Tuesday, December 31, 2013


Ko gw merasa aneh ya kenapa setiap tahun baru segera datang semuanya berbondong-bondong merayakan dengan suka-cita, yang anehnya lagi ini dilakukan secara berlebihan (banyak panggung berjamuran di malam tahun baru). Entah sudah menjadi sebuah kebiasaan atau memang tidak mengetahui hakekat dari pergantian tahun itu sendiri. Jika dipikir-pikir kan arti datangnya tahun baru itu berarti semakin dekat kita dengan kematian, semakin berkurangnya umur kita. Nyatanya tanpa disadari kitapun juga larut akan suka-cita itu. Aktifitas apa yang biasanya dilakukan ketika menyambut tahun baru? Kalau gw (mikir keras mengingat-ingat), hmmmm kadang hanya di rumah bersama keluarga sambil nonton TV yang acaranya kebanyakan acara musik atau film, kadang juga bersama teman-teman SMA kumpul disalah satu rumah teman sambil bakar-bakar jagung dan ayam, pernah juga hanya di kontrakan dan dilewati dengan tidur doank. Hal yang paling jarang gw lakukan adalah “Muhasabah Diri”, ini baru sekali gw lakukan, tepatnya saat gw di Bogor, saat menyambut tahun 2010, saat dikontrakan gw yang pertama.

Sebentar lagi tahun ini (2013) dalam hitungan jam segera berakhir dan tahun barupun (2014) segera datang. Satu tahun memang tak terasa, padahal baru saja kemarin gw lulus kuliah dan keluar SKL, eh sekarang sudah harus berganti tahun lagi. Sebelum membuat Resolusi untuk satu tahun kedepan, gw ingin me”review” apa-apa saja yang telah gw lakukan dan alami selama satu tahun ke belakang ini. Sebagai sebuah rujuan untuk membuat resolusi tahun depan dan sebagai pembelajaran agar tidak terjatuh dilubang yang sama lagi.

...[Mikir keras mengingat-ingat]...

Januari
Gw masih santai karena baru dapat SKL, baru mulai buat CV untuk melamar pekerjaan. Ikut Job Fair di Senayan, menebar pesona kebeberapa perusahaan, salah satunya adalah BRI (Program Pengembangan Staf). Di akhir bulan ikut psikotest dan interview di Adira (sebagai staf Risk). Baru membuat blog dan mencoba untuk menulis di blog.

Februari
Kesana-kemari memenuhi panggilan psikotest dan interview. Dalam satu waktu, di hari Jumat, di akhir bulan ini ada 3 panggilan, semuanya dari Bank. BTPN sebagai MMDP, Bukopin sebagai MT Audit dan BRI sebagai PPS. Gw memutuskan untuk ikut yang BRI, disini baru test awal, interview awal. Memulai kursus bahasa inggris di English First (EF) selama 4 bulan.

Maret
Masih menjadi pengangguran dan menjadi laki-laki “panggilan”. Beberapa ada yang tidak gw penuhi undangannya, karena bentrok maupun karena perusahaan ataupun posisinya tidak sesuai. Ikut psikotes-TOEFL-interview HRDnya BRI. Dua hari sebelum tanggal kelahiran gw, gw diterima di Adira sebagai staf Risk Management.

April
Gw lolos BRI ke tahap interview direksi. Gw resign dari Adira (baru sebulan kerja, yang padahal belum tentu gw di terima di BRI). Akhir bulan gw di wisuda.

Mei
Alhamdulillah gw lolos interview direksi BRI, selanjutnya tahap Medical Check-up yang 90% pasti lolos. Ternyata gw termasuk yang 10%nya. Gw marah sama Allah, iman gw dalam posisi paling lemah, menyalahkan Allah. Bulan terakhir kursus bahasa inggris di EF.

Juni
Mencoba untuk bangkit dan segera move-on. Apply ke Bisnis Indonesia sebagai staf statistician. Ikut psikotest dan interview di Bisnis Indonesia.

Juli
Awal bulan mulai kerja di Bisnis Indonesia.

Agustus
Lolos pemberkasan tahap awal di Bank Indonesia. Tidak ikut psikotest dan TOEFL karena belum siap dan waktunya di jam kerja.

September
Ikut mendaftar CPNS di Kemenkeu, ESDM, BPS dan Kemendikbud.

Oktober
Test di Kemenkeu dan ESDM, langsung gagal di tahap TKD awal CAT. Tidak ikut test BPS karena di Riau.

November
Ikut test awal Tes Kemampuan Dasar (TKD) di Kemendikbud.

Desember
Ikut test kedua Tes Kemampuan Bidang (TKB) di kemendikbud. Sudah setengah tahun kerja di Bisnis Indonesia.

Selama satu tahun ini sebagian besar waktu dipergunakan untuk ikut seleksi kerja, baik itu di swasta, BUMN hingga PNS. Setelah masuk di dunia kerja di Perusahaan Swasta (masuk pukul 12.00 s/d 21.00), waktu pagi hingga siang belum digunakan secara produktif dan maksimal, seringnya digunakan hanya untuk sarapan kemudian tidur lagi. Kemampuan excel bertambah dan wawasan tentang Pasar Modal serta perkembangan kondisi ekonomi di Indonesia mulai terbangun. Namun skill statistika yang merupakan background pendidikan gw hingga sekarang belum digunakan sebagaimana mestinya. Hasil kursus EF nol besar. Masih seperti keledai yang selalu jatuh di lubang yang sama, masih suka berbuat yang dilarang oleh Allah. Tidak seharusnya gw marah ke Allah gara-gara terus-menerus mengalami kegagalan dalam hidup, contoh terbaru yang gagal di BRI. Hafalan An-Naba hilang. Beberapa surah di Juz Ama juga mulai hilang-hilangan. Sehari hanya tadarus selembar saja, bahkan pernah/sering tidak membaca Al-Quran dalam sehari.

Semoga tahun depan dan seterusnya bisa jauh lebih baik lagi. Yang buruk-buruk segera ditinggalkan dan yang baik-baik makin ditingkatkan.



Posted on Tuesday, December 31, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Tuesday, December 17, 2013


Boi boi boi, mana nih katanya kantor lu sekarang deket sama rumah gw? Aah bohong lu boi. Masa minimal seminggu sekali aja lu ga mau sih berkunjung ke rumah gw? Apakah gw punya salah sama lu boi? Atau pekerjaan lu di kantor sebegitu banyaknya kah sampai-sampai berat sekali melangkahkan kaki lu ke rumah gw?Gw kangen sama lu boi. Hmmm masih ingat ga lu boi kapan kita terakhir berbincang-bincang sampe mulut kita berbusa gara-gara tertawa? Aah pasti lu ga inget kan boi..

Boi, kabar teman-teman statistik gmn? Udah pada lulus semua kan? Apa ada yang belum? Kalau teman-teman mentoring kita gimana kabar mereka? Gw kangen nih boi, mereka juga ga pernah maen ke rumah gw.

Ohiya pasti diantara teman-teman kita udah ada yang nikah ya? Wah boi maaf banget nih gw jadinya ga bisa dateng ke acara sakral mereka, kalau lu dateng tolong salamin ya semoga teman-teman gw yang nikah bisa menjadi keluarga yang samara, begitupun dengan lu boi, jangan kelamaan lah, nunggu apa lagi buruan nikah. Kalau lu udah punya anak, ajak anak lu maen ke rumah gw, pasti gw bakal seneng banget punya ponakan, hehehe.

Boi, ingat ga boi saat langit sebiru hari itu, birunya bagai langit terang benderang, sebiru hari kita bersama di sana.

Boi, ingat ga boi saat seindah hari itu, indahnya bak permadani taman syurga, seindah hati kita walau gw tahu bahwa kita kan terpisah.

Boi bukankah hati kita telah lama menyatu, menyatu dalam tali kisah persahabatan illahi kan ya, pegang erat tangan gw terakhir kalinya boi, anggaplah tangan gw ada disebelah lu, hapus air mata lu meski kita sudah terpisah. Selamat tinggal teman, tetaplah berjuang semoga kita bertemu kembali. Kenang masa indah kita sebiru hari itu.

Seseorang yang merindukan lu boi..
Salam buat teman-teman ya..

Posted on Tuesday, December 17, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments

Thursday, December 12, 2013


#Pasti. Semua kosakata yang ada dibumi ini #pasti hanyalah buatan manusia saja. Apapun itu jenis bahasanya. Walaupun memang #pasti ada campur tangan Tuhan didalamnya. Seperti halnya kosakata GAGAL. KEGAGALAN.

Bagi gw,  ketika membicarakan tentang KEGAGALAN, itu seperti membuka luka lama, sakit karena mengingat masa-masa itu lagi. Ya kapan-kapan akan gw ceritakan tentang perjalanan rasa itu dipostingan gw berikutnya. Yang semestinya patut kita perhatikan adalah cara kita menerima KEGAGALAN tersebut. Hmmm, gw pun hanya menjadi seorang yang menduga-duga. Mungkin doa atau harapan kita tersebut gagal karena Allah mengabulkan doa-doa kita yang lainnya. Misalnya kita berdoa minta keselamatan di dunia dan akhirat. Terus kita berdoa minta diluluskan menjadi anggota TNI. Eh ternyata kita gagal masuk TNI, itu karena Allah mengabulkan doa kita yang minta keselamatan didunia dan akhirat. Mungkin saja kalau doa masuk TNI itu dikabulkan terus kita melupakan Allah dan kita tidak selamat didunia apalagi di akhirat. Ya lagi-lagi gw hanya bisa menduga-duga saja. Yang #pasti Allah tahu jalan yang terbaik buat kita. Walaupun buat gw mungkin saja kita sangat berat sekali menerima yang namanya KEGAGALAN. Ah ini berarti indikasi kita belum ikhlas.

