Thursday, June 20, 2013


Seorang anak berusia 9 tahun meminta orantuanya untuk membeli sebuah video game, seorang anak berusia 15 tahun meminta dibelikan sepeda motor dan anak berusia 20 tahun meminta orangtuanya untuk membelikannya mobil. Ketiga anak tersebut sama-sama meminta sesuatu kepada orangtuanya, namun belum tentu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tentu bukan karena orangtuanya tidak menyayangi anak-anak mereka, tetapi karena anak-anak belum siap untuk menerima pemberian tersebut.
Orangtua akan melihat apakah anaknya sudah siap atau belum untuk menerimanya. Apabila orangtua melihat rapor anaknya banyak angka merah, tentu saja anak ini dikategorikan belum siap untuk menerima video game, jangan2 jika dibelikan akan membuat dia tambah malas dan menambah angka merah di rapornya. Sama halnya dengan anak yang minta dibelikan motor dan mobil, orangtua sangat ingin sekali membelikan apa yang diminta oleh anaknya. Namun sayang, mereka terpaksa menunda keinginan anaknya karena si anak belum siap untuk menerimanya.
Banyak orang berdoa kepada Allah untuk meminta keberhasilan, kesuksesan, kekayaan, rezeki yang halal dan lancar seperti air yang mengalir serta jenjang karier yang bagus. Allah sama halnya dengan orangtua kita, Allah ingin memberikan apa yang kita inginkan dan kita minta. Namun kitalah yang belum siap untuk menerima apa yang kita minta. Kita sering kali tidak siap untuk membenahi diri kita untuk menerima anugerah dari Allah. Kita masih memiliki kebiasaan2 buruk seperti bermalas-malasan, menunda, mengeluh, berkhayalan, berbuat maksiat, bahkan menyalahkan orang lain. Kita belum siap untuk menerima pemberian dari Allah baik secara mental maupun pengetahuan.
Analogi di atas bisa menjadi renungan kita khususnya gw mengapa doa-doa kita kadang tak dikabulkan oleh Allah. Ya, karena kita belum siap untuk menerimanya, perlu usaha keras, doa serta keyakinan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Latihlah mental kita agar kuat dan tak lari ketika menghadapi cobaan dan masalah. Berjuanglah terus mendapatkan dan mengasah ilmu sesuai bidang yang ingin kita capai. Dan jika itu semua sudah kita miliki, selebihnya ikhlaskan kepada Allah. Karena Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Ketika kita gagal mendapatkan apa yang kita inginkan, maka alangkah baiknya bila kita instropeksi diri, melihat diri kita lebih dalam lagi, jika mental dan ilmu sudah kuat namun masih gagal, mungkin dikarenakan perbuatan dosa kita di masa lalu, atau kurangnya bersilaturahim dengan saudara dan kerabat, atau kita pernah menyakiti ibu ayah kita. Sudah saatnya kita memperbaiki diri dengan bertaobat, jadilah pria yang sejati, yang dapat dipegang janji dan tobatnya, minta maaf kepada orangtua kita karena pasti kita pernah membuat meraka sakit hati dengan segala ucapan dan perbuatan kita, dan perbanyaklah silaturahim kerumah sanak keluarga, sahabat dan kawan-kawan lama.
Percayalah apapun keputusan Allah terhadap kita, itu adalah yang terbaik buat kita. Jangan menyalahkan Allah karena kegagalan kita, liat lah lebih dekat dan kau bisa menilai lebih bijaksana. Lihat segalanya yang telah Allah berikan untuk kita, baik yang kita minta atau yang tidak kita minta. Maka nikmat mana kah yang kau dustakan?. Jika kita sudah berusaha, selebihnya biarlah Allah yang memutuskan apakah kita layak atau tidak menerimanya, jika tidak layak maka Allah pasti akan menunjukkan yang layak untuk kita. So bersabarlah dan tetaplah berusaha.
Persiapkanlah dirimu dengan mental yang kuat, ilmu yang luas serta keikhlasan dan berharap keridhoan-Nya, maka kita akan menerima hasil dari susah payahnya kita, pastinya yang terbaik untuk kita.
“BERSIAPLAH MENDAPATKAN APA YANG KITA INGINKAN!!!”

