Thursday, November 21, 2013


Seorang motivator pernah berbicara begini ke gw, “Bermimpilah kamu setinggi-tingginya”. Di Novel Sang Pemimpi, seri kedua Novel Laskar Pelangi pun si Arai berkata “Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Terakhir gw baca buku yang isinya kata-kata mutiara, salah satu kalimatnya berbunyi, “Bermimplah kamu setinggi bulan di angkasa, karena jika jatuh kamu akan tersangkut di antara bintang-bintang”. Dan semenjak itu gw menjadi sangat bersemangat untuk menuliskan semua mimpi-mimpi gw di kertas. Gw bersemangat, bergairah akan mimpi-mimpi gw ini. Dan saat itu pula gw memutuskan untuk menambah waktu tidur gw. Gw bakal tidur selama yang gw sanggup. Iya, biar gw bisa terus bermimpi. -__-“ #JanganAnggapSerius

Berbicara tentang mimpi, itu tak khayalnya hanya sebatas bunga tidur saja. Semalam gw bermimpi, dan seperti biasanya kalau bermimpi pasti random, awalnya disini tiba-tiba berubah tempat, tadinya bertemu si A tiba-tiba ngobrol sama si Z. Ga jelas? Emang. Ya begitulah namanya mimpi. Yang gw ingat dari mimpi gw semalam itu adalah gw bertemu dengan orang yang pernah ada dalam kehidupan gw. Orang yang berpengaruh dalam hidup gw. Serius, ini perempuan. Dua orang perempuan. Keduanya cantik dan pintar. Dan gw tidak akan bisa melupakan mereka dalam hidup gw. Keduanya sangat berjasa dalam mengembangkan diri gw. Mereka adalah bu Anik dan bu Yeni. Dosen pembimbing skripsi gw.

sumber foto: facebook.com
Dalam mimpi itu gw dibawa ke sebuah ruangan yang memang tidak asing lagi buat gw. Di ruangan dosen, di departemen [jurusan] gw. Gw masuk dengan pelan-pelan dan bertemu dengan bu Yeni [Pembimbing 2], beliaupun langsung menyapa gw dan bertanya ada apa nih budi ke sini?. Gw sambil cenge-ngesan bilang mau bersilaturahim aja bu. Tak lama kemudian bu Anik [Pembimbing 1] melihat gw dan kita saling bertanya kabar. -Tamat- . Iya, sampai sini doank gw mimpiin beliaunya. Tiba-tiba gw dibawa ke sebuah tempat yang dingin, di pinggir pantai dan bermain basah-basahan. Saking senengnya basah-basahan, ternyata pas bangun gw ngompol.#Ngaco.

Sadar bahwa itu semua hanya mimpi akhirnya gw terbangun dari tidur dan langsung solat Subuh. Ketika berzikir, gw teringat akan mimpi gw tadi. Bukan yang ngompol loh ya. Tumben amat gw mimpi beliau, jadi kangen mereka. Gw langsung sadar sekarang bulan November, satu tahun yang lalu di tahun 2012 di bulan ini gw mempertanggungjawabkan hasil Penelitian [Sidang] gw. Langsung setelah solat gw buka laptop untuk mengingat kembali tanggal berapa gw sidangnya. Gw sidang hari Senin, 26 November 2012. Dan ketika gw lihat slide presentasi dalam bentuk PowerPoint, itu gw buatnya tanggal 21 November 2012. Tepat satu tahun yang lalu dari hari ini 21 November 2013. Semua memang tidak ada yang kebetulan. Ya walaupun sedikit maksa, hehe. Oiya dan sebelum sidang, gw mempresentasikan hasil penelitian gw terlebihdahulu di depan publik [Seminar] di tanggal 1 November 2012. Ooooh rupanya ini yang membuat gw bermimpi tentang kedua dosen gw tadi. Sebuah ikatan yang cukup kuat rupanya. #Hweek.

Tiba-tiba jadi mengingat perjuangan dalam menyelesaikan studi S1. Perlu lebih dari 6 bulan untuk benar-benar menyelesaikan syarat akhir kelulusan ini. Tidak ada yang instan, semua memang harus ada sebuah proses.

