Cemburu itu apa sih? Ooh ada yang bilang kalau cemburu itu tandanya sayang, cemburu itu bagian dari cinta. Memangnya benar seperti itu? Lalu kalau kita saling mencintai berarti kita juga harus saling cemburu? Nah loh!!

Sekarang banyak kita temui kasus pembunuhan, kebanyakan dilatarbelakangi oleh yang namanya cemburu. Ada suami yang tega membunuh isterinya dikarenakan cemburu dan ada yang tega membunuh pacaranya yang lagi-lagi masalahnya karena cemburu. Bukan bermaksud menyalahkan cemburu. Tapi memang cemburu menjadi bagian dari akar masalahnya. Katanya cinta, ko malah tega menyakiti bahkan sampai membunuh orang yang kita cintai!.

Hati-hati loh sama makhluk yang satu ini. Mungkin banyak diantara kita yang pernah sakit hati hanya gara-gara cemburu. Patah cinta hanya gara-gara cemburu. Pernah down dan tak bersemangat gara-gara cemburu. Bahkan bisa saja ada yang sampai bunuh diri gara-gara cemburu.

Cemburu itu merupakan sifat yang ada pada diri manusia. Cemburu itu menandakan bahwa kita mencintai seseorang secara berlebihan. Dan sesuatu yang kadarnya berlebihan itu pasti tidak baik. Makan kebanyakan saja bisa membuat kita gemuk, gendut bahkan bisa terkena penyakit, diabetes salah satunya.

Terus bagaimana kalau kita lagi cemburu?
Kontrol, itu salah satu kuncinya. Kita harus bisa mengontrol rasa cemburu kita. Jangan sampai kita yang dikontrol oleh rasa cemburu itu. Jangan langsung memarahi atau berbuat kasar yang bisa menyakiti pasangan, belum tentu cemburu kita beralasan dan benar. Selanjutnya coba diskusikan dengan pasangan kita, ajak dia berbicara baik-baik, cairkan suasana dan buat dia merasa nyaman. Sehingga apa yang kita rasakan tersampaikan ke pasangan.

Terus kalau kita cemburu dengan alasan yang benar bahwa si dia memang selingkuh bagaimana?
Susah ini jawabnya, karena gw pernah dalam kondisi seperti ini, haha.
Kalau memang mengalami kejadian seperti ini, coba diskusikan lagi dengan pasangan kita. Ajak dia bicara baik-baik, utarakan apa yang kita lihat berdasarkan fakta-fakta tentunya. Walaupun kita tahu bahwa dia memang salah, jangan terburu-buru menghakimi dia. Sabar. Jika memang dia hanya menganggap orang yang kita anggap selingkuhannya itu sebagai teman biasa maka sebaiknya kita beri dia kepercayaan kepadanya. Kalaupun dikemudian hari ternyata memang kita benar-benar diselingkuhi, berpikirlah bahwa sebenarnya kita diingatkan oleh Allah kalau dia bukanlah yang terbaik buat kita. Tak perlu marah, tetap jaga tali silaturahim, karena bagaimanapun dia pernah ada dihati kita.

So, cemburu itu perlu tapi jika kita lagi cemburu maka kontrollah rasa itu, jangan terlalu berlebihan. Diskusikan dengan pasangan kita tentang apa yang sama-sama dirasakan. Yang paling penting lagi adalah kewajiban kita untuk bisa memegang janji dan menjaga kepercayaan pasangan masing-masing. Karena cemburu itu adalah tidak nyaman karena dia “memperlakukan” orang lain dengan “perlakuan” yang sama ke diri kita.