Posted on Thursday, June 20, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, June 17, 2013


Gw menuntut ilmu di kampus hampir 5 tahun, banyak yg gw dapat disana, apa aja? Ya macam2, nano-nano. Sampai gw mendapatkan gelar Sarjana Statistika. Terus apakah gw bangga dengan gelar ini?. Apakah kalian bangga dengan gelar yang kalian peroleh?. Bangga dengan almamater tempat kalian menimba ilmu? Ada yg di Negeri, dan ada juga yg di Swasta. Ada yg jurusan Kedokteran, Teknik, Bahasa, Statistika, Kepolisian, Tentara, dan berbagai macam jurusan yg lainnya. Pastinya ada yg kita lakukan hingga kita bisa mendapatkan sebuah gelar. Yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu selama kuliah dengan sebaik-baiknya, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, selalu memantaskan diri dan selalu menularkan kebaikan. Hingga di wisuda dan kita mendapatkan gelar dengan IPK yg berbeda-beda. Walau berbeda, sudah banyak yg membuktikan bahwa IPK tidak menjamin segalanya, tetapi softskill, yg harusnya kita asah selama proses pendidikan. Setelah selesai menamatkan pendidikan, maka kita akan menghadapai dunia pasca kampus, dunia yg sebenarnya.

Tau kah kawan bahwa sebenarnya dunia yang kita tinggali ini bisa disebut dengan UK (read:yuke) Universitas Kehidupan. Rektornya adalah Allah SWT, kurikulumnya Al-Quran dan Hadist, dan dosennya adalah segala yang behubungan dengan kita, seperti orang tua, sahabat, musuh, dan yg lainnya. Bedanya gelar yg kita akan sandang bukanlah Sarjana atau Magister atau Doktor, melainkan gelar Almarhum. Setelah menyelesaikan kehidupan, maka kita akan berada dalam kehidupan yg kekal, kehidupan yg sebenarnya, Kehidupan Akhirat. IPK adalah proporsi antara pahala dan dosa, dan itu semua dihitung oleh Allah sebagai Rektor dengan Matematikanya Allah. Nah klo IPK di UK ini menentukan segalanya. Selain IPK juga yang penting adalah Ridho-Nya Allah.

inilah saatnya kita berjuang selama masih berada dalam UK. Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bekerja, belajar, berdoa, semuanya semata-mata hanya ingin mendapatkan Ridho-Nya Allah. Kita tidak tau kapan kita akan mendapatkan gelar Almarhum tersebut, bisa dalam waktu yg dekat, atau bisa dalam waktu yg lama. So, alangkah baiknya jika kita selalu mempersiapkan kematian. Sekali lagi ini bukan mau menggurui atau mau menasehati, ini juga sebagai pengingat kembali buat diri gw sendiri. Bahwasanya apa yang kita kerjakan di UK ini pastinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Banyak-banyak berbuat baik, amal jariah, ilmu yg bermanfaat, dan jika sudah memiliki anak, jadikan anak tersebut anak yg soleh yg bisa mendoakan kita ketika kita sudah menyandang gelar Almarhum. Karena doa anak yg soleh, amal jariah dan ilmu yg bermanfaat tersebut bisa menjadi amalan yg akan terus mengalir kepada kita walaupun kita sudah Almarhum.
Sampai bertemu di Akhirat, semoga kita termasuk golongan kanan dan kita dipertemukan di Syurga-Nya Allah. Aamiin.