Buat teman-teman [pembaca] yang masih baru mulai skripsi, atau yang sudah di tengah jalan, atau yang berniat untuk bermalas-malasan mengerjakannya, segeralah untuk terus bermimpi, #eh. Maksudnya teruslah berjuang apapun yang terjadi, selesaikan dengan keringat kita sendiri. Ingat bahwa semua ada prosesnya, tidak ada yang serba instan di bumi ini, mie istan aja tidak instan, mesti harus di buka dulu bungkusnya lalu di masak di air mendidih.

[Opini gw].
Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya skripsi kita adalah diri kita sendiri, dosen pembimbing, dan doa orangtua. Faktor-faktor lain di luar itu hanyalah faktor pendukung saja.

#DiriSendiri
Yang namanya skripsi tidak akan selesai jika kita tidak mengerjakannya, bukan orang lain. Yang berfikir, yang bertindak, yang menulis, yang yang yang yang lainnya ya tentu saja diri kita sendiri. Masalah-masalah skripsi ya tidak jauh-jauh dari bingung menentukan topik penelitian, sulitnya mengumpulan data primer atau mencari data sekunder, susahnya memperkaya literatur dari berbagai referensi, saat mengolah data yang hasilnya ternyata diluar dugaan kita, banyaknya asumsi-asumsi yang terlanggar, terbatasnya kemampuan kita saat menggunakan software yang digunakan, hingga kesulitan merangkai kata-kata dalam menulis skripsi. Nah itu semua pasti dialami oleh yang pernah buat skripsi dan bakal dialami oleh yang akan membuat skripsi. So, enjoy lah. Kerena semua itu kita yang mengerjakan, pastikan bahwa kondisi fisik kita tetap oke, jaga asupan makan dan vitamin dalam tubuh. Kondisi rohani juga mesti kuat, banyak-banyak solat duha dan solat tahajud, tadarus tiap selesai solat subuh dan magrib. Dan tak lupa tetap menjaga semangat. Jika suatu ketika di dalam perjalanan proses ini mengalami sebuah hambatan yang sangat keras, tak apa jika mau menangis, menangislah jika itu membuat kita lebih lega, tapi jangan sampai kehilangan semangat. Syukur-syukur kita nangisnya pas di sepertiga malam, curhatlah sama yang Maha Mendengar.

#DosenPembimbing
Kalau mendengar kakak tingkat [senior] tentang dosen pembimbing kebanyakan dari kita pasti langsung down dan takut. Hati-hati, karena itu bisa menjadi mindset kita di awal. Gw yakin, sesungguhnya para dosen pasti menginginkan mahasiswa bimbingannya bisa lulus dengan cepat dan mendapat hasil yang tidak asal-asalan. Mereka pun ingin memperlihatkan kepada kita bahwa dunia pasca kampus itu jauh lebih sulit jika kita tidak mempersiapkannya dengan baik. Saran gw sih, apapun yang dosen pembimbing katakan jika itu masih seputar skripsi kita, alangkah baiknya kita turuti. Ya paling seputar penguatan latar belakang masalah [fakta], tambah metode atau membandingkan dengan metode ini-itu, tampilkan dalam bentuk chart, dan lain sebagainya. Dosen itu juga manusia yang memiliki kesibukan, malah kesibukannya pasti melebihi kita. Dosen pembimbing tidak hanya membimbing kita saja, pasti beliau punya beberapa mahasiswa bimbingan, belum lagi mahasiswa bimbingannya yang S2. Dosen juga harus mengajar mata kuliah setiap minggunya, bahkan mungkin hampir setiap hari, dan mungkin ngajar juga di S2. Tapi gw yakin para dosen pembimbing tersebut pasti sudah komitmen menerima kita sebagai mahasiswa bimbingannya. So, kejar terus. Ingat, kita loh yang butuh mereka, bukan mereka yang butuh kita. Oiya, tips nih buat yang smsnya lama di bales sama dosen atau bahkan jarang di bales. Kalau gw setiap mau sms pasti gw pikirin dulu malam harinya, dan gw ketik di hp terus save. Lalu besok paginya setelah solat subuh baru gw kirim. Menurut gw jika sms pagi-pagi itu lebih sopan, karena dosen belum sibuk. Nah, jika pagi-pagi sudah berkomunikasi, ketika siang atau sore lagi ada sesuatu yang penting yang harus kita komunikasikan dengan beliau, gw yakin beliau pasti akan bales. Tapi ingat, jangan tiap hari juga smsnya. -__- . Terakhir, sebelum meninggalkan tempat bimbingan, jangan lupa di catat semua yang diminta oleh dosen, dan tanyakan ke beliau kira-kira kapan bisa bimbingan lagi. Ini sebagai bukti keseriusan kita. Ketika sudah ditentukan, kita harus menyelesaikan apa-apa yang diminta beliau saat bimbingan sebelumnya. Sip.

