Wednesday, August 28, 2013


Apa nih efek dari Ramadhan kemarin? Hayooo apakah ada perubahan pada diri kita setelah bulan Ramadhan kemarin? Silahkan jawab mau bohong atau jujur, terserah. Hehe.

Kemarin, Selasa 27 Agustus 2013 Bisnis Indonesia Group mengadakan acara silaturahim dan halal bihalal yang di hadiri oleh Pak Sukamdani Sahid Gitosardjono selaku Pemimpin Umum, Pak Soebroto Laras selaku Pemimpin Perusahaan, dan Pak Haryadi B Sukamdani selaku Wakil Pemimpin Perusahaan, beserta para direktur dan karyawan Bisnis Indonesia Group. Satu lagi tamu yang diundang untuk mengisi tausah, yaitu Kek Jamil Azzaini, beliau adalah inspirator Sukses Mulia, penulis buku best seller, dan pengusaha. Tema yang diangkat adalah “Me-Ramadhan-kan Setiap Aktivitas Kita ”.

Ada empat [4] point yang disampaikan kek Jamil untuk kita yang ingin selalu meramadhankan setiap aktivitas kita. Pertama [1] adalah senantiasa bersedekah. Bagi kita nih yang lagi banyak uang ataupun yang lagi kere, mending bersedekah dah. Dijamin bakal diganti sama Allah dengan yang lebih banyak lagi. Ga Percaya? Mau nyangkal? Yah coba dulu saja dah laksanakan sedekahnya.

Kedua [2] adalah kita harus mampu menahan amarah. Nah siapa yang disini emosian? Gampang marah dan sensitif, hehe. Jika ada sesuatu yang membuat kita marah, maka hendaklah kita menahan amarah kita. Marah itu kan berasal dari syetan, syetan itu dari api, dan api itu kalah sama air. So, kalau kita marah langsung istigfar dan cuci muka, berwudhu. Cara kita menahan amarah itu menandakan kepribadian kita loh, maka hati-hati.

Ketiga [3] adalah saling memaafkan. Jangan nunggu setiap Idul Fitri saja memaafkan kesalahan orang lain. Setiap manusia tak lepas dari kesalahan, jika ada yang berbuat salah ke kita, sudah sepantasnya kita memaafkan dia, walaupun dia tidak meminta maaf. Plong dah hati kita kalau gampang memberi maaf. Coba kalau kita ngedumel dan maki-maki, akan menghabiskan banyak energi dan seharian kita akan bad mood. Yuk kita saling memaafkan. Allah saja Maha Pengampun, masa kita engga sih.

Terakhir nih point yang keempat [4] yaitu bertaubat. Rasul saja yang akhlaknya mulia sudah dijamin masuk syurga masih senang bertaubat. Malah ada yang bilang Rasul setiap hari bertaubat sampai 70 kali. Nah bagaimana dengan kita yang bukan seorang Rasul dan tak ada jaminan langsung masuk Syurga? Taubat sih iya, tapi lanjut lagi maksiatnya, kalau kata Group Band Wali, Tomat, Tobat Maksiat, hehe. Setiap hari kita pasti punya salah, mungkin masa lalu kita yang bergelimang dosa. Jika dosa itu diibaratkan seperti air, maka dosa kita sudah seperti lautan samudra. Jika dosa itu diibaratkan dengan bau busuk, maka sudah tak ada lagi yang ingin berdekatan dengan kita. Allah Maha Melihat segala apa yang kita lakukan dan apa yang kita bisikkan. Maka dengan kerendahan hati sudah sepantasnya kita selalu memohon ampunan kepada Allah SWT.

Itu tadi [4] point dari kek Jamil. Luar biasa cara menyampaikan yang dilakukan Kek Jamil dalam acara ini. Benar-benar seorang motivator dan trainer profesional nan keren. Setiap hari hanya mengikuti aktifitas beliau di twitter () dan web nya.  Dan akhirnya, alhamdulillah diberi kesempatan untuk bisa bertatap muka langsung dengan beliau, berjabat tangan dengan beliau, dan foto narsis bareng dengan beliau, hehe. Semoga bisa ikutan sukses seperti beliau, Aamiin.  Satu hal yang masih terngiang dari candaan Kek Jamil yaitu ketika beliau bercerita tentang bagaimana bisa mendapatkan istri yang cantik padahal dia biasa saja. “Ya Allah, turunkanlah standarnya, turunkanlah standarnya, turunkanlah seleranya ya Allah”. Haha sebuah doa yang tak terpikirkan. Walaupun beliau hanya bercanda, tapi bisa nih kita ikuti. Pastinya ditambah dengan selalu memperbaiki dan memantaskan diri setiap hari dengan meramadhankan setiap aktivitas kita.
Terimakasih Kek Jamil dan Bisnis Indonesia Group.

Posted on Wednesday, August 28, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Monday, August 26, 2013


Luar biasa pelajaran hidup yang gw peroleh hari ini. Siang tadi gw dikabari oleh seorang rekan kerja di kantor, dia cerita tentang teman kuliahnya yang hari Sabtu kemarin, 24 Agustus 2013 melangsungkan pernikahan. Luar biasa keberanian dan mentalnya untuk menyegerakan membina rumah tangga, karena dia seumuran dengan gw dan baru lulus kuliah. Mungkin saja dia belum memiliki pendapatan tetap setiap bulannya, tetapi sudah ingin melengkapi sebagian agamanya dengan menikahi seorang gadis. Ya, gw kalah!!

Rasa kagum gw pun mendadak berhenti dan menjadi gemetar, rekan kerja gw ini melanjutkan ceritanya.
Ternyata temannya itu tidak jadi menikah, pernikahannya tertunda. Ko bisa? Hari Jumatnya, sehari sebelum dilaksanakan prosesi sakral akad nikah, dia masuk rumah sakit. Sakit apa dia? Dia terkena Hepatitis B. Astagfirullah, gw hanya bisa beristigfar mendengar pemaparan cerita rekan kantor gw ini.
Lalu sekarang bagaimana keadaannya? Rekan kantor gw ini menjawab, “hari Minggu kemarin dia meninggal dunia”. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Gw terkejut, kaget, seakan jam dinding berhenti berdetak. Ya Allah, padahal dia sudah memiliki niat mulia untuk beribadah dengan menyempurnakan agamanya. Dan rekan gw ini bilang bahwa orangtua dan calon isterinya ini tidak mengetahui kalau dia masuk rumah sakit. Mereka baru dikabari setelah dia sudah tiada.

Yang seharusnya ada janur kuning di depan rumahnya ternyata tidak jadi, sekarang yang ada di depan rumahnya ialah bendera kuning. Sebuah warna yang sama tetapi berbeda benda, berbeda pula maknanya. Yang harusnya bersuka cita, yang terjadi ialah berduka cita.

Ini mengingatkan kepada kita bahwa apapun niat kita, buruk atau baik selebihnya Allah yang menentukan. Sesungguhnya kematian itu amatlah dekat bagi kita yang selalu ingat akan mati, tak peduli kita lagi senang atau sedih, yang namanya maut siapa tahu. Terakhir, jodoh Allah yang mengatur, sekalipun kita sudah bertunangan dan esoknya akan akad nikah, jika Allah berkehendak lain dan dia bukan jodoh kita maka Allah akan memberikan kita petunjuk dengan berbagai cara-Nya, sekalipun itu dengan kematian.


Posted on Monday, August 26, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Friday, August 23, 2013

Cemburu itu apa sih? Ooh ada yang bilang kalau cemburu itu tandanya sayang, cemburu itu bagian dari cinta. Memangnya benar seperti itu? Lalu kalau kita saling mencintai berarti kita juga harus saling cemburu? Nah loh!!

Sekarang banyak kita temui kasus pembunuhan, kebanyakan dilatarbelakangi oleh yang namanya cemburu. Ada suami yang tega membunuh isterinya dikarenakan cemburu dan ada yang tega membunuh pacaranya yang lagi-lagi masalahnya karena cemburu. Bukan bermaksud menyalahkan cemburu. Tapi memang cemburu menjadi bagian dari akar masalahnya. Katanya cinta, ko malah tega menyakiti bahkan sampai membunuh orang yang kita cintai!.

Hati-hati loh sama makhluk yang satu ini. Mungkin banyak diantara kita yang pernah sakit hati hanya gara-gara cemburu. Patah cinta hanya gara-gara cemburu. Pernah down dan tak bersemangat gara-gara cemburu. Bahkan bisa saja ada yang sampai bunuh diri gara-gara cemburu.

Cemburu itu merupakan sifat yang ada pada diri manusia. Cemburu itu menandakan bahwa kita mencintai seseorang secara berlebihan. Dan sesuatu yang kadarnya berlebihan itu pasti tidak baik. Makan kebanyakan saja bisa membuat kita gemuk, gendut bahkan bisa terkena penyakit, diabetes salah satunya.

