Thursday, October 31, 2013


Dua orang yang dulu gw kenal di kampus sebatas kakak kelas, senior. Begitupun dengan detik ini, gw tidak tahu banyak tentang mereka. Ketika itu gw tingkat satu dan mereka tingkat empat. Selisih tiga tahun antara gw dan mereka. Pertama kenal sama yang perempuan, beliau namanya mba Ratna, lengkapnya Ratna Sogian Siwang. Gw tidak tahu banyak tentang beliau, tapi gw kenal, saat itu beliau berada dalam organisasi BEM Universitas, dan gw ikut kepanitiaan di dalamnya. Wajahnya gw ingat.

Orang kedua bernama Nazrul Anwar, gw pun tak begitu mengenalnya. Hanya sebatas tahu bahwa beliau sangat aktif di kampus. Terakhir bertemu beliau ketika gw memintanya untuk mengisi acara yang gw adakan di pertengahan tahun 2012 lalu dan beliau menyanggupinya.

Jodoh akhirnya mempertemukan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan. Mereka berdua menikah. Gw pun tidak tahu. Gw tidak tahu banyak tentang mereka. Hingga dipertengahan Oktober ini, sebuah berita duka tersebar luas di media sosial. Mba Ratna meninggal dunia setelah melahirkan anak laki-laki pertamanya.
sumber: facebook.com

Bayi tersebut diberi nama Karel Sulthan Adnara. Karel dari Bahasa Prancis, artinya kuat. Kalau Sulthan dari Arabic, artinya pemimpin, wasiat dari uminya. Dulu uminya seneng banget kalau ketemu kata Sulthan waktu baca Qur'an. Kalau Adnara akronim dari Adn-Nazrul-Ratna maksudnya; Surga-nya Abi Nazrul dan Umi Ratna. Kalau digabung arti namanya kira-kira: pemimpin yang kuat, Syurga bagi Abi Nazrul dan Umi Ratna.  

sumber: facebook.com
Letters to Karel. Begitulah Bang Nazrul memposting tulisannya di Fbnya. Surat yang ditujukan untuk anaknya, yang menceritakan tentang isterinya, agar kelak si anak mengetahui seperti apa uminya. Siapapun yang membacanya sedikit demi sedikit akan mengetahui seperti apa sosok Nazrul Anwar dan almarhum isteri tercintanya, mba Ratna. Dan yang paling penting adalah kita bisa belajar banyak dari tulisan-tulisan tersebut dan bisa mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Yang ingin tahu isi suratnya bisa mengunjungi langsung FB nya bang Nazrul disini.


   

Posted on Thursday, October 31, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, October 28, 2013


Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia*.
*ejaan van Ophuysen

Tepat 85 tahun [28 Oktober 1928] yang lalu para pemuda Indonesia zaman dulu mengikrarkan SUMPAH tersebut. Sekarang para pemuda Indonesia zaman kini [28 Oktober 2013] pun mengucapkan SUMPAH tersebut. Bedanya adalah, pemuda zaman kini mengucapkannya melalui status di media sosial, seperti Facebook, Twitter, BB, dan sejenisnya. Ikut-ikutan meramaikan status di media sosial tanpa mengerti makna dari SUMPAH tersebut. Pemuda zaman sekarang hanya bersumpah dalam sehari saja. Yaa, bersumpah seharian. Sama halnya ketika 17 Agustus kemarin, beramai-ramai menjadi Nasionalis dalam sehari. Esokkannya? Hah entahlah. Sumpah yang mungkin hanya akan menjadi Sampah.

Kemarin Hari Blogger Nasional [26 Oktober]. Dan hari ini adalah Hari Sumpah Pemuda. Selamat Hari Sumpah Pemuda wahai para pemuda Indonesia.

Pemuda.
"Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”. *Soekarno
“Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia”. *Soekarno
Pemuda sosok superior, progresif, revolusioner dengan api berkobar-kobar, dan bara spirit yang menyala-nyala. Pemuda selalu menempati peran yang sangat strategis. Pemuda digambarkan sosok yang unggul, pilihan, bergairah, bergelegak dan bergelora secara fisik, psikis, intelektual, serta yang terpenting sikapnya. Pemuda adalah agen perubahan.

Tak ada habis-habisnya berbicara tentang hebatnya pemuda. Rasul pun juga berbicara tentang para pemuda.

Nabi SAW bersabda:
“Tujuh macam manusia yang akan dinaungi Allah Ta’ala dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Imam yang adil; pemuda yang tumbuh berkembang dalam ibadah kepada Allah; seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah juga karena-Nya; seseorang yang dirayu dan diajak (berzina) oleh perempuan yang memiliki kedudukan dan kecantikan (tapi menolak) lalu menjawab: ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’; seseorang yang bersedekah secara diam-diam sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya; dan seseorang yang mengingat Allah sendirian lalu menetes air matanya (menangis).»  (HR Bukhari no. 1423 dan Muslim no. 2427).