#DoaOrangtua
Ini yang tidak kalah pentingnya. Jangan lupa minta selalu didoakan oleh kedua orangtua kita. Jika bukan seorang yang merantau, atau yang merantau tapi tidak terlalu jauh, pulanglah ke rumah walaupun sebulan sekali. Minta doa semoga diberi kelancaran untuk semua proses yang akan kita lalui. Efeknya? Ajaib dan Mujarab. Gw udah membuktikannya. Ingat, ridhonya orangtua adalah ridhonya Allah ke kita juga. GoodLuck.

Untuk mengakhiri tulisan ini, gw tahu pasti pada penasaran kan dengan judul skripsi gw. Hahaha. Oke semoga tips diatas bermanfaat.

“Identification of Factors that Influence on the Number of Crime with Spatial Analysis Approach (Case Study: 42 Districs in Jakarta Year 2011)”. Itu judul skripsi gw, gw buat pakai bahasa inggris biar keliatan lebih keren, haha. :D

De Budi Sudarsono

sumber gambar: google.com




Posted on Thursday, November 21, 2013 by De Budi Sudarsono

1 comment

Monday, November 18, 2013


Aaah libur cuma 2 hari doank...
Aaah liburanpun cuma di rumah aja...
Aaah besok udah hari Senin lagi aja...
Aaah mending tidur lagi aja dah...

Hayooo siapa yang pernah punya pikiran seperti salah satu dari kalimat di atas? Hehehe. Yang bosan dengan rutinitas kesehariannya pasti tak lepas dengan kalimat-kalimat seperti itu. Bener ga sih? Hmmmm menurut penelitian gw sih dengan mengambil beberapa sampel, cukup bukti untuk mengatakan bahwa kalimat-kalimat di atas benar dengan taraf nyata 90%. #HalahNgaco.

Ya mungkin satu diantara banyaknya manusia [robot] pekerja seperti gw ini sudah tak asing lagi dengan kalimat-kalimat seperti di atas. Karena sudah bosan dengan munculnya kalimat-kalimat di atas, gw mencoba mencari aktifitas diluar rumah, apapun itu. Contohnya minggu kemarin gw pergi ke HelloFest, ada di postingan gw sebelumnya. Kenapa harus di luar rumah? Karena kalau di rumah bawaanya mau tidur terus, enak sih tidur, tapi ketika bangun ada perasaan menyesal karena waktu berlalu dengan cepat dan tau-tau sudah harus kerja lagi aja besokkannya. Beda halnya saat gw masih menjadi mahasiswa, setiap Sabtu dan Minggu pasti ada aja yang namanya kegiatan atau acara. Dan ketika di hari itu tidak ada kegiatan pasti gw manfaatkan dengan tidur [hibernasi], haha. Setelah bekerja di dunia pasca kampus, malah sebaliknya yang gw rasakan. #PointBersyukur.

Itulah alasan mengapa gw harus memanfaatkan waktu weekend ini dengan sebaik-baiknya. Nah, akhirnya gw memutuskan untuk ke Bogor hari Sabtu siang kemarin, menginap di salah satu kosan sahabat gw yang sedang melanjutkan pendidikannya [S2] di kampus yang sama. Pulang Minggu siang, naik kereta api tut tut tut siapa hendak turun ke bogor jakarta, keretaku tak berhenti lama. #LaguAnakAnak

Setibanya di Bogor gw tidak langsung menuju ke kosan sahabat gw yang S2. Tapi gw mampir dulu ke kontrakan gw yang lama. Kebetulan penghuni yang sekarang menempati kontrakan gw itu adalah adik kelasnya sahabat gw bersama teman-teman satu daerahnya. Yah hitung-hitung bernostalgia dan bersilahturahim dengan warga sekitar. Si ibu depan kontrakan sampai pangling ketika melihat gw. “Budi ya? Wah sekarang pipinya udah gede ya, gemuk sekarang nih mentang-mentang udah kerja”. Dan gw hanya senyum-senyum sendiri sambil bertanya kabar sang ibu. Dikontrakan, gw langsung buka baju, kutangan doank, gerah soalnya diperjalanan, haha. Sambil ngobrol-ngobrol dengan salah satu penghuninya, obrolannya tentang Praktek Lapang yang sebentar lagi bakal ia jalani. Setelah banyak cuap-cuap, azan Asar akhirnya mengakhiri obrolan kita, gw langsung menuju ke kamar mandi buat ambil wudhu. Arah ke kamar mandi itu melewati kamar gw yang dulu, pintunya tertutup rapat. Kangen dan sudah lama tak melihat suasana kamar yang selalu terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, candaan dengan teman-teman, suasana serius ketika mengerjakan skripsi hingga tempat air mata ini menetes ketika bersujud di heningnya sepertiga malam. Karena perasaan itulah gw memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut seraya bertanya, “Di dalam ada orangnya ga?”. Pas gw buka, gw mematung selama 5 detik. Setelah itu gw langsung jalan menuju kamar mandi.

Ketika gw buka pintunya, mata gw langsung tertuju ke kasur. Mematung selama 5 detik dan gw keluar lagi. Gw hanya melihat sesuatu di atas kasur tersebut. Gw sampai lupa dengan alasan gw ingin melihat kamar itu lagi. Gw tidak melihat meja belajar gw, kondisi lemari yang pernah gw pakai. Auranya sekarang berbeda.

Apa yang gw lihat?
Ada yang pernah lihat setan?
Yah, gw selama 5 detik itu melihat setan. Bukan pocong, kuntilanak ataupun genderuwo. Setan yang ini beda dari kebanyakan setan yang ada di layar kaca kita. Gw melihat setan dalam sosok manusia. Gw melihat ada dua [2] setan berbentuk manusia. Sepasang pemuda-pemudi, yang sama-sama masih mahasiswa melakukan perbuatan mesum di atas kasur yang pernah menjadi tempat peristirahatan gw, di kamar yang telah menjadi saksi perjuangan hidup gw. Sesaat gw buka pintu kamar tersebut, mereka [keduanya] langsung kaget dan panik. Si pemuda yang menindihi pemudi langsung mengangkat badannya dan langsung duduk sambil panik melihat kehadiran gw. Dan si pemudi ini langsung buru-buru merapikan pakaiannya yang terbuka sampai atas. Yang gw lihat mereka tidak sampai telanjang bulat, tapi si pemudi ini mengangkat bajunya sampai atas. Entah apa yang diperbuat si pemuda ini terhadap bagian pemudi tersebut. Tidak mau berlama-lama, gw langsung ke kamar mandi untuk berwudhu, dan gw langsung solat Asar. Selesai gw solat, si pemuda ini memberanikan dirinya memperlihatkan wajahnya dihadapan gw dengan muka memelas seraya berkata, “Aa', yang tadi jangan kasih tahu siapa-siapa ya..”. Kepalan tangan ini pengen sekali menghadiahkan ke mukanya. Tapi gw terlalu pengecut untuk melakukannya. Gw pun menyesal kenapa 5 detik berselang tadi gw langsung keluar, kenapa gw tidak langsung menghajarnya, atau memakinya, atau paling halus ya memanggil warga sekitar agar kedua setan tersebut di giring keliling kampung biar malu dan jera. Aah, gw tak mampu melakukan itu.

sumber gambar : google.com
Mohon maaf gw tidak bisa menyebutkan nama pemudanya, kalau pemudinya gw memang tidak tahu siapa namanya. Gw juga tidak sempat foto dalam waktu 5 detik itu. Jadi tidak bisa membuktikan dengan fotonya.

Gw berdoa semoga kedua remaja tersebut segera bertobat dan tidak melakukannya lagi. Jika suatu saat nanti gw melihat mereka lagi seperti itu, terlebih-lebih di kamar itu lagi, gw tidak akan segan-segan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani gw lakukan.

Gw pun berdoa semoga gw tidak terjerumus ke lubang hitam seperti itu. Gw berdoa semoga saudara-saudara gw tidak ada yang seperti itu. Dan gw berdoa semoga kelak keturunan gw juga tidak akan berbuat sehina itu. Aamiin.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian di atas, khususnya buat gw dan pembaca pada umumnya. Untuk yang pernah melakukan hal seperti itu harus lebih berhati-hati lagi, jangan lupa dikunci pintu kamarnya, #eh. Hahaha. Maksudnya, jangan diulangi lagi, segera berubah. Kemudian yang masih tinggal di kos-kosan atau kontrakan, perhatian sekelilingnya, mungkin ada kejadian serupa di sekeliling kita. Tapi semoga itu tidak terjadi dalam kehidupan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Aamiin.

Itu cerita 2 setan dalam 5 detik yang gw dapati setibanya di kota hujan. Tapi bukan cerita ini yang gw maksud membuat gw jadi lebih bersemangat. Hal yang membuat gw senang adalah gw bisa bertemu dengan sahabat-sahabat gw lagi, bertukar cerita tentang kisah cintanya masing-masing. Ada yang baru putus 2 hari yang lalu karena masalah yang sangat rumit, ada yang balikan lagi dengan mantannya, ada yang ditolak sama gebetannya dan ada yang bela-belain ke Bogor untuk menanti sebuah jawaban. Tsaaah. Selain itu ada yang lebih menyenangkan lagi, gw merayakan moment 365 hari bersama "nya". Hehe

Oiya hari ini [18 November] tepat sahabat gw Freddy Yakob berulangtahun yang ke-23. Selamat ulang tahun brother. Semoga diberikan keberkahan di sisa umur lu. Aamiin.

Posted on Monday, November 18, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments

Friday, November 15, 2013


Jepang. Ketika berbicara tentang negara matahari terbit ini, pasti tidak lepas dengan yang namanya kartun [anime] khas Jepang. Generasi tahun 90an pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Doraemon, DragonBall, Sailormoon, dll. Ketiga kartun itupun hingga kini masih tetap disiarkan setiap hari Minggu di saluran TV swasta negara kita. Sejak era 90an itulah kartun-kartun dari Jepang banyak bermunculan di TV Indonesia, jika tidak disiarkan masih ada komik yang beredar dengan bebasnya. Kalau sekarang yang masih heboh ya si Naruto dan One Piece. Selain dua kartun [anime] itu masih banyak lagi yang lainnya. Kalau gw sih cuma tau itu aja, Hehe.

Nah, kemarin [Minggu, 10 November 2013] ada pameran anime di Senayan. Nama acaranya HelloFest yang ke 9. Apa sih HelloFest itu? Nih sedikit penjelasannya setelah gw bertanya ke mbah google.

HelloFest itu acaranya HelloMotion yaitu sebuah wadah penggerak kemajuan animasi & kreativitas Indonesia di bawah naungan Yayasan Animasi & Sinema Muda Indonesia serta PT. HelloMotion Korpora Indonesia. Didirikan oleh Wahyu Aditya pada 8 April 2004 dengan visi ”Merealisasikan imajinasi setiap individu menjadi kenyataan”, dan misi jangka pendek yaitu ”Menjadi pusat Animasi & Kreativitas terbaik di Asia Tenggara yang memberi manfaat positif untuk komunitasnya.”

Gw yang tidak terlalu tertarik dengan acara seperti ini akhirnya melangkahkan kaki kesana, itu juga karena lokasinya di Senayan dan dekat dengan rumah. Di sana ada banyak pengunjung yang memakai kostum anime kesukaannya. Ada yang menjadi power ranger, baja hitam, digimion, sailormon, dll, bahkan moster-monsternya pun juga ada. Dari yang kostumnya sangat sederhana hingga yang begitu detail dan rumit. Luar biasa kalau sudah suka banget sama yang namanya tokoh serial anime. Kostum-kostum ini yang biasanya kita dengar dengan sebutan costum player [cosplay]. Kalau di HelloFest ini disebut dengan istilah KostuMasa Show Off, yaitu ajang kompetisi yang diadakan di panggung utama.

Selain cosplay ada juga Pasar HelloFest. Eksibisi yang berhubungan dengan industri kreatif. Seperti bazar-bazar pada umumnya, disini dijula apapun yang berbau anime. Dari mulai mainan [figure], gantungan kunci, kaos sampai benda-benda seperti celengan.

Ini gelaran yang ke-9. Nah berkaca dari tahun lalu, yang ke-8, HelloFest 8 Anima Expo tahun 2012 dapat mendatangkan lebih dari 20.000 orang dalam satu hari. Jumlah partisipan untuk kompetisi film pendek 7 animasi lebih dari 300 karya. Jumlah pengunjung yang menggunakan kostum (KostuMasa) mencapai lebih dari 1.000 orang. Banyak komunitas menganggap bahwa HelloFest adalah salah satu event terbesar di Indonesia untuk ajang cosplay.

Sangat disayangkan gw kesananya sendirian. Sebenarnya sabtu ada teman yang ngajak ke sana bareng, tapi berhubung hari sabtunya ada acara maka sendirianlah gw kesananya. Kenapa sangat disayangkan? Karena gw jadinya ga bisa foto bareng para peserta yang memakai kostum [cosplay] tersebut. Pengen minta tolong tapi sedikit sungkan. Jadinya ya gw foto-foto aja mereka tanpa ada gw nya. #Nasib. Walau begitu akhirnya gw bisa foto bareng dengan salah satu peserta yang memakai kostum Vocaloid. Masih bocah sih orangnya haha. Sebelum pulang gw menyempatkan foto di baliho besarnya HelloFest.



HelloFest 9

Posted on Friday, November 15, 2013 by De Budi Sudarsono

1 comment

Friday, November 08, 2013


Ketika melihat sosok gw [dulu], pasti tak jauh dari sebutan si kurus. Lengkapnya tinggi dan kurus. Memang begitu adanya, hehe. Dari kecilpun gw juga sudah sangat suka dengan olahraga. Lebih akrab dengan olahraga berenang, badminton, sepakbola dan basket.

Gw mulai renang sejak masih di TK [Taman Kanak-Kanak], TK hingga SD [Sekolah Dasar] gw selalu ada renang setiap dua minggu sekali tepatnya setiap hari selasa di minggu kedua dan akhir bulan. Maklum sekolah gw itu milik swasta tepatnya Yayasan Sekar Laut milik PT PELNI, so berenang masuk dalam kurikulumnya. Hampir seluruh gaya dalam renang gw bisa, dari gaya bebas, meluncur, katak, kupu-kupu, menyelam, mengapung hingga loncat indah, hanya gaya punggung yang gw belum bisa saat itu. Ketika memasuki SMP hingga SMA, berenang hanya menjadi ajang pemasukan tambahan untuk si Guru Olahraga. Hanya dateng, jebar jebur, dapet nilai deh. Haha. Jika ditanya gw masih bisa renang atau engga, jawabanya gaya apa dulu nih, haha. Sudah lama gw ga berenang, kendalanya hanya karena berenang itu butuh kolam renang, jadi males kalau ke kolam renang jauh-jauh dan tidak ada temannya. #alasan. Efek yang gw rasakan dari renang sejak kecil adalah gw sekarang menjadi tinggi, lebih tinggi dibandingkan kedua orangtua gw. Wah sebenarnya gw ini anak siapa ya? Haha.

Kita boleh berbangga akan prestasi yang satu ini. Indonesia rajanya badminton. Zaman SD gw kenal badminton, setiap minggu selalu diajak kedua orangtua gw ke Pusat Olahraga di Jakarta [Senayan]. Disana mama gw senam sedangkan gw main badminton sama bapak, dan adek gw menjadi penonton yang setia, hehe. Tidak hanya setiap minggu, tapi hampir setiap sore hari gw bermain badminton di lapangan dekat rumah bersama teman-teman masa kecil gw. Saat itu pula ada kejuaran badminton (entah namanya apa) yang disiarkan di TV. Ada perasaan kesal ketika tim Indonesia kalah karena kecapekan, namun dengan Percaya Dirinya gw bilang ke mama, “sini deh mas dian aja yang gantiin”.

Basket merupakan olahraga yang paling ribet. Itu pernyataan awal sebelum gw mengenal basket. Gw pun main basket sangat kaku saat mendribel bolanya. Sontak gw menjadi bulan-bulanan candaan teman-teman gw. Gw kenal basket saat SD. Di dekat rumah ada kampus swasta, dan setiap pagi dibulan Ramadhan kita selalu bermain di lapangan basketnya. Dari sini lah gw mengenal basket. Hingga SMP gw ikut latihan rutin di ekskul basket, walau hanya bertahan setahun saja. Karena ikut ekskul [ekstrakurikuler] inilah gw lebih baik bermain basketnya. Apalagi kalau soal three point, beeeh gw bisa di andalkan, haha. Sampai SMA dan kuliah pun gw masih bermain basket, yaa walau tidak rutin, hanya ketika jam olahraga atau ada kejuaran saja.

Sepakbola. Olahraga ini yang paling konsisten masih ada dalam kehidupan gw sampai sekarang. Ketika masih tinggal di Asrama Brimob, saat itu usia gw masih 5 tahun, gw tidak punya banyak teman yang sepantaran, rata-rata usianya jauh diatas gw, rata-rata sudah SD. Saat mereka bermain bola, gw hanya bisa menontonnya dari pinggir lapangan saja, lebih tepatnya jadi anak gawang. Itu loh yang suka ngambil-ngambilin bola jika bolanya keluar lapangan. Pernah ketika gw mengejar bola, malah kaki gw menginjak bola tersebut. Alhasil #gubrak, gw jatuh dan kaki gw pun berdarah. Sedikit trauma dengan yang namanya sepakbola. Kondisi ini berbalik 90 derajat ketika gw pindah rumah di Asrama Polri hingga sekarang. Gw punya banyak teman yang sepantaran, dengan selisih usia yang tidak jauh berbeda. Disini juga ada lapangan rumput yang luasnya jauh lebih luas dibandingkan saat gw masih di Asrama Brimob. Mulai dari sinilah karir sepakbola gw dimulai #halah. Haha.

Setiap sore pasti main bola di lapangan. Hujan-hujanan pun tetap pada main. Masa kecil terindah gw tercipta disini. Oiya teman-teman gw mempunyai julukan buat gw, gw dijuluki si lari, si tendangan gelombang dan terakhir si Tsubasa. Haha. Si lari karena gw mengandalkan kecepatan dengan berlari sekencang kencangnya, tak peduli lapangannya hanya sampai mana, #cupu. Si tendangan gelombang karena gw kalau nendang pasti bergelombang, alias lurus dan karena tanah lapangannya tidak rata makanya jadi bergelombang, dan sering berbuah GOL, #cupu. Dan terakhir sebutan Tsubasa, karena ketika itu lagi boomingnya serial kartun sepakbola Tsubasa asal Jepang. Sebuah penghargaan gw pernah dijuluki itu, #cupu.

Lapangan ini menjadi saksi tumbuhnya seorang gw dalam hal sepakbola. Tak hanya itu, dia [lapangan] juga menjadi saksi setiap cidera yang gw alami. Banyak sudah cidera yang pernah menimpa gw disana, seperti tulang tangan ke geser, kaki keseleo, dengkul berdarah, telapak kaki tertusuk paku. Itu semua tak mengurangi semangat gw untuk terus suka bermain bola. Hingga saat gw SMA, kelas dua SMA, seperti biasa gw main bola bareng teman-teman. Tapi, tiba-tiba negara api menyerang, #gaNyambung, haha. Saat lagi bermain kaki gw berbenturan dengan kaki teman gw, hanya sakit biasa yang gw rasa. Tapi ketika melihat ke bawah, ke kaki gw, ternyata ada darah, dan gw liat ternyata tulang di jari manis kaki sebelah kanan gw keluar. Warna putih tulang bercampur merahnya darah membuat gw jadi ngilu dan ketakutan. Gw langsung tersungkur di tengah lapangan, dan gw nangis. Itu cidera terparah yang pernah gw alami, hingga gw langsung di larikan ke Rumah Sakit Jiwa, eh salah maksudnya Rumah Sakit Pelni. Saat di Rumah Sakit, gw minta maaf sama mama, gw bilang “ma, maaf ya jadi ngerepotin sampai di bawa ke rumah sakit segala, mulai saat ini mas dian udah ga mau main bola lagi deh, pensiun dari main bola”. Mama hanya bisa ketawa dan bilang supaya gw cepat sembuh dulu. Gw bisa melontarkan kalimat itu bukan tanpa alasan. Seperti yang gw bilang tadi bahwa gw udah sering cidera. Gw benar-benar pensiun, tapi buka bermain bolanya, tapi gw pensiun tidak pernah menginjakkan kaki gw lagi di lapangan itu. Kalau bermain bola, gw masih aktif sampai sekarang. Usut punya usut, lapangan itu dulunya adalah bekas kuburan Belanda. Jeng jeng jeng......

Saat SMA gw selalu main untuk kelas gw di ajang antar kelas dan bermain membela Timnas SMA gw di ajang antar SMA. Hingga saat gw kuliah pun gw masih aktif bermain bola, walaupun lebih familiar dengan sebutan futsal. Saat kuliah pun gw selalu menjadi tumpuan membela kelas gw bertanding. Gw hebat? Engga, lebih tepatnya gw suka sama sepakbola, karena sudah terbiasa jadi terlihat lebih saja, hanya pengalaman dan jam terbang saja kok. Kalau kualitas, gw masih jauh di bawah teman-teman gw. Yang penting gw enjoy.


Semenjak lulus kuliah dan sekarang bekerja, semua olahraga tersebut sudah sangat jarang gw lakukan. Futsal pun juga kadang-kadang saja. Sekarang gw jadinya rutin ke Senayan buat jogging, dua kali dalam seminggu, hari Selasa dan Sabtu. Setiap gw olahraga pasti senang, karena olahraga itu mengeluarkan sebuah hormon penghilang stres, ntah namanya hormon apa. Itulah sebabnya dulu ketika gw lagi banyak masalah pasti gw lampisin ke main bola. Setelah itu rasanya lebih plong.   

Kesehatan itu layaknya sebuah mahkota. Tepatnya mahkota yang tak terlihat. Mengapa tak terlihat? Karena ketika kita sakit, kita baru menyadari betapa tidak enaknya sakit dan betapa enaknya sehat. Lagi pula mana ada yang menginginkan sakit. Tapi sebagian besar tidak peduli akan kesehatannya. Kesehatan memang tidak hanya melibatkan fisik saja, tapi rohani dan otak pun mesti juga dijaga kesehatannya. Untuk tetap menjaga kesehatan fisik ada banyak cara, seperti asupan vitamin dan makanan yang kita makan hingga olahraga secara teratur.

Posted on Friday, November 08, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments