Siapa yang tak mengenal cinta? Cinta antar sepasang makhluk yang disebut manusia, antara laki-laki dengan perempuan. Jutaan lagu di dunia tercipta dan diciptakan oleh penyair untuk mendifinisikan cinta, bahkan orang awam yang bukan penyairpun bisa mendifinisikan cinta lewat karya nya. Setiap masing-masing individu memiliki definisi yang berbeda-beda tentang cinta, menurut versi mereka masing-masing. Penulis pun sekarang mucul sangat banyak melalui buku-buku atau novel-novel yang mereka terbitkan mengatasnamakan cinta. Cinta memang tak terbatas hanya pada sebuah hubungan perasaan antara sepasang manusia, tapi the power of love itu mencangkup cinta terhadap Tuhan, cinta terhadap orang tua, saudara, sahabat, orang-orang terdekat, lingkungan, negara, agama. Tak dapat dipungkiri, cinta yang paling menarik dan yang paling banyak dibahas adalah cinta terhadap lawan jenis. Mengapa? Karena pemuda-pemudi sekarang hanya mengedepankan pikiran sesaat untuk menemukan jatidiri mereka, dan mereka mengapresiasikannya melalui cinta.

Masa remaja merupakan masa berkembangan hormon seksualitas pada diri manusia, tanpa disadari banyak dari kita yang akhirnya tertarik terhadap lawan jenis, diawali dengan tertarik atau suka, ya ini tingkat paling minimal tapi sudah dapat mengindikasikan bahwa hormon dalam tubuh kita mulai berkembang. Bagi yang sudah melewati masa-masa sekolah tingkat SMP dan SMA pasti merasakan senangnya jatuh cinta dan sepaket dengan sakitnya putus cinta atau bahkan cinta bertepuk sebelah tangan. Apapun karakteristik seseorang, dapat dipastikan pernah merasakan cinta, yang membedakan adalah bagaimana ia mengendalikan dan mengontrol perasaannya. Cinta bukanlah sebuah kata benda yang bisa datang dan pergi begitu saja, tapi cinta merupakan kata sifat yang ada pada diri kita, ya sebuah perasaan yang muncul karena kita peduli. Cinta muncul karena awalnya kita peduli terhadap lawan jenis, kita mulai memberikan perhatian terhadap dia, lalu muncul kekhawatiran dan takut dia kenapa-kenapa. Kalau kata Patkay (Tokoh serial Kera Sakti), “Oh cinta, deritamu tiada akhir”.

Ketika sepasang kekasih sedang jatuh cinta, mereka akan saling sayang satu sama lain, saling perhatian, saling peduli, dan sebagainya yang diawali dengan kata saling. Ya, saling disini adalah mereka merasakan sesuatu secara bersama-sama, tidak hanya satu orang saja. Kalau kata lirik lagu, “Cintaku bertepuk sebelah tangan”.

Cinta erat kaitannya dengan cemburu, memiliki korelasi positif, semakin cinta kita terhadap sesuatu, maka tingkat kecemburuan kita akan semakin tinggi. Namun orang yang mampu mengontrol rasa cemburunya dengan kepercayaan inilah yang lebih baik. Berbicara tentang cinta sejati, maka tak lepas dari sepasang sejoli yang saling mempercayai dan saling menjaga. “Jodoh tak akan kemana”, sebuah slogan yang memotivasi kita bahwa kita akan mendapatkan jodoh, karena Allah sudah mengaturnya sebelum kita terlahir di dunia, bersamaan dengan rezeki dan kematian. Slogan itu juga menandakan bahwa belum tentu pasangan kita yang sekarang kelak akan menjadi pendamping hidup kita hingga ajal menjemput (khusus untuk orang yang berpacaran), jika pasangan suami istri insya Allah itu sudah menjadi pendamping hidupnya, karena mereka sudah berjanji dengan ikatan suci. Bagi yang belum menikah, banyak diantara kita yang mengenal sosok lawan jenis dengan baik, bahkan sudah saling mengenal keluarga masing-masing. Rasa sayang dan cinta begitu besar, hingga berencana untuk menikah. Tapi ingatlah, karena belum tentu ia adalah jodoh kita. Nah, disini yang seharusnya kita garis bawahi. Seseorang yang mencintai pasangannya, maka ia akan melakukan apapun untuknya, untuk menjaganya. Ya, menjaga agar tidak kehilangannya. Tapi siapa yang bisa menjamin? Siapa tahu nanti pasanganmu dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang yang kapasitasnya melebihi dirimu, hartanya melebihi dirimu, agamanya melebihi dirimu. Siapa tahu selama berjalannya waktu dia menemukan seseorang yang lebih baik dari kamu, dari segi agama, intelektualitas, harta, pangkat dam ketampanan. Siapa yang tahu?. Sedangkan yang kita lakukan hanyalah setia terhadap pasangan. Kalau seperti ini siap-siaplah kau akan kehilangan dia. Kenapa? Karena kau hanya sekedar setia, tapi kapasitas dirimu tak berkembang. Nah, dari sini kita bisa menarik benang merahnya tentang arti sebuah cinta sejati. Cinta sejati adalah cinta yang dilandaskan dengan saling setia, dan jika kau tak mau kehilangan cinta sejatimu maka tingkatkanlah kapasitas dan potensi yang ada pada dirimu. Jika kau masih duduk dibangku sekolah atau kuliah, belajarlah dengan baik, raih prestasi setinggi-tingginya, dapatkan pengalaman berorganisasi. Jika sudah bekerja, bekerjalah dengan penuh semangat, berkarirlah setinggi-tingginya. Bukalah wawasan kita tentang dunia, banyak membaca, perdalam ilmu agama. Karena Allah berfirman dalam ayat-ayat cinta-Nya bahwa Dia akan menaikan derajat orang-orang yang berilmu. Ketika kau berilmu, maka kesuksesan akan mendekatimu, itulah cara seseorang yang mencintai pasangannya. Walaupun kelak tak berjodoh, tak perlu cemas, karena yakinlah kau akan mendapatkan jodohmu yang tepat, karena kau memiliki ilmu. 

Tingkatkanlah kapasitas dirimu, setiap hari. Improve your self, improve your value.

Untuk kau yang sedang jatuh cinta.....

De Budi Sudarsono