Apakah kita sekarang masih bisa dibilang pemuda? Apakah pantas gelar pemuda disematkan buat kita? Atau mungkin kita hingga detik ini belum pernah menjadi pemuda. Aahh pertanyaan gw inipun menyindir diri gw sendiri.

Banyak sekali impian-impian yang gw tulis saat masih berstatus MAHA siswa. Alhamdulillah satu-persatupun terwujud. Tapi masih banyak yang belum terwujud. Belum terwujudnya ini bukan karena gw gagal, tapi memang gw belum mencoba. Ada rasa takut dan malas. Apakah impian-impian itu hanya akan menjadi sebuah impian yang takkan pernah terwujud?. "Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia”. Mau disebut sebagai orangtua? Padahal umur kita masih tergolong produktif. Yuk sama-sama kita buka kembali impian kita yang belum terwujud. Nyicil usaha dari sekarang, terus nyicil dan percaya semoga impian itu akan terwujud.

Beberapa hari yang lalu gw ketemu teman kuliah di tempat ujian CPNS. Nah, gw mau sedikit cerita tentang dia. Gw berani bilang kalau dia pantas disematkan sebagai PEMUDA. Sebut saja dia mawar. Mawar ini laki-laki, hehe. Sebelum ujian test CPNS dimulai, gw banyak bertukar cerita dengan si mawar. Ada dua cerita dari si mawar yang cukup inspiratif menurut gw.

Pertama [1],
Mawar kerja di daerah Pasar Minggu. Semenjak dibukanya CPNS 2013, dia sepertinya sudah bertekad untuk masuk PNS. Dia daftar di banyak kementerian, salah satunya di kemendagri. Testnya di Bandung dan pada hari kerja. Dia orang Bogor, otomatis si mawar ini izin ke atasannya, dan dia jujur mengungkapkan alasan izinnya. Dia izin untuk ikut test CPNS. Sang atasanpun dengan senang hati memberikan izin kepada si mawar, tapi sekaligus memberi ancaman, jika ikut test CPNS maka kontrak kerja kamu sampai akhir bulan ini saja. “Jleb”. Dan si mawar inipun berani mengambil keputusan terbesarnya. Ya, dia berani untuk keluar dari tempat kerjanya. Padahal belum tentu dia lolos CPNS dan menjadi PNS. Suatu keberanian yang gw nilai luar biasa. Si mawar ini pasti sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Benar saja, ketika selesai ujian, dia mendapat nilai 350an dari poin maksimalnya 500. Nilai yang tergolong tinggi. Dan sepertinya dia lolos ke tahap selanjutnya. Dia berhasil membakar perahunya, sehingga tidak ada pilihan baginya selain sukses. Aaah, mungkin kebanyakan dari kita, termasuk gw, pastinya berfikir tidak akan keluar kerja dulu, sebelum benar-benar keterima di PNS. Dan mungkin karena alasan itu kita menjadi “kurang’ bersungguh-sungguh. Ya, mawar memberikan pelajaran yang berharga buat gw.

Kedua [2],
Mawar juga bercerita tentang si melati, teman kita berdua ketika kuliah dulu. Melati ini juga laki-laki, hehe. Kabar terakhir yang gw tau, si melati ini sudah kerja di perusahaan minyak, salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia. Sebut saja Total Oil Indonesia. Hehe. Melati ini mahasiswa terbaik di kelas kita, terbaik pula di kampus kita. IPK dia tertinggi di kelas, mencapai 3.92. Dan dia menjadi lulusan terbaik tingkat fakultas ketika wisuda. Hanya kalah 0.01 dari lulusan terbaik universitas yang IPK nya 3.93. Kita menyebutnya DEWA. Hehe. Jadi gw tidak terlalu kaget ketika dia berhasil lolos dan bekerja di perusahaan sekelas Total. Tapi si mawar cerita bahwa si melati ini baru keluar dari Total. Gw juga tidak terlalu tahu alasan yang sebenarnya kenapa si melati ini keluar. Tapi salah satu alasan yang gw tau dari si mawar adalah si melati ini merasa disana ilmunya tidak terpakai dan dia merasa tidak berkembang, kebanyakan di sana berlatarbelakang teknik, sedangkan kita lulusan statistika. “Jleb” lagi. Gw kagum sama keputusan si melati ini. Mungkin kalau gw ada di posisinya, gw bakal bertahan walaupun tidak ada statistikanya, lumayan salary nya pasti besar, heheh. Beda halnya sama si melati ini. Dia lebih mengutamakan intuisi kecerdasannya. Dia ingin terus berkembang, dan melatih intuisinya. Si melati ini benar-benar pemuda. Ya gw yakin dia bisa membangun Indonesia menjadi lebih baik.

