hanya community shield) dan tidak ada tiket ke eropa untuk musim depan. Siapapun pengganti Moyes nantinya, jika MU tidak mengalami perubahan baik yang signifikan maka siap-siap saja akan ada hastag OUT seperti pada #MoyesOut.

Sejujurnya gw tidak menyangka Moyes akan dipecat secepat ini. Padahal MU sudah mengontraknya selama 6 tahun. Enam tahun. Angka yang tidak sebentar. Namun apa yang terjadi sekarang? Hanya dalam waktu 10 bulan Moyes sudah dipecat. Memang, selama 10 bulan ini Moyes seperti kebingungan dan selalu menelan kekalahan. Tapi gw yakin MU akan tetap mempertahankannya, ya minimal hingga musim depan. Oowh ternyata oh ternyata. Tapi lumayanlah buat Moyes dapet pesangon sekitar 10jt pounds, hehe.

Goodbye Pakde Moyes, thanks for bought Fellaini & Mata. Thanks for the community shield #ByeMoyes


sumber gambar: www.supersoccer.co.id

Posted on Tuesday, April 22, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Thursday, January 23, 2014


Musim ini (2013/2014) menjadi musim yang begitu buruk untuk klub sekaliber Manchester United (MU). Setelah ditinggal manager berkarisma Sir Alex Ferguson (SAF), The Reds Devil seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Sepertinya peran David Moyes (DM) sebagai penerus SAF tidak [belum] mampu meneruskan tongkat estafet kejayaan MU. Awal musim semua fans percaya bahwa DM akan mampu memberikan pengaruh yang baik untuk tim, karena memang DM direkomendasikan langsung oleh SAF. Tapi setelah setengah musim berjalan rekor burukpun menghampiri MU. Old Trafford tidak lagi menjadi angker, beberapa kali MU tunduk di kandang bukan oleh tim-tim Big Four saja, melainkan tim-tim medioker seperti West Brom, Tottenham dan Everton.

Ujung tombak kian tumpul setelah Robin Van Persie (RVP) dan Wayne Rooney cidera, sekarang hanya mengandalkan Welbeck dan Chicarito didepan. Di sisi tengah pun semakin rapuh setelah ditinggal pensiun Paul Scholes, sekarang hanya mengandalkan Carrick yang semakin menua dan Cleaverly yang hanya mampu mengumpan bola-bola datar saja, Phil Jones juga dipaksakan menjadi gelandang yang seharusnya posisi terbaiknya adalah bek tengah. Sisi sayap kanan tidak sekencang musim-musim sebelumnya, Valencia mulai kehilangan speed, power bahkan [mungkin] mental juaranya, padahal tipe permainan MU sangat mengandalkan permainan dari sayap. Sisi sayap kiri muncul nama baru, Janujaz menjadi pemain muda yang bersinar musim ini bersama MU, dia pun digadang-gadang menjadi penerus Cristiano Ronaldo, walaupun gesit tapi Janujaz belum memiliki body yang bagus, sehingga mudah sekali terjatuh ketika harus berduel dengan lawan. Pemain asal Jepang Sinji Kawaga pun sering ditempatkan oleh DM menjadi sayap kiri, yang padahal posisi terbaiknya adalah posisi tepat dibelakang penyerang, sama seperti ketika dia berseragam Dortmund. Paling parahnya lagi diposisi pertahanan, kini terlihat sekali pertahanan MU amat keropos, Vidic dan Ferdinand sudah menua, Evan masih belum konsisten. Bek kiri masih mengandalkan Evra yang terlihat masa bodoh karena musim depan ia ingin meninggalkan MU, sedangkan Buttner tidak sigap untuk balik ke pertahanan ketika ia membantu menyerang dari sisi kiri. Bek kanan masih dipercayai oleh Rafael, pemain yang sering membahayakan lawan oleh aksi heroiknya. Pertahanan paling terakhir tetap De Gea yang menjadi kiper andalan MU, sejauh ini dia tak mampu berbuat lebih baik seperti musim sebelumnya.

Pemaparan gw diatas mungkin terlihat lemah karena tidak dilengkapi oleh data statistik. Tapi ini gw tulis berdasarkan oleh apa yang gw lihat ketika menyaksikan setiap MU bertanding. Perasaan kesal dan emosi menjadi satu ketika menontonnya, setiap pertandingan serasa menjadi Big Match walaupun melawan tim-tim semenjana. Sepertinya bukan hanya gw saja yang merasakan itu, gw yakin fans MU diseluruh belahan dunia pun memiliki perasaan seperti itu. Dan gw disini hanya bermaksud menilai kondisi MU saat ini, belum berani memberikan rekomendasi apa yang harusnya dilakukan oleh MU.

David Moyes pasti mengalami tekanan yang begitu dahsyat, tekanan datang dari mana-mana, beberapa diantaranya lewat fans dan media. Disatu sisi kesel tapi disisi lain gw merasa kasian melihat kerutan diwajahnya makin banyak. Gw berharap semoga performa buruk MU tak berlangsung lama, dan segera kembali ke performa terbaiknya.

Gw hanyalan fans layar kaca, bukan fans fanatik seperti yang lainnya. Itupun hanya nonton jika MU ditanyangkan di TV lokal saja. Jersey dan jaket-nya saja gw masih beli yang KW, yang mungkin harganya sepersepuluh harga aslinya. Asesoris lainnya pun gw tidak punya, seperti topi, tas bahkan gantungan kuncinya pun gw ga punya. Kalaupun MU tour ke Indonesia mungkin gw juga tidak akan nonton langsung ke Senayan untuk menyaksikan para pemainnya. Gw juga tidak bergabung ke dalam fans base MU yang ada di Indonesia. Sekali lagi gw hanyalah fans layar kaca yang hanya mengikuti perkembangan tim kesayangan gw melalui TV, koran dan media sosial.

Sekedar membangkitkan memori lama, zaman kecil gw hanya mengenal beberapa pemain seperti Delpiero, Van der Sar, Nedved, Salas, Zidane, Close. Gw senang sepak bola sejak kelas 3 SD, tapi baru kenal MU ketika kelas 2 SMP. Itupun dari permainan Football Manager 2003/2004 di komputer. Saat itu gw pilih MU karena warnanya merah. Yang gw ingat MU masih diperkuat oleh Ronaldo, Bartez, Van Nisterooy sedangkan Wayne Rooney masih di Everton. Kelas 3 SMP gw sempat suka sama Liverpool yang warnanya merah juga, ini gara-gara gw nonton final Liga Champion antara Liverpool vs Ac Milan, dan Liverpool menang padahal sempat kalah terlebih dahulu 3-0. Saat itu gw suka MU dan Liverpool, tapi terlalu egois sepertinya kalau gw punya dua tim favorit, akhirnya ketika SMA gw memutuskan untuk mendukung MU sebagai tim kesayangan gw. Sejak itu gw selalu mengikuti perkembangan MU, ya walaupun hanya sekedar fans layar kaca saja. 

Posted on Thursday, January 23, 2014 by De Budi Sudarsono

2 comments