Ikhlas itu progres yang sangat lama. Ketika menerima sebuah KEGAGALAN, gw belum bisa langsung ikhlas. Ada perasaan sakit yang menusuk-nusuk. Hanya butuh waktu. Ya seperti sekarang ini, saat gw menulis tulisan ini. Seketika gw baru sadar bahwa gw selama ini hanya bekerja sendirian. Gw hanya mengandalkan diri gw sendiri. Dan selebihnya, soal hasil barulah gw memasrahkan diri kepada yang Maha Memutuskan. Memang seharusnya seperti ini kan ya? Ahh pemikiran seperti inilah yang membuat gw tidak ikhlas menerima KEGAGALAN. Ketika sudah berjuang tetapi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan pasti sangat terguncang.

Terguncangnya gw ketika gagal bisa dibilang karena iman yang masih naik-turun, mungkin malah turun terus.

Harusnya gw bisa berkolaborasi dengan Allah, dari awal hingga akhir sebuah proses. Karena sekarang bukan lagi zamanya Aku, tapi zamannya Kita. Ya, Aku dengan-Mu ya Allah.


Ini bukan tentang Aku, tapi tentang Kita. Aku denganmu keluargaku. Yaa, Aku denganmu Mama, Bapak dan Adikku.

Ini bukan lagi tentang Aku, tapi tentang Kita. Aku dengan perasaan dan harapanmu Mbah Putri.

Ini bukan lagi tentang Aku seorang, tapi Kita. Aku dengan sepupuku, dengan saudaraku.

Ini bukan lagi tentang Aku, tapi tentang Kita. Aku denganmu wahai temanku, sahabat-sahabatku.

Kalimat-kalimat itu yang sampai sekarang terus terngiang-ngiang dipikiran gw. Semoga ini bisa memberi power yang positif buat kehidupan gw.

Semalam, ketika sangat berat untuk bangun di sepertiga malam. Kalimat itu terngiang lagi. “Sekarang bukan lagi tentang Aku, tapi Kita, Aku dengan Allah”. Ada kekuatan yang akhirnya gw bangun, wudhu dan solat. Efek yang langsung gw rasakan karena melibatkan Allah, bukan diakhir, tapi berkolaborasi.

Harapan gw, inipun bisa menjadi mantra buat gw dalam membantu mama dan bapak bekerja. Menuruti kemauan adik. Menjaga perasaan mbah putri di alam sana, mencapai harapan mbah putri agar cucu laki-laki pertamanya ini sukses. Membantu tanpa pamrih sepupu-sepupu gw. Dan menjadi sahabat yang baik buat teman-teman gw.


Berharap dengan ini gw bisa lebih menerima yang namanya KEGAGALAN. Melakukan sesuatu bukan hanya buat gw. Dan ketika malas melakukan sesuatu, segera ingat mantra ini dan bangkit, ingat efeknya itu bukan hanya ke gw, tapi kita. Karena sekarang bukan lagi zamannya Aku. Tapi zamannya Kita. 

Posted on Thursday, December 12, 2013 by De Budi Sudarsono

1 comment

Monday, December 09, 2013


Dua ribu delapan, Masjid Al-Hurriyyah, kampus IPB Bogor. Waktu dan tempat dimana kita dipertemukan untuk pertama kalinya. Saat itu kita hanyalah mahasiswa baru yang sangat mentah. Masih ingatkah saat itu saudaraku?. Ketika itu gw melihat sosok laki-laki bertubuh besar dan berkulit agak gelap. Iya, itu dirimu. Maaf, jujur saat pertama kali bertemu denganmu gw takut, dimata gw kau terlihat sangat menyeramkan, gw berpikir kau itu seorang jagoan.

Ketakutan itu rupanya masih berlanjut ketika ternyata kita berada dalam satu kelompok kecil yang sama. Ya, kita berada dalam satu kelompok mentoring yang sama. Akhirnya kita berkenalan.Bla bla bla, ber-haha-hehe. Dan ternyata kita memiliki cerita yang hampir mirip. Kau diterima di Kimia FMIPA UNJ dan gw di Matematika FMIPA UNJ. Tapi akhirnya kita sama-sama tidak mengambil itu karena kita lulus SNMPTN di jurusan yang sama, jurusan Statistika IPB. Kesan menyeramkan dari visual gw pun luntur ketika perkenalan pertama itu membaur menjadi sangat menyenangkan. Hari itu menjadi hari yang bersejarah buat kita sebagai seorang sahabat. Aah, sepertinya gw tak pantas disebut sahabatmu.

Setiap jam perkuliahan kita selalu duduk paling depan, walaupun belum tentu gw mengerti dengan materi yang diberikan oleh dosen. Tapi kau selalu bersemangat ketika menyimak dosen mengajar, walau tak jarang gw melihatmu tertidur. Setiap pulang kuliahpun kita jalan bareng bersama yang lainnya menuju asrama. Bercanda dan tertawa. Sifatmu sangat konyol dan kocak, kesamaan sifat inilah yang membuat kita menjadi sangat akrab. Aah, tapi tahu kah kau wahai saudaraku? Sebenarnya gw sangat iri kepadamu. Ternyata kau sangat pintar, nilai-nilai ujian pertamamu (UTS) sangat tinggi, Biologi, ya nilai Biologimu tertinggi dikelas, begitupun dengan nilai-nilaimu yang lain. Gw kesal, gw iri kepadamu. Dan sejak saat itu gw tidak hanya menganggapmu sebatas sahabat, tetapi juga mejadikanmu sebagai saingan. Semenjak saat itu hingga semester akhir, setiap ada pengumuman nilai ujian, pasti gw selalu melihat nilaimu, membandingkan nilai gw dengan nilaimu.

Satu tahun kita tinggal di asrama, walaupun berbeda gedung tapi kita tak jarang saling mengunjungi. Tugas-tugas kuliah yang sangat banyak itu membuat kita saling mengunjungi kamar masing-masing. Lulus dari asrama kita memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah dekat kampus bersama yang lainnya. Gw memiliki sebuah keluarga baru, bersama dirimu dan delapan orang lainnya. Tinggal dalam satu atap membuat gw bisa melihat karakter dirimu dengan sangat baik. Tidur, makan, solat, tadarus, bersih-bersih dan segala aktifitas kita lalui bersama. Dan apakah kau masih ingat saudaraku? Setelah setengah tahun kita mengontrak rumah itu, diliburan semester kita jalan-jalan ke Jogja. Pertama menginap di rumah kakeknya Raka (dirimu menyebutnya Babeh), lalu menginap dirumah kakek gw (dirimu akhirnya mengetahui nama panggilan gw) dan terakhir kita menginap dirumah kakeknya Dipo. Candi Prambanan dan Candi Borobudur menjadi saksi perjalanan kita, perjalanan hati para pelancong dari Bogor.

Banyak moment yang gw lalui bersamamu wahai saudaraku. Saat kita survey dari Bogor keliling Jakarta naik sepeda motor, dua kali ban motor bocor. Saat kita survey ke Jakarta Utara naik kereta api dan keretanya mogok. Saat kita ke Jogja. Saat kita mabit di Masjid kampus. Saat kita mentoring. Saat kita nonton bioskop. Saat kita belajar. Saat kita bermusyawarah. Saat kita berada dalam satu kepanitiaan yang sama. Saat berada di kelas. Saat dirimu cerita tentang kegalauanmu. Saat kau bingung dalam memutuskan sesuatu. Saat dirimu mengeluh karena kepalamu sering sakit.  Saat saat saat yang lainnya yang sudah gw lalui bersamamu. Semoga kau masih ingat wahai saudaraku.

Kau sudah gw anggap sebagai saudara, sahabat dan keluarga. Tapi gw tak pantas rasanya kau anggap sebagai seperti itu.

Gw tidak ada disaat kau sedang sakit. Gw sibuk mengurusi kehidupan gw sendiri. Hingga akhirnya kau divonis mengidap tumor otak. Saat mendengar berita itu gw langsung buru-buru menelpon ibumu untuk mengklarifikasi berita tersebut. Dan ternyata benar. Gw langsung down. Gw tak bisa berkata-kata lagi. Selama ini kau selalu mengeluh kepada gw tentang dirimu yang sering sekali pusing. Ternyata kau memiliki penyakit yang sangat ganas. Kau boleh tak memaafkanku wahai saudaraku. Gw tak bisa berbuat banyak ketika kau berbaring di rumah sakit di Jakarta dan sempat dirawat di Surabaya. Yang gw lakukan hanyalah berdoa disetiap solat untuk kesembuhan dirimu. Gw hanya menjengukmu sekali. Ya hanya sekali. Seorang sahabat hanya sekali menjenguk? Harusnya seminggu sekali gw bisa mengunjungimu. Tapi gw terlalu sibuk dengan urusan gw sendiri di kampus. Kau pasti kesepian, kau pasti butuh teman disaat-saat kritis. Maafkan gw. Maaf gw tak ada disaat dirimu membutuhkan seorang teman. Penyesalan ini menjadi tak berarti. Gw minta maaf Den, Gw minta maaf Den, Gw minta maaf. Maafkan gw wahai Denny Andrian.

Beberapa operasi yang dilakukan sepertinya belum sanggup membuatmu bertahan hingga kepalamu dibotak pelontos. Tapi alhamdulillah akhirnya Allah mengangkat penyakitmu den, sayangnya tidak hanya penyakitmu saja yang diangkat, tetapi juga rohmu. Innalillahi Wainailaihirojiun. Minggu pagi gw bangun sekitar pukul 05.00 dan langsung dapat berita duka tentang kematianmu. Beberapa menit gw tak dapat membendung air mata ini. Gw langsung mandi, solat subuh dan langsung menuju ke rumahmu, didaerah Jakarta Pusat. Selama perjalanan gw merasa bersalah karena gw tidak ada didekatmu ketika dirimu berjuang untuk terus hidup. Gw merasa menjadi makhluk yang tak berguna, seseorang yang membiarkan sahabatnya sendirian dalam berjuang. Den, maafin gw den. Maafin gw.

