Pernah dengar Muhammad Al-Fatih? Konstantinopel?

Mungkin ada diantara kita yang belum tau M. Al-Fatih, mungkin juga sudah ada yang tau tapi sebatas taunya, “itu loh yang menaklukan kota konstantinopel”. Atau mungkin sudah ada yang membaca cerita sejarahnya beserta referensi-referensi yang lengkap.

Kenal donk sama Harry Potter, hehe. Buat yang suka baca novel-novel fiksi berbau fantasi seperti harry potter, lord of the ring, eragon atau yang sejenisnya, tidak ada salahnya melengkapi koleksi dengan bukunya Felix Y. Siauw yang berjudul Muhammad Al-Fatih 1453. Tidak kalah menariknya dengan cerita-cerita fiksi yang disebutkan di atas, tapi Muhammad Al-Fatih 1453 ini adalah sejarah yang nyata tentang perjuangan islam dalam menaklukan kota konstantinopel yang diceritakan dengan gaya bercerita lebih menarik dibandingkan Harry Potter dan teman-temannya.

Hmmm memangnya konstantinopel itu dimana sih? Terus mengapa ditaklukan? Ada apa sih disana? Yang menaklukan siapa? Memangnya sesuatu yang berharga ya kalau bisa menaklukan konstantinopel?

Hehehe, wajar sih kalau banyak pertanyaan, rekomendasi nih buat menambah fantasi kita dan terlebih lagi menambah wawasan sejarah kita, mending baca bukunya Muhammad Al-Fatih 1453 yang ditulis oleh Felix Y. Siauw (@felixsiauw), sudah banyak berkeliaran ko di toko buku.

Ah, sok sok merekomendasikan nih. Memangnya apa yang didapatkan setelah baca bukunya?
Oke deh, yang pertama [1], tanpa disadari kita akan diajak ke abad 14 tanpa harus ke sana. Ha? Loh? Maksudnya? Hehe, maksudnya kita akan belajar sejarah, dan ini sejarah islam, sejarah perjuangan agama kita.



Kedua [2],yang kita ketahui bahwa Muhammad Al-Fatih adalah sosok yang menaklukan konstantinopel. Memangnya iya? Percaya?. Kita akan mengetahui proses penaklukan konstantinopel. Penaklukannya itu bukan sekali perang terus menang. 

Ketiga [3], Ada sebuah pembelajaran yang bisa diambil, sebuah proses, kesabaran, keberanian, kecerdasan, kecerdikan, memiliki visi yang jelas, melihat lebih dalam dibanding mata memandang.

Keempat [4], bukunya bukan bergenre motivasi seperti buku-buku motivasi yang sedang menjamur saat ini. Bukunya buku sejarah, tapi ada pecutan motivasi setelah membacanya.

Dan yang kelima [5], buku ini bisa kita jadikan pengingat buat kita yang sering lupa akan janji Allah. Buat kita yang pernah atau bahkan sering merasa bahwa Allah tidak adil, Allah melupakan kita atau Allah tidak menepati janji, jadi merasa malu setelah baca sejarah ini. Karena kita dengan mudahnya putus asa ketika gagal, menyalahkan Allah dan lain-lain. Harusnya kita bisa meniru perjuangan Muhammad Al-Fatih. Bukan dengan cara berperang dengan pedang menaiki kuda, tapi berperang melawan hawa nafsu untuk menggapai visi hidup kita.

Ko cuma lima [5]? Haha, sisanya silahkan pada baca saja bukunya.

Di sesi selanjutkan gw akan mencoba menceritakan bagian-bagian menarik dan penting dari buku ini.

Oiya, sejarah adalah yang ditulis dan kita baca, bukan yang terjadi. Karena kita tidak akan pernah tahu yang sebenarnya terjadi di masa itu. Entah benar atau tidak yang terpenting adalah kita bisa mengambil sisi positifnya, untuk kita terapkan dikehidupan kita sekarang dan yang akan datang.