Posted on Monday, June 17, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Thursday, June 13, 2013

Klo denger kata Pasar Modal itu inget temen2 sekelas yg ambil minor Matematika Keuangan. Dan mata kuliah PasMod itu katanya tergolong memiliki tingkat kesulitan yg cukup tinggi. Kebetulan siang ini gw mau interview kerja di Bisnis Indonesia, yang mana disana sudah tidak asing lagi dengan istilah Pasar Modal, so gw mau bahas dasar-dasar dari Pasar Modal itu sendiri, dasarnya banget malah. Hehe, jadi belum masuk ke rumus-rumus ya.

Nah, jadi sebenernya pasar modal itu apa sih?
Pasar Modal adalah pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan dalam bentuk hutang atau modal. Instrument keuangan ini jenisnya macam-macam, seperti saham, obligasi, reksadana, right, waran,dll.
Bedanya dengan Pasar Uang, klo pasar modal biasanya untuk jangka panjang, sedangkan pasar uang itu sendiri untuk orientasi jangka pendek. Contohnya Sertifikat Bank Indonesia.

Terus manfaatnya apa sih dengan adanya Pasar Modal itu sendiri?
Pastinya ada manfaat dari keberadaannya pasar modal ini, beberapa diantarnya adalah:
1.       Sebagai sumber pembiasaan perusahaan.
2.       Sebagai wahana investasi.
3.       Penyebaran kepemilikan perusahaan
4.       Menciptakan lapangan pekerjaan.
5.       Memberi kesempatan untuk memiliki perusahaan yang sehat.

Biasanya pelaku dari pasar modal adalah Perusahaan/Bisnis, Pemerintah, Rumah Tangga, Perantara Finansial, hingga Bankir Investasi.

Tadi contoh-contoh instrument keuangan sudah diberikan diatas. Beberapa diantaranya sudah ga asing ditelinga kita, tapi mungkin masih belum memahami apa sih itu. Gw akan mencoba mendesripsikan beberapa jenis instrument keuangan yang diperjualbelikan di Pasar Modal.
A.      Saham
Pastinya sudah ga asing lagi dengar kata ini. Saham itu adalah tanda kepemilikan seseorang/badan atas sebuah perusahaan. Saham ini yang paling banyak dikenal oleh masarakat, paling banyak digunakan dan paling menarik. Mengapa menarik? Karena ketika kita memiliki saham maka kita akan memiliki keuntungan, yakni Dividen dan Capital Gain. Deviden adalah pembagian keuntungan yang diberikan oleh perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, bisa dalam bentuk uang tunai maupun saham. Kemudian ada Capital Gain, ini adalah selisih antara harga jual saham dengan harga beli saham. Biasanya yang hanya mengaharapkan Capital Gain adalah yang orientasinya jangka pendek. Pada pagi hari ia membeli saham dan siang harinya ia menjual saham tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Bermain saham ada istilah “high risk-high return”. Peluang kita memperoleh keuntungan sangat besar, namun resiko rugi juga cukup besar. Selain keuntungan dari saham itu sendiri,bermain saham juga ada resikonya. Resikonya adalah kita tidak akan mendapat deviden ketika perusahaan tersebut mengalami kerugian, ada juga capital loss ketika kita menjual saham dengan harga yang lebih rendah saat kita membeli saham. Loh kenapa dijual klo harga sahamnya lebih rendah? Ini ketika harga saham cenderung turun untuk waktu yang cukup lama. Jadi daripada mengalami kerugian yang cukup besar, maka keputusan untuk menjualnya segera adalah yang terbaik. Kemudian resiko lainnya adalah ketika perusahaan itu bangkrut atau di delist dari Bursa.

B.      Obligasi
Obligasi itu adalah sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (pemodal) dengan penerima dana (emiten). Pada obligasi ini ada istilah bunga dan jatuh tempo. Jadi si emiten ini memberikan bunga kepada pemodal secara periodik sesuai dengan perjanjian dan mengembalikan seluruh dana yang dipinjamkan saat jatuh tempo. Keuntungan dari obligasi ini adalah si pemodal akan memperoeh pendapatan tetap atau istilahnya fix income securities yakni berupa bunga. Di obligasi juga ada istilah Capital Gain. Namun resiko yang ada pada obligasi ini adalah sulit untuk menentukan besarnya suku bunga. Dan pelunasan dari emiten sebelum jatuh tempo, sehingga pemodal akan terhenti mendapatkan bunganya.

