Keperawanan sawarna telah hilang direnggut oleh para pelancong dari Jakarta. Tetapi sawarna tidak marah, bahkan ia mampu memberikan kepuasan tiada tara kepada para penikmatnya. Bahkan masih tersisa dalam ingatan, dan mungkin tidak akan pernah mampu untuk dilupakan sensasinya.

Jangan berpikir yang macam-macam ya. Sawarna yang gw maksud itu bukan nama perempuan, tapi nama sebuah tempat yang indah, sebuah Pantai di Selatan Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten. Sebuah bingkisan kecil dari Syurga yang diberikan oleh Yang Maha Besar.

Akhir September 2013 kemarin gw diberi kesempatan oleh Allah untuk mengintip indahnya Pantai Sawarna. Gw pergi bersama rekan-rekan kantor gw menggunakan dua mobil. Perjalanan memakan waktu sekitar tujuh [7] jam. Berangkat hari Jumat pukul 23.00, dan tiba di penginapan hari Sabtu pukul 06.30.

Setibanya di penginapan gw langsung ke kamar mandi, kebelet soalnya. Terus sarapan, terus ganti baju, terus siap-siap. Aaaah kelamaan, hahaha. Oke sip gw mulai aja dah alasan kenapa Pantai Sawarna ini begitu indah, agar tidak hoax, akan gw sertai dengan foto-fotonya, ya walaupun dengan gw sebagai modelnya, hehe.

Pulau Manuk
Gw mulai dari Pulau Manuk. Kenapa disebut Pulau Manuk? Dalam bahasa Sunda manuk itu burung, #sotoy. Padahal pulaunya atau batu karangnya ga ada yang berbentuk layaknya seekor burung. Nah loh, mungkin disini banyak burungnya kali ya, hahaha. Setelah bertanya ke Mbah google, beliau bilang bahwa di pulau ini banyak burung dari berbagai negara yang singgah. Nah bener kan dugaan gw, :D. Menurut gw Pulau Manuk ini biasa aja, tidak jauh berbeda dengan pantai pada umumnya. Tapi di pantainya terdapat gundukan-gundukan batu sehingga kita bisa berjalan menuju tengah-tengah. Disini juga tidak terlalu ramai wisatawan, sehingga gw memanfaatkan moment ini dengan baik. Gw langsung menuju ke tengah, melewati batu-batuan, dan gw teriak sekencang-kencangnya. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......................... Ya kurang lebih seperti itulah terikkannya, hahaha. Dengan ditemani suara ombak dan hembusan angin pantai membuat hati gw terasa plong, dan pikiran gw terasa enteng, melepas segala penat akan segala aktifitas gw selama ini. Usut punya usut, gw dibilang orang gila sama warga setempat gara-gara teriak-teriak. -__- #biarlah

Pulau Manuk
Pantai Goa Langir
Gw sebut Pantai Goa Langir, karena disini terdapat Pantai dan Goa. Oiya, Pantai Sawarna ini tidak hanya menyuguhi pantainya yang indah, tetapi juga menyajikan goa, persawahan dan bukit yang tidak kalah indahnya. Pantai ini masiiiiih sepi, karena akses menuju kesini ditutup dengan plang dari kayu. Sehingga tidak terlihat bahwa di dalamnya terdapat pantai dan goa yang indah. Goa Langir ini terdapat tebing-tebing yang kayaknya bisa untuk dipanjat. Dilihat dari kondisinya gw ga berani masuk, takut ada ular #alibi. Masih di trek yang sama, terdapat juga Goa Seribu Candi. Mungkin disebut candi karena didalamnya ada candi atau didalamnya pas banget untuk bersemedi, #sotoylagi. Di ujung kita diperlihatkan hamparan pantai putih yang sangat indah.

Goa Langir
Pantai Ciantir
Pantai ini paling dekat sama penginapan gw. Tapi gw ga terlalu suka pantai ini, karena sudah banyak orang, dan sampah di pinggirnya. Melalu pantai ini gw selanjutnya menuju ke Pantai Tanjung Layar.

Pantai Tanjung Layar.
Masih di hari Sabtu, di penghujung hari ini gw ke Pantai Tanjung Layar. Konon tempat ini cocok untuk melihat sunset. Aaah andai saja gw kesini bareng tulang rusuk gw #abaikan. Oke punya pemandangan disini, ada batu karang yang terdapat di tengah-tengah laut. Keren banget ketika ada ombak yang menghantam deretan batu karang ini. Mungkin bunyi suaranya kalau dibahasakan pakai bahasa manusia bunyinya itu Jebreeeeeeeet. Karang terbesar disini menyerupai sebuah layar kapal, makanya disebut Tanjung Layar. Sayang teramat sayang, gw tidak mendapatkan sunset secara sempurna, karena cuaca yang sedikit mendung. Susah mendeskripsikan indahnya pantai ini, sangat indaaaaaaaah sekali, hmmmmm tapi tetap saja tidak ada yang bisa melebihi keindahanmu #halah.

Tanjung Layar

Sunset di Tanjung Layar

Perbukitan
Seusai solat subuh gw melanjutkan petualangan menjajahi si sawarna #bahasanya, haha. Gw melewati perbukitan yg tidak terlihat indah, ya karena masih subuh, masih gelap, -__-. Gw mengejar sunrise di Pantai Lagunapari.

Pantai Lagunapari
Alhamdulillah, kemarin tidak bisa melihat sunset, paginya bisa melihat sunrise di pantai ini. Pantai Lagunapari. Tidak kalah indah dengan pantai disepanjang sawarna ini. Udara yang masih sejuk dan melihat matahari terbit membuat gw tak henti-hentinya mengucap syukur. Betapa kecilnya gw ini, gw ini sama seperti sebutir pasir di pantai #melankolis. Disini gw berhasil menangkap kepiting yang cukup besar. Sebuah prestasi yang tak perlu dibanggakan, haha. Karena bingung mau ditaruh mana, akhirnya kepiting hasil tangkapan gw ini gw taroh di batok kelapa. Dan gw hanyutkan ke laut lagi. Disini gw rehat sebelum melanjutkan perjalanan yang masih panjang.

Pantai Lagunapari

Pantai Pasir Putih
Setelah melewati Pantai Lagunapari, selanjutnya adalah Pantai Pasir Putih. Sesuai dengan namanya, pantai ini memilki pasir pantai yang berwarna putih. Disini pas banget buat berenang dan surfing, karena disini tidak ada batu karangnya. Sangat disayangkan di pantai ini gw hanya numpang lewat aja, karena tujuan akhir kita adalah ke Goa Lalay.

Goa Lalay.
Jangan salah baca ya, bukan goa 4L4Y loh, dan bukan berarti yang masuk goa ini berarti para 4L4Y -__-.  Goa ini masih berada di sawarna, di kampung Cipanas, Banten. Beda dengan Goa Langir, disini bisa dimasuki, dan goa ini yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Di dalam Goa Lalay terdapat banyak persimpangan jalan, dan sangat panjang. Berani masuk sini, harus berani basah-basahan. Karena kita jalan didalam air. Airnya hanya setinggi dengkul. Seperti halnya sebuah goa, disini sangat gelap, perlu bantuan senter untuk menerangi jalan. Sama halnya seperti dirimu, yang perlu aku untuk menerangi hatimu #abaikanlagi.


Peta Goa Lalay


Goa Lalay

Goa Lalay menjadi tempat terkhir yang gw kunjungi. Padahal masih banyak lagi tempat yang bisa dikunjungi di sawarna ini dan tak kalah indahnya.

Terimakasih kepada Allah SWT yang telah menciptakan indahnya Pantai Sawarna. Terimakasih buat Mas Pujo dan Mas Indra yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Dan terimakasih buat rekan-rekan kantor gw. Oiya terimakasih juga buat ibu penginapan atas makanannya yang enak :D