Luar biasa dua pelajaran yang dapat gw petik dari si mawar dan melati ini, sahabat gw. Semoga juga bisa menjadi inspirasi buat yang baca kisah mereka. Oiya perlu diketahui bahwa mawar dan melati ini belum ada 2 bulan ditempat kerjanya. Semoga impian mereka segera tercapai. Amin.

Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia*.
*ejaan van Ophuysen


Posted on Monday, October 28, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Wednesday, October 23, 2013


Keperawanan sawarna telah hilang direnggut oleh para pelancong dari Jakarta. Tetapi sawarna tidak marah, bahkan ia mampu memberikan kepuasan tiada tara kepada para penikmatnya. Bahkan masih tersisa dalam ingatan, dan mungkin tidak akan pernah mampu untuk dilupakan sensasinya.

Jangan berpikir yang macam-macam ya. Sawarna yang gw maksud itu bukan nama perempuan, tapi nama sebuah tempat yang indah, sebuah Pantai di Selatan Pulau Jawa, tepatnya di Kecamatan Bayah, Provinsi Banten. Sebuah bingkisan kecil dari Syurga yang diberikan oleh Yang Maha Besar.

Akhir September 2013 kemarin gw diberi kesempatan oleh Allah untuk mengintip indahnya Pantai Sawarna. Gw pergi bersama rekan-rekan kantor gw menggunakan dua mobil. Perjalanan memakan waktu sekitar tujuh [7] jam. Berangkat hari Jumat pukul 23.00, dan tiba di penginapan hari Sabtu pukul 06.30.

Setibanya di penginapan gw langsung ke kamar mandi, kebelet soalnya. Terus sarapan, terus ganti baju, terus siap-siap. Aaaah kelamaan, hahaha. Oke sip gw mulai aja dah alasan kenapa Pantai Sawarna ini begitu indah, agar tidak hoax, akan gw sertai dengan foto-fotonya, ya walaupun dengan gw sebagai modelnya, hehe.

Pulau Manuk
Gw mulai dari Pulau Manuk. Kenapa disebut Pulau Manuk? Dalam bahasa Sunda manuk itu burung, #sotoy. Padahal pulaunya atau batu karangnya ga ada yang berbentuk layaknya seekor burung. Nah loh, mungkin disini banyak burungnya kali ya, hahaha. Setelah bertanya ke Mbah google, beliau bilang bahwa di pulau ini banyak burung dari berbagai negara yang singgah. Nah bener kan dugaan gw, :D. Menurut gw Pulau Manuk ini biasa aja, tidak jauh berbeda dengan pantai pada umumnya. Tapi di pantainya terdapat gundukan-gundukan batu sehingga kita bisa berjalan menuju tengah-tengah. Disini juga tidak terlalu ramai wisatawan, sehingga gw memanfaatkan moment ini dengan baik. Gw langsung menuju ke tengah, melewati batu-batuan, dan gw teriak sekencang-kencangnya. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......................... Ya kurang lebih seperti itulah terikkannya, hahaha. Dengan ditemani suara ombak dan hembusan angin pantai membuat hati gw terasa plong, dan pikiran gw terasa enteng, melepas segala penat akan segala aktifitas gw selama ini. Usut punya usut, gw dibilang orang gila sama warga setempat gara-gara teriak-teriak. -__- #biarlah

Pulau Manuk
Pantai Goa Langir
Gw sebut Pantai Goa Langir, karena disini terdapat Pantai dan Goa. Oiya, Pantai Sawarna ini tidak hanya menyuguhi pantainya yang indah, tetapi juga menyajikan goa, persawahan dan bukit yang tidak kalah indahnya. Pantai ini masiiiiih sepi, karena akses menuju kesini ditutup dengan plang dari kayu. Sehingga tidak terlihat bahwa di dalamnya terdapat pantai dan goa yang indah. Goa Langir ini terdapat tebing-tebing yang kayaknya bisa untuk dipanjat. Dilihat dari kondisinya gw ga berani masuk, takut ada ular #alibi. Masih di trek yang sama, terdapat juga Goa Seribu Candi. Mungkin disebut candi karena didalamnya ada candi atau didalamnya pas banget untuk bersemedi, #sotoylagi. Di ujung kita diperlihatkan hamparan pantai putih yang sangat indah.

Goa Langir
Pantai Ciantir
Pantai ini paling dekat sama penginapan gw. Tapi gw ga terlalu suka pantai ini, karena sudah banyak orang, dan sampah di pinggirnya. Melalu pantai ini gw selanjutnya menuju ke Pantai Tanjung Layar.

