Luar biasa pelajaran hidup yang gw peroleh hari ini. Siang tadi gw dikabari oleh seorang rekan kerja di kantor, dia cerita tentang teman kuliahnya yang hari Sabtu kemarin, 24 Agustus 2013 melangsungkan pernikahan. Luar biasa keberanian dan mentalnya untuk menyegerakan membina rumah tangga, karena dia seumuran dengan gw dan baru lulus kuliah. Mungkin saja dia belum memiliki pendapatan tetap setiap bulannya, tetapi sudah ingin melengkapi sebagian agamanya dengan menikahi seorang gadis. Ya, gw kalah!!

Rasa kagum gw pun mendadak berhenti dan menjadi gemetar, rekan kerja gw ini melanjutkan ceritanya.
Ternyata temannya itu tidak jadi menikah, pernikahannya tertunda. Ko bisa? Hari Jumatnya, sehari sebelum dilaksanakan prosesi sakral akad nikah, dia masuk rumah sakit. Sakit apa dia? Dia terkena Hepatitis B. Astagfirullah, gw hanya bisa beristigfar mendengar pemaparan cerita rekan kantor gw ini.
Lalu sekarang bagaimana keadaannya? Rekan kantor gw ini menjawab, “hari Minggu kemarin dia meninggal dunia”. Innalillahi wa innailaihi rojiun. Gw terkejut, kaget, seakan jam dinding berhenti berdetak. Ya Allah, padahal dia sudah memiliki niat mulia untuk beribadah dengan menyempurnakan agamanya. Dan rekan gw ini bilang bahwa orangtua dan calon isterinya ini tidak mengetahui kalau dia masuk rumah sakit. Mereka baru dikabari setelah dia sudah tiada.

Yang seharusnya ada janur kuning di depan rumahnya ternyata tidak jadi, sekarang yang ada di depan rumahnya ialah bendera kuning. Sebuah warna yang sama tetapi berbeda benda, berbeda pula maknanya. Yang harusnya bersuka cita, yang terjadi ialah berduka cita.

Ini mengingatkan kepada kita bahwa apapun niat kita, buruk atau baik selebihnya Allah yang menentukan. Sesungguhnya kematian itu amatlah dekat bagi kita yang selalu ingat akan mati, tak peduli kita lagi senang atau sedih, yang namanya maut siapa tahu. Terakhir, jodoh Allah yang mengatur, sekalipun kita sudah bertunangan dan esoknya akan akad nikah, jika Allah berkehendak lain dan dia bukan jodoh kita maka Allah akan memberikan kita petunjuk dengan berbagai cara-Nya, sekalipun itu dengan kematian.