Akhirnya setelah 22 tahun puasa gelar, Indonesia berhasil menjadi juara di ajang internasional [ASEAN], dan ini diraih oleh para Garuda Muda. Selamat atas kemenangan dan gelarnya.

Jebbreeet.....
Ow ow ow ow ow....
Hahaha, yang mengikuti jalannya pertandingan saat timnas muda kita bertanding mungkin tak asing lagi dengan bunyi suara itu. Puncaknya ketika timnas muda kita bermain di final melawan Vietnam. Hingga detik ini di media sosial [FB & Twitter] banyak yang membuat status dengan embel-embel Jebreeeet, jegeeeeer. Kata-kata komentator ini berhasil membuat sensasi hingga banyak orang yang tak asing lagi dengan kata jebbreet.

Mengapa ya kalimat ‘Jebret’ itu yang paling diingat sama masyarakat?. Padahal jika diingat-ingat si komentator ini juga punya kalimat-kalimat yang menurut gw sangat bagus. Dia mengutip pesan Jenderal Sudirman, kira-kira begini kutipannya “Robek-robek badanku, potong-potonglah jasad ini, tapi jiwaku akan tetap hidup”. Kalimat ini terlontar ketika melihat garuda muda yang terus berjuang hingga detik terakhir. Tak hanya itu, di akhir ketika garuda muda dinobatkan sebagai juara dia juga mengutip pesan Presiden Soekarno “Beri aku satu pemuda, maka akan aku goncangkan dunia”. Karena yang berhasil merebut juara ya para pemuda, bukan senior.

Tapi tetap “Jebbreetlah” yang paling banyak dibicarakan orang. Masih ingat “Statusisasi” nya Vicky? Kalau “Cetar Membahana” nya Sahrini? Oiya sebelumnya juga ada “Demi Tuhan” nya Arya Eyang Subur.

Semua itu terjadi karena bantuan media, baik itu media TV ataupun media sosial. Sekarang ada Facebook, Twitter, YouTube, dll. Mereka [media] menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Kita kebanyakan mengakses itu, dan yang tidak tahu menjadi tahu. Gemparlah kata-kata yang menurut telinga kita itu sesuatu yang menarik. Mulailah update status di media sosial dengan kata-kata tersebut. Latah, ya orang Indonesia itu latahan.

Sepertinya sangat mudah menjadi terkenal, mencari perhatian dan membuat sensasi. Buat saja kata-kata yang dianggap tabu. Beeeeeh pasti jadi trending topik tuh di twitter, hehe.

Apa yang kita katakan itulah cerminan dari diri kita. Teko dengan air putih segar pasti mengeluarkan air putih segar, dan teko yang isinya air selokan pasti mengeluarkan air selokan. Nah, jadi hati-hati dengan apa yang kita katakan. Peran media ini alangkah baiknya kita manfaatkan untuk saling mengingatkan tentang kebaikan dan bukan bermaksud untuk menggurui.

Selamat untuk garuda muda atas gelar juaranya. Kalian memang juara. Kalian mampu menginspirasi kita lewat perjuangan kalian. Teruslah mengepakkan sayap, melesat tinggi dan menerkam setiap lawan yang menghadang.