Pantai Tanjung Layar.
Masih di hari Sabtu, di penghujung hari ini gw ke Pantai Tanjung Layar. Konon tempat ini cocok untuk melihat sunset. Aaah andai saja gw kesini bareng tulang rusuk gw #abaikan. Oke punya pemandangan disini, ada batu karang yang terdapat di tengah-tengah laut. Keren banget ketika ada ombak yang menghantam deretan batu karang ini. Mungkin bunyi suaranya kalau dibahasakan pakai bahasa manusia bunyinya itu Jebreeeeeeeet. Karang terbesar disini menyerupai sebuah layar kapal, makanya disebut Tanjung Layar. Sayang teramat sayang, gw tidak mendapatkan sunset secara sempurna, karena cuaca yang sedikit mendung. Susah mendeskripsikan indahnya pantai ini, sangat indaaaaaaaah sekali, hmmmmm tapi tetap saja tidak ada yang bisa melebihi keindahanmu #halah.

Tanjung Layar

Sunset di Tanjung Layar

Perbukitan
Seusai solat subuh gw melanjutkan petualangan menjajahi si sawarna #bahasanya, haha. Gw melewati perbukitan yg tidak terlihat indah, ya karena masih subuh, masih gelap, -__-. Gw mengejar sunrise di Pantai Lagunapari.

Pantai Lagunapari
Alhamdulillah, kemarin tidak bisa melihat sunset, paginya bisa melihat sunrise di pantai ini. Pantai Lagunapari. Tidak kalah indah dengan pantai disepanjang sawarna ini. Udara yang masih sejuk dan melihat matahari terbit membuat gw tak henti-hentinya mengucap syukur. Betapa kecilnya gw ini, gw ini sama seperti sebutir pasir di pantai #melankolis. Disini gw berhasil menangkap kepiting yang cukup besar. Sebuah prestasi yang tak perlu dibanggakan, haha. Karena bingung mau ditaruh mana, akhirnya kepiting hasil tangkapan gw ini gw taroh di batok kelapa. Dan gw hanyutkan ke laut lagi. Disini gw rehat sebelum melanjutkan perjalanan yang masih panjang.

Pantai Lagunapari

Pantai Pasir Putih
Setelah melewati Pantai Lagunapari, selanjutnya adalah Pantai Pasir Putih. Sesuai dengan namanya, pantai ini memilki pasir pantai yang berwarna putih. Disini pas banget buat berenang dan surfing, karena disini tidak ada batu karangnya. Sangat disayangkan di pantai ini gw hanya numpang lewat aja, karena tujuan akhir kita adalah ke Goa Lalay.

Goa Lalay.
Jangan salah baca ya, bukan goa 4L4Y loh, dan bukan berarti yang masuk goa ini berarti para 4L4Y -__-.  Goa ini masih berada di sawarna, di kampung Cipanas, Banten. Beda dengan Goa Langir, disini bisa dimasuki, dan goa ini yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan. Di dalam Goa Lalay terdapat banyak persimpangan jalan, dan sangat panjang. Berani masuk sini, harus berani basah-basahan. Karena kita jalan didalam air. Airnya hanya setinggi dengkul. Seperti halnya sebuah goa, disini sangat gelap, perlu bantuan senter untuk menerangi jalan. Sama halnya seperti dirimu, yang perlu aku untuk menerangi hatimu #abaikanlagi.


Peta Goa Lalay


Goa Lalay

Goa Lalay menjadi tempat terkhir yang gw kunjungi. Padahal masih banyak lagi tempat yang bisa dikunjungi di sawarna ini dan tak kalah indahnya.

Terimakasih kepada Allah SWT yang telah menciptakan indahnya Pantai Sawarna. Terimakasih buat Mas Pujo dan Mas Indra yang telah mempersiapkan jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Dan terimakasih buat rekan-rekan kantor gw. Oiya terimakasih juga buat ibu penginapan atas makanannya yang enak :D

Posted on Wednesday, October 23, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Thursday, October 17, 2013


Banyak sudah artikel yang gw baca mengenai passion.  Alasan gw tertarik membacanya hanyalah karena saat itu gw belum tau apa itu passion dan bagaimana cara menemukan passion dalam diri kita. Pastinya sudah tidak asing lagi dengan seseorang yang berkata dengan kerennya, “Kita harus kerja sesuai dengan passion kita”. Intinya bekerja sesuai passion itu adalah bekerja atau melakukan hal yang kita sukai, yang ketika kita melakukannya bisa-bisa sampai lupa waktu.

Satu artikel yang gw baca tentang bagaimana cara paling mudah untuk menemukan passion kita adalah dengan menumpukkan buku-buku yang kita miliki sesuai dengan genrenya. Misalnya, buku yang berbau ilmiah ditumpuk menjadi satu, tentang psikologi, motivasi, leadership atau sejarah, memancing, musik, sepak bola atau tentang imu agama. Nah, tumpukan yang paling tinggi itulah passion kita. Jika ternyata tumpukan buku-buku motivasi menjadi yang tertinggi, itu artinya passion kita ke arah motivasi, bisa menulis atau berbicara tentang motivasi. Begitupun jika genre-genre lain menjadi yang tertinggi, berarti itulah passion kita.

Passion beda sama bakat. Kalau passion adalah melakukan apa yang kita sukai, sedangkan bakat adalah melakukan apa yang kita bisa. Bakat setiap orang itu berbeda-beda. Bakat itu melakukan sesuatu yang sulit bagi orang lain lakukan, tetapi mudah bagi kita. Misalnya ada anak yang sangat mudah bermain gitar, tapi ada anak yang sudah betahun-tahun belajar gitar tapi belum bisa-bisa. Itulah anugerah dari Allah yang diberikan kepada setiap anak Adam.

Bakat itu apa yang kita bisa, sedangkan passion itu apa yang kita suka. Dari sini pertanyaan gw muncul. Setiap orang memiliki passionnya masing-masing, melakukan hal yang disukainya. Nah, kalau ada orang yang melakukan hal yang disukainya itu ternyata merugikan orang lain bagaimana? Jika ada orang yang melakukan hal yang disukainya itu ternyata Allah tidak suka bagaimana?

Ternyata sekedar bakat dan passion saja tidaklah cukup. Kita tidak hanya melakukan maunya kita aja, tapi juga harus melakukan maunya Allah. Terus maunya Allah apa? Banyak. Yang jelas agama kita tidak memberatkan, bahkan malahan memudahkan kita. Sayangnya Allah tidak berkomunikasi dengan kita secara langsung, karena kita bukan Nabi ataupun Rasul, hehe. Tapi Allah berkomunikasi kepada kita melalui ayat-ayatnya dalam kitab suci kita, Al-Quran. Dan “ayat-ayat” yang ada dalam mikro dan makro kosmos, alam semesta ini beserta isinya. Tugas kita adalah menangkap apa yang ingin disampaikan Allah kepada kita.

Sama halnya seperti passion, yang setiap orang memiliki passion yang berbeda-beda. Maunya Allah kepada masing-masing dari kitapun juga berbeda-beda. Sekali lagi, tugas kita adalah menangkap apa yang ingin disampaikan Allah kepada kita. Bisa dibilang “panggilan hati”.

Hal yang ingin gw sampaikan disini adalah bahwa passion itu penting. Tapi belum cukup. Alangkah lebih bahagianya kita ketika melakukan sesuatu yang kita sukai yang itu adalah maunya kita dan maunya Allah. Manteblah kalau bisa. Selamat menemukan passionnya dan selamat mencari maunya Allah ke kita.

Posted on Thursday, October 17, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Friday, October 11, 2013


Masa SMA adalah masa-masanya alay. #eh maksudnya masa-masa terindah, Haha. Habis bersih-bersih lemari tadi menemukan kepingan DVD, dan ternyata isinya adalah BackUp-an foto dari komputer jadul gw yang dulu. Buat yang belum pernah merasakan sekolah di SMA jangan diteruskan bacanya ya. :D

Warna-warni menghiasi setiap dari kita ketika berada di jenjang pendidikan yang bernama SMA. Kejahilan, iseng, membuat guru nangis, cinta, persahabatan, organisasi, belajar, perjuangan, sok alim, berantem dan campur-campurlah pokoknya.

Abis liat foto-foto di kepingan itu, gw langsung mau muntah. Gila, jadi gw dulu tuh alay. Haha. Alay menurut gw itu adalah sebuah proses pendewasaan loh. Setiap dari kita pasti pernah berada dalam proses tersebut. Ga percaya? Coba liat-liat lagi foto zaman dulunya. Dijamin langsung muntah-muntah,hehe.

Dari banyaknya foto-foto zaman gw SMA, beberapa ingin gw share disini. Yang tidak kuat jangan di lihat, yang tetap maksa silahkan siapkan kantong kresek buat muntah. Haha. Tapi tenang aja, foto-foto yang gw pilih ini kadar ke4L4Yannya sangat amat rendah. :D

[1] Rohani Islam (Rohis)
Tengil-tengil begini gw anak Rohis loh, -.-. 

Rohis SMAN 65

Rohis Angkatan Gw

[2] Bimbingan Dai Remaja (BDR)
Karena ikut BDR ini gw jadi anak Rohis. Haha. Tapi karena ikut inilah gw jadi punya banyak sahabat. Kelas X jadi peserta, kelas XI jadi panitia dan kelas XII jadi pemberi materi.  BDR ini dilaksanakan selama 5 hari di kawasan Puncak, Bogor.

BDR (saat materi) - Peserta
BDR (saat tafakur alam) - Peserta

BDR - Panitia
BDR - Panitia
BDR - Pemateri
BDR - Pemateri


[3] Bimbingan Latihan Khotib (BLK)
Tahap setelah BDR adalah BLK. Ini buat para laki-laki, yang akan menjadi khotib Solat Jumat di Mushola SMA gw. BLK ini dilaksanakan selama 2 hari, sehari di SMA dan hari berikutnya di Masjid Banten. Pesertanya adalah yang terbaik saat BDR.
BLK

BLK - dipantai

[4] OSIS
Gw juga ikut OSIS ketika kelas XI di seksi bidang pendidikan. Gw pernah jadi Ketua Pelaksana Seminar ESQ. #pamer.

OSIS SMAN 65 2007

OSIS - SekBid Pendidikan

[5] Sahabat di Kelas
Kelas X kelas gw menamakan dirinya dengan sebutan Stibers (X-3 bersaudara). Bukan sekedar nama, tapi memang kita begitu erat, sangat erat, erat dalam hal ‘bandel’. Haha. Selanjutnya lebih kalem saat di kelas XI-IPA-1 dan XII-IPA-2.

Kelas X-3

Kelas X-3 - Tim Inti Futsal

Kelas XI IPA 1 - Pria Terbaik
Kelas XII IPA 2 - Doa Kelulusan Bersama

[6] Kutumapel
Kunjungan mata pelajaran eranya angkatan gw ke Yogyakarta, gw lupa kemana aja turnya, yang gw inget ke Pemakaman Imogori, UGM, tempat ngebatik dan tempat bikin keramik dari tanah liat, selebihnya gw lupa.

Kutumapel - UGM
Kutumapel - Pemakaman Imogiri
Kutumapel - Batik

[7] Futsal
Tiga tahun berturut-turut gw selalu dipanggil timnas SMA gw untuk ikut memperkuat tim di ajang futsal antar SMA. #pamerlagi. Saat kelas XII gw membentuk tim sendiri yang isinya adalah sahabat-sahabat OSIS dan Rohis gw. Gw menamakan tim ini dengan Kloning Team. Karena dengan PeDenya kita semua menganggap diri kita masing-masing sebagai kloningan pemain-pemain bola top Eropa. :D

Futsal - Timnas SMAN 65

Futsal - Kloning Team
Futsal - Kloning Team

[8] PPC
Para Pencari Cinta, terinspirasi dari sinetron PPT (Para Pencari Tuhan 1) ketika Ramadhan yang terdiri dari 3 orang termasuk gw. Wah ini masih galau-galaunya dengan yang namanya Cinta. Kita bertiga pernah tarohan. Tarohan cepet-cepetan punya pacar. Yang kalah ada hukumannya. Dan ini tertulis diselembar kertas perjanjian yang di tanda tangani kita bertiga. #kampret.

PPC - Nonton Asia Idol
PPC - Buronan

PPC - Menatap Bidadari
PPC - Katanya Sahabat

Capek nyekrol kebawah terus ya, haha. Lumayan buat mengingat masa-masa sekolah dulu. Haha




Posted on Friday, October 11, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments

Tuesday, October 08, 2013


Musibah itu datangnya selalu dadakan. Tanpa permisi apalagi mengucapkan salam. Tiba-tiba datang dan membuat hidup kita sedikit terguncang. Apalagi jika musibah itu datangnya berurutan.

Kamis kemarin [3 Oktober 2013], musibah datang menimpa mama. Mama menjadi korban “tabrak” lari oleh mobil tak di kenal. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sekitar pukul 05.30 WIB. Mama tidak sendiri, mama berdua sama mba, dan mama yang mengendarai motornya. Bapak yang berada tepat dibelakang motor mama pun segera bergerak cepat langsung membawa mama dan mba ke klinik komdak [Polda].  Kondisi mama luka di kaki dan dengkulnya, serta mendapat luka lebam di bawah matanya. Begitupun dengan mba, dia luka dibagian kakinya.

Mama punya kantin di belakang komdak, dekat Gedung Pacific Place. Mama selalu bangun jam 02.30 WIB untuk ke pasar, dilanjutkan dengan masak di rumah. Setelah subuh langsung berangkat menuju kantin. Ya, mama kecelakaan saat ingin menuju ke kantin.

Sekitar seminggu sebelum musibah ini datang, ,mama sudah dikejutkan dengan datangnya surat dari pengelola kantin tempat mama jualan. Isinya tentang penggusuran wilayah kantin, karena ingin dibangun gedung. Sontak mama dan teman-temannya yang memiliki tempat di kantin itupun kaget. Mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Mama jualan di kantin itu sejak gw berusia 10 tahun. Berarti sudah 13 tahun mama bekerja disana. Di sana lah mama mencari rezeki. Dan dari rezeki itulah gw bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana. Satu hal yang membuat mama tidak terlalu stres adalah karena gw sudah lulus dan adek gw sedang menjalani pendidikan Polwan. Tapi mama masih punya satu [1] lagi kantin di komdak, walaupun tidak sebesar yang di belakang komdak. Tidak apa-apa, yang terpenting mama masih punya aktifitas lagi.

Tidak hanya itu, bulan Agustus yang lalu pas banget bapak pensiun di usia 56 tahun. Dan ini dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Bertepatan dengan hari raya Iedul Fitri.

Oiya, satu lagi. Mba yang jatuh bersama mama itu namanya mba Yanti. Dan kalian tahu? Mba Yanti lagi hamil, usia kandungannya jalan tiga [3] bulan. Hari Sabtu setelah kejadian, mama dikabarin bahwa mba Yanti keguguran. Mama langsung shock dan lemas mendengar berita ini. Mama dan bapak langsung ke rumah mba Yanti saat itu juga. Mba Yanti sudah setahun belum punya anak, ketika musibah ini datang, keluarga besarnya sangat sedih.

Gw bisa merasakan apa yang mama rasakan. Dimulai dari pensiunnya bapak, digusurnya kantin, kecelakaan, hingga mendengar mba Yanti keguguran.

“Mama, yang sabar ya. Allah sayang sama mama. Sekarang mama istirahat aja, jangan terlalu capek lagi. Dan semoga mba Yanti beserta keluarga diberi kesabaran. Semoga Allah cepat memberikan mba Yanti kehamilan lagi ma”. Hanya kalimat itu yang mampu gw ucapkan.

Kau memberikan ku hidup.
Kau memberikanku kasih sayang.
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu tak akan pernah terbalaskan.
Hangat malam dekapanmu, memberikan aku kedamaian. Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu tak kan pernah terlupakan.
Ooooh ibu terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai.
Tulus cintamu tak kan mampu untuk terbalaskan.
Ooooh ibu semoga Tuhan, memberikan kedamaian dalam hidupmu.
Putih kasihmu, kan abadi dalam hidupku.
[Doa untuk Ibu-Ungu]

Posted on Tuesday, October 08, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Sunday, October 06, 2013


Ibarat air yang dibendung, ketika bendungan itu dibuka maka akan ada aliran mendadak yang begitu besar. begitupun dengan kebutuhan PNS tahun ini [2013]. Adanya penghentian sementara [moratorium] penerimaan CPNS membuat hampir di semua instansi pemerintah menjadi kekurangan tenaga PNS. Mereka menahan diri untuk tidak melakukan perekrutan pegawai selama masa moratorium. Alhasil, ketika bendungan yang bernama moratorium ini dibuka, “jebreeeeet” maka semua instansi mengajukan permohonan untuk perekrutan CPNS dalam jumlah yang lumayan banyak.

Tahun ini pas sekali gw lulus kuliah. Terakhir ada perekrutan CPNS besar-besaran adalah tahun 2010. Ini pun baru gw ketahui dari senior gw ketika bertemu di STAN untuk mengambil nomor ujian. Bodohnya gw adalah gw sama sekali belum mempersiapkan untuk ikut tes CPNS.

Jumlah yang akan diterima sebagai CPNS memang bertambah, namun bukan berarti peluang gw atau kita menjadi lebih besar. Karena selain gw ada ratusan ribu orang yang juga menginginkan menjadi PNS (walaupun gw baru kepengennya baru-baru ini saja). Dan bila dipersentase, sepertinya peluang untuk diterima bukannya menjadi semakin besar, namun justru menjadi lebih kecil karena saking banyaknya pendaftar yang ikut seleksi.

Setiap instansi pemerintah tahun ini [2013] yang membuka perekrutan CPNS membuka formasi yang berbeda-beda, dari mulai kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan hingga jumlah formasinya. Jurusan statistika hampir disetiap instansi ada, tapi formasinya hanya satu [1] hingga tiga [3]. Kecuali Kementerian Keuangan, instansi ini membuka untuk lulusan sarjana statistika sebanyak 69 orang. Jumlah yang cukup banyak bila dibandingakan dengan instansi lain untuk jurusan statistika. Wah, ini kesempatan bagus, peluangnya semakin besar. Owowowowow, justru ini membuat peluang gw semakin kecil. Seperti yang gw bilang diatas tadi, yang ikut akan semakin banyak. Hitung-hitungannya seperti ini, syarat umur yang diperbolehkan maksimal 28 tahun. Umur gw 23 tahun, berarti ada 5 angkatan diatas gw yang masih bisa ikut. Misalkan 1 angkatan jumlahnya 60 orang dan yang ikut CPNS sekitar setengahnya [30] orang. Berarti sudah ada 150 orang. Ditambah seangkatan sama gw misalkan 30 juga, dan junior gw yang baru lulus sekitar 20 orang. Total dari statistika IPB estimasi 200 orang. Satu universitas untuk lulusan statistika ada 200 orang. Sedangkan jurusan statistika di Indonesia masih ada lagi, walaupun memang tidak banyak, seperti di UNPAD, ITS, UII dan lain sebagainya. Jika ada 10 universitas, maka yang mendaftar total ada 2000 orang. Dua ribu memperebutkan 69 kursi. Berarti perbandinganya adalah 1:29, setiap orang memiliki peluang yang sama yaitu 0.035. Peluang itu akan semakin meningkat jika gw mempersiapkan untuk ikut test [belajar], sebaliknya gw sama-sekali ga belajar, peluang semakin kecil lagi. Untuk jurusan lain silahkan dihitung sendiri ya, hehe.

Kemarin [Sabtu, 5 Oktober 2013] gw ikut TKD [Tes Kemampuan Dasar] di Pusdiklat Keuangan Umum, di daerah Pancoran Timur. Setibanya disana hanya gw yang berpenampilan sangat sederhana, memakai batik dan sepatu cats biasa. Sedangkan yang lainnya berkemeja rapi, dimasukkan dan bercelana bahan hitam, sepatunya pun pantopel. Gw hanya senyum-senyum sendiri dalam hati. Bahkan ada yang masih sibuk untuk membaca, ada yang bikin catetan pasal-pasal disebuah kertas, orang ini duduk disebelah kiri gw. Sama halnya dengan yang duduk disebelah kanan gw, dia sedang membuka kisi-kisi soal sejarah di ponsel pintarnya. Gw yang ada ditengah-tengah lagi-lagi hanya bisa senyum-senyum sendiri doank, hehehe.

Mental gw jatuh? Engga sama sekali. Kenapa? Karena gw dari awal memang belum mempersiakannya. Satu hal yang gw pikirkan adalah “Gw sudah kalah sebelum berperang”. Karena biasanya sebelum ujian apapun, pasti gw akan mempersiapkannya dengan baik. Tapi beda untuk yang kali ini.

Test nya menggunakan komputer, ada 100 soal dan terdiri dari tiga jenis soal. Wawasan kebangsaan, intelegensi dan kepribadian. Maksimal nilai yang dapat diperoleh adalah 500 point, sedangkan minimalnya 35 point. Durasi waktunya 90 menit. Passing Gradenya adalah 80%, berarti minimal mendapat nilai 400 point baru bisa lolos [nah yang ini gw ngasal, hehe].

Jujur gw sangat menikmati saat mengerjakannya, seperti tidak ada beban (yaiyalah orang ga belajar, haha). Sebagian besar gw masih bisa mengerjakannya. Yang cukup sulit adalah ketika bermain logika dengan bahasa verbal. Contoh soalnya kira-kira yang seperti ini. “Kucing adalah makhluk hidup. Semua makhluk hidup akan mati. Tidak semua makhluk hidup yang memiliki ekor bisa memanjat pohon. Kesimpulannya?”  ahahaha gw bingung.

Secara keseluruhan gw yakin bisa menembus nilai 400 point. Tapi, eng ing eeeeeeng. Ketika selesai mengerjakan, hasilnya langsung keluar, karena langsung memakai komputer. Dan nilai gw kecil banget, hanya 309 point. Gw ngakak ngeliat nilai gw sambil geleng-geleng kepala. Pas keluar ditanya sama beberapa temen berapa nilainya. Gw jawab saja dengan PD nya, 550. Hahaha, sambil ketawa gw jawabnya.
-___-.

Sebenarnya dari awal gw memang sudah kalah dalam test ini. Ibarat ada peperangan besar, gw tetap ikut perang padahal pedang gw masih tumpul dan belum di asah, tapeng gw sudah tipis dan kuda gw tidak terurus. Pas perang, “jebreeet” langsung gugur di medan perang.

Dalam hati berdoa semoga ada keajaiban dan mukjizat sehingga gw bisa lolos. Tapi hati ini juga berbisik, rasanya tidak adil jika gw benar-benar lolos, sedangkan yang sudah belajar mati-matian malah ga lolos.

Buat yang pada mau ikutan CPNS, alangkah baiknya dipersiapkan dengan maksimal, jangan seperti gw. Hehe.


Posted on Sunday, October 06, 2013 by De Budi Sudarsono

2 comments