Seorang motivator pernah berbicara begini ke gw, “Bermimpilah kamu setinggi-tingginya”. Di Novel Sang Pemimpi, seri kedua Novel Laskar Pelangi pun si Arai berkata “Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Terakhir gw baca buku yang isinya kata-kata mutiara, salah satu kalimatnya berbunyi, “Bermimplah kamu setinggi bulan di angkasa, karena jika jatuh kamu akan tersangkut di antara bintang-bintang”. Dan semenjak itu gw menjadi sangat bersemangat untuk menuliskan semua mimpi-mimpi gw di kertas. Gw bersemangat, bergairah akan mimpi-mimpi gw ini. Dan saat itu pula gw memutuskan untuk menambah waktu tidur gw. Gw bakal tidur selama yang gw sanggup. Iya, biar gw bisa terus bermimpi. -__-“ #JanganAnggapSerius

Berbicara tentang mimpi, itu tak khayalnya hanya sebatas bunga tidur saja. Semalam gw bermimpi, dan seperti biasanya kalau bermimpi pasti random, awalnya disini tiba-tiba berubah tempat, tadinya bertemu si A tiba-tiba ngobrol sama si Z. Ga jelas? Emang. Ya begitulah namanya mimpi. Yang gw ingat dari mimpi gw semalam itu adalah gw bertemu dengan orang yang pernah ada dalam kehidupan gw. Orang yang berpengaruh dalam hidup gw. Serius, ini perempuan. Dua orang perempuan. Keduanya cantik dan pintar. Dan gw tidak akan bisa melupakan mereka dalam hidup gw. Keduanya sangat berjasa dalam mengembangkan diri gw. Mereka adalah bu Anik dan bu Yeni. Dosen pembimbing skripsi gw.

sumber foto: facebook.com
Dalam mimpi itu gw dibawa ke sebuah ruangan yang memang tidak asing lagi buat gw. Di ruangan dosen, di departemen [jurusan] gw. Gw masuk dengan pelan-pelan dan bertemu dengan bu Yeni [Pembimbing 2], beliaupun langsung menyapa gw dan bertanya ada apa nih budi ke sini?. Gw sambil cenge-ngesan bilang mau bersilaturahim aja bu. Tak lama kemudian bu Anik [Pembimbing 1] melihat gw dan kita saling bertanya kabar. -Tamat- . Iya, sampai sini doank gw mimpiin beliaunya. Tiba-tiba gw dibawa ke sebuah tempat yang dingin, di pinggir pantai dan bermain basah-basahan. Saking senengnya basah-basahan, ternyata pas bangun gw ngompol.#Ngaco.

Sadar bahwa itu semua hanya mimpi akhirnya gw terbangun dari tidur dan langsung solat Subuh. Ketika berzikir, gw teringat akan mimpi gw tadi. Bukan yang ngompol loh ya. Tumben amat gw mimpi beliau, jadi kangen mereka. Gw langsung sadar sekarang bulan November, satu tahun yang lalu di tahun 2012 di bulan ini gw mempertanggungjawabkan hasil Penelitian [Sidang] gw. Langsung setelah solat gw buka laptop untuk mengingat kembali tanggal berapa gw sidangnya. Gw sidang hari Senin, 26 November 2012. Dan ketika gw lihat slide presentasi dalam bentuk PowerPoint, itu gw buatnya tanggal 21 November 2012. Tepat satu tahun yang lalu dari hari ini 21 November 2013. Semua memang tidak ada yang kebetulan. Ya walaupun sedikit maksa, hehe. Oiya dan sebelum sidang, gw mempresentasikan hasil penelitian gw terlebihdahulu di depan publik [Seminar] di tanggal 1 November 2012. Ooooh rupanya ini yang membuat gw bermimpi tentang kedua dosen gw tadi. Sebuah ikatan yang cukup kuat rupanya. #Hweek.

Tiba-tiba jadi mengingat perjuangan dalam menyelesaikan studi S1. Perlu lebih dari 6 bulan untuk benar-benar menyelesaikan syarat akhir kelulusan ini. Tidak ada yang instan, semua memang harus ada sebuah proses.

Buat teman-teman [pembaca] yang masih baru mulai skripsi, atau yang sudah di tengah jalan, atau yang berniat untuk bermalas-malasan mengerjakannya, segeralah untuk terus bermimpi, #eh. Maksudnya teruslah berjuang apapun yang terjadi, selesaikan dengan keringat kita sendiri. Ingat bahwa semua ada prosesnya, tidak ada yang serba instan di bumi ini, mie istan aja tidak instan, mesti harus di buka dulu bungkusnya lalu di masak di air mendidih.

[Opini gw].
Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya skripsi kita adalah diri kita sendiri, dosen pembimbing, dan doa orangtua. Faktor-faktor lain di luar itu hanyalah faktor pendukung saja.

#DiriSendiri
Yang namanya skripsi tidak akan selesai jika kita tidak mengerjakannya, bukan orang lain. Yang berfikir, yang bertindak, yang menulis, yang yang yang yang lainnya ya tentu saja diri kita sendiri. Masalah-masalah skripsi ya tidak jauh-jauh dari bingung menentukan topik penelitian, sulitnya mengumpulan data primer atau mencari data sekunder, susahnya memperkaya literatur dari berbagai referensi, saat mengolah data yang hasilnya ternyata diluar dugaan kita, banyaknya asumsi-asumsi yang terlanggar, terbatasnya kemampuan kita saat menggunakan software yang digunakan, hingga kesulitan merangkai kata-kata dalam menulis skripsi. Nah itu semua pasti dialami oleh yang pernah buat skripsi dan bakal dialami oleh yang akan membuat skripsi. So, enjoy lah. Kerena semua itu kita yang mengerjakan, pastikan bahwa kondisi fisik kita tetap oke, jaga asupan makan dan vitamin dalam tubuh. Kondisi rohani juga mesti kuat, banyak-banyak solat duha dan solat tahajud, tadarus tiap selesai solat subuh dan magrib. Dan tak lupa tetap menjaga semangat. Jika suatu ketika di dalam perjalanan proses ini mengalami sebuah hambatan yang sangat keras, tak apa jika mau menangis, menangislah jika itu membuat kita lebih lega, tapi jangan sampai kehilangan semangat. Syukur-syukur kita nangisnya pas di sepertiga malam, curhatlah sama yang Maha Mendengar.

#DosenPembimbing
Kalau mendengar kakak tingkat [senior] tentang dosen pembimbing kebanyakan dari kita pasti langsung down dan takut. Hati-hati, karena itu bisa menjadi mindset kita di awal. Gw yakin, sesungguhnya para dosen pasti menginginkan mahasiswa bimbingannya bisa lulus dengan cepat dan mendapat hasil yang tidak asal-asalan. Mereka pun ingin memperlihatkan kepada kita bahwa dunia pasca kampus itu jauh lebih sulit jika kita tidak mempersiapkannya dengan baik. Saran gw sih, apapun yang dosen pembimbing katakan jika itu masih seputar skripsi kita, alangkah baiknya kita turuti. Ya paling seputar penguatan latar belakang masalah [fakta], tambah metode atau membandingkan dengan metode ini-itu, tampilkan dalam bentuk chart, dan lain sebagainya. Dosen itu juga manusia yang memiliki kesibukan, malah kesibukannya pasti melebihi kita. Dosen pembimbing tidak hanya membimbing kita saja, pasti beliau punya beberapa mahasiswa bimbingan, belum lagi mahasiswa bimbingannya yang S2. Dosen juga harus mengajar mata kuliah setiap minggunya, bahkan mungkin hampir setiap hari, dan mungkin ngajar juga di S2. Tapi gw yakin para dosen pembimbing tersebut pasti sudah komitmen menerima kita sebagai mahasiswa bimbingannya. So, kejar terus. Ingat, kita loh yang butuh mereka, bukan mereka yang butuh kita. Oiya, tips nih buat yang smsnya lama di bales sama dosen atau bahkan jarang di bales. Kalau gw setiap mau sms pasti gw pikirin dulu malam harinya, dan gw ketik di hp terus save. Lalu besok paginya setelah solat subuh baru gw kirim. Menurut gw jika sms pagi-pagi itu lebih sopan, karena dosen belum sibuk. Nah, jika pagi-pagi sudah berkomunikasi, ketika siang atau sore lagi ada sesuatu yang penting yang harus kita komunikasikan dengan beliau, gw yakin beliau pasti akan bales. Tapi ingat, jangan tiap hari juga smsnya. -__- . Terakhir, sebelum meninggalkan tempat bimbingan, jangan lupa di catat semua yang diminta oleh dosen, dan tanyakan ke beliau kira-kira kapan bisa bimbingan lagi. Ini sebagai bukti keseriusan kita. Ketika sudah ditentukan, kita harus menyelesaikan apa-apa yang diminta beliau saat bimbingan sebelumnya. Sip.

#DoaOrangtua
Ini yang tidak kalah pentingnya. Jangan lupa minta selalu didoakan oleh kedua orangtua kita. Jika bukan seorang yang merantau, atau yang merantau tapi tidak terlalu jauh, pulanglah ke rumah walaupun sebulan sekali. Minta doa semoga diberi kelancaran untuk semua proses yang akan kita lalui. Efeknya? Ajaib dan Mujarab. Gw udah membuktikannya. Ingat, ridhonya orangtua adalah ridhonya Allah ke kita juga. GoodLuck.

Untuk mengakhiri tulisan ini, gw tahu pasti pada penasaran kan dengan judul skripsi gw. Hahaha. Oke semoga tips diatas bermanfaat.

“Identification of Factors that Influence on the Number of Crime with Spatial Analysis Approach (Case Study: 42 Districs in Jakarta Year 2011)”. Itu judul skripsi gw, gw buat pakai bahasa inggris biar keliatan lebih keren, haha. :D

De Budi Sudarsono

sumber gambar: google.com