Tuesday, December 30, 2014

Lagi dan lagi. Tiga ratus enam puluh lima hari terlewati dengan “begitu saja”. Tak banyak yang dilakukan, tak banyak yang ditingkatkan, dan tak banyak yang dihasilkan. Dua ribu empat belas sebentar lagi pergi, hilang, dan segera diganti dengan tahun yang baru, tahun Masehi, tahun dua ribu lima belas.

Sepertinya baru kemarin membuat perjalanan selama satu tahun di tahun 2013 untuk menyambut tahun 2014. Sekarang, sudah membuat lagi tulisan tentang ini diakhir 2014. Ah, sudah lama juga tidak membuat tulisan. Setengah tahun lebih jari-jari ini tidak menari sesuai dengan otak dan hati. Selama ini jari-jari hanya dipaksa bergerak untuk mengais rezeki, hanya untuk sesuap nasi. “Alaaaah alasan saja”. Iya memang, itu alasan klasik mengapa jari-jari ini enggan untuk menulis lagi. “Dasar Pemalas, anget-anget tahi ayam. Menulis hanya kuat hitungan bulan saja. Setelah itu, ditinggalkan”.

Selama satu tahun di tahun 2014, harus diakui banyak yang dialami. “Yaiyalah, pasti banyak yang dialami. Tapi ada ga yang ditingkatkan atau dihasilkan? Nihil kan!!!”. Iya, memang benar tak banyak yang raga ini tingkatkan dan hasilkan. Namun, banyak hal yang sudah diterima dan menjadi pelajaran hidup yang berharga. Walaupun demikian, ada rasa bersalah dan merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapai di tahun ini. Tak ada yang lebih pantas daripada permohonan maaf yang ditujukan langsung kepada Yang Maha Mencipta. Yang menciptakan sebegitu luarbiasanya kemampuan otak dan sebegitu kuatnya fisik pada raga ini. Maaf karena belum menjadi sosok manusia yang bersyukur, bersyukur dengan memanfaatkan seluruh apa yang telah dianugerahkan oleh Dia. Maaf ya Allah. Dan terima kasih atas segala curahan nikmat-Mu selama satu tahun ini.

Tahun depan mata ini, hidung ini, telinga ini, dan seluruh yang ada didalam dan menempel pada raga ini sudah berusia seperempat abad. “Wooow”. Duapuluh lima tahun. Bukan angka yang sedikit, dan juga bukan lagi usia yang mengedepankan ego dan nafsu semata. Banyak hal yang harus ditingkatkan pada tahun 2015. Target-target yang belum tercapai harus segera dicapai sebelum. “Sebelum apa?”. Sebelum memutuskan untuk melengkapi sebagian agama. “Maksudnya menikah?”. Yaa, menikah. “Memang punya modal apa sudah berani-berani membahas tentang menikah?” Sudah cukup ilmu, mental dan materi?”. Belum, memang belum, tapi selama tahun 2014 ini banyak hal yang sudah membuka mata hati untuk menatap kesana. Yang penting niatnya dulu kan?. Semoga Yang Maha Memiliki Hati segera memilihkan hati perempuan “terbaik” untuk melengkapi sebagian dari agama ini. Aamiin. Itu menjadi satu dari beberapa harapan di tahun 2015.

-Aku-






     

Posted on Tuesday, December 30, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Sunday, June 29, 2014

Saat masih anak-anak, gw sangat senang menyambut bulan ramadhan. Dulu, yang membuat gw senang adalah pulang sekolah jadi cepet, bisa main bareng teman-teman sebaya setelah solat teraweh serta subuh, dan bakal dibelikan pakaian baru menjelang lebaran. Tapi puasanya? Setengah hari, hahaha. Ya walaupun setiap tahun ada peningkatan bisa puasa pool [full]. Nah tapi dulu bisa puasa pool itu karena ada motivasinya. Bukan motivasi dari Mario Teguh. Motivasinya adalah jika gw berhasil puasa pool sebulan penuh maka gw akan diberikan uang yang banyak di hari lebaran. Hanya demi uang loh hahaha.

Sekarang sudah kepala dua, usia yang pastinya memiliki motivasi tersendiri dan pasti berbeda dengan saat masih anak-anak untuk bisa berpuasa di bulan Ramadhan. Tidak hanya berpuasa saja, tapi beribadah secara utuh. Lalu apa? Berharap akan pahala yang banyak karena di bulan ini Allah memberikan banyak bonus? Atau karena ingin masuk syurga? Kalau yang seperti itu dijadikan motivasi berarti sama saja dengan gw saat menjadi anak-anak. Motivasinya hanya karena uang. Artinya kita beribadah kepada Allah tidaklah ikhlas, hanya karena kita mengharapkan sesuatu.

Loh? Apakah itu salah? Oh tentu tidak. Kita memang diperintahkan untuk selalu berdoa, meminta sesuatu hanya kepada Allah. Tapi, jika motivasinya tetap seperti itu, gw bisa menjamin bahwa itu tidaklah bertahan lama. Ada loh yang lebih penting dari itu. Namanya ridho. Bukan ridho anaknya pak lurah loh ya. Ridhonya Allah. Wah susah nih yang kayak begini. Kalau sudah ridho itu urusan Allah. Kita hanya bisa ikhtiar saja. Caranya bagaimana? Kuncinya adalah ikhlas dalam beribadah kepada Allah.

Setiap solat kan kita selalu berdoa di takbiratul ikhram. Inna solati wanu suki wama yahya wama mati lillahirobbil  alamin. Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah Taala. Dan Allah menciptakan jin dan manusia hanya untuk beribadah kepada Allah. Kuncinya ikhlas. Mempraktekkan ikhlas itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Syusah. Keseringan kita akan khusuk solat, puasa dan sedekah kalau kita ada maunya. Misalnya lagi ujian semesteran atau lagi tes masuk kerja. Tapi kalau kita lagi tidak ada yang diinginkan maka solatnya yang penting solat, bahkan mungkin ada yang meninggalkannya.

Gw juga masih proses belajar ikhlas. Sulit tapi jika pelan-pelan dan terus menerus dicoba pasti bisa. Nah, hari ini tepat 1 Ramadhan 1435H. Jadikan ini sebagai momentum untuk kita belajar lebih ikhlas lagi. Indikator keberhasilannya adalah setelah bulan ini selesai maka ada perbaikan diri dan perilaku kita, dan lebih ikhlas lagi kepada Allah. Dan jika tidak ada perbaikan, sama saja, bahkan lebih buruk, maka kita gagal dan termasuk dalam orang-orang yang rugi.

De Budi Sudarsono

Posted on Sunday, June 29, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, May 20, 2014


“manfaatin waktu muda lo bud buat traveling, mumpung masih muda”. #sambilsenyum

Kalimat perpisahan yang gw peroleh dari senior rekan kerja saat hari terakhir gw bekerja. Mas Pudjo. Beliau ini sudah berkali-kali mendaki segala macam gunung. Cerita dan foto-foto yang berhasil diabadikannya bikin ngiri. Itulah mengapa nasehat dari Mas Pudjo begitu hangat, penuh dengan magis.