Terus bagaimana kalau kita lagi cemburu?
Kontrol, itu salah satu kuncinya. Kita harus bisa mengontrol rasa cemburu kita. Jangan sampai kita yang dikontrol oleh rasa cemburu itu. Jangan langsung memarahi atau berbuat kasar yang bisa menyakiti pasangan, belum tentu cemburu kita beralasan dan benar. Selanjutnya coba diskusikan dengan pasangan kita, ajak dia berbicara baik-baik, cairkan suasana dan buat dia merasa nyaman. Sehingga apa yang kita rasakan tersampaikan ke pasangan.

Terus kalau kita cemburu dengan alasan yang benar bahwa si dia memang selingkuh bagaimana?
Susah ini jawabnya, karena gw pernah dalam kondisi seperti ini, haha.
Kalau memang mengalami kejadian seperti ini, coba diskusikan lagi dengan pasangan kita. Ajak dia bicara baik-baik, utarakan apa yang kita lihat berdasarkan fakta-fakta tentunya. Walaupun kita tahu bahwa dia memang salah, jangan terburu-buru menghakimi dia. Sabar. Jika memang dia hanya menganggap orang yang kita anggap selingkuhannya itu sebagai teman biasa maka sebaiknya kita beri dia kepercayaan kepadanya. Kalaupun dikemudian hari ternyata memang kita benar-benar diselingkuhi, berpikirlah bahwa sebenarnya kita diingatkan oleh Allah kalau dia bukanlah yang terbaik buat kita. Tak perlu marah, tetap jaga tali silaturahim, karena bagaimanapun dia pernah ada dihati kita.

So, cemburu itu perlu tapi jika kita lagi cemburu maka kontrollah rasa itu, jangan terlalu berlebihan. Diskusikan dengan pasangan kita tentang apa yang sama-sama dirasakan. Yang paling penting lagi adalah kewajiban kita untuk bisa memegang janji dan menjaga kepercayaan pasangan masing-masing. Karena cemburu itu adalah tidak nyaman karena dia “memperlakukan” orang lain dengan “perlakuan” yang sama ke diri kita.








Posted on Friday, August 23, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments

Wednesday, August 21, 2013

Beberapa bulan yang lalu, gw memposting tentang Pasar Modal. Gw mempelajarinya dalam satu hari, hanya tentang pengertiannya saja sih. Karena beberapa hari kemudiannya gw ada test interview di Perusahaan Media "Bisnis Indonesia". Walau hanya sehari gw mempelajarinya, gw mulai tertarik dengan ekonomi dan bisnis. Alhamdulillah sekarang gw kerja di Bisnis Indonesia sebagai staf Statistician di Layanan Data dan Tabel setelah melewati berbagai test yang ada. Ini kesempatan gw untuk belajar lebih banyak lagi tentang Bisnis dan Ekonomi. Nah, gw ingin menshare apa yang gw pelajari disini secara otodidak dan banyak bertanya. Karena memang gw masih buta tentang Ekonomi dan Bisnis. Mulai sekarang gw coba untuk menulis apa yang gw baca dan gw rangkum, sumbernya dari buku ekonominya Prof. Eduardus Tandelilin, Ph.D. CWM, dosen UGM. Yuk kita mulai belajarnya dari BAB 1, bab tentang apa itu investasi.

BAB I
PENGERTIAN INVESTASI

Pasti pada punya tabungan kan di Bank, terlepas di Bank mana kita menabungnya. Mungkin banyak di antara kita yang beranggapan bahwa dengan menabung maka uang kita akan aman dan bertambah jika rutin menabungnya. Tapi selain menabung ternyata ada bentuk lain loh biar uang kita bertambah. Lewat apa? Lewat Investasi. Buat kita yang awam, investasi diartikan sebagai cadangan keuangan kita dalam jangka panjang. Sebenarnya apa sih yang melatarbelakangi seseorang untuk berinvestasi. Nah ini loh sebenarnya Latar Belakang harusnya kita berinvestasi :
1.  Setiap individu bekerja untuk memperoleh penghasilan.
2.  Penghasilan yang dimiliki oleh seseorang merupakan sumber daya yang dapat dikonsumsi pada saat ini atau di masa datang.
3.  Seseorang yang ingin berinvestasi, semestinya mau mengorbankan konsumsi saat ini (sacrifice current consumption).
4. Kesejahteraan moneter ditunjukkan oleh penjumlahan pendapatan yang dimiliki saat ini dan nilai saat ini (present value) pendapatan di masa datang.
5. Orang seharusnya membuat keputusan seperti berapa banyak penghasilan saat ini yang seharusnya dihabiskan atau dikonsumsi dan berapa banyak seharusnya diinvestasikan menurut preferensinya.

Pengertian investasi itu sendiri adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumberdaya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa datang.
Contohnya seperti ini:
·      Investasi pada saham mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga saham atau pembagian dividen.  
·      Waktu yang kita korbankan untuk belajar.
Kegiatan investasi dapat dilakukan pada sejumlah aset seperti:
·      Aset real (tanah, emas, mesin, atau bangunan).
·      Aset finansial (deposito, saham, obligasi, options, warrants, atau futures). Aset finansial adalah  klaim berbentuk surat berharga atas sejumlah aset-aset pihak penerbit surat berharga tersebut.

Pihak-pihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor. Investor pada umumnya bisa digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Investor individual (individual/retail investors)  
    Investor individual terdiri dari individu-individu yang melakukan aktivitas investasi.
2.Investor institusional (institutional investors)
    Investor institusional biasanya terdiri dari perusahaan-perusahaan asuransi, lembaga penyimpan dana (bank dan lembaga simpan pinjam), lembaga dana pensiun, maupun perusahaan investasi.
Ket: Trade-off dalam konsumsi (k0) dan investasi (k1)

Banyak orang berinvestasi dengan bertujuan seperti ini (termasuk yang manakah kita?) :
  1. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa datang.
  2. Meningkatkan kesejahteraan investor
  3. Mengurangi tekanan inflasi.
  4. Dorongan untuk menghemat pajak
Penjabaran tentang investasi, jangan dianggap soal matematika ya :) :
Sdr. Budi mulai menabung Rp 3 juta per tahun pada usia 25 tahun. Budi pensiun 40 tahun kemudian pada usia 65 tahun. Besarnya nilai mendatang investasi Sdr. Budi dapat dihitung sebagai berikut:
Pada tingkat bunga 8 persen per tahun, nilai mendatang
 40 = Rp3.000.000  x FVIFA8%
 40 = Rp3.000.000 x 259,06 = Rp777.180.000
Pada tingkat bunga 12 persen per tahun, nilai mendatang
40 = Rp3.000.000 x FVIFA12%
40 = Rp3.000.000 x 767,09 = Rp2.301.270.000
Pada tingkat bunga 20 persen per tahun, nilai mendatang
40 = Rp3.000.000 x FVIFA20%
       40    Rp3.000.000x7.343,9 = Rp22.031.700.000

Untuk melihat apakah kesejahteraan Sdr. Budi meningkat di masa datang, dengan menabung Rp 3 juta per tahun pada usia 25 tahun, dapat dianalisis dengan menghitung FVIFA (future value interest factor annuity).  Konsep FVIFA ini berlaku untuk menghitung nilai mendatang dari suatu seri aliran kas yang sama secara periodik.
FVIFA dapat dihitung dengan rumus:
FVIFA = [(1+i)n-1]/i
 
Proses investasi meliputi pemahaman dasar-dasar keputusan investasi dan bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan investasi. Hal mendasar dalam proses keputusan investasi adalah pemahaman hubungan antara return yang diharapkan dan risiko suatu investasi. Hubungan risiko dan return yang diharapkan dari suatu investasi merupakan hubungan yang searah dan linear. Artinya semakin besar return yang diharapkan, semakin besar pula tingkat risiko yang harus dipertimbangkan. Dasar keputusan investasi terdiri dari tingkat return yang diharapkan, tingkat risiko serta hubungan antara return dan risiko.

Return
Return yang diharapkan investor dari investasi yang dilakukannya merupakan kompensasi atas biaya kesempatan (opportunity cost) dan risiko penurunan daya beli akibat adanya pengaruh inflasi. Dalam konteks manajemen investasi, perlu dibedakan antara return yang diharapkan (expected return) dan return yang terjadi (realized return). Return yang diharapkan (expected return) merupakan tingkat return yang diantisipasi investor di masa datang. Sedangkan return yang terjadi (realized return) atau return aktual merupakan tingkat return yang telah diperoleh investor pada masa lalu.

Risiko
Risiko bisa diartikan sebagai kemungkinan return aktual yang berbeda dengan return yang diharapkan. Secara spesifik, mengacu pada kemungkinan realisasi return aktual lebih rendah dari return minimum yang diharapkan. Return minimum yang diharapkan seringkali juga disebut sebagai return yang disyaratkan (required rate of return).
Ket: Hubungan Tingkat Risiko dan Return Harapan

 
Ket: Proses Keputusan Investasi

Sementara sampai sini dulu ya kita membahas tentang investasi, tertarik lebih dalam lagi mempelajarinya? atau tertarik langsung berinvestasi? Sabar, yang belum punya cukup ilmu tentang investasi dan pasar modal, kita harus sabar dan banyak belajar dulu. Belajar juga bentuk dari investasi loh. So, belajarlah terus. 

Posted on Wednesday, August 21, 2013 by De Budi Sudarsono

No comments