Klo denger kata Pasar Modal itu inget temen2 sekelas yg ambil minor Matematika Keuangan. Dan mata kuliah PasMod itu katanya tergolong memiliki tingkat kesulitan yg cukup tinggi. Kebetulan siang ini gw mau interview kerja di Bisnis Indonesia, yang mana disana sudah tidak asing lagi dengan istilah Pasar Modal, so gw mau bahas dasar-dasar dari Pasar Modal itu sendiri, dasarnya banget malah. Hehe, jadi belum masuk ke rumus-rumus ya.

Nah, jadi sebenernya pasar modal itu apa sih?
Pasar Modal adalah pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan dalam bentuk hutang atau modal. Instrument keuangan ini jenisnya macam-macam, seperti saham, obligasi, reksadana, right, waran,dll.
Bedanya dengan Pasar Uang, klo pasar modal biasanya untuk jangka panjang, sedangkan pasar uang itu sendiri untuk orientasi jangka pendek. Contohnya Sertifikat Bank Indonesia.

Terus manfaatnya apa sih dengan adanya Pasar Modal itu sendiri?
Pastinya ada manfaat dari keberadaannya pasar modal ini, beberapa diantarnya adalah:
1.       Sebagai sumber pembiasaan perusahaan.
2.       Sebagai wahana investasi.
3.       Penyebaran kepemilikan perusahaan
4.       Menciptakan lapangan pekerjaan.
5.       Memberi kesempatan untuk memiliki perusahaan yang sehat.

Biasanya pelaku dari pasar modal adalah Perusahaan/Bisnis, Pemerintah, Rumah Tangga, Perantara Finansial, hingga Bankir Investasi.

Tadi contoh-contoh instrument keuangan sudah diberikan diatas. Beberapa diantaranya sudah ga asing ditelinga kita, tapi mungkin masih belum memahami apa sih itu. Gw akan mencoba mendesripsikan beberapa jenis instrument keuangan yang diperjualbelikan di Pasar Modal.
A.      Saham
Pastinya sudah ga asing lagi dengar kata ini. Saham itu adalah tanda kepemilikan seseorang/badan atas sebuah perusahaan. Saham ini yang paling banyak dikenal oleh masarakat, paling banyak digunakan dan paling menarik. Mengapa menarik? Karena ketika kita memiliki saham maka kita akan memiliki keuntungan, yakni Dividen dan Capital Gain. Deviden adalah pembagian keuntungan yang diberikan oleh perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut, bisa dalam bentuk uang tunai maupun saham. Kemudian ada Capital Gain, ini adalah selisih antara harga jual saham dengan harga beli saham. Biasanya yang hanya mengaharapkan Capital Gain adalah yang orientasinya jangka pendek. Pada pagi hari ia membeli saham dan siang harinya ia menjual saham tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Bermain saham ada istilah “high risk-high return”. Peluang kita memperoleh keuntungan sangat besar, namun resiko rugi juga cukup besar. Selain keuntungan dari saham itu sendiri,bermain saham juga ada resikonya. Resikonya adalah kita tidak akan mendapat deviden ketika perusahaan tersebut mengalami kerugian, ada juga capital loss ketika kita menjual saham dengan harga yang lebih rendah saat kita membeli saham. Loh kenapa dijual klo harga sahamnya lebih rendah? Ini ketika harga saham cenderung turun untuk waktu yang cukup lama. Jadi daripada mengalami kerugian yang cukup besar, maka keputusan untuk menjualnya segera adalah yang terbaik. Kemudian resiko lainnya adalah ketika perusahaan itu bangkrut atau di delist dari Bursa.

B.      Obligasi
Obligasi itu adalah sertifikat yang berisi kontrak antara pemberi dana (pemodal) dengan penerima dana (emiten). Pada obligasi ini ada istilah bunga dan jatuh tempo. Jadi si emiten ini memberikan bunga kepada pemodal secara periodik sesuai dengan perjanjian dan mengembalikan seluruh dana yang dipinjamkan saat jatuh tempo. Keuntungan dari obligasi ini adalah si pemodal akan memperoeh pendapatan tetap atau istilahnya fix income securities yakni berupa bunga. Di obligasi juga ada istilah Capital Gain. Namun resiko yang ada pada obligasi ini adalah sulit untuk menentukan besarnya suku bunga. Dan pelunasan dari emiten sebelum jatuh tempo, sehingga pemodal akan terhenti mendapatkan bunganya.

C.      Reksa Dana
Sepertinya saham dan obligasi itu buat orang-orang tajir yang bisa memanfaatkan uangnya dengan baik. Terus orang biasa kaya kita ga bisa? Tenang, di Pasar Modal juga ada instrument keuangan yang namanya Reksa Dana. Reksa Dana ini ada sebagai alternatif bagi pemodal yang memiliki modal tidak cukup besar atau tidak punya banyak waktu atau pengetahuannya terbatas. Manfaat adanya Reksa Dana ini adalah efisien waktu karena dana kita dikelola oleh manager investasi yang profesional, kemudian mempermudah melakukan investasi di Pasar Modal dan pemodal bisa berinvestasi walau dengan modal yang kecil. Resiko dari Reksa Dana ini adalah ketika turunnya harga dari efek, likuiditas (kesuliatan menjual kembali) dan yang paling buruk adalah ketika asuransi tidak sanggup mengasuransikan, istilah wanprestasi.

Segini dulu aja ya gw bahas tentang Pasar Modal, menarik sih gw pelajarinnya, semoga masih ada kesempatan buat kita untuk terus belajar. Aamiin. CMIIW.