C.      Reksa Dana
Sepertinya saham dan obligasi itu buat orang-orang tajir yang bisa memanfaatkan uangnya dengan baik. Terus orang biasa kaya kita ga bisa? Tenang, di Pasar Modal juga ada instrument keuangan yang namanya Reksa Dana. Reksa Dana ini ada sebagai alternatif bagi pemodal yang memiliki modal tidak cukup besar atau tidak punya banyak waktu atau pengetahuannya terbatas. Manfaat adanya Reksa Dana ini adalah efisien waktu karena dana kita dikelola oleh manager investasi yang profesional, kemudian mempermudah melakukan investasi di Pasar Modal dan pemodal bisa berinvestasi walau dengan modal yang kecil. Resiko dari Reksa Dana ini adalah ketika turunnya harga dari efek, likuiditas (kesuliatan menjual kembali) dan yang paling buruk adalah ketika asuransi tidak sanggup mengasuransikan, istilah wanprestasi.

Segini dulu aja ya gw bahas tentang Pasar Modal, menarik sih gw pelajarinnya, semoga masih ada kesempatan buat kita untuk terus belajar. Aamiin. CMIIW.

Posted on Thursday, June 13, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Saturday, June 08, 2013


Di sebuah negeri yang damai dipimpin oleh seorang Raja yang arif bijaksana. Raja ini memiliki daerah kekuasaan yang luas dan pasukan yang banyak nan kuat. Pada suatu hari sang Raja memerintahkan tiga menteri terbaik untuk menghadapnya. Lalu ketiga menteri tersebut datang menghadap sang Raja. “Wahai menteri-menteri terbaikku, aku perintahkan kalian untuk mencarikanku buah-buahan yg terbaik yang ada di negeri ini, masing-masing dari kalian akan aku berikan satu karung untuk mengumpulkan buah-buahan tersebut dalam waktu seminggu”, pinta Sang Raja. Tanpa banyak pertanyaan ketiga menteri tersebut langsung pamit meninggalkan kerajaan untuk pergi mencari buah-buahan yang diminta sang Raja.
Menteri pertama sangatlah amanah dan patuh terhadap sang Raja, apapun yang Raja perintahkan akan dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga menteri pertama ini sungguh-sungguh mencari buah-buahan yang terbaik dan masih segar. Ia mencarinya hingga masuk ke dalam hutan dan memanjat pohon yang begitu tinggi untuk mendapatkan buah-buahan terbaik yang diinginkan Sang Raja.
Menteri kedua juga sangat patuh terhadap sang Raja, namun menteri kedua ini sangat santai dalam menjalankan perintah. Ia tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan perintah sang Raja. Menteri kedua ini mencari buah-buahan yang sudah jatuh dari pohonnya, banyak dari buah-buahan tersebut yang sudah busuk namun ia tetap mengambilnya.
Menteri ketiga tidaklah amanah, ia berpikir bahwa sang Raja tidak akan punya waktu untuk memeriksa isi karung ini, karena sang Raja sangatlah sibuk dengan segala urusannya. Sehingga menteri ketiga ini mengisi karungnya dengan penuh dengan rumput-rumputan yang sudah kering dan layu.
Ketiga menteri ini lalu menghadap sang Raja untuk menyerahkan hasil yang telah mereka kumpulkan. “Apakah kalian sudah melakukan apa yang telah aku perintahkan”, tanya sang Raja. Menteri ketiga menjawab, “Sudah Raja, kami sudah mengumpulkannya, tapi apakah engkau akan memeriksa karung-karung kami sedangkan engkau sangatlah sibuk mengurusi negeri ini beserta isinya. “Benar, aku tidak akan membuang-buang waktu hanya untuk memeriksa karung kalian, karena waktuku begitu berharga”, singkat sang Raja. Kemudian sang Raja memerintahkan prajuritnya untuk memenjarakan ketiga menterinya ini. Sang Raja berkata, “Aku akan memenjarakan kalian selama tiga bulan, dan tidak akan aku beri makan, kalian makan saja buah-buahan yg telah kalian kumpulkan selama satu minggu di dalam karung tersebut.
Menteri pertama tidak khawatir karena ia telah mengumpulkan buah-buahan segar yang ia cari dengan usaha kerasnya selama satu minggu. Menteri kedua menyesal karena ia hanya mengambil buah-buahan yang telah jatuh. Sedangkan menteri ketiga sangat menyesali perbuatannya, karena ia hanya akan memakan rumput kering yang ia kumpulkan.

Cerita di atas mengingatkan kita pada diri kita sendiri sebagai hamba-Nya. Di Akhirat kelak, kita akan menikmati hasil dari apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia, perbuatan yang baik maupun yang buruk. Sebelum menyesal, mari kita perbaiki diri. Ini semata-mata untuk mengingatkan pada diri gw sendiri yang selama ini masih seperti menteri kedua, yakni masih tidak serius dalam melaksanakan perintah Allah. Solat memang selalu gw kerjakan, tapi hanya sekedar dikerjakan, ga didirikan. Sesungguhnya dirikanlah solat, karena solat adalah tiang agama. Jadi janganlah mengerjakan solat hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tapi jadikanlah solat sebagai sebuah kebutuhan kita. Gw yakin ketika solat kita baik maka insya Allah kehidupan kita juga akan baik. Kadang kala kita juga seperti menteri ketiga yang melanggar perintah Allah,  begitu banyak dosa yang telah kita lakukan, melakukan kesalahan yang sama. Jika dosa itu ibarat tetesan air, maka dosa-dosa yang telah kita perbuat sudah membentuk lautan samudera. Jika dosa itu ibarat bau busuk, maka sudah tidak ada lagi makhluk yang mau mendekati kita [saking baunya]. Allah masih menutupi aib kita, tapi di akhirat pasti kita diminta pertanggungjawabannya. Dan kita masih jauh seperti menteri yang pertama. Yuk, sama-sama kita perbaiki diri, bertaubat, dan mengabdikan diri kita untuk sang Raja kita, Raja Alam Semesta, Allah SWT. Kelak kita akan bertemu dengan-Nya di syurga. Aamiin.



Posted on Saturday, June 08, 2013 by De Budi Sudarsono

3 comments

Wednesday, June 05, 2013

jika kamu memancing ikan..
setelah ikan itu terlekat di mata kail..
hendaklah kamu mengambil ikan itu..
jangan sesekali kamu lepaskan ia semula..
ke dalam air begitu saja..
kerana ia akan sakit oleh ketajaman mata kailmu dan mungkin
ia akan menderita selagi ia masih hidup…

begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang..
setelah ia mula menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya..
jangan sesekali kamu meninggalkannya begitu saja..
kerana ia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat
melupakan segalanya selagi ia mengingatmu..

jika kamu menadah air biarlah apa adanya..
jangan terlalu mengharap pada takungannya..
dan janganlah menganggap ia begitu teguh..
cukuplah sekedar keperluanmu..
apabila ia retak..
tentu sukar untuk menambalnya semula..
akhirnya ia dibuang..
sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan
lagi..

begitu juga jika kamu memiliki seseorang..terimalah seadanya..
janganlah kamu terlalu mengaguminya..
dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa..
anggaplah dia manusia biasa..
apabila sesekali dia melakukan kesalahan, tidak mudah bagi kamu untuk
menerimanya..
akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya..
dan jika kamu memaafkannya..
boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya..

jika kamu memiliki sepiring nasi..
yang pasti baik untuk diri kamu..
mengenyangkan..berkhasiat..
mengapa kamu mencoba mencari makanan yang lain..
terlalu ingin mengejar kelezatan..
kelak nasi itu akan basi dan kamu tidak bisa memakannya..
kamu akan menyesal..

begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..
yang pasti membawa kebaikan kepada dirimu..
menyayangimu..mengasihimu..
mengapa kamu terlalu memilih,mencoba membandingkannya dengan yang lain..
terlalu mengejar kesempurnaan..
kelak kamu akan kehilangannya apabila ia menjadi milik org lain..
kamu juga akan menyesal..

“Bersyukur dengan apa yang dikurniakan olehNya…

RBN (PJK 14 Adil MPKMB 46)
31 Desember 2009 13:16  

Posted on Wednesday, June 05, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, June 03, 2013


Bismillah

Saya sangat spesial karena saya memiliki banyak pengalaman yang menarik. Saya seorang Sarjana Statistika IPB, Perguruan Tinggi Negeri terbaik di Indonesia. Saya memiliki analisis yang tajam dan saya aktif berorganisasi ketika menjadi mahasiswa. Saya seorang yang supel dan menyenangkan. Keahlian saya dalam bermain bola juga salah satu kelebihan yang mendekatkan saya dengan teman-teman saya.

Di kehidupan yang abadi yakni di Syurga-Nya Allah, saya ingin bertemu dan memeluk Baginda Nabi Muhammad SAW maka saya memantaskan diri dengan cara berusaha keras untuk menaklukan Roma Italia dengan memegang saham terbesar di sana melalui 3 perusahaan besar yang saya miliki. Dan 22% keuntungan dari perusahaan tersebut akan saya dirikan dan biayai yayasan sekolah dari TK hingga jenjang SMA bertaraf Internasional untuk masyarakat Indonesia yang kurang mampu, GRATIS.

Oleh karena itu, saya fokus mempelajari ilmu yang berhubungan  dengan ekonomi dan bisnis. Ilmu yang saya pelajari akan saya catat dan aplikasikan dengan aksi nyata. Saya juga akan belajar sejarah, karena orang-orang besar selalu membaca sejarah orang-orang besar. Fokus sejarah yang akan saya pelajari adalah sejarah Islam dan Indonesia.

Mulai detik ini, saya akan menghilangkan hal-hal yang dapat merusak hidup saya di masa yang akan datang. Saya tidak akan menunda-nunda pekerjaan, bermalas-malasan, menyusahkan orang lain, egois yang berlebihan, tidur yang berlebihan dan melakukan sesuatu yang bukan prioritas.

Adapun hal-hal yang saya tingkatkan adalah belajar bahasa inggris, belajar ilmu bisnis dan ekonomi, melihat, mengasah, dan menganalisis peluang bisnis. Saya akan sering bertemu dengan orang-orang yang bermental bisnis yang ingin menjadi triliuner. Dan saya pun berjanji akan lebih banyak membantu orang tanpa mengeluh. Saya tidak akan meninggalkan solat tahajud dan solat hajad dengan selalu menghidupkan setiap malam-malamku. Karena saya yakin, tempat istirahat terbaik adalah Syurga.

Ya Allah, inilah proposal hidupku. Bimbing aku, tuntun aku, jangan Kau tinggalkan aku, Kepada-Mu hidupku kupersembahkan. Bantu aku mewujudkan Proposal Hidupku, untuk bekalku bertemu dengan-Mu.




Jakarta, 3 Juni 2013







 

Posted on Monday, June 03, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Sunday, June 02, 2013


Senyum...
Sebuah kata sederhana yang mampu menyihir dunia. Bukan ilmu hitam namun sebuah kesucian yang sanggup membersihkan segala kotoran dalam setiap hati manusia..
Kawan, senyum itu sangat mudah untuk dilakukan, mungkin sekarang ada diantara kalian yang sedang tersenyum. Namun senyum dengan melibatkan keikhlasan hati itu sungguh sulit untuk dilakukan, namun efek dari itu amatlah sangat kuat..
         Sejak lahir hingga pada detik ini kita semua pasti pernah merasakan kebahagiaan, yang ditandai dengan sebuah senyuman yang terukir indah di bibir kita. Ini merupakan salah satu dari tak terhitungnya nikmat Allah yang diberikan kepada hamba-hambanya tanpa membedakan apapun. Saat seorang bayi baru lahir dari rahim ibunya, dia pun tersenyum walau dengan cara menangis.

Tersenyumlah, karena dengan cara itu mampu untuk membuat perdamaian dunia..
Banyak buku yang menulis tentang tema ini,”Senyum”, banyak juga para motivator yang menekankan arti sebuah senyuman, banyak penyair, puitisi, dan seniman lainnya yang menggunakan kata indah ini dalam setiap karyanya, dan banyak diantara kita yang tertarik membahas tentang arti sebuah SENYUMAN...

Ketika seseorang tersenyum, maka itu adalah refleksi dirinya, yang sesungguhnya itu merupakan cerminan dari kepribadian dirinya. Riset membuktikan bahwasanya tersenyum itu hanya menggunakan sedikit energi saja namun dapat memberikan energi positif yang luar biasa yang dapat dirasakan oleh semua makluk. Lain halnya saat seseorang sedang marah atau ‘cemberut’, ia menggunakan sangat banyak energi untuk melakukannya dan sama-sama memberikan energi yang banyak pula, tetapi bukan energi yang positif melainkan energi negatif yang sifatnya mampu merusak semuanya, dari mulai diri-sendiri sampai ke orang lain yang tidak ada kaitannya dengan orang tersebut. Oleh karena itu, maka tersenyumlah mulai dari hati kita, dan dimulai dari sekarang, kelak engkau akan merasakan energi positif yang ditimbulkan karenanya.

Sikap seseorang sering kali terlihat dari wajahnya, wajah adalah cerminan hati dari perasaan seseorang. Senyum yang tulus merupakan sarana yang tepat untuk memperoleh banyak teman. Namun sekarang ini sudah jarang sekali terlihat orang-orang tersenyum, terlebih lagi senyuman yang dimulai dari hati. Ketika seorang anak beranjak menjadi seorang remaja, saat-saat itulah sesungguhnya ia mulai sedikit demi sedikit kehilangan senyuman terindahnya. Semakin bertambahnya usia seseorang maka semakin besar pula cobaan yang diberikan kepadanya, inilah alasan mengapa kita jarang lagi melihat remaja dan orang tua tersenyum.
Padahal dengan tersenyum maka semua masalah yang sedang kita hadapi terasa ringan, mudah untuk diselesaikan, dan mendapatkan banyak teman, inilah salah satu keajaiban dari sebuah senyuman.

Senyuman memiliki arti yang lebih indah dari sebuah kado istimewa yang diberikan kekasih hati, lebih indah dari asesoris, lipstik, dan bedak yang menempel pada wajah wanita yang cantik dan memiliki arti yang lebih kaya dibandingkan dengan kekayaan seorang saudagar.

Sama halnya seperti obat, senyum bisa menyembuhkan segala jenis penyakit, dari mulai penyakit yang tampak hingga penyakit yang tak tampak, seperti penyakit hati. Ia seperti oase  di padang pasir yang gersang, setetes air saja dapat menjadi pelepas dahaga bagi si peminumnya. Senyum yang terlepas ikhlas dari bibir seseorang dapat menjadi angin sejuk bagi yang melihatnya.

Suatu tindakan dan sebuah kata yang sederhana namun kekuatannya sangat dahsyat. Tidak harus menunggu melihat tayangan yang lucu atau membaca cerita yang menggelikan, kita bisa melakukannya sekarang juga, lalu untuk apa lagi kita menunggu jikalau kita mampu untuk melakukannya sekarang. Berikan hadiah terindah untuk orang-orang di sekitar kita, yang kita dedikasikan untuk mereka secara ikhlas. Kelak kita akan menuai effeknya dikemudian hari, bahkan mungkin bisa kita rasakan sedetik kemudian.


Posted on Sunday, June 02, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments