Friday, November 15, 2013


Jepang. Ketika berbicara tentang negara matahari terbit ini, pasti tidak lepas dengan yang namanya kartun [anime] khas Jepang. Generasi tahun 90an pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Doraemon, DragonBall, Sailormoon, dll. Ketiga kartun itupun hingga kini masih tetap disiarkan setiap hari Minggu di saluran TV swasta negara kita. Sejak era 90an itulah kartun-kartun dari Jepang banyak bermunculan di TV Indonesia, jika tidak disiarkan masih ada komik yang beredar dengan bebasnya. Kalau sekarang yang masih heboh ya si Naruto dan One Piece. Selain dua kartun [anime] itu masih banyak lagi yang lainnya. Kalau gw sih cuma tau itu aja, Hehe.

Nah, kemarin [Minggu, 10 November 2013] ada pameran anime di Senayan. Nama acaranya HelloFest yang ke 9. Apa sih HelloFest itu? Nih sedikit penjelasannya setelah gw bertanya ke mbah google.

HelloFest itu acaranya HelloMotion yaitu sebuah wadah penggerak kemajuan animasi & kreativitas Indonesia di bawah naungan Yayasan Animasi & Sinema Muda Indonesia serta PT. HelloMotion Korpora Indonesia. Didirikan oleh Wahyu Aditya pada 8 April 2004 dengan visi ”Merealisasikan imajinasi setiap individu menjadi kenyataan”, dan misi jangka pendek yaitu ”Menjadi pusat Animasi & Kreativitas terbaik di Asia Tenggara yang memberi manfaat positif untuk komunitasnya.”

Gw yang tidak terlalu tertarik dengan acara seperti ini akhirnya melangkahkan kaki kesana, itu juga karena lokasinya di Senayan dan dekat dengan rumah. Di sana ada banyak pengunjung yang memakai kostum anime kesukaannya. Ada yang menjadi power ranger, baja hitam, digimion, sailormon, dll, bahkan moster-monsternya pun juga ada. Dari yang kostumnya sangat sederhana hingga yang begitu detail dan rumit. Luar biasa kalau sudah suka banget sama yang namanya tokoh serial anime. Kostum-kostum ini yang biasanya kita dengar dengan sebutan costum player [cosplay]. Kalau di HelloFest ini disebut dengan istilah KostuMasa Show Off, yaitu ajang kompetisi yang diadakan di panggung utama.

Selain cosplay ada juga Pasar HelloFest. Eksibisi yang berhubungan dengan industri kreatif. Seperti bazar-bazar pada umumnya, disini dijula apapun yang berbau anime. Dari mulai mainan [figure], gantungan kunci, kaos sampai benda-benda seperti celengan.

Ini gelaran yang ke-9. Nah berkaca dari tahun lalu, yang ke-8, HelloFest 8 Anima Expo tahun 2012 dapat mendatangkan lebih dari 20.000 orang dalam satu hari. Jumlah partisipan untuk kompetisi film pendek 7 animasi lebih dari 300 karya. Jumlah pengunjung yang menggunakan kostum (KostuMasa) mencapai lebih dari 1.000 orang. Banyak komunitas menganggap bahwa HelloFest adalah salah satu event terbesar di Indonesia untuk ajang cosplay.

Sangat disayangkan gw kesananya sendirian. Sebenarnya sabtu ada teman yang ngajak ke sana bareng, tapi berhubung hari sabtunya ada acara maka sendirianlah gw kesananya. Kenapa sangat disayangkan? Karena gw jadinya ga bisa foto bareng para peserta yang memakai kostum [cosplay] tersebut. Pengen minta tolong tapi sedikit sungkan. Jadinya ya gw foto-foto aja mereka tanpa ada gw nya. #Nasib. Walau begitu akhirnya gw bisa foto bareng dengan salah satu peserta yang memakai kostum Vocaloid. Masih bocah sih orangnya haha. Sebelum pulang gw menyempatkan foto di baliho besarnya HelloFest.



HelloFest 9

Posted on Friday, November 15, 2013 by De Budi Sudarsono

1 comment

Friday, November 08, 2013


Ketika melihat sosok gw [dulu], pasti tak jauh dari sebutan si kurus. Lengkapnya tinggi dan kurus. Memang begitu adanya, hehe. Dari kecilpun gw juga sudah sangat suka dengan olahraga. Lebih akrab dengan olahraga berenang, badminton, sepakbola dan basket.

Gw mulai renang sejak masih di TK [Taman Kanak-Kanak], TK hingga SD [Sekolah Dasar] gw selalu ada renang setiap dua minggu sekali tepatnya setiap hari selasa di minggu kedua dan akhir bulan. Maklum sekolah gw itu milik swasta tepatnya Yayasan Sekar Laut milik PT PELNI, so berenang masuk dalam kurikulumnya. Hampir seluruh gaya dalam renang gw bisa, dari gaya bebas, meluncur, katak, kupu-kupu, menyelam, mengapung hingga loncat indah, hanya gaya punggung yang gw belum bisa saat itu. Ketika memasuki SMP hingga SMA, berenang hanya menjadi ajang pemasukan tambahan untuk si Guru Olahraga. Hanya dateng, jebar jebur, dapet nilai deh. Haha. Jika ditanya gw masih bisa renang atau engga, jawabanya gaya apa dulu nih, haha. Sudah lama gw ga berenang, kendalanya hanya karena berenang itu butuh kolam renang, jadi males kalau ke kolam renang jauh-jauh dan tidak ada temannya. #alasan. Efek yang gw rasakan dari renang sejak kecil adalah gw sekarang menjadi tinggi, lebih tinggi dibandingkan kedua orangtua gw. Wah sebenarnya gw ini anak siapa ya? Haha.

Kita boleh berbangga akan prestasi yang satu ini. Indonesia rajanya badminton. Zaman SD gw kenal badminton, setiap minggu selalu diajak kedua orangtua gw ke Pusat Olahraga di Jakarta [Senayan]. Disana mama gw senam sedangkan gw main badminton sama bapak, dan adek gw menjadi penonton yang setia, hehe. Tidak hanya setiap minggu, tapi hampir setiap sore hari gw bermain badminton di lapangan dekat rumah bersama teman-teman masa kecil gw. Saat itu pula ada kejuaran badminton (entah namanya apa) yang disiarkan di TV. Ada perasaan kesal ketika tim Indonesia kalah karena kecapekan, namun dengan Percaya Dirinya gw bilang ke mama, “sini deh mas dian aja yang gantiin”.

Basket merupakan olahraga yang paling ribet. Itu pernyataan awal sebelum gw mengenal basket. Gw pun main basket sangat kaku saat mendribel bolanya. Sontak gw menjadi bulan-bulanan candaan teman-teman gw. Gw kenal basket saat SD. Di dekat rumah ada kampus swasta, dan setiap pagi dibulan Ramadhan kita selalu bermain di lapangan basketnya. Dari sini lah gw mengenal basket. Hingga SMP gw ikut latihan rutin di ekskul basket, walau hanya bertahan setahun saja. Karena ikut ekskul [ekstrakurikuler] inilah gw lebih baik bermain basketnya. Apalagi kalau soal three point, beeeh gw bisa di andalkan, haha. Sampai SMA dan kuliah pun gw masih bermain basket, yaa walau tidak rutin, hanya ketika jam olahraga atau ada kejuaran saja.

Sepakbola. Olahraga ini yang paling konsisten masih ada dalam kehidupan gw sampai sekarang. Ketika masih tinggal di Asrama Brimob, saat itu usia gw masih 5 tahun, gw tidak punya banyak teman yang sepantaran, rata-rata usianya jauh diatas gw, rata-rata sudah SD. Saat mereka bermain bola, gw hanya bisa menontonnya dari pinggir lapangan saja, lebih tepatnya jadi anak gawang. Itu loh yang suka ngambil-ngambilin bola jika bolanya keluar lapangan. Pernah ketika gw mengejar bola, malah kaki gw menginjak bola tersebut. Alhasil #gubrak, gw jatuh dan kaki gw pun berdarah. Sedikit trauma dengan yang namanya sepakbola. Kondisi ini berbalik 90 derajat ketika gw pindah rumah di Asrama Polri hingga sekarang. Gw punya banyak teman yang sepantaran, dengan selisih usia yang tidak jauh berbeda. Disini juga ada lapangan rumput yang luasnya jauh lebih luas dibandingkan saat gw masih di Asrama Brimob. Mulai dari sinilah karir sepakbola gw dimulai #halah. Haha.

Setiap sore pasti main bola di lapangan. Hujan-hujanan pun tetap pada main. Masa kecil terindah gw tercipta disini. Oiya teman-teman gw mempunyai julukan buat gw, gw dijuluki si lari, si tendangan gelombang dan terakhir si Tsubasa. Haha. Si lari karena gw mengandalkan kecepatan dengan berlari sekencang kencangnya, tak peduli lapangannya hanya sampai mana, #cupu. Si tendangan gelombang karena gw kalau nendang pasti bergelombang, alias lurus dan karena tanah lapangannya tidak rata makanya jadi bergelombang, dan sering berbuah GOL, #cupu. Dan terakhir sebutan Tsubasa, karena ketika itu lagi boomingnya serial kartun sepakbola Tsubasa asal Jepang. Sebuah penghargaan gw pernah dijuluki itu, #cupu.

Lapangan ini menjadi saksi tumbuhnya seorang gw dalam hal sepakbola. Tak hanya itu, dia [lapangan] juga menjadi saksi setiap cidera yang gw alami. Banyak sudah cidera yang pernah menimpa gw disana, seperti tulang tangan ke geser, kaki keseleo, dengkul berdarah, telapak kaki tertusuk paku. Itu semua tak mengurangi semangat gw untuk terus suka bermain bola. Hingga saat gw SMA, kelas dua SMA, seperti biasa gw main bola bareng teman-teman. Tapi, tiba-tiba negara api menyerang, #gaNyambung, haha. Saat lagi bermain kaki gw berbenturan dengan kaki teman gw, hanya sakit biasa yang gw rasa. Tapi ketika melihat ke bawah, ke kaki gw, ternyata ada darah, dan gw liat ternyata tulang di jari manis kaki sebelah kanan gw keluar. Warna putih tulang bercampur merahnya darah membuat gw jadi ngilu dan ketakutan. Gw langsung tersungkur di tengah lapangan, dan gw nangis. Itu cidera terparah yang pernah gw alami, hingga gw langsung di larikan ke Rumah Sakit Jiwa, eh salah maksudnya Rumah Sakit Pelni. Saat di Rumah Sakit, gw minta maaf sama mama, gw bilang “ma, maaf ya jadi ngerepotin sampai di bawa ke rumah sakit segala, mulai saat ini mas dian udah ga mau main bola lagi deh, pensiun dari main bola”. Mama hanya bisa ketawa dan bilang supaya gw cepat sembuh dulu. Gw bisa melontarkan kalimat itu bukan tanpa alasan. Seperti yang gw bilang tadi bahwa gw udah sering cidera. Gw benar-benar pensiun, tapi buka bermain bolanya, tapi gw pensiun tidak pernah menginjakkan kaki gw lagi di lapangan itu. Kalau bermain bola, gw masih aktif sampai sekarang. Usut punya usut, lapangan itu dulunya adalah bekas kuburan Belanda. Jeng jeng jeng......

Saat SMA gw selalu main untuk kelas gw di ajang antar kelas dan bermain membela Timnas SMA gw di ajang antar SMA. Hingga saat gw kuliah pun gw masih aktif bermain bola, walaupun lebih familiar dengan sebutan futsal. Saat kuliah pun gw selalu menjadi tumpuan membela kelas gw bertanding. Gw hebat? Engga, lebih tepatnya gw suka sama sepakbola, karena sudah terbiasa jadi terlihat lebih saja, hanya pengalaman dan jam terbang saja kok. Kalau kualitas, gw masih jauh di bawah teman-teman gw. Yang penting gw enjoy.


Semenjak lulus kuliah dan sekarang bekerja, semua olahraga tersebut sudah sangat jarang gw lakukan. Futsal pun juga kadang-kadang saja. Sekarang gw jadinya rutin ke Senayan buat jogging, dua kali dalam seminggu, hari Selasa dan Sabtu. Setiap gw olahraga pasti senang, karena olahraga itu mengeluarkan sebuah hormon penghilang stres, ntah namanya hormon apa. Itulah sebabnya dulu ketika gw lagi banyak masalah pasti gw lampisin ke main bola. Setelah itu rasanya lebih plong.   

Kesehatan itu layaknya sebuah mahkota. Tepatnya mahkota yang tak terlihat. Mengapa tak terlihat? Karena ketika kita sakit, kita baru menyadari betapa tidak enaknya sakit dan betapa enaknya sehat. Lagi pula mana ada yang menginginkan sakit. Tapi sebagian besar tidak peduli akan kesehatannya. Kesehatan memang tidak hanya melibatkan fisik saja, tapi rohani dan otak pun mesti juga dijaga kesehatannya. Untuk tetap menjaga kesehatan fisik ada banyak cara, seperti asupan vitamin dan makanan yang kita makan hingga olahraga secara teratur.

Posted on Friday, November 08, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Thursday, October 31, 2013


Dua orang yang dulu gw kenal di kampus sebatas kakak kelas, senior. Begitupun dengan detik ini, gw tidak tahu banyak tentang mereka. Ketika itu gw tingkat satu dan mereka tingkat empat. Selisih tiga tahun antara gw dan mereka. Pertama kenal sama yang perempuan, beliau namanya mba Ratna, lengkapnya Ratna Sogian Siwang. Gw tidak tahu banyak tentang beliau, tapi gw kenal, saat itu beliau berada dalam organisasi BEM Universitas, dan gw ikut kepanitiaan di dalamnya. Wajahnya gw ingat.

Orang kedua bernama Nazrul Anwar, gw pun tak begitu mengenalnya. Hanya sebatas tahu bahwa beliau sangat aktif di kampus. Terakhir bertemu beliau ketika gw memintanya untuk mengisi acara yang gw adakan di pertengahan tahun 2012 lalu dan beliau menyanggupinya.

Jodoh akhirnya mempertemukan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan. Mereka berdua menikah. Gw pun tidak tahu. Gw tidak tahu banyak tentang mereka. Hingga dipertengahan Oktober ini, sebuah berita duka tersebar luas di media sosial. Mba Ratna meninggal dunia setelah melahirkan anak laki-laki pertamanya.
sumber: facebook.com

Bayi tersebut diberi nama Karel Sulthan Adnara. Karel dari Bahasa Prancis, artinya kuat. Kalau Sulthan dari Arabic, artinya pemimpin, wasiat dari uminya. Dulu uminya seneng banget kalau ketemu kata Sulthan waktu baca Qur'an. Kalau Adnara akronim dari Adn-Nazrul-Ratna maksudnya; Surga-nya Abi Nazrul dan Umi Ratna. Kalau digabung arti namanya kira-kira: pemimpin yang kuat, Syurga bagi Abi Nazrul dan Umi Ratna.  

sumber: facebook.com
Letters to Karel. Begitulah Bang Nazrul memposting tulisannya di Fbnya. Surat yang ditujukan untuk anaknya, yang menceritakan tentang isterinya, agar kelak si anak mengetahui seperti apa uminya. Siapapun yang membacanya sedikit demi sedikit akan mengetahui seperti apa sosok Nazrul Anwar dan almarhum isteri tercintanya, mba Ratna. Dan yang paling penting adalah kita bisa belajar banyak dari tulisan-tulisan tersebut dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Yang ingin tahu isi suratnya bisa mengunjungi langsung FB nya bang Nazrul disini.


   

Posted on Thursday, October 31, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, October 28, 2013


Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia*.
*ejaan van Ophuysen

Tepat 85 tahun [28 Oktober 1928] yang lalu para pemuda Indonesia zaman dulu mengikrarkan SUMPAH tersebut. Sekarang para pemuda Indonesia zaman kini [28 Oktober 2013] pun mengucapkan SUMPAH tersebut. Bedanya adalah, pemuda zaman kini mengucapkannya melalui status di media sosial, seperti Facebook, Twitter, BB, dan sejenisnya. Ikut-ikutan meramaikan status di media sosial tanpa mengerti makna dari SUMPAH tersebut. Pemuda zaman sekarang hanya bersumpah dalam sehari saja. Yaa, bersumpah seharian. Sama halnya ketika 17 Agustus kemarin, beramai-ramai menjadi Nasionalis dalam sehari. Esokkannya? Hah entahlah. Sumpah yang mungkin hanya akan menjadi Sampah.

Kemarin Hari Blogger Nasional [26 Oktober]. Dan hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda. Selamat Hari Sumpah Pemuda wahai para pemuda Indonesia.

Pemuda.
"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”. *Soekarno
“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. *Soekarno
Pemuda sosok superior, progresif, revolusioner dengan api berkobar-kobar, dan bara spirit yang menyala-nyala. Pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis. Pemuda digambarkan sosok yang unggul, pilihan, bergairah, bergelegak dan bergelora secara fisik, psikis, intelektual, serta yang terpenting sikapnya. Pemuda adalah agen perubahan.

Tak ada habis-habisnya berbicara tentang hebatnya pemuda. Rasul pun juga berbicara tentang para pemuda.

Nabi SAW bersabda:
“Tujuh macam manusia yang akan dinaungi Allah Ta’ala dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Imam yang adil; pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah kepada Allah; seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah juga karena-Nya; seseorang yang dirayu dan diajak (berzina) oleh perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan (tapi menolak) lalu menjawab: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah sendirian lalu menetes air matanya (menangis).»  (HR Bukhari no. 1423 dan Muslim no. 2427).

Apakah kita sekarang masih bisa dibilang pemuda? Apakah pantas gelar pemuda disematkan buat kita? Atau mungkin kita hingga detik ini belum pernah menjadi pemuda. Aahh pertanyaan gw inipun menyindir diri gw sendiri.

Banyak sekali impian-impian yang gw tulis saat masih berstatus MAHA siswa. Alhamdulillah satu-persatupun terwujud. Tapi masih banyak yang belum terwujud. Belum terwujudnya ini bukan karena gw gagal, tapi memang gw belum mencoba. Ada rasa takut dan malas. Apakah impian-impian itu hanya akan menjadi sebuah impian yang takkan pernah terwujud?. "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”. Mau disebut sebagai orangtua? Padahal umur kita masih tergolong produktif. Yuk sama-sama kita buka kembali impian kita yang belum terwujud. Nyicil usaha dari sekarang, terus nyicil dan percaya semoga impian itu akan terwujud.

Beberapa hari yang lalu gw ketemu teman kuliah di tempat ujian CPNS. Nah, gw mau sedikit cerita tentang dia. Gw berani bilang kalau dia pantas disematkan sebagai PEMUDA. Sebut saja dia mawar. Mawar ini laki-laki, hehe. Sebelum ujian test CPNS dimulai, gw banyak bertukar cerita dengan si mawar. Ada dua cerita dari si mawar yang cukup inspiratif menurut gw.

Pertama [1],
Mawar kerja di daerah Pasar Minggu. Semenjak dibukanya CPNS 2013, dia sepertinya sudah bertekad untuk masuk PNS. Dia daftar di banyak kementerian, salah satunya di kemendagri. Testnya di Bandung dan pada hari kerja. Dia orang Bogor, otomatis si mawar ini izin ke atasannya, dan dia jujur mengungkapkan alasan izinnya. Dia izin untuk ikut test CPNS. Sang atasanpun dengan senang hati memberikan izin kepada si mawar, tapi sekaligus memberi ancaman, jika ikut test CPNS maka kontrak kerja kamu sampai akhir bulan ini saja. “Jleb”. Dan si mawar inipun berani mengambil keputusan terbesarnya. Ya, dia berani untuk keluar dari tempat kerjanya. Padahal belum tentu dia lolos CPNS dan menjadi PNS. Suatu keberanian yang gw nilai luar biasa. Si mawar ini pasti sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Benar saja, ketika selesai ujian, dia mendapat nilai 350an dari poin maksimalnya 500. Nilai yang tergolong tinggi. Dan sepertinya dia lolos ke tahap selanjutnya. Dia berhasil membakar perahunya, sehingga tidak ada pilihan baginya selain sukses. Aaah, mungkin kebanyakan dari kita, termasuk gw, pastinya berfikir tidak akan keluar kerja dulu, sebelum benar-benar keterima di PNS. Dan mungkin karena alasan itu kita menjadi “kurang’ bersungguh-sungguh. Ya, mawar memberikan pelajaran yang berharga buat gw.

