Gw menuntut ilmu di kampus hampir 5 tahun, banyak yg gw dapat disana, apa aja? Ya macam2, nano-nano. Sampai gw mendapatkan gelar Sarjana Statistika. Terus apakah gw bangga dengan gelar ini?. Apakah kalian bangga dengan gelar yang kalian peroleh?. Bangga dengan almamater tempat kalian menimba ilmu? Ada yg di Negeri, dan ada juga yg di Swasta. Ada yg jurusan Kedokteran, Teknik, Bahasa, Statistika, Kepolisian, Tentara, dan berbagai macam jurusan yg lainnya. Pastinya ada yg kita lakukan hingga kita bisa mendapatkan sebuah gelar. Yang membedakan adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu selama kuliah dengan sebaik-baiknya, menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, selalu memantaskan diri dan selalu menularkan kebaikan. Hingga di wisuda dan kita mendapatkan gelar dengan IPK yg berbeda-beda. Walau berbeda, sudah banyak yg membuktikan bahwa IPK tidak menjamin segalanya, tetapi softskill, yg harusnya kita asah selama proses pendidikan. Setelah selesai menamatkan pendidikan, maka kita akan menghadapai dunia pasca kampus, dunia yg sebenarnya.

Tau kah kawan bahwa sebenarnya dunia yang kita tinggali ini bisa disebut dengan UK (read:yuke) Universitas Kehidupan. Rektornya adalah Allah SWT, kurikulumnya Al-Quran dan Hadist, dan dosennya adalah segala yang behubungan dengan kita, seperti orang tua, sahabat, musuh, dan yg lainnya. Bedanya gelar yg kita akan sandang bukanlah Sarjana atau Magister atau Doktor, melainkan gelar Almarhum. Setelah menyelesaikan kehidupan, maka kita akan berada dalam kehidupan yg kekal, kehidupan yg sebenarnya, Kehidupan Akhirat. IPK adalah proporsi antara pahala dan dosa, dan itu semua dihitung oleh Allah sebagai Rektor dengan Matematikanya Allah. Nah klo IPK di UK ini menentukan segalanya. Selain IPK juga yang penting adalah Ridho-Nya Allah.

inilah saatnya kita berjuang selama masih berada dalam UK. Manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Bekerja, belajar, berdoa, semuanya semata-mata hanya ingin mendapatkan Ridho-Nya Allah. Kita tidak tau kapan kita akan mendapatkan gelar Almarhum tersebut, bisa dalam waktu yg dekat, atau bisa dalam waktu yg lama. So, alangkah baiknya jika kita selalu mempersiapkan kematian. Sekali lagi ini bukan mau menggurui atau mau menasehati, ini juga sebagai pengingat kembali buat diri gw sendiri. Bahwasanya apa yang kita kerjakan di UK ini pastinya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Banyak-banyak berbuat baik, amal jariah, ilmu yg bermanfaat, dan jika sudah memiliki anak, jadikan anak tersebut anak yg soleh yg bisa mendoakan kita ketika kita sudah menyandang gelar Almarhum. Karena doa anak yg soleh, amal jariah dan ilmu yg bermanfaat tersebut bisa menjadi amalan yg akan terus mengalir kepada kita walaupun kita sudah Almarhum.
Sampai bertemu di Akhirat, semoga kita termasuk golongan kanan dan kita dipertemukan di Syurga-Nya Allah. Aamiin.