Kau dimakamkan hari Minggu siang. Bibir bawah gw gigit sekeras-kerasnya untuk membendung air mata ini jatuh menetesi tanah pemakamanmu. Saat dirimu dimasukkan ke liang lahat, saat ayahmu mengazankanmu hingga kau ditutupi oleh tanah. Gw hanya bisa menahan rasa yang begitu menusuk-nusuk hati gw ini. Den, maafin gw.

Oiya, tahukah kau den? Ah gw yakin kau tahu. Beberapa bulan setelah kau tiada akhirnya gw wisuda dan bekerja. Kantor gw berada tepat disamping tempat peristirahatanmu. Gw sekarang bekerja didaerah Karet, disebelah area pemakamanmu. Dari atas lantai 5 setelah selesai solat, gw selalu memandang makammu. Tapi maaf, masih dapat dihitung dengan jari gw mengunjungi tempat peristirahatanmu.

Selamat jalan sahabatku. Semoga kau ditempatkan ditempat yang layak di sisi-Nya. Maafkan gw yang tidak bisa menjadi sahabat yang baik. Terima kasih atas segala pengalaman hidup bersamamu. Terima kasih telah menerima gw apa adanya. Terima kasih den, Maafin gw. Semoga kelak di Syurga-Nya kita masih bisa dipertemukan kembali layaknya sahabat. Aamiin.

 
Alm. saat ospek.
tweet terakhir Alm.
status terakhir alm.
Alm. ketika di Rumah Sakit.



Alm.bersama teman-teman sejurusan.


Alm.saat dimakamkan.


































Posted on Monday, December 09, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments

Thursday, November 21, 2013


Seorang motivator pernah berbicara begini ke gw, “Bermimpilah kamu setinggi-tingginya”. Di Novel Sang Pemimpi, seri kedua Novel Laskar Pelangi pun si Arai berkata “Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Terakhir gw baca buku yang isinya kata-kata mutiara, salah satu kalimatnya berbunyi, “Bermimplah kamu setinggi bulan di angkasa, karena jika jatuh kamu akan tersangkut di antara bintang-bintang”. Dan semenjak itu gw menjadi sangat bersemangat untuk menuliskan semua mimpi-mimpi gw di kertas. Gw bersemangat, bergairah akan mimpi-mimpi gw ini. Dan saat itu pula gw memutuskan untuk menambah waktu tidur gw. Gw bakal tidur selama yang gw sanggup. Iya, biar gw bisa terus bermimpi. -__-“ #JanganAnggapSerius

Berbicara tentang mimpi, itu tak khayalnya hanya sebatas bunga tidur saja. Semalam gw bermimpi, dan seperti biasanya kalau bermimpi pasti random, awalnya disini tiba-tiba berubah tempat, tadinya bertemu si A tiba-tiba ngobrol sama si Z. Ga jelas? Emang. Ya begitulah namanya mimpi. Yang gw ingat dari mimpi gw semalam itu adalah gw bertemu dengan orang yang pernah ada dalam kehidupan gw. Orang yang berpengaruh dalam hidup gw. Serius, ini perempuan. Dua orang perempuan. Keduanya cantik dan pintar. Dan gw tidak akan bisa melupakan mereka dalam hidup gw. Keduanya sangat berjasa dalam mengembangkan diri gw. Mereka adalah bu Anik dan bu Yeni. Dosen pembimbing skripsi gw.

sumber foto: facebook.com
Dalam mimpi itu gw dibawa ke sebuah ruangan yang memang tidak asing lagi buat gw. Di ruangan dosen, di departemen [jurusan] gw. Gw masuk dengan pelan-pelan dan bertemu dengan bu Yeni [Pembimbing 2], beliaupun langsung menyapa gw dan bertanya ada apa nih budi ke sini?. Gw sambil cenge-ngesan bilang mau bersilaturahim aja bu. Tak lama kemudian bu Anik [Pembimbing 1] melihat gw dan kita saling bertanya kabar. -Tamat- . Iya, sampai sini doank gw mimpiin beliaunya. Tiba-tiba gw dibawa ke sebuah tempat yang dingin, di pinggir pantai dan bermain basah-basahan. Saking senengnya basah-basahan, ternyata pas bangun gw ngompol.#Ngaco.

Sadar bahwa itu semua hanya mimpi akhirnya gw terbangun dari tidur dan langsung solat Subuh. Ketika berzikir, gw teringat akan mimpi gw tadi. Bukan yang ngompol loh ya. Tumben amat gw mimpi beliau, jadi kangen mereka. Gw langsung sadar sekarang bulan November, satu tahun yang lalu di tahun 2012 di bulan ini gw mempertanggungjawabkan hasil Penelitian [Sidang] gw. Langsung setelah solat gw buka laptop untuk mengingat kembali tanggal berapa gw sidangnya. Gw sidang hari Senin, 26 November 2012. Dan ketika gw lihat slide presentasi dalam bentuk PowerPoint, itu gw buatnya tanggal 21 November 2012. Tepat satu tahun yang lalu dari hari ini 21 November 2013. Semua memang tidak ada yang kebetulan. Ya walaupun sedikit maksa, hehe. Oiya dan sebelum sidang, gw mempresentasikan hasil penelitian gw terlebihdahulu di depan publik [Seminar] di tanggal 1 November 2012. Ooooh rupanya ini yang membuat gw bermimpi tentang kedua dosen gw tadi. Sebuah ikatan yang cukup kuat rupanya. #Hweek.

Tiba-tiba jadi mengingat perjuangan dalam menyelesaikan studi S1. Perlu lebih dari 6 bulan untuk benar-benar menyelesaikan syarat akhir kelulusan ini. Tidak ada yang instan, semua memang harus ada sebuah proses.

Buat teman-teman [pembaca] yang masih baru mulai skripsi, atau yang sudah di tengah jalan, atau yang berniat untuk bermalas-malasan mengerjakannya, segeralah untuk terus bermimpi, #eh. Maksudnya teruslah berjuang apapun yang terjadi, selesaikan dengan keringat kita sendiri. Ingat bahwa semua ada prosesnya, tidak ada yang serba instan di bumi ini, mie istan aja tidak instan, mesti harus di buka dulu bungkusnya lalu di masak di air mendidih.

[Opini gw].
Faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya skripsi kita adalah diri kita sendiri, dosen pembimbing, dan doa orangtua. Faktor-faktor lain di luar itu hanyalah faktor pendukung saja.

#DiriSendiri
Yang namanya skripsi tidak akan selesai jika kita tidak mengerjakannya, bukan orang lain. Yang berfikir, yang bertindak, yang menulis, yang yang yang yang lainnya ya tentu saja diri kita sendiri. Masalah-masalah skripsi ya tidak jauh-jauh dari bingung menentukan topik penelitian, sulitnya mengumpulan data primer atau mencari data sekunder, susahnya memperkaya literatur dari berbagai referensi, saat mengolah data yang hasilnya ternyata diluar dugaan kita, banyaknya asumsi-asumsi yang terlanggar, terbatasnya kemampuan kita saat menggunakan software yang digunakan, hingga kesulitan merangkai kata-kata dalam menulis skripsi. Nah itu semua pasti dialami oleh yang pernah buat skripsi dan bakal dialami oleh yang akan membuat skripsi. So, enjoy lah. Kerena semua itu kita yang mengerjakan, pastikan bahwa kondisi fisik kita tetap oke, jaga asupan makan dan vitamin dalam tubuh. Kondisi rohani juga mesti kuat, banyak-banyak solat duha dan solat tahajud, tadarus tiap selesai solat subuh dan magrib. Dan tak lupa tetap menjaga semangat. Jika suatu ketika di dalam perjalanan proses ini mengalami sebuah hambatan yang sangat keras, tak apa jika mau menangis, menangislah jika itu membuat kita lebih lega, tapi jangan sampai kehilangan semangat. Syukur-syukur kita nangisnya pas di sepertiga malam, curhatlah sama yang Maha Mendengar.

#DosenPembimbing
Kalau mendengar kakak tingkat [senior] tentang dosen pembimbing kebanyakan dari kita pasti langsung down dan takut. Hati-hati, karena itu bisa menjadi mindset kita di awal. Gw yakin, sesungguhnya para dosen pasti menginginkan mahasiswa bimbingannya bisa lulus dengan cepat dan mendapat hasil yang tidak asal-asalan. Mereka pun ingin memperlihatkan kepada kita bahwa dunia pasca kampus itu jauh lebih sulit jika kita tidak mempersiapkannya dengan baik. Saran gw sih, apapun yang dosen pembimbing katakan jika itu masih seputar skripsi kita, alangkah baiknya kita turuti. Ya paling seputar penguatan latar belakang masalah [fakta], tambah metode atau membandingkan dengan metode ini-itu, tampilkan dalam bentuk chart, dan lain sebagainya. Dosen itu juga manusia yang memiliki kesibukan, malah kesibukannya pasti melebihi kita. Dosen pembimbing tidak hanya membimbing kita saja, pasti beliau punya beberapa mahasiswa bimbingan, belum lagi mahasiswa bimbingannya yang S2. Dosen juga harus mengajar mata kuliah setiap minggunya, bahkan mungkin hampir setiap hari, dan mungkin ngajar juga di S2. Tapi gw yakin para dosen pembimbing tersebut pasti sudah komitmen menerima kita sebagai mahasiswa bimbingannya. So, kejar terus. Ingat, kita loh yang butuh mereka, bukan mereka yang butuh kita. Oiya, tips nih buat yang smsnya lama di bales sama dosen atau bahkan jarang di bales. Kalau gw setiap mau sms pasti gw pikirin dulu malam harinya, dan gw ketik di hp terus save. Lalu besok paginya setelah solat subuh baru gw kirim. Menurut gw jika sms pagi-pagi itu lebih sopan, karena dosen belum sibuk. Nah, jika pagi-pagi sudah berkomunikasi, ketika siang atau sore lagi ada sesuatu yang penting yang harus kita komunikasikan dengan beliau, gw yakin beliau pasti akan bales. Tapi ingat, jangan tiap hari juga smsnya. -__- . Terakhir, sebelum meninggalkan tempat bimbingan, jangan lupa di catat semua yang diminta oleh dosen, dan tanyakan ke beliau kira-kira kapan bisa bimbingan lagi. Ini sebagai bukti keseriusan kita. Ketika sudah ditentukan, kita harus menyelesaikan apa-apa yang diminta beliau saat bimbingan sebelumnya. Sip.

#DoaOrangtua
Ini yang tidak kalah pentingnya. Jangan lupa minta selalu didoakan oleh kedua orangtua kita. Jika bukan seorang yang merantau, atau yang merantau tapi tidak terlalu jauh, pulanglah ke rumah walaupun sebulan sekali. Minta doa semoga diberi kelancaran untuk semua proses yang akan kita lalui. Efeknya? Ajaib dan Mujarab. Gw udah membuktikannya. Ingat, ridhonya orangtua adalah ridhonya Allah ke kita juga. GoodLuck.

Untuk mengakhiri tulisan ini, gw tahu pasti pada penasaran kan dengan judul skripsi gw. Hahaha. Oke semoga tips diatas bermanfaat.

“Identification of Factors that Influence on the Number of Crime with Spatial Analysis Approach (Case Study: 42 Districs in Jakarta Year 2011)”. Itu judul skripsi gw, gw buat pakai bahasa inggris biar keliatan lebih keren, haha. :D

De Budi Sudarsono

sumber gambar: google.com




Posted on Thursday, November 21, 2013 by De Budi Sudarsono

1 comment

Monday, November 18, 2013


Aaah libur cuma 2 hari doank...
Aaah liburanpun cuma di rumah aja...
Aaah besok udah hari Senin lagi aja...
Aaah mending tidur lagi aja dah...

Hayooo siapa yang pernah punya pikiran seperti salah satu dari kalimat di atas? Hehehe. Yang bosan dengan rutinitas kesehariannya pasti tak lepas dengan kalimat-kalimat seperti itu. Bener ga sih? Hmmmm menurut penelitian gw sih dengan mengambil beberapa sampel, cukup bukti untuk mengatakan bahwa kalimat-kalimat di atas benar dengan taraf nyata 90%. #HalahNgaco.

Ya mungkin satu diantara banyaknya manusia [robot] pekerja seperti gw ini sudah tak asing lagi dengan kalimat-kalimat seperti di atas. Karena sudah bosan dengan munculnya kalimat-kalimat di atas, gw mencoba mencari aktifitas diluar rumah, apapun itu. Contohnya minggu kemarin gw pergi ke HelloFest, ada di postingan gw sebelumnya. Kenapa harus di luar rumah? Karena kalau di rumah bawaanya mau tidur terus, enak sih tidur, tapi ketika bangun ada perasaan menyesal karena waktu berlalu dengan cepat dan tau-tau sudah harus kerja lagi aja besokkannya. Beda halnya saat gw masih menjadi mahasiswa, setiap Sabtu dan Minggu pasti ada aja yang namanya kegiatan atau acara. Dan ketika di hari itu tidak ada kegiatan pasti gw manfaatkan dengan tidur [hibernasi], haha. Setelah bekerja di dunia pasca kampus, malah sebaliknya yang gw rasakan. #PointBersyukur.

Itulah alasan mengapa gw harus memanfaatkan waktu weekend ini dengan sebaik-baiknya. Nah, akhirnya gw memutuskan untuk ke Bogor hari Sabtu siang kemarin, menginap di salah satu kosan sahabat gw yang sedang melanjutkan pendidikannya [S2] di kampus yang sama. Pulang Minggu siang, naik kereta api tut tut tut siapa hendak turun ke bogor jakarta, keretaku tak berhenti lama. #LaguAnakAnak

Setibanya di Bogor gw tidak langsung menuju ke kosan sahabat gw yang S2. Tapi gw mampir dulu ke kontrakan gw yang lama. Kebetulan penghuni yang sekarang menempati kontrakan gw itu adalah adik kelasnya sahabat gw bersama teman-teman satu daerahnya. Yah hitung-hitung bernostalgia dan bersilahturahim dengan warga sekitar. Si ibu depan kontrakan sampai pangling ketika melihat gw. “Budi ya? Wah sekarang pipinya udah gede ya, gemuk sekarang nih mentang-mentang udah kerja”. Dan gw hanya senyum-senyum sendiri sambil bertanya kabar sang ibu. Dikontrakan, gw langsung buka baju, kutangan doank, gerah soalnya diperjalanan, haha. Sambil ngobrol-ngobrol dengan salah satu penghuninya, obrolannya tentang Praktek Lapang yang sebentar lagi bakal ia jalani. Setelah banyak cuap-cuap, azan Asar akhirnya mengakhiri obrolan kita, gw langsung menuju ke kamar mandi buat ambil wudhu. Arah ke kamar mandi itu melewati kamar gw yang dulu, pintunya tertutup rapat. Kangen dan sudah lama tak melihat suasana kamar yang selalu terdengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran, candaan dengan teman-teman, suasana serius ketika mengerjakan skripsi hingga tempat air mata ini menetes ketika bersujud di heningnya sepertiga malam. Karena perasaan itulah gw memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut seraya bertanya, “Di dalam ada orangnya ga?”. Pas gw buka, gw mematung selama 5 detik. Setelah itu gw langsung jalan menuju kamar mandi.

Ketika gw buka pintunya, mata gw langsung tertuju ke kasur. Mematung selama 5 detik dan gw keluar lagi. Gw hanya melihat sesuatu di atas kasur tersebut. Gw sampai lupa dengan alasan gw ingin melihat kamar itu lagi. Gw tidak melihat meja belajar gw, kondisi lemari yang pernah gw pakai. Auranya sekarang berbeda.

Apa yang gw lihat?
Ada yang pernah lihat setan?
Yah, gw selama 5 detik itu melihat setan. Bukan pocong, kuntilanak ataupun genderuwo. Setan yang ini beda dari kebanyakan setan yang ada di layar kaca kita. Gw melihat setan dalam sosok manusia. Gw melihat ada dua [2] setan berbentuk manusia. Sepasang pemuda-pemudi, yang sama-sama masih mahasiswa melakukan perbuatan mesum di atas kasur yang pernah menjadi tempat peristirahatan gw, di kamar yang telah menjadi saksi perjuangan hidup gw. Sesaat gw buka pintu kamar tersebut, mereka [keduanya] langsung kaget dan panik. Si pemuda yang menindihi pemudi langsung mengangkat badannya dan langsung duduk sambil panik melihat kehadiran gw. Dan si pemudi ini langsung buru-buru merapikan pakaiannya yang terbuka sampai atas. Yang gw lihat mereka tidak sampai telanjang bulat, tapi si pemudi ini mengangkat bajunya sampai atas. Entah apa yang diperbuat si pemuda ini terhadap bagian pemudi tersebut. Tidak mau berlama-lama, gw langsung ke kamar mandi untuk berwudhu, dan gw langsung solat Asar. Selesai gw solat, si pemuda ini memberanikan dirinya memperlihatkan wajahnya dihadapan gw dengan muka memelas seraya berkata, “Aa', yang tadi jangan kasih tahu siapa-siapa ya..”. Kepalan tangan ini pengen sekali menghadiahkan ke mukanya. Tapi gw terlalu pengecut untuk melakukannya. Gw pun menyesal kenapa 5 detik berselang tadi gw langsung keluar, kenapa gw tidak langsung menghajarnya, atau memakinya, atau paling halus ya memanggil warga sekitar agar kedua setan tersebut di giring keliling kampung biar malu dan jera. Aah, gw tak mampu melakukan itu.

sumber gambar : google.com
Mohon maaf gw tidak bisa menyebutkan nama pemudanya, kalau pemudinya gw memang tidak tahu siapa namanya. Gw juga tidak sempat foto dalam waktu 5 detik itu. Jadi tidak bisa membuktikan dengan fotonya.

Gw berdoa semoga kedua remaja tersebut segera bertobat dan tidak melakukannya lagi. Jika suatu saat nanti gw melihat mereka lagi seperti itu, terlebih-lebih di kamar itu lagi, gw tidak akan segan-segan untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani gw lakukan.

Gw pun berdoa semoga gw tidak terjerumus ke lubang hitam seperti itu. Gw berdoa semoga saudara-saudara gw tidak ada yang seperti itu. Dan gw berdoa semoga kelak keturunan gw juga tidak akan berbuat sehina itu. Aamiin.

Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian di atas, khususnya buat gw dan pembaca pada umumnya. Untuk yang pernah melakukan hal seperti itu harus lebih berhati-hati lagi, jangan lupa dikunci pintu kamarnya, #eh. Hahaha. Maksudnya, jangan diulangi lagi, segera berubah. Kemudian yang masih tinggal di kos-kosan atau kontrakan, perhatian sekelilingnya, mungkin ada kejadian serupa di sekeliling kita. Tapi semoga itu tidak terjadi dalam kehidupan kita dan orang-orang yang kita sayangi. Aamiin.

Itu cerita 2 setan dalam 5 detik yang gw dapati setibanya di kota hujan. Tapi bukan cerita ini yang gw maksud membuat gw jadi lebih bersemangat. Hal yang membuat gw senang adalah gw bisa bertemu dengan sahabat-sahabat gw lagi, bertukar cerita tentang kisah cintanya masing-masing. Ada yang baru putus 2 hari yang lalu karena masalah yang sangat rumit, ada yang balikan lagi dengan mantannya, ada yang ditolak sama gebetannya dan ada yang bela-belain ke Bogor untuk menanti sebuah jawaban. Tsaaah. Selain itu ada yang lebih menyenangkan lagi, gw merayakan moment 365 hari bersama "nya". Hehe

Oiya hari ini [18 November] tepat sahabat gw Freddy Yakob berulangtahun yang ke-23. Selamat ulang tahun brother. Semoga diberikan keberkahan di sisa umur lu. Aamiin.

Posted on Monday, November 18, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments