Diantara teman-teman, gw termasuk dalam kategori kurus
jangkung, postur badan yang tinggi tetapi berat badan kurang. Ini bertahan
hingga gw lulus kuliah dan di wisuda. Tapi semuanya berubah, setelah negara api
menyerang. Hehe. Semua berubah pasca kuliah, semenjak kerja, berat badan gw
mulai tak terkontrol. Secara visual banyak yang bilang gw sekarang gemuk, lebih
berisi, mukanya bulat dan yang lebih ga enaknya lagi banyak yang bilang gw buncit,
haha. Sampai akhirnya gw beli timbangan badan, berat badan gw berkisar 75-79
kg. Wooow, angka yang fantastis. Naik 10 kg sejak gw lulus. Panik tralalatrilili.
Nyokap marah-marah. Yang gw khawatirkan adalah gw takut banyak penyakit di
dalam tubuh orang yang kegemukan, seperti diabetes, kolesterol atau yang
sejenisnya.
Jika gw menilik ke belakang, tak ada yang berubah dari pola
makan gw. Mungkin asupannya saja yang lebih bergizi daripada saat masih kuliah,
yang mesti berhemat di kosan hehe. Olahraga masih aman, seminggu sekali pasti
lari ke senayan, kadang-kadang di tambah main futsal. Lalu apa yang menyebabkan
berat badan ini melesat?..Oh sepertinya [dugaan gw] ini karena aktifitas gw
yang lebih sedikit dibandingkan saat gw masih sekolah. Lebih santai, tidak
terlalu tertekan, dan tidak stres. Jadi energi yang masuk tidak semuanya
dikeluarkan. Alhasil masih tersimpan dalam bentuk lemak. Ya, karena perut sudah
mulai ada lipatan, lipatan lemak.
Gw harus bisa mengontrol berat badan gw, minimal perut ga
buncit dan tidak ada penyakit di dalam tubuh. Tapi apa daya?. Niat mau olahraga
3x dalam seminggu pun hanya menjadi wacana. Puasa senin-kamis pun masih
bolong-bolong. Ngemil di kantor tak bisa di tahan. Kerja hanya didepan
komputer. Yaudahlah yang penting gw sehat, haha.
Siang tadi ketika gw lagi serius kerja didepan komputer, ada
info kalau di lantai atas ada presentasi dari Tropicana Slim, dan bisa cek
kadar gula darah dan berat badan juga, gratis. Nah yang gratis ini yang gw cari,
haha. Gw antusias, karena gw belum tau kadar gula darah gw berapa semenjak gw
jadi gemuk. Dari sini bisa dilihat apakah kita terkena diabetes atau tidak.
Mereka ke sini pasti sebagai ajang promosi produk mereka. Presentasinya
tidak lama, tapi cukup menarik. Jenis-jenis makanan yang dikonversi dengan beberapa
sendok teh gula pasir. Misalnya, sepotong martabak itu setara dengan 3 sendok
teh gula pasir, minuman bersoda mencapai 10 bahkan lebih sendok teh gula pasir.
Intinya sih kita harus hati-hati dalam mengkonsumsi makanan, apalagi yang junk
food dan minuman bersoda harus dikurangi bahkan kalau bisa dihindari.
Setelah presentasi barulah dimulai tuh cek gula darahnya. Sambil
ngantri gw deg-degan, apakah kadar gula darah dalam tubuh gw ini normal atau
malah berlebih dan jadi diabetes?. Giliran gw pun tiba. Pas di cek hasilnya 78
mg/dl. Ha? Nilai yang cukup rendah, karena ragu petugasnya ngecek lagi,
sekarang pake jari tangan kanan gw. Dan hasilnya tetep sama 78 mg/dl. Ini masuk
kategori normal, tetapi normal yang cenderung rendah. Kalau mencapai 140-199
itu waspada diabetes, dan jika diatas 200 mg/dl termasuk diabetes. Tapi gw
bersyukur masih jauh dari yang namanya diabetes.
Lanjut ke cek berat badan. Petugasnya memakai alat khusus
dengan memasukkan umur gw (24 tahun) dan tinggi badan (178 cm). Gw naik ke atas
timbangan. Hasilnya sangat mengejutkan, haha. Berat badan gw 77,5 kg. Sedih pas
ngeliat, ya Allah saya berat dimana ya? Berat di daging? Otot? Tulang? Lemak? Atau
berat di dosa?
Kemudian bisa dilihat persentase lemak dalam tubuh, nah lemah
di tubuh gw mencapai 32%, angka yang cukup besar dengan angka normalnya itu
untuk pria 10-20% saja, dan gw masuk kategori + atau di atas normal, dari tiga
kategori yaitu 0 (normal), + (di atas normal), dan ++ (sangat melebihi normal).
Dan ternyata gw berat di lemak. Tambah sedih. Indeks Masa Tubuh (IMT) gw sebesar 24,5. Lagi-lagi di atas
normal. Normalnya itu 18-23. IMT ini bisa dihitung sendiri dengan membagi berat
badan (kg) dengan tinggi badan kuadrat (m2).
Dari hasil diatas bisa disimpulkan sementara bahwa gw
alhamdulillah tidak terkena diabetes, tetapi gw kelebihan berat badan, ya
walaupun sedikit di atas normal. Nah kelebihan berat badan ini yang bisa memicu
timbulnya penyakit kolesterol tinggi. Dan gw ga mau terkena penyakit itu.
Oke, mulai sekarang gw harus jaga makanan yang akan masuk ke
mulut gw ini. Jangan yang berlemak dan jangan pula yang berminyak. Olahraga
mesti ditingkatkan. Jangan tidur sehabis makan.
Menjaga kesehatan merupakan salah satu wujud tanda syukur
kita kepada Allah yang telah menciptakan tubuh ini dengan sangat kompleks,
lengkap dan sempurna. Bisalah ya..
0 komentar:
Post a Comment