Musibah itu datangnya selalu dadakan. Tanpa permisi apalagi mengucapkan salam. Tiba-tiba datang dan membuat hidup kita sedikit terguncang. Apalagi jika musibah itu datangnya berurutan.

Kamis kemarin [3 Oktober 2013], musibah datang menimpa mama. Mama menjadi korban “tabrak” lari oleh mobil tak di kenal. Tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta sekitar pukul 05.30 WIB. Mama tidak sendiri, mama berdua sama mba, dan mama yang mengendarai motornya. Bapak yang berada tepat dibelakang motor mama pun segera bergerak cepat langsung membawa mama dan mba ke klinik komdak [Polda].  Kondisi mama luka di kaki dan dengkulnya, serta mendapat luka lebam di bawah matanya. Begitupun dengan mba, dia luka dibagian kakinya.

Mama punya kantin di belakang komdak, dekat Gedung Pacific Place. Mama selalu bangun jam 02.30 WIB untuk ke pasar, dilanjutkan dengan masak di rumah. Setelah subuh langsung berangkat menuju kantin. Ya, mama kecelakaan saat ingin menuju ke kantin.

Sekitar seminggu sebelum musibah ini datang, ,mama sudah dikejutkan dengan datangnya surat dari pengelola kantin tempat mama jualan. Isinya tentang penggusuran wilayah kantin, karena ingin dibangun gedung. Sontak mama dan teman-temannya yang memiliki tempat di kantin itupun kaget. Mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Mama jualan di kantin itu sejak gw berusia 10 tahun. Berarti sudah 13 tahun mama bekerja disana. Di sana lah mama mencari rezeki. Dan dari rezeki itulah gw bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang sarjana. Satu hal yang membuat mama tidak terlalu stres adalah karena gw sudah lulus dan adek gw sedang menjalani pendidikan Polwan. Tapi mama masih punya satu [1] lagi kantin di komdak, walaupun tidak sebesar yang di belakang komdak. Tidak apa-apa, yang terpenting mama masih punya aktifitas lagi.

Tidak hanya itu, bulan Agustus yang lalu pas banget bapak pensiun di usia 56 tahun. Dan ini dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia. Bertepatan dengan hari raya Iedul Fitri.

Oiya, satu lagi. Mba yang jatuh bersama mama itu namanya mba Yanti. Dan kalian tahu? Mba Yanti lagi hamil, usia kandungannya jalan tiga [3] bulan. Hari Sabtu setelah kejadian, mama dikabarin bahwa mba Yanti keguguran. Mama langsung shock dan lemas mendengar berita ini. Mama dan bapak langsung ke rumah mba Yanti saat itu juga. Mba Yanti sudah setahun belum punya anak, ketika musibah ini datang, keluarga besarnya sangat sedih.

Gw bisa merasakan apa yang mama rasakan. Dimulai dari pensiunnya bapak, digusurnya kantin, kecelakaan, hingga mendengar mba Yanti keguguran.

“Mama, yang sabar ya. Allah sayang sama mama. Sekarang mama istirahat aja, jangan terlalu capek lagi. Dan semoga mba Yanti beserta keluarga diberi kesabaran. Semoga Allah cepat memberikan mba Yanti kehamilan lagi ma”. Hanya kalimat itu yang mampu gw ucapkan.

Kau memberikan ku hidup.
Kau memberikanku kasih sayang.
Tulusnya cintamu, putihnya kasihmu tak akan pernah terbalaskan.
Hangat malam dekapanmu, memberikan aku kedamaian. Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu tak kan pernah terlupakan.
Ooooh ibu terima kasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai.
Tulus cintamu tak kan mampu untuk terbalaskan.
Ooooh ibu semoga Tuhan, memberikan kedamaian dalam hidupmu.
Putih kasihmu, kan abadi dalam hidupku.
[Doa untuk Ibu-Ungu]