Kedua [2],
Mawar juga bercerita tentang si melati, teman kita berdua ketika kuliah dulu. Melati ini juga laki-laki, hehe. Kabar terakhir yang gw tau, si melati ini sudah kerja di perusahaan minyak, salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Sebut saja Total Oil Indonesia. Hehe. Melati ini mahasiswa terbaik di kelas kita, terbaik pula di kampus kita. IPK dia tertinggi di kelas, mencapai 3.92. Dan dia menjadi lulusan terbaik tingkat fakultas ketika wisuda. Hanya kalah 0.01 dari lulusan terbaik universitas yang IPK nya 3.93. Kita menyebutnya DEWA. Hehe. Jadi gw tidak terlalu kaget ketika dia berhasil lolos dan bekerja di perusahaan sekelas Total. Tapi si mawar cerita bahwa si melati ini baru keluar dari Total. Gw juga tidak terlalu tahu alasan yang sebenarnya kenapa si melati ini keluar. Tapi salah satu alasan yang gw tau dari si mawar adalah si melati ini merasa disana ilmunya tidak terpakai dan dia merasa tidak berkembang, kebanyakan di sana berlatarbelakang teknik, sedangkan kita lulusan statistika. “Jleb” lagi. Gw kagum sama keputusan si melati ini. Mungkin kalau gw ada di posisinya, gw bakal bertahan walaupun tidak ada statistikanya, lumayan salary nya pasti besar, heheh. Beda halnya sama si melati ini. Dia lebih mengutamakan intuisi kecerdasannya. Dia ingin terus berkembang, dan melatih intuisinya. Si melati ini benar-benar pemuda. Ya gw yakin dia bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Luar biasa dua pelajaran yang dapat gw petik dari si mawar dan melati ini, sahabat gw. Semoga juga bisa menjadi inspirasi buat yang baca kisah mereka. Oiya perlu diketahui bahwa mawar dan melati ini belum ada 2 bulan ditempat kerjanya. Semoga impian mereka segera tercapai. Amin.

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia*.
*ejaan van Ophuysen


Posted on Monday, October 28, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Wednesday, October 23, 2013


Keperawanan sawarna telah hilang direnggut oleh para pelancong dari Jakarta. Tetapi sawarna tidak marah, bahkan ia mampu memberikan kepuasan tiada tara kepada para penikmatnya. Bahkan masih tersisa dalam ingatan, dan mungkin tidak akan pernah mampu untuk dilupakan sensasinya.

Jangan berpikir yang macam-macam ya. Sawarna yang gw maksud itu bukan nama perempuan, tapi nama sebuah tempat yang indah, sebuah Pantai di Selatan Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten. Sebuah bingkisan kecil dari Syurga yang diberikan oleh Yang Maha Besar.

Akhir September 2013 kemarin gw diberi kesempatan oleh Allah untuk mengintip indahnya Pantai Sawarna. Gw pergi bersama rekan-rekan kantor gw menggunakan dua mobil. Perjalanan memakan waktu sekitar tujuh [7] jam. Berangkat hari Jumat pukul 23.00, dan tiba di penginapan hari Sabtu pukul 06.30.

Setibanya di penginapan gw langsung ke kamar mandi, kebelet soalnya. Terus sarapan, terus ganti baju, terus siap-siap. Aaaah kelamaan, hahaha. Oke sip gw mulai aja dah alasan kenapa Pantai Sawarna ini begitu indah, agar tidak hoax, akan gw sertai dengan foto-fotonya, ya walaupun dengan gw sebagai modelnya, hehe.

Pulau Manuk
Gw mulai dari Pulau Manuk. Kenapa disebut Pulau Manuk? Dalam bahasa Sunda manuk itu burung, #sotoy. Padahal pulaunya atau batu karangnya ga ada yang berbentuk layaknya seekor burung. Nah loh, mungkin disini banyak burungnya kali ya, hahaha. Setelah bertanya ke Mbah google, beliau bilang bahwa di pulau ini banyak burung dari berbagai negara yang singgah. Nah bener kan dugaan gw, :D. Menurut gw Pulau Manuk ini biasa aja, tidak jauh berbeda dengan pantai pada umumnya. Tapi di pantainya terdapat gundukan-gundukan batu sehingga kita bisa berjalan menuju tengah-tengah. Disini juga tidak terlalu ramai wisatawan, sehingga gw memanfaatkan moment ini dengan baik. Gw langsung menuju ke tengah, melewati batu-batuan, dan gw teriak sekencang-kencangnya. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......................... Ya kurang lebih seperti itulah terikkannya, hahaha. Dengan ditemani suara ombak dan hembusan angin pantai membuat hati gw terasa plong, dan pikiran gw terasa enteng, melepas segala penat akan segala aktifitas gw selama ini. Usut punya usut, gw dibilang orang gila sama warga setempat gara-gara teriak-teriak. -__- #biarlah

Pulau Manuk
Pantai Goa Langir
Gw sebut Pantai Goa Langir, karena disini terdapat Pantai dan Goa. Oiya, Pantai Sawarna ini tidak hanya menyuguhi pantainya yang indah, tetapi juga menyajikan goa, persawahan dan bukit yang tidak kalah indahnya. Pantai ini masiiiiih sepi, karena akses menuju kesini ditutup dengan plang dari kayu. Sehingga tidak terlihat bahwa di dalamnya terdapat pantai dan goa yang indah. Goa Langir ini terdapat tebing-tebing yang kayaknya bisa untuk dipanjat. Dilihat dari kondisinya gw ga berani masuk, takut ada ular #alibi. Masih di trek yang sama, terdapat juga Goa Seribu Candi. Mungkin disebut candi karena didalamnya ada candi atau didalamnya pas banget untuk bersemedi, #sotoylagi. Di ujung kita diperlihatkan hamparan pantai putih yang sangat indah.

Goa Langir
Pantai Ciantir
Pantai ini paling dekat sama penginapan gw. Tapi gw ga terlalu suka pantai ini, karena sudah banyak orang, dan sampah di pinggirnya. Melalu pantai ini gw selanjutnya menuju ke Pantai Tanjung Layar.

Pantai Tanjung Layar.
Masih di hari Sabtu, di penghujung hari ini gw ke Pantai Tanjung Layar. Konon tempat ini cocok untuk melihat sunset. Aaah andai saja gw kesini bareng tulang rusuk gw #abaikan. Oke punya pemandangan disini, ada batu karang yang terdapat di tengah-tengah laut. Keren banget ketika ada ombak yang menghantam deretan batu karang ini. Mungkin bunyi suaranya kalau dibahasakan pakai bahasa manusia bunyinya itu Jebreeeeeeeet. Karang terbesar disini menyerupai sebuah layar kapal, makanya disebut Tanjung Layar. Sayang teramat sayang, gw tidak mendapatkan sunset secara sempurna, karena cuaca yang sedikit mendung. Susah mendeskripsikan indahnya pantai ini, sangat indaaaaaaaah sekali, hmmmmm tapi tetap saja tidak ada yang bisa melebihi keindahanmu #halah.

Tanjung Layar

Sunset di Tanjung Layar

Perbukitan
Seusai solat subuh gw melanjutkan petualangan menjajahi si sawarna #bahasanya, haha. Gw melewati perbukitan yg tidak terlihat indah, ya karena masih subuh, masih gelap, -__-. Gw mengejar sunrise di Pantai Lagunapari.

Pantai Lagunapari
Alhamdulillah, kemarin tidak bisa melihat sunset, paginya bisa melihat sunrise di pantai ini. Pantai Lagunapari. Tidak kalah indah dengan pantai disepanjang sawarna ini. Udara yang masih sejuk dan melihat matahari terbit membuat gw tak henti-hentinya mengucap syukur. Betapa kecilnya gw ini, gw ini sama seperti sebutir pasir di pantai #melankolis. Disini gw berhasil menangkap kepiting yang cukup besar. Sebuah prestasi yang tak perlu dibanggakan, haha. Karena bingung mau ditaruh mana, akhirnya kepiting hasil tangkapan gw ini gw taroh di batok kelapa. Dan gw hanyutkan ke laut lagi. Disini gw rehat sebelum melanjutkan perjalanan yang masih panjang.

Pantai Lagunapari

Pantai Pasir Putih
Setelah melewati Pantai Lagunapari, selanjutnya adalah Pantai Pasir Putih. Sesuai dengan namanya, pantai ini memilki pasir pantai yang berwarna putih. Disini pas banget buat berenang dan surfing, karena disini tidak ada batu karangnya. Sangat disayangkan di pantai ini gw hanya numpang lewat aja, karena tujuan akhir kita adalah ke Goa Lalay.

Goa Lalay.
Jangan salah baca ya, bukan goa 4L4Y loh, dan bukan berarti yang masuk goa ini berarti para 4L4Y -__-.  Goa ini masih berada di sawarna, di kampung Cipanas, Banten. Beda dengan Goa Langir, disini bisa dimasuki, dan goa ini yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Di dalam Goa Lalay terdapat banyak persimpangan jalan, dan sangat panjang. Berani masuk sini, harus berani basah-basahan. Karena kita jalan didalam air. Airnya hanya setinggi dengkul. Seperti halnya sebuah goa, disini sangat gelap, perlu bantuan senter untuk menerangi jalan. Sama halnya seperti dirimu, yang perlu aku untuk menerangi hatimu #abaikanlagi.


Peta Goa Lalay


Goa Lalay

Goa Lalay menjadi tempat terkhir yang gw kunjungi. Padahal masih banyak lagi tempat yang bisa dikunjungi di sawarna ini dan tak kalah indahnya.

Terimakasih kepada Allah SWT yang telah menciptakan indahnya Pantai Sawarna. Terimakasih buat Mas Pujo dan Mas Indra yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Dan terimakasih buat rekan-rekan kantor gw. Oiya terimakasih juga buat ibu penginapan atas makanannya yang enak :D

Posted on Wednesday, October 23, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Thursday, October 17, 2013


Banyak sudah artikel yang gw baca mengenai passion.  Alasan gw tertarik membacanya hanyalah karena saat itu gw belum tau apa itu passion dan bagaimana cara menemukan passion dalam diri kita. Pastinya sudah tidak asing lagi dengan seseorang yang berkata dengan kerennya, “Kita harus kerja sesuai dengan passion kita”. Intinya bekerja sesuai passion itu adalah bekerja atau melakukan hal yang kita sukai, yang ketika kita melakukannya bisa-bisa sampai lupa waktu.

Satu artikel yang gw baca tentang bagaimana cara paling mudah untuk menemukan passion kita adalah dengan menumpukkan buku-buku yang kita miliki sesuai dengan genrenya. Misalnya, buku yang berbau ilmiah ditumpuk menjadi satu, tentang psikologi, motivasi, leadership atau sejarah, memancing, musik, sepak bola atau tentang imu agama. Nah, tumpukan yang paling tinggi itulah passion kita. Jika ternyata tumpukan buku-buku motivasi menjadi yang tertinggi, itu artinya passion kita ke arah motivasi, bisa menulis atau berbicara tentang motivasi. Begitupun jika genre-genre lain menjadi yang tertinggi, berarti itulah passion kita.

Passion beda sama bakat. Kalau passion adalah melakukan apa yang kita sukai, sedangkan bakat adalah melakukan apa yang kita bisa. Bakat setiap orang itu berbeda-beda. Bakat itu melakukan sesuatu yang sulit bagi orang lain lakukan, tetapi mudah bagi kita. Misalnya ada anak yang sangat mudah bermain gitar, tapi ada anak yang sudah betahun-tahun belajar gitar tapi belum bisa-bisa. Itulah anugerah dari Allah yang diberikan kepada setiap anak Adam.

Bakat itu apa yang kita bisa, sedangkan passion itu apa yang kita suka. Dari sini pertanyaan gw muncul. Setiap orang memiliki passionnya masing-masing, melakukan hal yang disukainya. Nah, kalau ada orang yang melakukan hal yang disukainya itu ternyata merugikan orang lain bagaimana? Jika ada orang yang melakukan hal yang disukainya itu ternyata Allah tidak suka bagaimana?

Ternyata sekedar bakat dan passion saja tidaklah cukup. Kita tidak hanya melakukan maunya kita aja, tapi juga harus melakukan maunya Allah. Terus maunya Allah apa? Banyak. Yang jelas agama kita tidak memberatkan, bahkan malahan memudahkan kita. Sayangnya Allah tidak berkomunikasi dengan kita secara langsung, karena kita bukan Nabi ataupun Rasul, hehe. Tapi Allah berkomunikasi kepada kita melalui ayat-ayatnya dalam kitab suci kita, Al-Quran. Dan “ayat-ayat” yang ada dalam mikro dan makro kosmos, alam semesta ini beserta isinya. Tugas kita adalah menangkap apa yang ingin disampaikan Allah kepada kita.

Sama halnya seperti passion, yang setiap orang memiliki passion yang berbeda-beda. Maunya Allah kepada masing-masing dari kitapun juga berbeda-beda. Sekali lagi, tugas kita adalah menangkap apa yang ingin disampaikan Allah kepada kita. Bisa dibilang “panggilan hati”.

Hal yang ingin gw sampaikan disini adalah bahwa passion itu penting. Tapi belum cukup. Alangkah lebih bahagianya kita ketika melakukan sesuatu yang kita sukai yang itu adalah maunya kita dan maunya Allah. Manteblah kalau bisa. Selamat menemukan passionnya dan selamat mencari maunya Allah ke kita.

Posted on Thursday, October 17, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments