Ibarat air yang dibendung, ketika bendungan itu dibuka maka
akan ada aliran mendadak yang begitu besar. begitupun dengan kebutuhan PNS
tahun ini [2013]. Adanya penghentian sementara [moratorium] penerimaan CPNS
membuat hampir di semua instansi pemerintah menjadi kekurangan tenaga PNS. Mereka
menahan diri untuk tidak melakukan perekrutan pegawai selama masa moratorium. Alhasil,
ketika bendungan yang bernama moratorium ini dibuka, “jebreeeeet” maka semua
instansi mengajukan permohonan untuk perekrutan CPNS dalam jumlah yang lumayan
banyak.
Tahun ini pas sekali gw lulus kuliah. Terakhir ada
perekrutan CPNS besar-besaran adalah tahun 2010. Ini pun baru gw ketahui dari
senior gw ketika bertemu di STAN untuk mengambil nomor ujian. Bodohnya gw adalah
gw sama sekali belum mempersiapkan untuk ikut tes CPNS.
Jumlah yang akan diterima sebagai CPNS memang bertambah,
namun bukan berarti peluang gw atau kita menjadi lebih besar. Karena selain gw
ada ratusan ribu orang yang juga menginginkan menjadi PNS (walaupun gw baru
kepengennya baru-baru ini saja). Dan bila dipersentase, sepertinya peluang
untuk diterima bukannya menjadi semakin besar, namun justru menjadi lebih kecil
karena saking banyaknya pendaftar yang ikut seleksi.
Setiap instansi pemerintah tahun ini [2013] yang membuka
perekrutan CPNS membuka formasi yang berbeda-beda, dari mulai kualifikasi
pendidikan yang dibutuhkan hingga jumlah formasinya. Jurusan statistika hampir
disetiap instansi ada, tapi formasinya hanya satu [1] hingga tiga [3]. Kecuali Kementerian
Keuangan, instansi ini membuka untuk lulusan sarjana statistika sebanyak 69
orang. Jumlah yang cukup banyak bila dibandingakan dengan instansi lain untuk
jurusan statistika. Wah, ini kesempatan bagus, peluangnya semakin besar. Owowowowow,
justru ini membuat peluang gw semakin kecil. Seperti yang gw bilang diatas
tadi, yang ikut akan semakin banyak. Hitung-hitungannya seperti ini, syarat
umur yang diperbolehkan maksimal 28 tahun. Umur gw 23 tahun, berarti ada 5
angkatan diatas gw yang masih bisa ikut. Misalkan 1 angkatan jumlahnya 60 orang
dan yang ikut CPNS sekitar setengahnya [30] orang. Berarti sudah ada 150 orang.
Ditambah seangkatan sama gw misalkan 30 juga, dan junior gw yang baru lulus
sekitar 20 orang. Total dari statistika IPB estimasi 200 orang. Satu universitas
untuk lulusan statistika ada 200 orang. Sedangkan jurusan statistika di
Indonesia masih ada lagi, walaupun memang tidak banyak, seperti di UNPAD, ITS,
UII dan lain sebagainya. Jika ada 10 universitas, maka yang mendaftar total ada
2000 orang. Dua ribu memperebutkan 69 kursi. Berarti perbandinganya adalah
1:29, setiap orang memiliki peluang yang sama yaitu 0.035. Peluang itu akan
semakin meningkat jika gw mempersiapkan untuk ikut test [belajar], sebaliknya
gw sama-sekali ga belajar, peluang semakin kecil lagi. Untuk jurusan lain
silahkan dihitung sendiri ya, hehe.
Kemarin [Sabtu, 5 Oktober 2013] gw ikut TKD [Tes Kemampuan
Dasar] di Pusdiklat Keuangan Umum, di daerah Pancoran Timur. Setibanya disana
hanya gw yang berpenampilan sangat sederhana, memakai batik dan sepatu cats
biasa. Sedangkan yang lainnya berkemeja rapi, dimasukkan dan bercelana bahan
hitam, sepatunya pun pantopel. Gw hanya senyum-senyum sendiri dalam hati.
Bahkan ada yang masih sibuk untuk membaca, ada yang bikin catetan pasal-pasal
disebuah kertas, orang ini duduk disebelah kiri gw. Sama halnya dengan yang
duduk disebelah kanan gw, dia sedang membuka kisi-kisi soal sejarah di ponsel
pintarnya. Gw yang ada ditengah-tengah lagi-lagi hanya bisa senyum-senyum
sendiri doank, hehehe.
Mental gw jatuh? Engga sama sekali. Kenapa? Karena gw dari
awal memang belum mempersiakannya. Satu hal yang gw pikirkan adalah “Gw sudah
kalah sebelum berperang”. Karena biasanya sebelum ujian apapun, pasti gw akan
mempersiapkannya dengan baik. Tapi beda untuk yang kali ini.
Test nya menggunakan komputer, ada 100 soal dan terdiri dari
tiga jenis soal. Wawasan kebangsaan, intelegensi dan kepribadian. Maksimal
nilai yang dapat diperoleh adalah 500 point, sedangkan minimalnya 35 point. Durasi
waktunya 90 menit. Passing Gradenya adalah 80%, berarti minimal mendapat nilai
400 point baru bisa lolos [nah yang ini gw ngasal, hehe].
Jujur gw sangat menikmati saat mengerjakannya, seperti tidak
ada beban (yaiyalah orang ga belajar, haha). Sebagian besar gw masih bisa
mengerjakannya. Yang cukup sulit adalah ketika bermain logika dengan bahasa
verbal. Contoh soalnya kira-kira yang seperti ini. “Kucing adalah makhluk
hidup. Semua makhluk hidup akan mati. Tidak semua makhluk hidup yang memiliki
ekor bisa memanjat pohon. Kesimpulannya?” ahahaha gw bingung.
Secara keseluruhan gw yakin bisa menembus nilai 400 point.
Tapi, eng ing eeeeeeng. Ketika selesai mengerjakan, hasilnya langsung keluar,
karena langsung memakai komputer. Dan nilai gw kecil banget, hanya 309 point.
Gw ngakak ngeliat nilai gw sambil geleng-geleng kepala. Pas keluar ditanya sama
beberapa temen berapa nilainya. Gw jawab saja dengan PD nya, 550. Hahaha,
sambil ketawa gw jawabnya.
-___-.
Sebenarnya dari awal gw memang sudah kalah dalam test ini. Ibarat
ada peperangan besar, gw tetap ikut perang padahal pedang gw masih tumpul dan
belum di asah, tapeng gw sudah tipis dan kuda gw tidak terurus. Pas perang, “jebreeet”
langsung gugur di medan perang.
Dalam hati berdoa semoga ada keajaiban dan mukjizat sehingga
gw bisa lolos. Tapi hati ini juga berbisik, rasanya tidak adil jika gw
benar-benar lolos, sedangkan yang sudah belajar mati-matian malah ga lolos.
Buat yang pada mau ikutan CPNS, alangkah baiknya
dipersiapkan dengan maksimal, jangan seperti gw. Hehe.

udah enak kan kerja di tempat yang diapit dua kompleks pemakaman? hahaha
ReplyDeleteHahaha. Jadi ingat akan kematian mba disini mah. :D
ReplyDelete