Ko gw merasa aneh ya kenapa setiap tahun baru segera datang
semuanya berbondong-bondong merayakan dengan suka-cita, yang anehnya lagi ini
dilakukan secara berlebihan (banyak panggung berjamuran di malam tahun baru).
Entah sudah menjadi sebuah kebiasaan atau memang tidak mengetahui hakekat dari
pergantian tahun itu sendiri. Jika dipikir-pikir kan arti datangnya tahun baru
itu berarti semakin dekat kita dengan kematian, semakin berkurangnya umur kita.
Nyatanya tanpa disadari kitapun juga larut akan suka-cita itu. Aktifitas apa
yang biasanya dilakukan ketika menyambut tahun baru? Kalau gw (mikir keras
mengingat-ingat), hmmmm kadang hanya di rumah bersama keluarga sambil nonton TV
yang acaranya kebanyakan acara musik atau film, kadang juga bersama teman-teman
SMA kumpul disalah satu rumah teman sambil bakar-bakar jagung dan ayam, pernah
juga hanya di kontrakan dan dilewati dengan tidur doank. Hal yang paling jarang
gw lakukan adalah “Muhasabah Diri”, ini baru sekali gw lakukan, tepatnya saat
gw di Bogor, saat menyambut tahun 2010, saat dikontrakan gw yang pertama.
Sebentar lagi tahun ini (2013) dalam hitungan jam segera
berakhir dan tahun barupun (2014) segera datang. Satu tahun memang tak terasa,
padahal baru saja kemarin gw lulus kuliah dan keluar SKL, eh sekarang sudah
harus berganti tahun lagi. Sebelum membuat Resolusi untuk satu tahun kedepan,
gw ingin me”review” apa-apa saja yang telah gw lakukan dan alami selama satu
tahun ke belakang ini. Sebagai sebuah rujuan untuk membuat resolusi tahun depan
dan sebagai pembelajaran agar tidak terjatuh dilubang yang sama lagi.
...[Mikir keras mengingat-ingat]...
Januari
Gw masih santai karena baru dapat SKL, baru mulai buat CV
untuk melamar pekerjaan. Ikut Job Fair di Senayan, menebar pesona kebeberapa
perusahaan, salah satunya adalah BRI (Program Pengembangan Staf). Di akhir
bulan ikut psikotest dan interview di Adira (sebagai staf Risk). Baru membuat
blog dan mencoba untuk menulis di blog.
Februari
Kesana-kemari memenuhi panggilan psikotest dan interview.
Dalam satu waktu, di hari Jumat, di akhir bulan ini ada 3 panggilan, semuanya
dari Bank. BTPN sebagai MMDP, Bukopin sebagai MT Audit dan BRI sebagai PPS. Gw
memutuskan untuk ikut yang BRI, disini baru test awal, interview awal. Memulai
kursus bahasa inggris di English First (EF) selama 4 bulan.
Maret
Masih menjadi pengangguran dan menjadi laki-laki
“panggilan”. Beberapa ada yang tidak gw penuhi undangannya, karena bentrok
maupun karena perusahaan ataupun posisinya tidak sesuai. Ikut
psikotes-TOEFL-interview HRDnya BRI. Dua hari sebelum tanggal kelahiran gw, gw diterima
di Adira sebagai staf Risk Management.
April
Gw lolos BRI ke tahap interview direksi. Gw resign dari
Adira (baru sebulan kerja, yang padahal belum tentu gw di terima di BRI). Akhir
bulan gw di wisuda.
Mei
Alhamdulillah gw lolos interview direksi BRI, selanjutnya
tahap Medical Check-up yang 90% pasti lolos. Ternyata gw termasuk yang 10%nya.
Gw marah sama Allah, iman gw dalam posisi paling lemah, menyalahkan Allah.
Bulan terakhir kursus bahasa inggris di EF.
Juni
Mencoba untuk bangkit dan segera move-on. Apply ke Bisnis
Indonesia sebagai staf statistician. Ikut psikotest dan interview di Bisnis
Indonesia.
Juli
Awal bulan mulai kerja di Bisnis Indonesia.
Agustus
Lolos pemberkasan tahap awal di Bank Indonesia. Tidak ikut psikotest
dan TOEFL karena belum siap dan waktunya di jam kerja.
September
Ikut mendaftar CPNS di Kemenkeu, ESDM, BPS dan Kemendikbud.
Oktober
Test di Kemenkeu dan ESDM, langsung gagal di tahap TKD awal
CAT. Tidak ikut test BPS karena di Riau.
November
Ikut test awal Tes Kemampuan Dasar (TKD) di Kemendikbud.
Desember
Ikut test kedua Tes Kemampuan Bidang (TKB) di kemendikbud.
Sudah setengah tahun kerja di Bisnis Indonesia.
Selama satu tahun ini sebagian besar waktu dipergunakan
untuk ikut seleksi kerja, baik itu di swasta, BUMN hingga PNS. Setelah masuk di
dunia kerja di Perusahaan Swasta (masuk pukul 12.00 s/d 21.00), waktu pagi
hingga siang belum digunakan secara produktif dan maksimal, seringnya digunakan
hanya untuk sarapan kemudian tidur lagi. Kemampuan excel bertambah dan wawasan
tentang Pasar Modal serta perkembangan kondisi ekonomi di Indonesia mulai
terbangun. Namun skill statistika yang merupakan background pendidikan gw
hingga sekarang belum digunakan sebagaimana mestinya. Hasil kursus EF nol
besar. Masih seperti keledai yang selalu jatuh di lubang yang sama, masih suka
berbuat yang dilarang oleh Allah. Tidak seharusnya gw marah ke Allah gara-gara
terus-menerus mengalami kegagalan dalam hidup, contoh terbaru yang gagal di
BRI. Hafalan An-Naba hilang. Beberapa surah di Juz Ama juga mulai
hilang-hilangan. Sehari hanya tadarus selembar saja, bahkan pernah/sering tidak
membaca Al-Quran dalam sehari.
Semoga tahun depan dan
seterusnya bisa jauh lebih baik lagi. Yang buruk-buruk segera ditinggalkan dan
yang baik-baik makin ditingkatkan.





















