Tak seperti biasanya, sebelum azan Ashar berkumandang Sabtu kemarin, sahabat gw tiba-tiba langsung masuk kamar. "Dan, ada agenda ga sore ini sampai besok?". Gw selalu dipanggil Komandan sama dia. Langsung gw jawab, "hmmm, ga ada sih sepertinya, memangnya kenapa? ko tumben tiba-tiba Uda nanyain agenda?". Gw biasa menyebutnya dengan sebutan Uda. Kemudian si Uda langsung mengutarakan keinginannya," kita ke Bogor sekarang yuk Dan, udah lama banget nih kita ga ke Bogor berduaan". Waduh ada angin apa nih si Uda ngajak ke Bogor berduaan. Memang, terakhir kali gw ke Bogor bareng Uda itu tahun kemarin, lumayan udah setengah tahun lebih, terakhir itu tepatnya pas tanggal 24 Mei 2013. Hebat ya masih inget, hahaha. Tanpa berpikir panjang gw langsung mengIYAkan keinginan si Uda ini. Oiya Uda itu singkatan dari kUda Besi gw yang berwana merah, hehe. Ya si Uda tak lain dan tak bukan adalah motor gw sendiri. :) #maksa


Gw akhirnya berangkat ke Bogor setelah solat Ashar. Ternyata tepat seperti dugaan gw, muaceeet. Oiya baru inget malem minggu soalnya, haha. Titik-titik macet menuju Bogor masih tetap sama kalau melewati jalan panjang lurus lewat Parung. Macetnya parah, dari depan Pondok Indah Mall sampai puteran Kampus UIN. Semua gara-gara UIN nih, rese banget emang tuh kampus, haha. Tapi diluar itu semua, gw menikmati perjalanan kali ini. Biasanya kalau ke Bogor pasti terbebani oleh pikiran-pikiran aneh, seperti tugas kuliah, skripsi, organisasi dll. Haha.

Beruntung gw masih punya sahabat yang masih mau menampung gw di Bogor, dikosan teman gw yang sedang melanjutkan studinya ke jenjang S2 di kota hujan. Oke, agenda gw ke Bogor sebenarnya hanya silaturahim saja, sama sahabat-sahabat gw dan seseorang yang gw harap dipertemukan dalam ikatan sucinya, aamiin. Ternyata tidak hanya itu saja yang didapat, gw malah dapat bonus plus-plus. Apa tuh?

Pertama, gw bertemu sahabat-sahabat seperjuangan masa kuliah, hanya beberapa saja yang datang. Mulai cerita banyak hal ini itu, tapi sayang saking malamnya gw hanya bisa jadi pendengar yang baik sambil tidur, hahaha. Salah satu yang dibahas adalah tentang salah satu sahabat kita juga, yang gw tahu dia lolos dan diterima jadi PNS di Kemendagri. Sebut saja mawar. Ternyata si mawar ini tak semata-mata langsung lolos, sebernarnya dia peringkat ke-3 dan yang diambil cuma satu saja. Loh terus ko bisa dia diterima? Nah, jadi si mawar ini ditelpon sama pihak kemendagrinya. "Kamu mimpi apa semalam?" tanya pihak kemendagrinya. Si mawar menjawab, "memangnya kenapa pak?". Dan si bapak ini menjelaskan bahwa peringkat pertama yang seharusnya lolos kemendagri tidak mengambilnya karena sudah lolos CPNS di kementerian lain, dan ternyata yang peringkat keduapun demikian juga. Wooow, gw yang denger langsung berucap, ini bener-bener rezekinya si mawar. Mawar disini sama dengan mawar yang pernah gw ceritakan di sini. Subhanallah, Allah melihat perjuangannya.

Kedua, gw bertemu teman lama ketika beli ketoprak. Sebut saja dahlia. Dia habis cukur rambut dan kita duduk didepan tukang ketoprak sambil cuap-cuap bertukar kabar dan cerita. Ternyata dia diterima PNS di Kemenko. Woow lagi dan lagi temen-temen gw pada lolos PNS semua. Lalu dia bilang, "Allah memang tahu yang terbaik buat kita bud, gw ga diterima di Astra tapi akhirnya Allah ngasih gw di Kemenko". Gw manggut-manggut mengiyakan. Gw sama dahlia ini pernah berjuang bersama saat test di Astra, tapi sama-sama gagal di tahap akhir ketika wawancara dengan direksi. "Selamat berjuang ya broo, doin gw juga". "Haha sip semoga sukses juga bud". Dan akhirnya kita berpisah lagi.

Ketiga, ini obrolan empat mata antara gw dan sahabat gw yang S2. Sebut saja dia melati. Obrolan kita tentang jodoh dan nikah. Nah loh, siapa sangka ternyata si melati ini dibalik wajah santainya, ada banyak yang mengantri ingin dilamar olehnya. Gw dengerin ceritanya saja sampai mupeng. Hahaha. Intinya sudah ada beberapa wanita yang pendidikan dan parasnya oke punya ingin dilamar sama si melati. Ko tau kalau ingin dilamar sama si melati? Iya jadi si para orangtua wanita ini langsung menemui ayahnya melati. Ayahnya melati ini tokoh berpengaruh di daerahnya, dan ayahnya melati ini ketua pengurus masjid. Kecipratan deh si melati, keren kan si melati ini, bikin iri aja haha. 

Keempat, bisa bertemu sama "dia", seseorang yang namanya sering terucap didalam setiap doa gw. Malamnya kita makan bareng, dan besok paginya kita jalan pagi keliling kampus. Sederhana, tapi begitu berkesan. Hehehe.


Kelima, gw sempet tidur sebelum pulang ke Jakarta lagi. Dan gw mimpi. Mimpi tentang hasil test PNS kemendikbud. Didalam mimpi itu akhirnya pengumumanpun tiba. Gw klik download hasilnya dalam format pdf. Berhasil terdownload dan gw buka pdf nya. Yang pertama gw cari bukan nama gw nya, tetapi nama formasi yang gw ikuti. Gw daftar sebagai analis data kekayaan budaya. Dan dari page satu hingga akhir tidak ada formasi analis data kekayaan budaya. Nah loh, formasinya ga ada, nama-namanya pun juga ga ada. Gw kebangun, dan ga nyangka sampai terbawa mimpi yang seperti itu. Langsung berdoa semoga gw lulus dan di terima jadi PNS di kemendikbud. Mungkin kepikiran karena hasil test kemendikbud sampai sekarang belum keluar. Mohon bantuan doanya juga dari semua ya.. aamiin.


Tulisan ini dibuat setengah di Bogor dan setengah di Jakarta. Diketik langsung dari si "smartphone", lagi nyoba-nyoba soalnya hehe. Point satu dua dan lima itu tentang rezeki. Point tiga dan empat tentang jodoh. Dua-duanya semua ditangan Sang Kholik. Yaaah kita manusia hanya bisa berjuang sekeras mungkin dan berdoa sebanyak mungkin. Kita pasti minta yang terbaik, tapi Allah lah yang Maha Berkehendak. Bismillah.