Pari Island. Rupanya destinasi pertama gw jatuh ke pulau itu. Pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Perjalanan menuju kesana butuh waktu kurang lebih 3 jam dari Muara Angke dengan bantuan kapal laut. Bukan waktu yang sebentar terombang-ambing di lautan dengan kapal laut biasa. Alhasil gw mabok laut, rasanya bener-bener mual. Gw langsung menjauh sambil membawa kantong kresek alfa yang berwarna putih. “Hweeeeeek”. Muntahan pertama berhasil mendarat dengan selamat ke dalam kantong. Yes. Dan dilanjutkan oleh muntahan-muntahan berikutnya. Hasilnya, seperempat kantong kresek tersebut terisi dengan muntahan gw. Kondisi saat itu lemes dan ingin secepatnya sampai kembali ke daratan.

Sesampainya di dermaga Pulau Pari kekuatan gw kembali seperti sedia kala, sehat walafiat. Wooow, subhanallah pelajaran yang didapat adalah bahwa kodratnya manusia memang diciptakan dari tanah, dan kita tak akan bisa hidup tanpa daratan, seindah apapun itu lautan.
Gw bersama tim tidak menyewa homestay disana, melainkan kemping, iya kemping, pakai tenda. Butuh 15 menit dari darmaga Pulau Pari ke Pantai Perawan, spot untuk mendirikan tenda tepat di pinggir pantai. Pemandangan pantai saat itu tidak terlihat indah, air lautnya masih surut. Tapi surutnya air laut tidak menyurutkan semangat kita untuk mendirikan 4 tenda, untuk 15 orang. Ternyata mendirikan tenda itu seru, saking serunya angin dari laut tiba-tiba berhembus dengan kuatnya. Empat tenda kita yang baru setengah jadi tak kuat menahan hembusannya, robohlah tenda kita. Haha. Tapi akhirnya dengan keuletan dan kesungguhan empat tenda berhasil kita dirikan. Hwoooo. 
Setelah makan siang dan solat agenda kita adalah snorkeling. Namun sayang, terlalu siang (pukul 14.14). ternyata sudah habis kapal-kapal yang akan membawa kita ke spot-spot snorkeling. Kecewa mah pasti, tapi tetep yakin kalau besok pagi akan jauh lebih indah saat snorkeling. Sebagai gantinya siang hingga sore hari kita manfaatin bersenang-senang berenang di Pantai Perawan. Air sudah mulai pasang, pemandangan sepanjang lautan begitu indah, garis pantai sangat jauh dari lautan, bibit mangrove yang menggoda dan  berjejer pulau-pulau kecil yang ditumbuhi pepohonan. Cuaca tidak panas dan tidak mendung, pas untuk kita berenang-renang, berfoto-foto ria. Layaknya anak kecil yang baru ketemu laut, ya begitulah kita. Namun sayang, kita tidak mendapatkan momen sunset, ketika matahari ingin kembali tertidur, cuaca malahan mendung. Tapi walaupun begitu, tidak mengurangi keindahan sunsetnya.

Malam hari kita manfaatkan untuk mengenal satu sama lain dibawah gerimis hujan, tawa canda semuanya lepas, tak ada yang jaim. Satu malam yang sungguh berkesan. Muncullah satu quote yang keren, “dari kami, jadi kita”.

Sekitar pukul 23.00 sudah pada mulai mengantuk. Yang cewek sudah memasuki tenda-tendanya. Yang cowok masih diluar tenda, beralaskan matras dan dinaungi oleh terpal. Sambil tidur-tiduran, dan tiba-tiba “hwuuuuusssssss”. Angin darat yang datangnya dari laut sangat amat kencang. Serem. Ini berlangsung sangat lamaa. Gw berempat yang tidur diluar sadar tapi tidak bangun, masih memenjamkan mata sambilberdoa supaya tenda-tendanya tidak roboh. Rupanya kita berempat nyerah dan langsung masuk ke tenda. Saat itu sempat lihat HP, waktu menunjukkan pukul 01.30. Entah kapan angin kencang itu berhenti, karena kita semua melanjukan kembali tidur kita masing-masing.

Gw bangun lebih awal dibandingkan yang lainnya dan langsung ke warung untuk numpang ngecharge HP. Sambil beli air mineral yang gw gunakan untuk gosok gigi. Suara air lautnya sungguh mendamaikan hati dan menggoda. Saat azan subuh berkumandang, gw manfaatkan momen ini untuk solat di pinggir pantai dengan beralaskan matras dan langsung di bawah langit. Belum pernah merasakan nikmatnya solat subuh seperti ini. Rasa tenang yang mendamaikan. Riak-riak air laut membuat air mata ini mengalir. Aah, betapa bersyukurnya diberi kesempatan seperti ini. Ketika salam menengok ke kanan, air mata tak kunjung henti, saat melihat lautan, makin teringat bahwasanya dosa-dosa gw banyaknya seperti lautan itu. Dan gw hanyalah makhluk yang lemah, seperti butiran pasir di pantai ini.

Momen sunrise memang banyak ditunggu. Pagi itu menjadi ajang mereka untuk berfoto ria. Tak terkecuali gw, walaupun hanya punya kamera HP dan hanya bisa jepret doank ya tidak apa-apalah yang penting diabadikan hehe.

Setelah sarapan kita langsung bergegas menuju darmaga untuk menuju spot-spot snorkeling menggunakan perahu kecil. Sebenarnya ada 3 spot yang akan kita tuju, namun karena takut kelamaan dan kesiangan kita hanya 2 spot saja. Spot pertama di Bintangrama dan yang kedua di Terumbuluar. Oooh gini toh rasanya snorkeling, berenang di tengah laut dengan bantuan pelampung, kaki katak dan kacamata renang. Melihat indahnya terumbu karang yang besar-besar. Melihat ikan-ikan yang berwarna-warni mendekat ketika kita memberinya serpihan roti. Tak henti-hentinya tersenyum saat melihat kedalam laut, Subhanallah dan Allahu Akbar. Snorkeling menjadi ajang yang pas untuk melihat betapa indahnya ciptaan Allah di lautan. Jika dispot pertama yang kita lihat adalah indahnya terumbu karang dan ikan-ikan, namun di spot kedua kita hanya melihat terumbu karangnya saja, ikan-ikannya hanya sedikit. Nah yang lebih kerenya lagi, kita baru sadar kalau ternyata banyak ubur-ubur kecil. Efeknya? Kita semua terkena sengatan yang menimbulkan rasa gatal. Tangan gw merah terkena sengatannya. Saking penasarannya gw akhirnya berhasil menangkap satu ubur-ubur tersebut. Hanya untuk dilihat dan difoto saja ko, setelah itu gw lepas kembali ke habitatnya, di lautan yang indah.

Selesai berbilas dan bersih-besih kita langsung melipat tenda dan mengumpulkan sampah-sampah untuk dibuang ke tempat sampah. Kapal yang menjemput kita datang pukul 12.00.

Thanks Pulau Pari.

Berangkat dari Muara Angke
pagi hari di pantai perawan

spot snorkeling di bintangrama

momen sunrise

langit mendung ketika sunset

sunset pantai perawan

snorkeling
berkat tongsis :D


Posted on Tuesday, May 20, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Friday, May 09, 2014


Untuk Anakku kelak,

Anakku, kau harus mengenal nenek dan kakekmu dengan sebaik-baiknya. Memangnya kenapa kau harus tahu? Karena mereka adalah orangtua dari ayahmu ini. Tanpa mereka, ayahmu tidak mungkin tumbuh seperti ini, dan tanpa mereka mungkin kau tidak tak akan pernah terlahir di muka bumi ini.

Ada banyak sekali yang ingin ayah ceritakan kepadamu tentang nenek dan kakekmu. Cerita perjuangan mereka dari mereka kecil di keluarga mereka masing-masing sampai mereka berjuang untuk menghidupi ayah dan tantemu, adik ayah.

Anakku, mereka kemarin baru saja menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi, di Mekah dan Madinah. Mungkin ibadah seperti ini untuk kebanyakan orang adalah sesuatu yang biasa, sesuatu yang sering mereka laksanakan, sesuatu yang mudah mereka lakukan. Tapi tidak untuk sebagian orang, termasuk nenek dan kakekmu. Dan ketika ayah tahu bahwa mereka berencana ingin berangkat umroh, ada perasaan bangga, dan wooow subhanallah.

Kau tahu apa alasannya kenapa ayahmu begitu terkejut bangga?
Dengarkan dan perhatikan baik-baik nak.

Pertama, tidak semua orang bisa diberi kesempatan untuk pergi ke tanah suci Mekah untuk bisa bertamu langsung ke rumah Allah, tanpa terkecuali orang kaya sekalipun. Panggilan itu datangnya dari Allah, dan jika hatinya belum dipanggil maka tidak akan pernah mau untuk bertamu ke sana. Dan alhamdulillah nenek dan kakekmu diberi kesempatan itu.

Kedua, mereka tidaklah terlalu pandai dalam membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Ayah juga jarang melihat mereka duduk untuk membaca Al-Quran. Hingga pada suatu saat, ketika ayahmu masih kuliah, ayah melihat nenekmu memanggil guru ngaji untuk datang ke rumah, hampir setiap sore. Kemudian kakekmu juga, memanggil ustadz untuk belajar mengaji setiap malam hari Senin dan Rabu. Ayah yakin mereka tidak hanya belajar mengaji saja, tapi guru ngaji mereka juga memberikan pengetahuan tentang agama islam secara luas. Mungkin karena ini mereka memutuskan untuk berangkat umroh.

Ketiga, untuk pergi umroh memang tak semahal pergi haji. Tapi tak sedikit juga uang yang harus dikeluarkan. Anakku, nenek dan kakekmu tumbuh dikeluarga yang serba kekurangan. Dari kecil mereka sudah terbiasa bekerja keras, dan diumur mereka yang sudah tua mereka bisa menikmati hasil kerja keras mereka.

Apa yang bisa kau ambil dari tiga pelajaran di atas anakku?
Ya, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ayah berharap kelak kau menjadi anak yang pandai, yang kepandaianmu bisa memberikan kebermanfaatan untuk dirimu, keluargamu, agamamu dan negaramu. Dan jagalah selalu hatimu dari segala kejahatan, karena hidayah Allah akan datang kepada mereka yang mencari dan mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kau bisa diberi kesempatan untuk bertamu ke rumah Allah juga, dengan ilmu dan hartamu sendiri, seperti nenek dan kakekmu. Aamiin.

Tahukah kau anakku sayang?
Jumat pagi ayah mengantar mereka ke tempat kumpul para rombongan jamaah yang ingin berangkat umroh. Sabtu siang tiba-tiba kakekmu menelpon ayah. Loh ada apa ini? Muncul perasaan yang buruk telah terjadi. Dan ternyata mereka belum berangkat, masih di hotel bandara Soekarno-Hatta. Kakekmu bercerita bahwa rombongan mereka di tipu oleh travel yang akan memberangkatan mereka. Satu rombongan ada sekitar 60an jamaah. Dan setengahnya sudah berangkat, setengahnya lagi belum termasuk kakek dan nenekmu. Travelnya kabur dan meninggalkan mereka di bandara. Kakekmu berpesan kepada ayah supaya merahasiakan hal ini dari siapapun, termasuk kepada tantemu. Setelah telpon dari kakekmu, ayah tidak bisa tenang, gelisah. Selalu berdoa setiap saat semoga mereka diberikan kesempatan untuk benar-benar pergi umroh dan  diberikan keselamatan kepada kakek dan nenekmu dalam perjalanan ke sana dan pulang ke rumah kembali. Sore hari gantian ayah yang menelpon kakekmu, tapi belum ada kabar lagi tentang keberangkatan mereka. Malamnya jam 9an juga ayah telpon lagi tapi tetap belum ada kepastian. Lalu kakekmu berpesan, yasudah tenang saja, doakan semoga semuanya lancar dan diberikan yang terbaik. Malam harinya tetap saja ayahmu ini tak bisa tidur nyenyak, masih kepikiran. Kondisinya ayah juga tidak bisa cerita kepada siapapun. Keesokan harinya, hari minggu dengar kabar kalau nenek dan kakekmu akhirnya berangkat. Agennya bertanggung jawab dengan menyewa travel lain untuk memberangkatkan setengah rombongan yang sempat terlantar di bandara. Alhamdulillah.

Anakku sayang, ketika kelak kau tumbuh besar, jangan kaget dengan kondisi dunia sekarang ini. Kau akan menemukan kejahatan dimana-mana. Temasuk kasus penipuan, seperti cerita diatas, untuk mau beribadah kepada Allah saja masih harus ditipu. Nak, ayah berharap kau bisa menjaga dirimu dengan baik. Jaga hatimu dan jaga pikiranmu, supaya kau selalu terhindar dari segala kejahatan, aamiin.

Anakku yang ayah banggakan.
Sepulang dari umroh, nenekmu cerita. Bahwa setengah rombongan yang berangkat umroh duluan ternyata terlantar di bandara Arab. Mereka belum mendapat tiket pulang kembali ke tanah air. Ya karena travel yang memberangkatkan mereka sudah kabur. Ada perasaan kasian kepada setengah rombongan tersebut. Tetapi ada rasa bersyukur karena nenek dan kakekmu sudah selamat sampai rumah. Mereka sempat terlantar sebelum berangkat, tetapi diberi kelancaran ketika pulang.

Anakku sayang,
Allah bersama hamba-hambanya yang sabar. Allah juga sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Maka dari itu, ketika suatu saat engkau mendapatkan sebuah cobaan, ujian atau keburukan yang menimpamu jangan pernah sekali-kali menyalahkan Allah. Sabarlah anakku, percayalah bahwa kejadian yang menimpamu itu adalah cara Allah untuk menjagamu, cara Allah untuk membuatmu bertambah kuat. Percayalah nak.

Ayahmu,

Posted on Friday, May 09, 2014 by De Budi Sudarsono

4 comments

Tuesday, April 29, 2014


Sepuluh bulan bukanlah waktu yang lama untuk hitungan seseorang bekerja di sebuah perusahaan, malah bisa dibilang sebentar. Nanggung banget ya sepuluh bulan, padahal dua bulan lagi bakal genap menjadi satu tahun dan berakhir kontrak kerja yang ditanda-tangani di awal. Sepuluh bulan di sini dimulai saat pertama masuk 1 Juli 2013 dan berakhir hari ini 29 April 2014.

Yang setahun bekerja saja masih dipertanyakan pengalamannya, apalagi yang tidak sampai setahun. Sejujurnya pengalaman yang gw dapat disini juga tidaklah terlalu banyak. Tapi cukuplah untuk menjadi batu loncatan gw. Secara backgroud pendidikan (statistika), ilmu gw tidak bertambah, bahkan mungkin sudah luntur karena tidak pernah disentuh lagi, hahaha. Jika dilihat dari Excel, lumayan lah pengalaman disini, banyak formula-formula dan logika-logika yang gw temukan selama memecahkan persoalan disini. Nah yang banyak gw dapat disini adalah wawasan gw seputar perkembangan ekonomi dan bisnis. Data-data yang gw pegang disini adalah data-data Saham, Reksadana dan Unitlinked. Perpustakaan juga lengkap tentang perkembangan ekonomi Indonesia dan dunia. Teman disini bukan hanya sebatas rekan kerja saja, tapi sudah seperti keluarga. Ohiya yang paling tak terlupakan dan paling berkesan adalah berat badan gw yang naik signifikan, huahahahasem.


Hidup ini memang tidaklah cukup hanya bekerja saja, urusan rohani juga harus dipenuhi. Semenjak bekerja disini, solat wajib selalu gw kerjakan tepat waktu dan berjamaah di Masjid. Zuhur, Asar, Magrib dan Isya, ditambah sunnah qobliah badiah. Sebuah point penting yang gw dapat disini. Karena untuk solat tepat waktu dan berjamaah di Masjid itu tidaklah mudah. Sulit karena faktor malas. Karena disini, setiap hari kerja pasti tidak ketinggalan untuk tepat waktu dan berjamaah di Masjid. Semoga setelah lulus dari sini gw masih tetap istiqomah dalam menjalankannya. Aamiin.

Permohonan maaf gw tujukan kepada rekan kerja sekaligus keluarga gw disini. Untuk atasan, teman-teman sesama staf, dan OB. Maaf karena harus lulus duluan dan tidak bisa bersama-sama lagi di kantor. Maaf karena gw termasuk pribadi yang iseng dan tidak bisa diam, jika ada perbuatan dan kata-kata yang tidak berkenan mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.
 
Ucapan terima kasih juga gw berikan untuk semuanya, semua pihak yang telah memberikan gw banyak pelajaran moral dan pekerjaan. Arti sebuah profesionalitas dan kekeluargaan. Terima kasih karena sudah menjadi tempat gw untuk mengenal dunia pasca kampus. Semoga perusaahaan ini akan terus berkembang dan maju dari zaman ke zaman. Aamiin. Terima kasih Bisnis Indonesia.

Bersama Pak Erlan, Manager Layanan Data dan Tabel

Bersama Pak Ramon, Direktur BIRC



Posted on Tuesday, April 29, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Wednesday, April 23, 2014


Pasca pemecatan Moyes sejujurnya gw tidak terlalu sedih, tapi entah mengapa gw kasian sama dia. Aaah, lemah dan terlalu sensi banget. Headline surat kabar olahraga di Inggris dan negara-negara Eropa isinya tentang pemecatan dengan foto Moyes terpajang memenuhi halaman cover.

Jika boleh menilai, ada beberapa hal yang bisa gw lihat dari Moyes. Pertama, Moyes tidak memilki musuh dengan sesama manager, dalam artian dia jarang melontarkan kalimat-kalimat yang mengundang kontrovesial apalagi sampai psywar, padahal sekali-kali ini perlu dilakukan. Kedua, punggawa MU seperti tidak percaya dan enggan dilatih sama Moyes. Ketiga, Moyes begitu kuat mental (jika dilihat dari luar) padahal banyak sekali yang tidak percaya, mencibir hingga menghinanya.

Nah, Ini Pernyataan Moyes Usai Di Pecat United :
Melalui League Managers Association (LMA), pelatih asal Skotlandia itu pun mengeluarkan pernyataan soal kenangan manis dan pahitnya selama menukangi Wayne Rooney cs, seperti dilansir Daily Star, Rabu (23/4/2014).

“Ditunjuk menjadi pelatih Manchester United, salah satu klub sepakbola terbesar di dunia jelas merupakan suatu kebanggaan untuk saya. Mengambil alih setelah periode panjang dari stabilitas (permainan) dan kesuksesan menjadi tantangan besar, tetapi itu salah satu yang saya nikmati dan tidak pernah berpikir panjang untuk mengambil kesempatan ini.”

“Skala pekerjaan pelatih di United sangat besar, tetapi saya tidak pernah menjauh dari kerja keras dan hal itu juga berlaku untuk para staf pelatih. Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan loyalitas mereka sepanjang musim lalu.”

“Kami sepenuhnya fokus dan berkomitmen untuk proses pembangunan mendasar yang diperlukan skuad senior. Target ini harus dicapai demi memberi hasil positif di Premier League dan Liga Champions.”

“Namun selama masa transisi ini, penampilan dan hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan Manchester United dan penggemarnya. Saya mengerti rasa frustrasi mereka.”

“Dalam waktu yang singkat di United, saya telah belajar akan tempat-tempat khusus di Old Trafford. Saya ingin berterima kasih kepada staf United karena sambutan hangat mereka dan menganggap saya bagian dari keluarga mereka sejak awal saya tiba.”

“Dan tentu saja, saya juga berterima kasih kepada para fans yang telah mendukung saya sepanjang musim ini. Saya berharap yang terbaik untuk para fans dan klub di masa depan.”

“Saya percaya bahwa seorang pelatih tidak akan pernah berhenti belajar selama kariernya dan saya tahu saya akan mengambil pengalaman berharga dari waktu saya selama menjabat pelatih United.”

“Saya tetap bangga karena membawa United melaju hingga ke perempatfinal Liga Champions musim ini dan saya tetap berterima kasih kepada Sir Alex Ferguson karena mempercayai kemampuan saya dan memberi kesempatan untuk mengelola Manchester United.”

Jika diperhatikan, Moyes tidak berbicara tentang punggawa MU. Baik itu ucapan terimakasih atau menyindir. Apa yang sebenarnya terjadi antara mereka? Owh begitu kuat hati Moyes. Lagi-lagi gw merasa kasian.

Kubu Glazer sepertinya tidak mau terlalu jauh mengambil gambling. Selama kepemimpinan Moyes, harga saham MU cenderung menurun. Dan hari ini, sehari setelah Moyes dipecat, saham MU kembali melonjak naik sekitar 6,00%. Pemilik adalah pedagang, jadi kubu Glazer tidak mau terus-terusan merugi.



Terima kasih karena telah bersama MU selama 10 bulan. Gw mendukungmu, karena dirimu dipilih langsung oleh SAF. Tapi apa daya, pemilik klub lah yang memutuskan segalanya. Good Luck Pakde Moyes, semoga kesuksesan menyertaimu di masa yang akan datang.

Posted on Wednesday, April 23, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, April 22, 2014


Tepat satu tahun yang lalu, 22 April 2013 Manchester United memastikan gelar Premier League ke 20-nya setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor 3-0, Robin van Persie mencetak Hattrick yang salah satu golnya sangat spektakuler dengan kaki kiri, yakni tendangan volly, melanjutkan umpan indah dari Rooney. Setahun kemudian, tepatnya hari ini, 22 April 2014 Manchester United resmi “memecat” David Moyes, sang penerus Sir Alex Ferguson. Dua buah momen yang bertolak belakang. Ironis memang.

Di situs resminya, MU secara halus memecat Moyes, walau tidak ada kata-kata “sack” atau pemecatan. Hanya kalimat “leaves” atau meninggalkan. Ini merupakan kado terburuk untuk David Moyes yang akan berulang tahun ke 51. Moyes sendiri lahir pada tanggal 25 April 1963.

Pertandingan melawan mantan anak asuhnya, Everton, pekan kemarin menjadi pertandingan terakhir baginya. MU takluk di Goodison Park, markas Everton dengan skor 2-0. Dipertandingan tersebut MU seperti tidak tahu caranya mencetak gol. Bola hanya dioper dari kaki ke kaki, dari belakang ke tengah, dari kiri ke kanan, dan tidak ada tembakan ke ke gawang Everton. Owh, mantan memang selalu menyakitkan ya.

Moyes menjadi sasaran tembak paling mudah untuk disalahkan. Entahlah, yang gw lihat MU kehilangan karakter yang telah dibangun SAF selama bertahun-tahun. Tidak ada semangat juang hingga pertandingan usai. Para pemain terlihat tidak ingin membantu Moyes. Mungkin karena kharisma Moyes kalah jauh dibanding dengan SAF. Ah, entahlah apa yang sebenarnya terjadi di intern mereka. Yang jelas pihak MU tahu apa yang terbaik menurut mereka.

Selama 10 bulan melatih MU (Juli 2013 s.d. April 2014), Moyes telah melakoni 51 pertandingan disemua ajang. Moyes berhasil menang sebanyak 27 kali, imbang 9 kali dan 15 kali menelan kekalahan. Kemenangan terbesar adalah saat bertemu Leverkusen di Liga Champion dengan skor telak 5-0. Kekalahan terbesar saat bertemu Manchester City dengan skor 4-1.

Musim ini segera berakhir, tidak ada juara, tidak ada tropi (hanya community shield) dan tidak ada tiket ke eropa untuk musim depan. Siapapun pengganti Moyes nantinya, jika MU tidak mengalami perubahan baik yang signifikan maka siap-siap saja akan ada hastag OUT seperti pada #MoyesOut.

Sejujurnya gw tidak menyangka Moyes akan dipecat secepat ini. Padahal MU sudah mengontraknya selama 6 tahun. Enam tahun. Angka yang tidak sebentar. Namun apa yang terjadi sekarang? Hanya dalam waktu 10 bulan Moyes sudah dipecat. Memang, selama 10 bulan ini Moyes seperti kebingungan dan selalu menelan kekalahan. Tapi gw yakin MU akan tetap mempertahankannya, ya minimal hingga musim depan. Oowh ternyata oh ternyata. Tapi lumayanlah buat Moyes dapet pesangon sekitar 10jt pounds, hehe.

Goodbye Pakde Moyes, thanks for bought Fellaini & Mata. Thanks for the community shield #ByeMoyes


sumber gambar: www.supersoccer.co.id

Posted on Tuesday, April 22, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, April 15, 2014


Ada berbagai cara untuk kita mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa, salah satunya adalah dengan melihat betapa agungnya ciptaan Sang Kholik.

Weekend kemarin, Sabtu 12 April 2014 gw diberi kesempatan untuk bisa berkunjung ke daerah Cianjur. Tepatnya di Gunung Padang, yang mana disana terdapat peninggalan Situs Megalitikum. Lokasi Gunung Padang berada pada ketinggian 885 meter dpl, berlokasi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jalur cianjur-Sukabumi).

Jarak dari kantor ke sana kurang lebih mencapai 137 km. Gw berangkat bareng dengan rekan-rekan sekantor, menggunakan 4 bus BlueBird dengan masing-masing berkapasitas 25 orang. Semua berkumpul jam 06.30 di kantor, dan bus jalan pukul 07.10. Seperti dugaan awal, kita terkena macet ketika masuk Ciawi, dan macet juga di daerah Sukabumi. Kondisi jalan masih dalam kondisi bagus, namun akses menuju ke kawasan Gunung Padang masih tergolong belum bagus. Jalan masih berbatu, belum di aspal, dan harus melewati rumah-rumah warga. Jalur hanya cukup untuk satu bus saja, jika ada mobil dari arah sebaliknya maka salah satu harus mengalah dengan mengarahkan stir ke pinggir, yang mana di pinggir berbatasan langsung dengan rumah warga dan jurang. Jika tidak hati-hati bisa jatuh. Dan jalannya melingkar untuk bisa mencapai puncak pintu gerbang Gunung Padang.


Alhamdulillah perjalanan cukup lama dan kita semua sampai pas azan Zuhur berkumandang. Bus hanya sampai gerbangnya saja, selebihnya kita semua harus jalan kaki sejauh 2 km dan menanjak. Sehabis solat Zuhur yang langsung di jamak dengan solat Asar, kita semua langsung naik. Jalannya sudah beraspal, tapi cukup curam, jadi perlu tenaga lebih untuk melangkahkan kaki. Lumayan untuk sekedar membakar lemak dalam tubuh. Ternyata tidak berhenti sampai disini, diatas ternyata masih ada loket untuk masuk ke Situs Megalitikumnya. Dan dari loket ini perjalanan mendaki yang sesungguhnya baru saja mulai.

Benar saja, kita semua harus mendaki ke atas dengan bantuan 385 anak tangga untuk bisa mencapai teras pertama. Anak tangga yang sudah ada sejak situs megalitum tersebut, tapi masih kokoh dan kuat, walaupun memang tidak rata. Kondisinya juga cukup curam, sehingga tak sedikit yang mengeluh ketika mendakinya.

Semua terbayarkan ketika sudah sampai di atas, kita disambut oleh tumpukan batu-batuan yang tersebar tak beraturan. Situs megalitikum ini di kelilingi oleh gunung-gunung. Pemandangan yang cukup indah jika dilihat dari atas. Subhanallah, sangat indah pemandangan yang terhampar di bawah. Banyak sekali cara Allah untuk mengingatkan, bahwa gw ini amatlah kecil, tak ada apa-apanya jika dibandingakan dengan kekuasaan-Nya.

Beberapa informasi gw dapatkan dari guide yang memandu kita melihat-lihat situs megalitikum disana. Gunung Padang itu suatu monumen yang besar. Punden berundak, tinggi lapisan pertamanya sampai 100 meteran. Luasnya 150 hektare atau 10 kali lebih besar dari bangunan Candi Borobudur. Nah buat yang ini gw masih belum percaya, kalau yang gw lihat itu tak sebesar Candi Borobudur. Lalu sang guide nya menjelaskan, itu jika semuanya telah selesai digali, karena batu-batuan tersebut masih ada dan ditemukan hingga sungai yang mengapit Gunung Padang ini. Dan gw hanya berguman, oooowh. Situs ini dibilang umurnya lebih dari 13.000 tahun (sebelum masehi), sudah ada sekitar 3 atau 4 carbon dating (pengukuran umur lapisan berdasarkan kandungan unsur karbon di lapisan tersebut), dan ini dilakukan oleh Guru Besar Geologi dari ITB yang merupakan Koordinator Tim Peneliti Mandiri Terpadu Gunung Padang.
sketsa, sumber: google
Penelitian terakhir berdasarkan hasil uji carbon dating di sebuah laboraturium terkemuka di AS menunjukkan angka sekitar 21.500 Sebelum Masehi. Dan  bila pengukuran ini dapat dipertanggungjawabkan keakurasiannya, ini menjadi bukti bahwa kebudayaan di Jawa merupakan yang tertua di dunia. Lebih tua dari peradaban Mesopotamia dan Piramida Giza di Mesir. Subhanallah.

Sang guide juga memaparkan tentang cerita-cerita peradaban Sunda. Katanya Sunda itu bukanlah suku, melainkan peradaban pertama di Jawa, dan mungkin di dunia. Situs ini dulunya juga ditempati oleh maung, yang dalam bahasa sunda artinya harimau. Tapi bukan harimau yang dimaksud, melainkan maung (manusia unggul), yang diyakini warga sekitar seperti para nabi atau para wali. Ada banyak jejak-jejak atau relief yang terukir di beberapa batu-batuan tersebut. Ada yang mirip keris kujang, ada yang bulat, ada yang seperti tapak kaki harimau dll.

Itu semua adalah kebudayaan. Dan kebudayaan di Indonesia masih banyak lagi. Alhamdulillah gw diterima di Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan sekarang gw mulai tertarik dengan yang namanya kebudayaan. Bismillah.







Posted on Tuesday, April 15, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, April 08, 2014


Diantara teman-teman, gw termasuk dalam kategori kurus jangkung, postur badan yang tinggi tetapi berat badan kurang. Ini bertahan hingga gw lulus kuliah dan di wisuda. Tapi semuanya berubah, setelah negara api menyerang. Hehe. Semua berubah pasca kuliah, semenjak kerja, berat badan gw mulai tak terkontrol. Secara visual banyak yang bilang gw sekarang gemuk, lebih berisi, mukanya bulat dan yang lebih ga enaknya lagi banyak yang bilang gw buncit, haha. Sampai akhirnya gw beli timbangan badan, berat badan gw berkisar 75-79 kg. Wooow, angka yang fantastis. Naik 10 kg sejak gw lulus. Panik tralalatrilili. Nyokap marah-marah. Yang gw khawatirkan adalah gw takut banyak penyakit di dalam tubuh orang yang kegemukan, seperti diabetes, kolesterol atau yang sejenisnya.

Jika gw menilik ke belakang, tak ada yang berubah dari pola makan gw. Mungkin asupannya saja yang lebih bergizi daripada saat masih kuliah, yang mesti berhemat di kosan hehe. Olahraga masih aman, seminggu sekali pasti lari ke senayan, kadang-kadang di tambah main futsal. Lalu apa yang menyebabkan berat badan ini melesat?..Oh sepertinya [dugaan gw] ini karena aktifitas gw yang lebih sedikit dibandingkan saat gw masih sekolah. Lebih santai, tidak terlalu tertekan, dan tidak stres. Jadi energi yang masuk tidak semuanya dikeluarkan. Alhasil masih tersimpan dalam bentuk lemak. Ya, karena perut sudah mulai ada lipatan, lipatan lemak.

Gw harus bisa mengontrol berat badan gw, minimal perut ga buncit dan tidak ada penyakit di dalam tubuh. Tapi apa daya?. Niat mau olahraga 3x dalam seminggu pun hanya menjadi wacana. Puasa senin-kamis pun masih bolong-bolong. Ngemil di kantor tak bisa di tahan. Kerja hanya didepan komputer. Yaudahlah yang penting gw sehat, haha.

Siang tadi ketika gw lagi serius kerja didepan komputer, ada info kalau di lantai atas ada presentasi dari Tropicana Slim, dan bisa cek kadar gula darah dan berat badan juga, gratis. Nah yang gratis ini yang gw cari, haha. Gw antusias, karena gw belum tau kadar gula darah gw berapa semenjak gw jadi gemuk. Dari sini bisa dilihat apakah kita terkena diabetes atau tidak.

Mereka ke sini pasti sebagai ajang promosi produk mereka. Presentasinya tidak lama, tapi cukup menarik. Jenis-jenis makanan yang dikonversi dengan beberapa sendok teh gula pasir. Misalnya, sepotong martabak itu setara dengan 3 sendok teh gula pasir, minuman bersoda mencapai 10 bahkan lebih sendok teh gula pasir. Intinya sih kita harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, apalagi yang junk food dan minuman bersoda harus dikurangi bahkan kalau bisa dihindari.

Setelah presentasi barulah dimulai tuh cek gula darahnya. Sambil ngantri gw deg-degan, apakah kadar gula darah dalam tubuh gw ini normal atau malah berlebih dan jadi diabetes?. Giliran gw pun tiba. Pas di cek hasilnya 78 mg/dl. Ha? Nilai yang cukup rendah, karena ragu petugasnya ngecek lagi, sekarang pake jari tangan kanan gw. Dan hasilnya tetep sama 78 mg/dl. Ini masuk kategori normal, tetapi normal yang cenderung rendah. Kalau mencapai 140-199 itu waspada diabetes, dan jika diatas 200 mg/dl termasuk diabetes. Tapi gw bersyukur masih jauh dari yang namanya diabetes.


Lanjut ke cek berat badan. Petugasnya memakai alat khusus dengan memasukkan umur gw (24 tahun) dan tinggi badan (178 cm). Gw naik ke atas timbangan. Hasilnya sangat mengejutkan, haha. Berat badan gw 77,5 kg. Sedih pas ngeliat, ya Allah saya berat dimana ya? Berat di daging? Otot? Tulang? Lemak? Atau berat di dosa?

Kemudian bisa dilihat persentase lemak dalam tubuh, nah lemah di tubuh gw mencapai 32%, angka yang cukup besar dengan angka normalnya itu untuk pria 10-20% saja, dan gw masuk kategori + atau di atas normal, dari tiga kategori yaitu 0 (normal), + (di atas normal), dan ++ (sangat melebihi normal). Dan ternyata gw berat di lemak. Tambah sedih. Indeks Masa Tubuh (IMT) gw sebesar 24,5. Lagi-lagi di atas normal. Normalnya itu 18-23. IMT ini bisa dihitung sendiri dengan membagi berat badan (kg) dengan tinggi badan kuadrat (m2).

Dari hasil diatas bisa disimpulkan sementara bahwa gw alhamdulillah tidak terkena diabetes, tetapi gw kelebihan berat badan, ya walaupun sedikit di atas normal. Nah kelebihan berat badan ini yang bisa memicu timbulnya penyakit kolesterol tinggi. Dan gw ga mau terkena penyakit itu.

Oke, mulai sekarang gw harus jaga makanan yang akan masuk ke mulut gw ini. Jangan yang berlemak dan jangan pula yang berminyak. Olahraga mesti ditingkatkan. Jangan tidur sehabis makan.
Menjaga kesehatan merupakan salah satu wujud tanda syukur kita kepada Allah yang telah menciptakan tubuh ini dengan sangat kompleks, lengkap dan sempurna. Bisalah ya..

Posted on Tuesday, April 08, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, March 24, 2014


Merdunya suara azan subuh kala itu membuat janin yang sudah sembilan bulan bersemayam di perut ibunya tak sabar untuk segera melihat indahnya dunia. Segala usaha telah ia lakukan, tapi memang belum waktunya. Kesabaran dia pun mulai tergerus, ia tak mau lagi bergantung dengan plasenta ibunya, ia ingin segera bisa hidup mandiri. Usahanya semakin keras untuk minta keluar. Sehingga sang ibunya pun mengeluh kesakitan. Dokter mengatakan kepada pria paruh baya yang mendampingi ibunya, yang tak lain adalah ayah dari anak yang akan lahir tersebut, bahwa sudah waktunya anak ini lahir.

Keringat menetes di pelipis dan membanjiri seluruh tubuh ibu hamil tersebut. Janin ini terus berusaha untuk keluar, tanpa tahu bagaimana sakit yang sedang di rasakan oleh ibunya, ia juga belum tahu bahwa ibunya sedang mempertaruhkan nyawa hanya untuk melihat dan mendengar tangisan anak yang akan ia lahirkan itu.

Sekitar pukul sepuluh WIB terdengar suara tangisan bayi. Laki-laki paruh baya tersebut langsung diberi kabar oleh dokter bahwa anaknya berjenis kelamin laki-laki, seorang jagoan ayahnya. Dia segera mengazankan di telinga kanan dan mengiqomatkan di telinga sebelah kiri bayi merah itu, dan terlihat perasaan lega dan senyuman disertai tangisan terlihat dari wajah ibunya.


Suasana yang terjadi duapuluhempat tahun yang lalu, seorang anak laki-laki dilahirkan dan diberi kesempatan untuk bisa mencicipi yang namanya kehidupan di dunia.

Alhamdulillah, puji syukur selalu gw panjatkan kepada Yang Maha Pencipta, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah SWT. Sabtu kemarin, 22 Maret tepat usia gw menginjak angka 24 tahun. Angka yang tidak sedikit, angka yang pastinya sudah dipercaya untuk bisa mempertanggungjawabkan segala yang telah gw lakukan.

Sesungguhnya dalam setiap detik yang berlalu, semakin berkurangnya waktu kita hidup di dunia ini. Tak ada yang tahu berapa lama lagi gw diberi kesempatan. Apakah tahun depan gw masih bisa merayakannya bersama orang-orang terdekat?. Aah gw tidak bisa menjamin. Masih banyak yang harus gw capai. Masih banyak yang belum gw lakukan. Masih banyak kebaikan-kebaikan yang harus gw amalkan, untuk menambah berat timbangan, agar tidak kalah beratnya dengan dosa-dosa gw yang telah berceceran.

Media sosial seperti Facebook telah menemani gw dari tahun 2009, dan dari tahun itu hingga 2013 tahun lalu, teman-teman gw selalu diingatkan bahwa tanggal 22 Maret adalah hari kelahiran gw. Banyak yang memberikan ucapan. Siapa yang tak senang jika orang lain tahu dan mengucapkan selamat kepada kita. Tapi tidak untuk tahun ini, akhir tahun 2013 gw sengaja menutup tanggal lahir gw di FB. Dan seperti dugaan gw, tidak ada yang ingat kalau gw ulang tahun. Hanya keluarga besar dan segelintir sahabat yang ingat dan memberikan ucapan via sms. Sedih? Pastinya sedih, tapi hanya tersenyum sendiri, dan sadar bahwa tak banyak orang yang mengenal sosok De Budi Sudarsono

Oh, ini membuat gw menjadi berfikir. Ketika nanti gw mati, apa yang orang lain ingat tentang gw? Gw bukannya mau menjadi orang terkenal yang memiliki ribuan penggemar. Gw hanya mau bahwa keberadaan gw saat di dunia ini meninggalkan jejak. Bukan sembarang jejak, tapi jejak yang mampu memberikan kebermanfaatan untuk banyak orang dan berefek domino, terus menerus walau jasad gw sudah tak berada di atas muka bumi.
Tapi? Ah masih banyak yang harus gw lakukan untuk bisa merealistiskan keinginan gw itu. Semoga disisa umur gw ini, gw bisa mewujudkannya. Aamiin.

Puji Syukur selalu ku panjatkan kehadirat Allah SWT. Terima kasih buat mama, bapak, dewi dan keluarga. Terima kasih buat sahabat dan teman-teman yang telah ingat tanggal kelahiran gw. Terima kasih atas doa dan ucapannya. Terima kasih.



Posted on Monday, March 24, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments

Friday, March 14, 2014


Bukan hanya masa depan saja yang menyimpan misteri, seperti yang pernah gw bahas di postingan “Akhirat tidak Kekal”, tetapi masa lalu (sejarah/pra-sejarah) juga menjadi sebuah misteri.

Cerita tentang manusia [yang katanya] pertama hidup di Bumi ini adalah Nabi Adam sudah sering kita dengar. Sejak masih duduk di Sekolah Dasar (SD), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), hingga ceramah-ceramah dari Ustadz/Ustadzah. Nabi Adam itu adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dari tanah. Kemudian Allah memerintah Malaikat, Jin dan Iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam. Namun hanya Iblis yang durhaka dan membangkang terhadap perintah Allah tersebut. Oleh karena itu Iblis di usir dari [yang katanya] Syurga.

Nabi Adam kesepian tinggal sendirian di Syurga. Lalu Allah menciptakan Hawa sebagai pendampingnya yang diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Mereka hidup bahagia, tapi segalanya berubah ketika Iblis menyerang. Iblis membisikkan kepada keduanya untuk memakan buah [khuldi] yang dilarang oleh Allah. Namun karena bisikan Iblis tersebut mereka berdua memakannya. Alhasil pakaian yang melekat pada tubuh merekapun tiba-tiba hilang. Allah marah akibat perbuatan mereka, lalu mengirim mereka turun ke Bumi dan dipisahkan keduanya di tempat yang berbeda. Butuh waktu yang lama sehingga akhirnya mereka berdua bertemu kembali dan berkembang biak melahirkan keturunan-keturunan Nabi Adam dan lahirlah kita.

Kurang lebih seperti itulah cerita yang kita ketahui selama ini dengan versi yang berbeda-beda, tetapi intinya tetap sama. Cerita itupun gw terima mentah-mentah dan percaya karena bersumber langsung dari guru ngaji dan guru agama. Entah itu memang sebuah kenyataan, legenda atau mitos, tetap saja cerita tersebut yang selama ini kita terima.

Semakin dewasanya umur, diiringi dengan semakin ingin tahunya tentang segala sesuatu. Tak terkecuali tentang Nabi Adam. Pertanyaan gw sederhana, sebenarnya lebih dulu mana Nabi Adam, Manusia Purba atau Dinosaurus? Banyak film yang gw tonton memperlihatkan bahwa manusia purba dan Dinosaurus itu hidup berdampingan. Kalau manusia purba itu yang pertama berarti Nabi Adam juga manusia purba donk?

Pernah juga mendengar bahwa manusia purba itu adalah manusia yang dikutuk karena melanggar perintah Allah. Dan manusia pada masa itu poster tingginya pun juga besar setara dengan tinggi Dinosaurus. Kalau dibandingan dengan sekarang itu sama halnya seperti kita manusia dengan kuda atau zebra. Sebanding. Tetapi Dinosaurus punah karena tidak mau ikut naik ke dalam kapal yang dibuat oleh Nabi Nuh.

Ada lagi yang mengatakan bahwa dulu sebelum manusia tercipta ada makhluk lain seperti setengah dewa yang sering berbuat kerusakan dengan selalu berperang dan saling membunuh di muka Bumi. Sehingga makhluk tersebut dimusnahkan oleh Allah dan digantikan oleh spesies bernama manusia yang ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi.

Masih banyak lagi versi-versi cerita yang pernah kita ketahui. Coba saja tanya di Mbah Google, pasti banyak sekali versi yang muncul. Gw tidak terlalu memusingkan mana yang benar dan mana yang paling benar. Seharusnya bisa gw cari tahu. Darimana? Dari yang telah tertulis dalam ayat-ayat cinta-Nya dan dari alam semesta ini, ilmu Qauliyah dan ilmu Kauniyah.


Hingga pada akhirnya gw dipertemukan oleh sebuah buku yang kontrovesial dengan penulis yang sama seperti buku Akhirat Tidak Kekal. Buku yang kali ini gw baca berjudul Ternyata Adam Dilahirkan. Nah loh!!! Berbanding terbalik dengan segala versi yang selama ini kita terima mentah-mentah.

Di dalam buku ini diceritakan tentang penciptaan Allah yang sebegitu rumit dan terencana. Dari mulai diciptakannya alam semesta, bumi hingga manusia. Penulis memiliki pemikiran yang unik, yang berbeda dengan kebanyakan orang termasuk gw. Penulis memadukan tafsir Al-Qur’an dengan ilmu-ilmu modern, seperti ilmu kedokteran, paleontologi dan astronomi. Penulis menuturkan cerita tentang sejarah bumi, penciptaan manusia dalam Al-Qur’an, kemudian penulis juga menceritakan tentang tabir genetika dan kemudian di bab terakhir menyatakan bahwa Nabi Adam itu ternyata dilahirkan.

Pemikiran penulis tak hanya memaparkan tentang makrokosmos seperti penciptaan alam semesta ini, tetapi juga ke mikrokosmos seperti bagian paling kecil dari sel-sel yang membentuk jaringan lalu organ dan akhirnya berbentuk makhluk hidup. Ah, dari pemaparan beliau ini mengingatkan gw ketika belajar biologi dan fisika. Biologi karena dulu pernah belajar tentang sel, jaringan, organ, genetik, asam amino dan blablablabla. Kemudian fisika tentang planet-planet, teori Big Bang dan lain sebagainya. Ini semua mengingatkan bahwa kita itu hanyalah makluk lemah yang tak berdaya, pandai-pandailah bersyukur pada yang Maha Kuasa, Maha Berencana, Maha Pencipta, Allah SWT.

Oke, intinya apa?
Gw mencoba menyimpulkan hasil dari pemikiran beliau. Penulis mengatakan dengan disertai ayat-ayat Al-Quran bahwa manusia pertama yang diciptakan bukanlah Nabi Adam, tetapi manusia sebelumnya, makhluk yang kita kenal sebagai manusia purba. Penulis menyebut manusia purba ini sebagai al-basyar yang artinya diciptakan dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan manusia (Nabi Adam) beserta keturunannya itu diciptakan dari tanah yang sudah gembur (saripati tanah atau pertemuan antara sperma dan ovum) lalu meniupkan ruh-Nya dan disebut al-insaan. Jadi Nabi Adam itu adalah al-insaan yang dilahirkan oleh al-basyar generasi awal. Penulis tidak menjelaskan siapa al-basyar yang pertama, namun penulis menjelaskan bahwa al-basyar diciptakan berbarengan atau langsung banyak.

Masa tersebut tak ada yang tahu, yang mengetahui hanya yang menciptakan, yakni Allah SWT. Namun kita diberi akal untuk berpikir. Sering kali di dalam ayat-ayat-Nya dibilang “....bagi kaum yang berfikir.”. Dan Allah juga akan mengangkat derajat untuk orang-orang yang berilmu. Mari sama-sama untuk terus belajar dan mencari tahu hal-hal yang baik dengan selalu dilandasakan oleh Al-Qur’an.

Yang mau baca bukunya bisa di cari di toko buku terdekat, Judulnya Ternyata Adam Dilahirkan, penulisnya Agus Mustofa. Atau jika ada yang mau minjam bisa hubungi gw.

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam ruh-Nya dan Dia menjadikan kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tapi) sedikit sekali kamu bersyukur” [QS. As Sajdah (32): 9]

Wallahu a’alam bishshawab.

Posted on Friday, March 14, 2014 by De Budi Sudarsono

No comments