Di
sebuah negeri yang damai dipimpin oleh seorang Raja yang arif bijaksana. Raja ini
memiliki daerah kekuasaan yang luas dan pasukan yang banyak nan kuat. Pada suatu
hari sang Raja memerintahkan tiga menteri terbaik untuk menghadapnya. Lalu ketiga
menteri tersebut datang menghadap sang Raja. “Wahai menteri-menteri terbaikku,
aku perintahkan kalian untuk mencarikanku buah-buahan yg terbaik yang ada di
negeri ini, masing-masing dari kalian akan aku berikan satu karung untuk
mengumpulkan buah-buahan tersebut dalam waktu seminggu”, pinta Sang Raja. Tanpa
banyak pertanyaan ketiga menteri tersebut langsung pamit meninggalkan kerajaan untuk
pergi mencari buah-buahan yang diminta sang Raja.
Menteri
pertama sangatlah amanah dan patuh terhadap sang Raja, apapun yang Raja
perintahkan akan dilakukan dengan sebaik-baiknya, sehingga menteri pertama ini
sungguh-sungguh mencari buah-buahan yang terbaik dan masih segar. Ia mencarinya
hingga masuk ke dalam hutan dan memanjat pohon yang begitu tinggi untuk
mendapatkan buah-buahan terbaik yang diinginkan Sang Raja.
Menteri
kedua juga sangat patuh terhadap sang Raja, namun menteri kedua ini sangat
santai dalam menjalankan perintah. Ia tidak sungguh-sungguh dalam menjalankan
perintah sang Raja. Menteri kedua ini mencari buah-buahan yang sudah jatuh dari
pohonnya, banyak dari buah-buahan tersebut yang sudah busuk namun ia tetap
mengambilnya.
Menteri
ketiga tidaklah amanah, ia berpikir bahwa sang Raja tidak akan punya waktu
untuk memeriksa isi karung ini, karena sang Raja sangatlah sibuk dengan segala
urusannya. Sehingga menteri ketiga ini mengisi karungnya dengan penuh dengan
rumput-rumputan yang sudah kering dan layu.
Ketiga
menteri ini lalu menghadap sang Raja untuk menyerahkan hasil yang telah mereka
kumpulkan. “Apakah kalian sudah melakukan apa yang telah aku perintahkan”,
tanya sang Raja. Menteri ketiga menjawab, “Sudah Raja, kami sudah mengumpulkannya,
tapi apakah engkau akan memeriksa karung-karung kami sedangkan engkau sangatlah
sibuk mengurusi negeri ini beserta isinya. “Benar, aku tidak akan
membuang-buang waktu hanya untuk memeriksa karung kalian, karena waktuku begitu
berharga”, singkat sang Raja. Kemudian sang Raja memerintahkan prajuritnya
untuk memenjarakan ketiga menterinya ini. Sang Raja berkata, “Aku akan
memenjarakan kalian selama tiga bulan, dan tidak akan aku beri makan, kalian
makan saja buah-buahan yg telah kalian kumpulkan selama satu minggu di dalam
karung tersebut.
Menteri
pertama tidak khawatir karena ia telah mengumpulkan buah-buahan segar yang ia
cari dengan usaha kerasnya selama satu minggu. Menteri kedua menyesal karena ia
hanya mengambil buah-buahan yang telah jatuh. Sedangkan menteri ketiga sangat
menyesali perbuatannya, karena ia hanya akan memakan rumput kering yang ia
kumpulkan.
Cerita
di atas mengingatkan kita pada diri kita sendiri sebagai hamba-Nya. Di Akhirat
kelak, kita akan menikmati hasil dari apa yang telah kita perbuat selama hidup
di dunia, perbuatan yang baik maupun yang buruk. Sebelum menyesal, mari kita
perbaiki diri. Ini semata-mata untuk mengingatkan pada diri gw sendiri yang
selama ini masih seperti menteri kedua, yakni masih tidak serius dalam
melaksanakan perintah Allah. Solat memang selalu gw kerjakan, tapi hanya
sekedar dikerjakan, ga didirikan. Sesungguhnya dirikanlah solat, karena solat
adalah tiang agama. Jadi janganlah mengerjakan solat hanya sekedar menggugurkan
kewajiban, tapi jadikanlah solat sebagai sebuah kebutuhan kita. Gw yakin ketika
solat kita baik maka insya Allah kehidupan kita juga akan baik. Kadang kala kita
juga seperti menteri ketiga yang melanggar perintah Allah, begitu banyak dosa yang telah kita lakukan,
melakukan kesalahan yang sama. Jika dosa itu ibarat tetesan air, maka dosa-dosa
yang telah kita perbuat sudah membentuk lautan samudera. Jika dosa itu ibarat bau
busuk, maka sudah tidak ada lagi makhluk yang mau mendekati kita [saking baunya]. Allah masih
menutupi aib kita, tapi di akhirat pasti kita diminta pertanggungjawabannya. Dan kita
masih jauh seperti menteri yang pertama. Yuk, sama-sama kita perbaiki diri,
bertaubat, dan mengabdikan diri kita untuk sang Raja kita, Raja Alam Semesta,
Allah SWT. Kelak kita akan bertemu dengan-Nya di syurga. Aamiin.
uwow... keren ka. terima kasih sudah mengingatkan.
ReplyDeletebukan ibu guru, berarti bapak guru ya ka :)
kirain di twitter itu lagi nganalisis calon menteri. dan Budi mau move on juga.
ReplyDelete*nice post
@sheeminnie: hehe iya saling mengingatkanlah ya, barusan buka blognya, keren, mantab. Semoga cepet2 kelar lah dari departemen. Haha
ReplyDelete@ibuPJK: ahaha, blm sampai menganalisis menteri rey, bukan ranah saya itu mah.Oiya blognya ibu PJK juga keren, warna-warni :D