Aaah libur cuma 2 hari doank...
Aaah liburanpun cuma di rumah aja...
Aaah besok udah hari Senin lagi aja...
Aaah mending tidur lagi aja dah...
Hayooo siapa yang pernah punya pikiran seperti salah satu
dari kalimat di atas? Hehehe. Yang bosan dengan rutinitas kesehariannya pasti
tak lepas dengan kalimat-kalimat seperti itu. Bener ga sih? Hmmmm menurut
penelitian gw sih dengan mengambil beberapa sampel, cukup bukti untuk
mengatakan bahwa kalimat-kalimat di atas benar dengan taraf nyata 90%.
#HalahNgaco.
Ya mungkin satu diantara banyaknya manusia [robot] pekerja seperti
gw ini sudah tak asing lagi dengan kalimat-kalimat seperti di atas. Karena
sudah bosan dengan munculnya kalimat-kalimat di atas, gw mencoba mencari
aktifitas diluar rumah, apapun itu. Contohnya minggu kemarin gw pergi ke
HelloFest, ada di postingan gw sebelumnya. Kenapa harus di luar rumah? Karena kalau
di rumah bawaanya mau tidur terus, enak sih tidur, tapi ketika bangun ada perasaan
menyesal karena waktu berlalu dengan cepat dan tau-tau sudah harus kerja lagi
aja besokkannya. Beda halnya saat gw masih menjadi mahasiswa, setiap Sabtu dan
Minggu pasti ada aja yang namanya kegiatan atau acara. Dan ketika di hari itu
tidak ada kegiatan pasti gw manfaatkan dengan tidur [hibernasi], haha. Setelah
bekerja di dunia pasca kampus, malah sebaliknya yang gw rasakan.
#PointBersyukur.
Itulah alasan mengapa gw harus memanfaatkan waktu weekend
ini dengan sebaik-baiknya. Nah, akhirnya gw memutuskan untuk ke Bogor hari
Sabtu siang kemarin, menginap di salah satu kosan sahabat gw yang sedang
melanjutkan pendidikannya [S2] di kampus yang sama. Pulang Minggu siang, naik
kereta api tut tut tut siapa hendak turun ke bogor jakarta, keretaku tak
berhenti lama. #LaguAnakAnak
Setibanya di Bogor gw tidak langsung menuju ke kosan sahabat
gw yang S2. Tapi gw mampir dulu ke kontrakan gw yang lama. Kebetulan penghuni
yang sekarang menempati kontrakan gw itu adalah adik kelasnya sahabat gw
bersama teman-teman satu daerahnya. Yah hitung-hitung bernostalgia dan
bersilahturahim dengan warga sekitar. Si ibu depan kontrakan sampai pangling
ketika melihat gw. “Budi ya? Wah sekarang pipinya udah gede ya, gemuk sekarang
nih mentang-mentang udah kerja”. Dan gw hanya senyum-senyum sendiri sambil
bertanya kabar sang ibu. Dikontrakan, gw langsung buka baju, kutangan doank,
gerah soalnya diperjalanan, haha. Sambil ngobrol-ngobrol dengan salah satu penghuninya,
obrolannya tentang Praktek Lapang yang sebentar lagi bakal ia jalani. Setelah
banyak cuap-cuap, azan Asar akhirnya mengakhiri obrolan kita, gw langsung
menuju ke kamar mandi buat ambil wudhu. Arah ke kamar mandi itu melewati kamar
gw yang dulu, pintunya tertutup rapat. Kangen dan sudah lama tak melihat suasana
kamar yang selalu terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, candaan dengan
teman-teman, suasana serius ketika mengerjakan skripsi hingga tempat air mata
ini menetes ketika bersujud di heningnya sepertiga malam. Karena perasaan
itulah gw memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut seraya bertanya, “Di
dalam ada orangnya ga?”. Pas gw buka, gw mematung selama 5 detik. Setelah itu
gw langsung jalan menuju kamar mandi.
Ketika gw buka pintunya, mata gw langsung tertuju ke kasur.
Mematung selama 5 detik dan gw keluar lagi. Gw hanya melihat sesuatu di atas
kasur tersebut. Gw sampai lupa dengan alasan gw ingin melihat kamar itu lagi.
Gw tidak melihat meja belajar gw, kondisi lemari yang pernah gw pakai. Auranya
sekarang berbeda.
Apa yang gw lihat?
Ada yang pernah lihat setan?
Yah, gw selama 5 detik itu melihat setan. Bukan pocong,
kuntilanak ataupun genderuwo. Setan yang ini beda dari kebanyakan setan yang
ada di layar kaca kita. Gw melihat setan dalam sosok manusia. Gw melihat ada
dua [2] setan berbentuk manusia. Sepasang pemuda-pemudi, yang sama-sama masih
mahasiswa melakukan perbuatan mesum di atas kasur yang pernah menjadi tempat
peristirahatan gw, di kamar yang telah menjadi saksi perjuangan hidup gw. Sesaat
gw buka pintu kamar tersebut, mereka [keduanya] langsung kaget dan panik. Si
pemuda yang menindihi pemudi langsung mengangkat badannya dan
langsung duduk sambil panik melihat kehadiran gw. Dan si pemudi ini langsung
buru-buru merapikan pakaiannya yang terbuka sampai atas. Yang gw lihat mereka
tidak sampai telanjang bulat, tapi si pemudi ini mengangkat bajunya sampai
atas. Entah apa yang diperbuat si pemuda ini terhadap bagian pemudi tersebut. Tidak
mau berlama-lama, gw langsung ke kamar mandi untuk berwudhu, dan gw langsung
solat Asar. Selesai gw solat, si pemuda ini memberanikan dirinya memperlihatkan
wajahnya dihadapan gw dengan muka memelas seraya berkata, “Aa', yang tadi jangan
kasih tahu siapa-siapa ya..”. Kepalan tangan ini pengen sekali menghadiahkan ke
mukanya. Tapi gw terlalu pengecut untuk melakukannya. Gw pun menyesal kenapa 5
detik berselang tadi gw langsung keluar, kenapa gw tidak langsung menghajarnya,
atau memakinya, atau paling halus ya memanggil warga sekitar agar kedua setan
tersebut di giring keliling kampung biar malu dan jera. Aah, gw tak mampu
melakukan itu.
Mohon maaf gw tidak bisa menyebutkan nama pemudanya, kalau pemudinya gw memang tidak tahu siapa namanya. Gw juga tidak sempat foto dalam waktu 5 detik itu. Jadi tidak bisa membuktikan dengan fotonya.
![]() |
| sumber gambar : google.com |
Gw berdoa semoga kedua remaja tersebut segera bertobat dan
tidak melakukannya lagi. Jika suatu saat nanti gw melihat mereka lagi seperti
itu, terlebih-lebih di kamar itu lagi, gw tidak akan segan-segan untuk
melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani gw lakukan.
Gw pun berdoa semoga gw tidak terjerumus ke lubang hitam
seperti itu. Gw berdoa semoga saudara-saudara gw tidak ada yang seperti itu. Dan gw berdoa semoga kelak keturunan gw juga tidak akan berbuat sehina itu.
Aamiin.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian di atas, khususnya buat gw dan pembaca pada umumnya. Untuk yang pernah melakukan hal seperti itu harus lebih berhati-hati lagi, jangan lupa dikunci pintu kamarnya, #eh. Hahaha. Maksudnya, jangan diulangi lagi, segera berubah. Kemudian yang masih tinggal di kos-kosan atau kontrakan, perhatian sekelilingnya, mungkin ada kejadian serupa di sekeliling kita. Tapi semoga itu tidak terjadi dalam kehidupan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Aamiin.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian di atas, khususnya buat gw dan pembaca pada umumnya. Untuk yang pernah melakukan hal seperti itu harus lebih berhati-hati lagi, jangan lupa dikunci pintu kamarnya, #eh. Hahaha. Maksudnya, jangan diulangi lagi, segera berubah. Kemudian yang masih tinggal di kos-kosan atau kontrakan, perhatian sekelilingnya, mungkin ada kejadian serupa di sekeliling kita. Tapi semoga itu tidak terjadi dalam kehidupan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Aamiin.
Itu cerita 2 setan dalam 5 detik yang gw dapati setibanya di
kota hujan. Tapi bukan cerita ini yang gw maksud membuat gw jadi lebih
bersemangat. Hal yang membuat gw senang adalah gw bisa bertemu dengan sahabat-sahabat gw lagi, bertukar cerita tentang kisah cintanya masing-masing. Ada yang baru putus 2 hari yang lalu karena masalah yang sangat rumit, ada yang balikan lagi dengan mantannya, ada yang ditolak sama gebetannya dan ada yang bela-belain ke Bogor untuk menanti sebuah jawaban. Tsaaah. Selain itu ada yang lebih menyenangkan lagi, gw merayakan moment 365 hari bersama "nya". Hehe
Oiya hari ini [18 November] tepat sahabat gw Freddy Yakob berulangtahun yang ke-23. Selamat ulang tahun brother. Semoga diberikan keberkahan di sisa umur lu. Aamiin.
Oiya hari ini [18 November] tepat sahabat gw Freddy Yakob berulangtahun yang ke-23. Selamat ulang tahun brother. Semoga diberikan keberkahan di sisa umur lu. Aamiin.

ade kosan lw tuh? kosn lw dlw dimana si bud?
ReplyDeletelebih tepatnya junior kita ky.
Delete